TEKNIK DASAR
LABORATORIUM
KHUSNUL KHATIMAH
PO724103211016
01 Perlengkapan Laboratorium
Lancet
Lancet adalah sebuah alat
dengan jarum atau mata pisau
kecil yang tajam untuk
digunakan dalam pengambilan
spesimen darah kapiler melalui
teknik tusukan atau sayatan
Alat ini dapat langsung digunakan atau
dipasangkan dengan autoklik yaitu alat
bantu dalam mengambil darah agar
kedalaman tusukan dapat diatur sesuai
kebutuhan pasien dan banyaknya
spesimen darah yang dikumpulkan
Tourniquet
Tourniquet adalah alat yang diikatkan di
lengan pasien sebelum pungsi vena untuk
membatasi aliran darah
Pembendungan tidak boleh lebih
dari 1 menit karena dapat merubah
komposisi darah yang diambil
karena terjadi hemokonsentrasi
Handscoon
The Occupational Safety and Health
Administration (OSHA) dan Center for Disease
Control/Healthcare Infection Control Practice
Advisory Commite (CDC/HICPAC) mengharuskan
agar sarung tangan dipakai sebagai pelindung
bila menangani darah, cairan tubuh atau benda
lain yang mungkin terkontaminasi cairan infeksius.
Spoit
Spoit atau jarum suntik atau syringe
biasanya digunakan mengambil spesimen
darah.
Terdapat berbagai macam jarum dengan
diameter dan panjang yang berbeda yang
dinyatakan dengan gauge (G). Diameter
dan panjang jarum berbanding terbalik
dengan nomor gauge, semakin tinggi nomor
gauge, semakin kecil ukuran diameter jarum
Winged Needle
Winged Infusion Set atau Jarum Butterfly
adalah alat yang sangat diperlukan untuk
mengumpulkan darah dari pembuluh darah
kecil atau pada vena yang tidak tampak jelas.
Winged needle adalah jarum yang memiliki dua
buah pegangan yang membentuk seperti sayap
dengan pipa yang memanjang untuk
menghubungkan pada alat pengambil darah.
Tabung Vakum
Tabung vakum adalah sebuah wadah yang
hampa udara dan digunakan untuk
menampung darah. Kevakuman suatu
tabung diatur sedemikian rupa dan terukur
secara tepat agar dapat menghisap volume
darah sesuai volume yang dibutuhkan.
Didalam tabung vakum berisi zat aditif yang
memiliki satu atau lebih fungsi spesifik untuk
tujuan pemeriksaan tertentu.
Tabung Mikrokoleksi
Tabung mikrokoleksi memiliki fungsi sama
dengan tabung vakum hanya volume darah
yang ditampung lebih sedikit dibandingkan
tabung vakum biasa, volume rata-rata
tabung mikrokoleksi adalah 500 μl.
Mikrohematokrit
Tabung mikrohematokrit merupakan pipa
dengan panjang 7,5 cm dan diameter 0,12 cm,
terbuat dari kaca dan volume 70 μl.
Pipa kapiler umumnya digunakan untuk
pemeriksaan hematokrit dengan darah kapiler.
Terdapat 2 jenis mikrohematokrit yaitu yang
mengandung antikoagulan dan tanpa
antikoagulan
Merah menandakan adanya penambahan
antikoagulan heparin dan warna biru
menandakan tanpa antikoagulan
Mikroskop
Mikroskop adalah alat yang digunakan
untuk membantu dalam melihat objek
yang berukuran sangat kecil dan tidak
dapat dilihat oleh mata telanjang.
Bagian mikroskop : Lensa okuler, Lensa
Obyektif, Tabung Mikroskop, Makrometer,
Mikrometer, Revolver, Diafragma,
Kondensor, Meja Mikroskop, Penjepit Kaca,
Lengan Mikroskop, Kaki Mikroskop, Sumber
Cahaya Lampu dan Tombol On/Off.
Fotometer
Fotometer memiliki fungsi yaitu
mengukur kekuatan intensitas atau
kekuatan cahaya dalam bentuk warna
pada suatu larutan yang akan diperiksa.
Dalam laboratorium hematologi,
fotometer digunakan untuk menentukan
konsentrasi dalam larutan. Sebelum
dilakukan pemeriksaan, sampel
ditambahkan reagen untuk membentuk
larutan yang berwarna dan diukur pada
panjang gelombang tertentu, intensitas
warna yang terbentuk sebanding dengan
konsentrasi sampel yang akan diperiksa
Hemositometer
Hemositometer adalah seperangkat alat yang digunakan
untuk menghitung sel darah. Satu set hemositometer terdiri
dari kamar hitung, pipet thoma, dan aspiratori.
Hemometer
Hemometer adalah seperangkat alat
yang digunakan untuk menentukan
kadar hemoglobin dalam darah dengan
metode sahli berdasarkan terbentuknya
warna dari hasil reaksi kimia
Hemometer terdiri dari tabung sahli,
pipet sahli, batang pengaduk, standar
warna, sikat, pipet tetes, aspiratori, dan
botol berisi HCL 0,1 N
Sentrifuge
Sentrifuge adalah alat yang digunakan untuk memisahkan
padatan dan cairan berdasarkan perbedaan massa jenis zat
terlarut.
Prinsip alat ini didasarkan pasa suatu benda yang bergerak
melingkar pada kecepatan tertentu, maka akan
menghasilkan suatu gaya yang menjauhkan benda
tersebut. dari poros atau pusat lintasan gerakan, jadi
partikel yang lebih berat akan terkumpul pada dasar
tabung.
02 Jenis-Jenis Spesimen Darah
Whole Blood (Darah Utuh) Plasma
Spesimen darah yang memiliki Bagian cair darah yang tidak
komponen darah secara utuh dan mengandung sel-sel darah tetapi
kondisinya sama dengan didalam masih mengandung faktor–faktor
aliran darah dalam tubuh pembekuan darah
Serum
Bagian cair darah yang tidak
mengandung sel-sel darah dan faktor–
faktor pembekuan darah
03 Jenis-Jenis Zat Additif
Apa itu Zat additif ?
Zat additif merupakan zat yang ditambahkan ke dalam tabung
penampung darah yang memiliki pengaruh yang berbeda terhadap
spesimen darah. Zat additif yang diberikan seperti antikoagulan,
antiglikolitik, clot activator dan Thixotropic Gel Separator
Zat additif Pada Tabung Vacuum
Antiglikolitik Antikoagulan
Zat yang mencegah
glikolisis, pemecahan Zat yang ditambahkan
atau metabolisme kedalam darah dengan
glukosa oleh sel darah tujuan untuk menghambat
atau mencegah proses
pembentukan bekuan darah
dengan cara mengikat atau
mengendapkan ion ca dan
menghambat pembentukan
thrombin dari protrombin
Thixotropic Gel Separator Aktivator Bekuan
Zat yang meningkatkan
Bahan sintetik yang tidak koagulasi dalam tabung
bereaksi yang membentuk yang digunakan untuk
barrier fisik antara bagian mengumpulkan serum
sel spesimen dan bagian
serum atau plasma setelah
proses sentrifugasi.
Jenis Zat Additif
EDTA (Ethylen Diamine Tetracetic Acid)
• Mengandung K2 dan Na2 (bentuk kering) dan K3 (bentuk cair)
• Sering digunakan untuk pemeriksaan hematologi Tidak merubah
morfologi sel dan menghambat agregasi trombosit dengan lebih
baik dari antikoagulan lainnya.
• EDTA mencegah koagulasi dengan cara mengikat ion kalsium
sehingga terbentuk garam kalsium yang tidak larut, dengan
demikian ion kalsium yang berperan dalam koagulasi tidak aktif
dan mengakibatkan tidak terjadinya proses pembentukan bekuan
darah.
• Perbandingan EDTA dengan darah dalam bentuk serbuk yaitu 1 mg
dalam 1 ml darah, sedangkan untuk EDTA cair dengan konsentrasi
10% yaitu 10 l EDTA dalam 1ml darah
• EDTA < Darah = Darah akan mengalami koagulasi
• EDTA > Darah = Eritrosit mengkerut/menyusut
Natrium Sitrat 3,3% dan 3,8%
• Natrium sitrat digunakan dalam bentuk larutan pada
konsentrasi 3,2% dan 3,8%
• Natrium sitrat menghambat koagulasi dengan cara
mengendapkan ion kalsium sehingga menjadi bentuk yang
tidak aktif
• Natrium sitrat 3,2% direkomendasikan International Committee
for Standardization in Hematology (ICSH) dan International
Society for Thrombosis and Haematology sebagai antikoagulan
terpilih untuk pengujian koagulasi dan agregasi trombosit.
• Penggunaan Na.Citrat 3,2% adalah 1 : 9 (1 bagian Na.Citrat 3,2%
kedalam 9 bagian darah)
• Penggunaan Na.Citrat 3,2% untuk pemeriksaan
Hemostasis/Koagulasitest
• Penggunaan Na.Citrat 3,8% adalah 1 : 4 (1 bagian Na.Citrat 3,8%
kedalam 4 bagian darah)
• Penggunaan Na.Citrat 3,8% untuk pemeriksaan Laju Endap
Darah (LED) metode westergreen
Oksalat
• Tersedia dalam bentuk Na.Oksalat ,Kalium Oksalat dan
Ammonium Oksalat.
• Bekerja sebagai antikoagulan dengan cara mengendapkan ion
kalsium
• Paling banyak digunakan dalam bentuk Kalium Oksalat
• Penggunaan Kalium Oksalat dikombinasikan dengan Natrium
Flouride (NaF) untuk pemeriksaan glukosa dalam darah
• Kalium Oksalat juga dikombinasikan dengan Ammonium
Oksalat yang juga dikenal sebagai double oxalate atau
balanced oxalate mixture
• Jika hanya menggunakan kalium oksalat sel-sel eritrosit akan
mengkerut
• Jika hanya menggunakan ammonium oksalat sel-sel eritrosit
akan mengembang
• Campuran kedua garam dengan perbandingan 2 kalium
oksalat : 3 ammonium oksalat tidak akan mempengaruhi
ukuran eritrosit
• Double oxalate digunakan sebanyak 2 mg untuk 1 ml darah
• Kelebihan penambahan oksalat dapat menyebabkan hemolisis
Heparin
• Terdapat 3 macam heparin yaitu ammonium
heparin, lithium heparin, dan sodium heparin
• Heparin untuk mencegah pembekuan dengan
cara menghambat pembentukan thrombin.
Trombin adalah enzim yang dibutuhkan untuk
mengubah fibrinogen menjadi fibrin
• Darah heparin tidak merubah ukuran eritrosit
tetapi menyebabkan clumping leukosit dan
trombosit
• Tidak disarankan menggunakan heparin untuk
apusan darah tepi karena akan menyebabkan
latar belakang berwarna gelap (biru)
• Konsentrasi penggunaannya adalah 0,1 ml
atau 1 mg untuk 10 ml darah
• Heparin merupakan antikoagulan terpilih untuk
pemeriksaan osmotic fragility test (OFT)
Natrium Flourida
• Natrium Flouride merupakan
antiglikolitik yang mencegah
metabolisme glukosa dengan cara
menghambat kerja enzim Phospoenol
pyruvate dan urase sehingga kadar
glukosa dalam darah tetap stabil
• Penggunaannya dikombinasikan
dengan antikoagulan kalium oksalat
• Darah dengan zat additive ini dapat
bertahan selama 3 hari yang dapat
menghambat pertumbuhan bakteri,
menurunkan aktivitas fosfatase asam,
meningkatkan aktivitas amilase
Clot Activator
• Clot activator adalah zat yang
mengaktifkan koagulasi melalui
aktivasi trombosit seperti partikel
silika, inert clays like celite dan
thrombin
• Tabung yang mengandung partikel
silika terdapat pada serum separator
tubes (SST)
• Penggunaan partikel silika akan
membekukan darah dalam waktu 15-
30 menit
• Pada darah yang dikumpulkan dalam
tabung thrombin, umumnya terjadi
bekuan dalam waktu 5 menit
• Tabung dengan clot activator harus
dibolak balikkan isinya minimal 5 kali
Thixotropic gel separator
• Zat sintesis non reaktif
• Terletak didasar tabung
• Memiliki berat jenis antara gel berat jenis sel
dan lapisan serum/plasma
• Jenisnya yang mengandung heparin disebut
plasma separated tube (PST) dan yang tidak
mengandung heparin disebut serum separated
tube (SST)
• Bila darah dalam tabung disentrifus lapisan gel
berubah viskositasnya menjadi tebal dan
pindah antara sel dan serum/plasma
• Mencegah kelanjutan metabolisme didalam
lapisan serum/plasma
04 Prosedur Penanganan Spesimen Darah
Hal yang penting diperhatikan dalam
penanganan spesimen darah
• Stabilias spesimen darah
• Order of Draw
• Homogenisasi spesimen darah
Parameter Hematologi
Jenis Pemeriksaan Waktu Maksimal
Jumlah trombosit 1 jam
Apusan Darah Tepi 1 jam
Jumlah Leukosit 2 jam
Laju Endap Darah 2 jam
Jumlah Eritrosit 6 jam
Jumlah Retikulosit 6 jam
Hematokrit 6 jam
Kadar Hb Relatif Stabil
Jenis tabung Jenis additif Jenis
Pemeriksaan
O Tabung kultur - Kultur
mikrobiologi
r
d Tabung biru Natrium Sitrat Faktor koagulasi
e & hemostasis
r Tabung merah Clot Activator Kimia,
immunologi,
darah clot, blood
O bank
f
Tabung Heparin
D hijau/emas
r Tabung ungu EDTA Morfologi sel dan
hitung sel
a
w
Tabung abu-abu Natrium Glukosa
flourida/Kalium
oksalat
Homogenisasi
spesimen darah
THANK YOU