The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku-Saku-pelayanan-kesehatan-ibu difasilitas kesehatan dasar dan rujukan (WHO, 2013)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by perpus polkesma, 2023-09-08 05:20:00

Buku-Saku-pelayanan-kesehatan-ibu difasilitas kesehatan dasar dan rujukan (WHO, 2013)

Buku-Saku-pelayanan-kesehatan-ibu difasilitas kesehatan dasar dan rujukan (WHO, 2013)

329 LAMPIRAN A PROSEDUR-PROSEDUR OBSTETRI u Masukkan selang orofaring untuk mencegah obstruksi jalan nafas. u Ketamin dapat diberikan secara IM , IV, atau infus. Dosis bervariasi : o 6 – 10 mg/kg berat badan IM. Anestesia dicapai dalam 10 menit dan berlangsung sampai 30 menit. o Alternatif : 2 mg/kg berat badan IV secara perlahan selama 2 menit atau lebih. Pengaruh anestesia bertahan hingga 15 menit. o Untuk prosedur yang lebih lama : infus ketamin 200 mg dalam 1 L dekstrose dengan kecepatan 2 mg/menit (20 tetes/menit) Pantau tanda vital pasien (tekanan drah, nadi, pernapasan, temperatur) setiap 10 menit selama pelaksanaan prosedur.


330 PROSEDUR-PROSEDUR OBSTETRI


331 LAMPIRAN B PARTOGRAF LAMPIRAN B PARTOGRAF


332 LAMPIRAN B PARTOGRAF LAMPIRAN B PARTOGRAF Partograf dimulai pada pembukaan 4 cm. Kemudian, petugas harus mencatat kondisi ibu dan janin sebagai berikut: • Denyut jantung janin • Air ketuban: - U: selaput ketuban utuh - J: air ketuban jernih - M: bercampur mekonium - D: bercampur darah - K: kering • Perubahan bentuk kepala janin (molase) - 0: sutura masih terpisah - 1: sutura menempel - 2: sutura tumpang tindih tapi masih dapat diperbaiki - 3: sutura tumpang tindih tak dapat diperbaiki • Pembukaan serviks: dinilai tiap 4 jam dan ditandai dengan tanda silang • Penurunan kepala bayi: menggunakan sistem perlimaan, catat dengan tanda lingkaran (O). Pada posisi 0/5, sinsiput (S), atau paruh atas kepala berada di simfisis pubis. • Waktu: menyatakan berapa lama penanganan sejak pasien diterima • Jam: catat jam sesungguhnya • Kontraksi: lakukan palpasi untuk hitung banyaknya kontraksi dalam 10 menit dan lamanya. Lama kontraksi dibagu dalam hitungan detik: <20 detik, 20-40 detik, dan >40 detik • Oksitosin: catat jumlah oksitosin pervolum cairan infus serta jumlah tetes permenit. • Obat yang diberikan • Nadi: tandai dengan titik besar. • Tekanan darah: tandai dengan anak panah • Suhu tubuh • Protein, aseton, volum urin: catat setiap ibu berkemih


333 LAMPIRAN B PARTOGRAF Jika ada temuan yang melintas ke arah kanan dari garis waspada, petugas kesehatan harus segera melakukan tindakan atau mempersiapkan rujukan yang tepat.


334 LAMPIRAN B PARTOGRAF PARTOGRAF No. Register Nama Ibu : ....................................... Umur : .............. G ..... P..... A ..... Hamil .......... minggu RS/Puskesmas/RB Masuk Tanggal : ....................................... Pukul : .............. Ketuban Pecah sejak pukul : ...................... Mules sejak pukul : ...................... Alamat sejak pukul : ............................................. 200 190 180 170 160 150 140 130 120 110 100 90 80 Denyut Jantung Janin ( x/menit) Air ketuban penyusupan 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Waktu (pukul) W A S P A D A W A S P A D A Pembukaan serviks (cm) beri tanda X Turunya kepala Beri tanda O 5 4 3 2 1 Oksitosin U/I tetes/menit Kontraksi tiap 10 menit < 20 20-40 > 40 (detik) Obat dan cairan IV 180 170 160 150 140 130 120 110 100 90 80 70 60 Nadi Tekanan darah Temperatur 0C Protein Aseton Volume Urine


335 REFERENSI REFERENSI REFERENSI 1. Affandi B, Adriaansz G, Gunardi ER, Koesno H. Buku panduan praktis kontrasepsi pelayanan kontrasepsi. Edisi 3. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2011. 2. American Diabetes Association. Standards of medical care in diabetes. Diabetes Care2011: 34(1); S11-61. 3. American Heart Association. Part 5: Adult Basic Life Support: 2010 American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care Science. Circulation 2010;122:S685-S705. 4. American Heart Association. Part 12: Cardiac Arrest in Special Situations: 2010 American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care Science. Circulation 2010;122:S829-S861. 5. American Hearth Association and American Academy of Pediatrics. Textbook of neonatal resuscitation 6th ed. 2005. 6. Aziz MF, Andrijono, Saifuddin AB, editors. Buku Acuan Nasional Onkologi Ginekologi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2006. 7. Bose P, Regan F, Paterson-Brown S. Improving the accuracy of estimated blood loss at obstetric haemorrhage using clinical reconstructions. BJOG 2006;113:919-24. 8. Briley A, Bewley S. Management of obstetric hemorrhage: obstetric management. In: Briley A, Bewley S, editors. The obstetric hematology manual. Cambridge: Cambridge University Press; 2010. p. 151-8. 9. Buku Pedoman Imunisasi Tetanus Toksoid pada Wanita Usia Subur. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2009. 10.Bunyavejchevin S, et al. Dengue hemorrhagic fever during pregnancy: antepartum, intrapartum and postpartum management. J Obstet Gynaecol Res. 1997 Oct; 23 (5): 445-8. 11.Chatfield J. ACOG Issues Guidelines on Fetal Macrosomia. Am Fam Physician. 2001 Jul 1; 64(1): 169-70.


336 REFERENSI REFERENSI 12.Chaudhuri K, Gonzales J, Jesurun CA, Ambat MT, Mandal-Chaudhuri S. Anaphylactic shock in pregnancy: a case study and review of the literature. International Journal of Obstetric Anesthesia 2009;17:350-7. 13.Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, Hauth JC, Rouse DJ, Spong CY, editors. Williams Obstetrics. 23rd ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc; 2010. 14.Dabbous A, Souki F. Cardiac arrest in pregnancy. M.E.J. Anesth 2007;19(2):449-68. 15.Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pelayanan kontrasepsi darurat. Jakarta: Depkes RI; 2004. 16.Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pemberian tablet besi-folat dan sirup besi bagi petugas. Jakarta; Depkes RI; 1999. 17.Department of Making Pregnancy Safer. Maternal Immunization against Tetanus. World Health Organization; 2006. 18.Ditjen Bina Gizi dan KIA. Panduan Penyelenggaraan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan Bagi Balita Gizi Kurang dan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2012. 19.Gunatilake RP, Perlow JH. Obesity and pregnancy: clinical management of the obese gravida. American Journal of Obstetrics and Gynecology 2011 Feb: 106-11. 20.Heird WC. The Feeding of Infants and Children. In: Kliegman RM, Behrman RE, Jenson HB, Stanton BF, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 18th ed. Philadelphia: Saunders Elsevier; 2007. p. 214-24. 21.Himpunan Kedokteran Fetomaternal. Buku ilmu kedokteran fetomaternal. Surabaya: Himpunan Kedokteran Fetomaternal POGI; 2004. 22.International Liaison Committee on Resuscitation. Part 7: Neonatal resuscitation. Resuscitation 2005;67:293-303. 23. Jaringan Nasional Pelatihan Klinik – Kesehatan Reproduksi. Pelatihan Klinik Asuhan Persalinan Normal. Jakarta: Jaringan Nasional Pelatihan Klinik – Kesehatan Reproduksi; 2008. 24. Jaringan Nasional Pelatihan Klinik – Kesehatan Reproduksi. Paket pelatihan pelayanan obstetri dan neonatal emergensi dasar (PONED). Jakarta: Jaringan Nasional Pelatihan Klinik – Kesehatan Reproduksi; 2008. 25. Jaringan Nasional Pelatihan Klinik – Kesehatan Reproduksi. Paket pelatihan pelayanan obstetri dan neonatal emergensi komprehensif


337 REFERENSI REFERENSI (PONEK). Jakarta: Jaringan Nasional Pelatihan Klinik – Kesehatan Reproduksi; 2008. 26. Joynt G. Types of shock. 2003. Available from: http://www.aic.cuhk.edu. hk/web8/shock.htm 27.Kaslam P, et al. Pelayanan antenatal terpadu. In: Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2010. p. 8-20. 28.Kementerian Kesehatan RI. Buku saku pelayanan kesehatan neonatal esensial. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2010. 29.Kementerian Kesehatan RI. Manajemen asfiksia bayi baru lahir untuk bidan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2011. 30.Kementerian Kesehatan RI. Panduan manajemen suplementasi vitamin A. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2010. 31.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman nasional pencegahan HIV dari ibu ke anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2012. 32.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman nasional penanganan infeksi menular seksual. Jakarta: Kemeterian Kesehatan RI. 2011. 33.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman nasional pengendalian tuberkulosis. Kementerian Kesehatan RI; 2011 34.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman pengendalian hipertensi dalam kehamilan. Kementerian Kesehatan RI; 2011. 35.Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Konsensus pengelolaan dan pencegahan diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia; 2011. 36.Kosim MS, Yunanto A, Dewi R, Sarosa GI, Usman A, editors. Buku ajar neonatologi: asfiksia dan resusitasi bayi baru lahir 1st ed. Jakarta: Badan penerbit IDAI; 2010. p. 103-25 Kosim MS et al, Penyunting. Edisi Pertama Jakarta 2010 . hal 103-24. 37. Martin SR, Strong TH. Transfusions of blood components and derivatives in the obstetrics care patient. In: Foley M R, Strong T H, editors. Obstetric Intensive Care: a practical manual. Philadelphia: W. B. Saunders Company; 2004. p.18-20. 38. Mass S. Breast pain: engorgement, nipple pain, and mastitis. Clinical Obstetrics and Gynecology. 2004; 47(3): 676-82. 39.NAEPP Expert Panel Report. Managing asthma during pregnancy: recommendations for pharmacologic treatment - 2004 Update. J Allergy Clin Immunol 2005;115:34-46.


338 REFERENSI REFERENSI 40.National Collaborating Centre for Women’s and Children’s Health. Diabetes in pregnancy: management of diabetes and its complications from preconception to the postnatal period. London: RCOG; 2008. 41.National Collaborating Centre for Women’s and Children’s Health. Hypertension in pregnancy: the management of hypertensive disorders during pregnancy. NICE; 2011. 42.National Collaborating Centre for Women’s and Children’s Health. Multiple pregnancy: the management of twin and triplet pregnancies in the antenatal period. NICE; 2011. 43.Nolan JP, editor. 2010 resuscitation guidelines. London: Resuscitation Council (UK); 2010. 44.Norwitz ER, Belfort MA, Saade GR, Miller H. Prenatal care. In: Obstetric Clinical Algorithms: Management and Evidence. Oxford: Wiley-Blackwell; 2010. p. 8-9. 45.Perlman JM, Wyllie J, Kattwinkel J, Atkins DL, Chameides L, Goldsmith JP, et al. Part 11: neonatal resuscitation: 2010 international consensus on cardiopulmonary resuscitation and emergency cardiovascular care science with treatment recommendations. Circulation 2010;122:S516- 38 46.Plaat F, Wray S. Role of the anaesthetist in obstetric critical care. Best Practice & Research Clinical Obstetrics and Gynaecology 2008;22:917- 35. 47.Rady MY. Bench-to-bedside review: Resuscitation in the emergency department. Crit Care 2005;9:170-6. 48.Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. Maternal collapse in pregnancy and the puerperium. Green-top Guideline No. 56. Jan 2011. Available from: http://www.rcog.org.uk/womens-health/clinical-guidance/ maternal-collapse-pregnancy-and-puerperium-green-top-56 49.Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. Preterm prelabour rupture of membrandes. RCOG; 2010. 50.Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. Prevention and management of postpartum haemorrhage. Green-top Guideline No. 52. May 2009. Available from: http://www.rcog.org.uk/womens-health/clinicalguidance/prevention-and-management-postpartum-haemorrhage-greentop-52.


339 REFERENSI REFERENSI 51.Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. Shoulder dystocia. Green-top guideline No. 42. March 2012. 52.Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. Umbilical cord prolapse. Green-top guideline No.50. April 2008. 53.Royal College of Obstetricians and Gynaecologists Working Party on Ultrasound Screening for Fetal Abnormalities. Ultrasound screening. Report of the RCOG Working Party. 2011. 54.Saifuddin AB, Wiknjosastro GH, Affandi B, Waspodo D, editors. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2002. 55.Saifuddin AB, Rachimhadhi T, Wiknjosastro GH, editors. Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. Ed 4. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2008. 56.Scholefield H. Safety in obstetric critical care. Best Practice & Research Clinical Obstetrics and Gynaecology 2008;22:965-82. 57.Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada. Management of varicella infection (chickenpox) in pregnancy. SOGC; 2012. 58.Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada. Maternal transport policy. J Obstet Gynaecol Can 2005;27(10):956–958 59.Sultan AH. Editorial: Obstetric Perineal Injury and Anal Incontinence. Clin Risk 1999;5:193–6. 60. Tietjen L, Bossemeyer D, McIntosh N. Panduan pencegahan infeksi untuk fasilitas pelayanan kesehatan dengan sumber daya terbatas. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2004. 61. World Health Organization. Antiretroviral drugs for treating pregnant women and preventing HIV infection in infants. Austria: WHO; 2010. 62. World Health Organization. Born too soon: the global action report on preterm birth. Geneva: WHO; 2012. 63. World Health Organization. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2008. 64. World Health Organization. Counseling for maternal and newborn health care. Geneva: WHO; 2010. 65. World Health Organization. Daily iron and folic acid supplementation in pregnant women. Geneva: WHO; 2012. 66. World Health Organization. Dengue: guidelines for diagnosis, treatment, prevention and control. Geneva: World Health Organization; 2009.


340 REFERENSI REFERENSI 67. World Health Organization. Essential interventions, commodities and guidelines for reproductive, maternal, newborn and child health. Geneva: WHO; 2011. 68. World Health Organization. Family plannig: a global handbook for providers. WHO; 2011. 69. World Health Organization. Guidelines for the treatment of malaria. 2nd ed. Geneva: World Health Organization; 2010. 70. World Health Organization. Guidelines on HIV and Infant Feeding. Geneva: World Health Organization; 2010. 71. World Health Organization. Managing complications in pregnancy and childbirth: a guide for midwives and doctors. Geneva: World Health Organization; 2003. 72. World Health Organization. Managing puerperal sepsis. Geneva: WHO; 2008. 73. World Health Organization. Pregnancy, Childbirth, Postpartum and Newborn Care: A Guide for Essential Practice. Geneva: World Health Organization; 2006. 74. World Health Organization. Priority life-saving medicines for women and children. Geneva: WHO; 2012. 75. World Health Organization. Programmatic update: use of antiretroviral drugs for treating pregnant women and preventing HIV infection in infants. WHO; 2012. 76. World Health Organization. Safe abortion: technical and policy guidance for health systems. Geneva: WHO; 2012. 77. World Health Organization. Standards for maternal and neonatal care. Geneva: WHO; 2007. 78. World Health Organization. Vitamin A supplementation in pregnant women. Geneva: WHO; 2011. 79. World Health Organization. WHO antenatal care randomized control trial: manual for the implementation of the new model. Geneva: WHO; 2002. 80. World Health Organization. WHO case definitions of HIV for surveillance and revised clinical staging and immunological classification of HIVrelated disease in adults and children. France: WHO; 2007. 81. World Health Organization. WHO guidelines for the management of postpartum haemorrhage and retained placenta. Geneva: WHO; 2009.


341 REFERENSI REFERENSI 82. World Health Organization. WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care. Geneva: World Health Organization; 2009. 83. World Health Organization. WHO recommendations for prevention and treatment of pre-eclampsia and eclampsia. Geneva: WHO; 2011. 84. World Health Organization. WHO recommendations for the prevention and treatment of postpartum haemorrhage. Geneva: WHO; 2012. 85. World Health Organization. WHO technical consultation on postpartum and postnatal care. Geneva: WHO; 2010. 86. World Health Organization Regional Office for Europe. Making Pregnancy Safer. Assessment tool for the quality of hospital care for mothers and newborn babies. Copenhagen: World Health Organization Regional Office for Europe; 2009.


342


343 INDEKS INDEX INDEKS A Abortus, 84 jenis-jenis abortus 85 AKDR pasca keguguran 88 Abses pelvis 222 AIDS 162 Amniotomi 263 Analgesia dan anestesia 327 Anemia 160 Anti hipertensi 114 Apendisitis akut 201 ASI eksklusif, 57 pada HIV/AIDS 166 Asma akut 194 Aspirasi vakum manual 269 Asuhan antenatal 22 Asuhan bayi baru lahir normal 43, 47, 48, 52 Asuhan ibu dan bayi selama masa nifas 50 Asuhan pasca salin, lihat asuhan ibu dan bayi selama masa nifas Asuhan persalinan normal 36 Atonia uteri 105 Augmentasi persalinan 263 B B-lynch, jahitan 316 Bayi berat lahir rendah 55 Bendungan payudara 227 Blok paraservikal 327 C Cairan amnion, lihat ketuban Cephalopelvicdys proportion, lihat disproporsi sepalopelvik Cuci tangan 6 D Demam dengue 178 Demam berdarah dengue 178 Demam tifoid 182 Diabetes melitus 202 Dilatasi dan kuretase 273 Disproporsi sefalopelvik 147 Distosia bahu 149 E Eklampsia 111 Ekstraksi cunam 297 Ekstraksi vakum 294 Epilepsi 216 G Gangguan jantung 197


344 INDEKS INDEX Gangguan pembekuan darah 108 Gawat janin 75 H Hepatitis B 177 HELLP, sindroma 117 Hidramnion 136 Hiperemesis gravidarum 82 Hipertensi, 109 hipertensi gestasional 110 hipertensi kronik 109 preeklampsia 111 eklampsia 111 Histerektomi 320 HIV/AIDS 162 I Imunisasi, untuk bayi baru lahir 48 imunisasi TT untuk ibu hamil 29 Indeks massa tubuh 209 Induksi dan akselerasi persalinan 263 Infeksi, infeksi menular seksual 187 pencegahan infeksi 6 infeksi luka perineum dan abdomen 223 Inisiasi menyusui dini 47 Inversio uteri 108 K Kegawatdaruratan 63 Keguguran, lihat abortus Kehamilan dengan parut uterus 128 Kehamilan ektopik terganggu 94 Kehamilan ganda 131 Kehamilan lewat waktu 126 Keluarga berencana, lihat kontrasepsi Kejang 112, 174, 216 Ketuban, hidramnion 136 ketuban pecah dini 122 pemeriksaan cairan ketuban 122 lihat juga korioamnionitis 124 Kista ovarium 212 Koagulopati, lihat gangguan pembekuan darah Kondom kateter 286 Kontrasepsi, metode kontrasepsi 232 kontrasepsi pasca salin 256 AKDR pasca keguguran 88 Korioamnionitis 124 Kompresi bimanual 284 Komunikasi dan konseling 2


345 INDEKS INDEX Kuretase, lihat dilatasi dan kuretase L Laparotomi 95 Ligasiarteriuterine 318 M Makrosomia 134 Malaria 172 Malnutrisi 209 Malpresentasi dan malposisi 140 perasat Lovset 301 perasat Mauriceau Smellie Veit 302 Masa nifas, lihat asuhan pada masa nifas Mastitis 226 Metritis 220 Mioma uteri214 Mola hidatidosa 92 Mual dan muntah 82 N Nifas, lihat asuhan ibu dan bayi selama masa nifas Neonatus lihat perawatan neonatal esensial lihat resusitasi bayi baru lahir P Parut uterus, lihat kehamilan dengan parut uterus Partograf 331 Pembuangan sampah 9 Pencegahan infeksi 6 Perawatan neonatal esensial 43, 47, 48 Perdarahan, 77 pada kehamilan muda 84, 92, 94 pada kehamilan lanjut 96, 99, 108, 118, 129 pasca salin 101 lihat juga syok Persalinan lama 137 Persalinan normal, lihat asuhan persalinan normal Persalinan sungsang 144 Plasenta manual 266 Plasenta previa 96 Pneumonia 196 Preeklampsia 111 Program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi 22 Prolaps tali pusat 154 R Resusitasi jantung paru pada Kehamilan 64


346 INDEX Resusitasi bayi baru lahir 72 Retensio plasenta 107 Retraksi puting 229 Robekan dinding uterus 313 Robekan serviks 275 Robekan vagina dan perineum 276 Rujukan, sistem dan cara rujukan 13 Ruptura uteri, 128 lihat juga robekan dinding uterus S Salpingektomi dan salpingostomi 325 Seksio sesarea 307 Sisa plasenta 107 Solusio plasenta 99 Suplemen di masa antenatal 28 Sungsang, lihat persalinan sungsang Syok 68 T Tatalaksana aktif persalinan kala III 44 Tetanus 225 Tiroid, penyakit tiroid 206 Tuberkulosis 168 Tumor adneksa 212 V Vaginal birth after cesarean delivery, lihat kehamilan dengan parut uterus Vaksin, BCG 171 hepatitis B 48, 177 tetanus toksoid 29 varicella184 Varicella dan herpes zoster 184 Versiluar 305


ALGORITMA PENANGANAN KEJANG PADA IBU HAMIL ATAU PASCASALIN l Panggil bantuan dan jangan biarkan ibu sendiri l Lindungi ibu dari jatuh dan cedera l Bebaskan jalan napas dan bersihkan dari benda asing dan sekret, apabila dibutuhkan pasang pipa orofaring untuk mengamankan jalan nafas l Beri oksigen dengan kanul nasal/sungkup l Posisikan ibu berbaring miring ke kiri l Pasang jalur intravena l Pasang kateter urin untuk pemantauan volume dan pemeriksaan protein urin Ibu hamil atau pascasalin mengalami kejang Apakah diagnosis eklampsia dapat ditegakkan? (usia kehamilan ≥ 20 minggu, tekanan darah ≥ 140/90 mmHg, proteinuria ≥+2) l Berikan MgSO4 4 g (10 ml larutan MgSO4 40%, dilarutkan dengan 10 ml Ringer Laktat) secara intravena perlahan selama 5-10 menit, pastikan syarat pemberian MgSO4 terpenuhi l Berikan dosis pemeliharaan MgSO4 melalui infus dengan dosis 1 g/jam l Berikan antihipertensi bila ibu sudah tidak kejang l Bila kejang berulang berikan bolus MgSO4 2 g secara intravena perlahan l Berikan diazepam 10 mg IV perlahan selama 2 menit l Ulangi pemberian diazepam tersebut setelah 10 menit bila kejang berulang Ya Tidak RUJUK Tatalaksana ibu hamil dengan kejang sebagai eklampsia sampai diagnosis dapat disingkirkan Lahirkan bayi dalam waktu < 12 jam pada ibu hamil dengan eklampsia


ALGORITMA PENANGANAN SESAK NAPAS PADA IBU HAMIL ATAU PASCASALIN Buka jalan napas dan bersihkan dari benda asing Ibu sesak napas Apakah terdapat bunyi napas mengi (wheezing) dan ekspirasi memanjang? l Posisikan ibu duduk l Berikan oksigen dengan kanul nasal/ sungkup l Pasang jalur intravena l Evaluasi tanda vital dan bunyi napas Tidak RUJUK Ya Ibu masih sesak? Tidak l Tangani sebagai asma akut l Berikan bronkodilator (terbutalin 0,25 mg subkutan tiap 15 menit dalam 3 dosis) Ya Apakah terdapat ronkhi basah halus dan bunyi jantung gallop? l Tangani sebagai edema paru l Batasi cairan dan berikan furosemid 40 mg intravena l Pasang kateter urin Tidak Ya


Ya Berikan O2 Ya Ibu bereaksi? Denyut nadi teraba? ALGORITMA PENANGANAN PINGSAN PADA IBU HAMIL ATAU PASCASALIN Panggil ibu atau goyang-goyangkan ibu Ibu hamil atau pascasalin pingsan Ya Ibu bereaksi? Tidak Panggil bantuan Hamil > 20 minggu atau pascasalin? Tidak Miringkan ibu ke sisi kiri ± 15-300 Atau Dorong uterus ke sisi kiri ibu Ya l Bebaskan jalan napas dan bersihkan benda asing (jika ada) l Nilai usaha napas Usaha napas baik dan ibu bernapas normal? Tidak Cek nadi arteri karotis dalam 10 detik Cek nadi tiap 2 menit Beri napas buatan 1 kali tiap 5-6 detik Ya Tidak Lakukan resusitasi kardiopulmoner (30 kompresi dada : 2 napas buatan) Ya Tidak Tindakan dilanjutkan, dan hanya dihentikan bila penolong kelelahan atau tim terlatih mengambil alih tindakan atau tidak ada respon setelah 30 menit Cari penyebab pingsan Penyebab pingsan teratasi? Berikan O2 dan pasang infus RUJUK Tidak


Buku ini ditujukan terutama bagi dokter umum dan bidan yang bekerja di fasilitas kesehatan dasar dan rumah sakit rujukan, khususnya Puskesmas PONED dan RS PONEK. Di dalam buku ini, terdapat rekomendasi tatalaksana kehamilan, persalinan, dan nifas, baik yang normal maupun yang disertai komplikasi atau kondisi medis lain. Buku ini tidak mencakup seluruh kondisi medis yang mungkin terjadi pada ibu selama kehamilan dan persalinan, namun buku ini difokuskan pada masalah-masalah yang menjadi penyebab utama kematian ibu. Buku ini telah dikembangkan sebagai petunjuk praktis dan ringkas berdasarkan standar-standar dan bahan-bahan pelatihan yang berlaku nasional maupun internasional. Karena itu, buku ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam praktik sehari-hari guna mencegah kesakitan dan kematian ibu dan bayi di Indonesia.


Click to View FlipBook Version