BY: NOVITA INDAH S ISLAM DI MESIR Sejarah Masuknya Islam di Mesir
DDAAFFTTAARR IISSII i Daftar Isi Peta Konsep A. Kedatangan Islam di Mesir B. Teori Masuknya Islam di Mesir C. Pembaharuan Islam di Mesir D. Peninggalan Sejarah Kebudayaan Islam di Mesir Refleksi Biografi Daftar Pustaka I II 1 3 6 8 10 12 13
PPEETTAA KKOONNSSEEPP Kedatangan Islam di Mesir Kedatangan Islam di Mesir Peninggalan sejarah kebudayaan Islam di Mesir Peninggalan sejarah kebudayaan Islam di Mesir Teori Masuknya Islam ke Mesir Teori Masuknya Islam ke Mesir Pembaharuan Islam di Mesir Pembaharuan Islam di Mesir ISLAM DI MESIR ii
maupun perdagangan letaknya sangat strategis, tanahnya subur karena terdapat sungai nil sebagai sumber pengairan. Maka dengan restu khalifah Umar bin Khattab dia membebaskan Mesir dari kekuasaan Romawi pada tahun 19 H (640 M). Beliau hanya membawa 400 orang pasukan karena sebagian besar diantaranya tersebar di Persiadan Syria. Berkat siasat yang baik serta dukungan masyarakat yang dibebaskannya maka beliau berhasil memenangkan berbagai peperangan. Mula-mula memasuki kota Al-Arisy dan dikota ini tidak ada perlawanan, baru setelah memasuki kota Al-Farma yang merupakan pintu gerbang memasuki Mesir beliau mendapat perlawanan. Oleh Amru bin Ash kota itu dikepung selama 1 bulan. Setelah kota Al-Farma jatuh, menyusul pula kota Bilbis, Tendonius, Ainu Syam hingga benteng Babil (istana lilin)yang merupakan pusat pemerintahan Muqauqis. Di sini pasukan Islam mendapat bantuan dari rakyat Mesir. Di kota ini pasukan islam menangkap putri Mauqauqis yang terkenal sebagai pelindung rakyat Mesir. Putri ini diantar kerumahnya dengan segala hormat. Dari kota Bilbis pasukan Islam menuju ke Tondamis yang terletak di tepi sungai Nil. Disini Amr Bin Ash mendapat kesulitan karena banyak pasukan sudah gugur dan pasukan yang masih hidup merasakan rasa lelah yang luar biasa. Amr Bin Ash pun meminta bantuan ke Khalifah Umar Bin Khattab. A. Kedatangan Islam di Mesir Pada awal masuknya agama Islam, Mesir masik masuk dalam kawasan Afrika Utara. Awal masuknya Islam di Afrika utara adalah di bawah pimpinan Amru bin Ash pada tahun 640 M. Pada saat menyerbu Mesir yang dikuasai oleh Kerajaan Bizantium, Amru bin Ash memandang bahwa Mesir dilihat dari kacamata militer 1.
Kepada pasukan yang ada Amr Bin Ash memberikan pidato yang berapi-api sehingga pasukan Islam dapat menghancurkan benteng Tondamis dan melanjutkan ke kota Ainu Syam, di perjalanan kota ini pasukan Islam baru mendapat bantuan sebanyak 4000 orang. Setelah Ainu Syam dapat ditaklukan pasukan Islam mempersiapkan penyerangan ke benteng Babil. Selama 7 bulan benteng Babil dikepung dan akhirnya benteng terbaru di Mesir dapat di kuasai. Setelah itu pasukan Islam merebut kota Iskandaria, maka diadakan perjanjian antara Amr Bin Ash dan Mauqauqis dan sejak itu Mesir menjadi daerah Islam sepenuhnya. Nama Amr Bin Ash diabadikan menjadi nama mesjid tertua di Mesir. Islam menyentuh wilayah Mesir pada 628 Masehi. Ketika itu Rasulullah mengirim surat pada Gubernur Mukaukis -yang berada di bawah kekuasaan Romawi-mengajak masuk Islam. Rasul bahkan menikahi gadis Mesir, Maria. Pada 639 Masehi, ketika Islam di bawah kepemimpinan Umar bin Khattab, 3000 pasukan Amru bin Ash memasuki Mesir dan kemudian diperkuat pasukan Zubair bin Awwam berkekuatan 4000 orang. Mukaukis didukung gereja Kopti menandatangani perjanjian damai. Sejak itu, Mesir menjadi wilayah kekuasaan pihak Islam. Di masa kekuasaan Keluarga Umayah, dan kemudian Abbasiyah, Mesir menjadi salah satu provinsi seperti semula. Mesir baru menjadi pusat kekuasaan dan juga peradaban Muslim baru pada akhir Abad 10. 2.
Kedatangan Islam di Afrika Utara terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khathab. Pada masa itu kekuasaan Islam di tahun 640 M, sudah berhasil memasuki Mesir di bawah komando Amru bin Ash. Pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan penaklukan Islam sudah meluas sampai ke Barqah dan Tripoli. Penaklukan atas dua wilayah itu dimaksudkan untuk menjaga keamanan daerah Mesir. Penaklukan itu tidak berlangsung lama, karena gubernur-gubernur Romawi menduduki kembali wilayah-wilayah yang telah ditinggalkan itu. Namun kekejaman dan pemerasan yang mereka lakukan telah mengusik ketenteraman penduduk asli, sehingga tidak lama kemudian penduduk asli sendiri memohon kepada orang-orang muslim untuk membebaskan mereka dari kekuasaan Romawi. Pada waktu kekuasaan Islam sudah berpindah kepada Muawwiyah bin Sufyan khalifah pertama bani Ummayah. Ia bertekad untuk memberikan pukulan terakhir kepada kekuasaan Romawi di AfrikaUtara, dan mempercayakan tugas ini kepada seorang panglima masyhur Uqbah bin Nafi al-Fikri (W. 683M), yang telah menetap di Barqah sejak daerah itu ditaklukan. Pada tahun 50 H/670 M ‘Uqbah mendirikan kota militer yang termasyhur,Kairawan, disebelah selatan Tunisia. Tujuannnya adalah untuk mengendalikanorang-orang Barbar yang ganas dan sukar diatur,dan juga untuk menjaga terhadap perusakanperusakan yang dilakukan oleh orang-orang Romawi dari laut. Perjalanan‘Uqbah yang cemerlang itu dan pukulan-pukulannya yang menghancurkanorang-orang Romawi dan Barbar, telah membuat negeri itu aman selama beberapa tahun. B. Teori Masuknya Islam di Mesir Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Mesir terdapat 3 teori yaitu melalui peperangan atau ekspansi, degenerasi gereja, dan politik. 1. Peperangan 3.
Akan tetapi, pada tahun 683 M orang-orang Islam di Afrika Utara mengalami kemunduran yang hebat, karena orang-orang Barbar dibawah kepemimpinan Kusailah bangkit memberontak dan mengalahkan ‘Uqbah. Dia dan seluruh pasukannya tewas dalam pertempuran. Sejak saat itu orang-orang Islam tidak berdaya mengembalikan kekuasaannya di Afrika Utara, karena selain berhadapan dengan bangsa Barbar juga ada bangsa Romawi yang memanfaatkan kesempatan dalam pemberontakan tersebut. Dalam kondisi seperti ini penyebaran Islam tidak bisa menyebar dengan baik keadaan ini berlanjut hingga terjadi pergantian Gubernur dari Hasan bin Nu’man kepada Musa bin Nusair tahun 708 M, pada awal pemerintahan Walid bin Abdul Malik (86-96 H)/705-715 M. bahkan pergantian pimpinan ini pun juga mendorong orang-orang Barbar mengadakan pemberontakan untuk melepaskan diri darikekuasaan Islam. Musa dapat mematahkan pemberontakan mereka, dan untuk mengantisipasi timbulnya pemberontakan lagi dia menetapkan kebijakan “Perujukan”, yaitu menempatkan orang-orang Barbar kedalam pemerintahan orang-orang Islam. 2. Degenerasi Gereja Pada masa pemerintahan Shalahuddin di Mesir, umat kristen benar-benar menikmati kebebasan dan toleransi, namun justru di tubuh gereja itu sendiri yang mengalami degenerasi. Suap dan sogok merata hampir di semua lapisan gereja, jabatan-jabatan dalam gereja pun menjadi barang dagangan. Akibatnya ialah terbengkalainya pembinaan spiritual dan moral rakyat yang mengakibatkan kemunduran kehidupan gereja, pergantian pemimpin dikalangan gereja menjadi permasalahan besar dikarenakan terdapat beberapa kubu yang saling berlawanan. 4.
Masuknya Islam di Afrika Utara juga melalui politik, hal ini didasarkan pada masuknya agama Islam di kerajaan-kerajaan Afrika Utara yaitu kerajaan Nubia dan Kerajaan Abisinia. Pada abad ke 12 kerajaan nubia masih beragam dengan memeluk agama kristen dan mereka masih dapat bertahan dari serbuan kerajaan Mesir di bawah panji Islam. Pada akhirnya terjadi perjanjian perdamaian antara Mesir dengan nubia. Terbengkalainya gereja di Afrika juga dialami oleh kerajaan nubia yang juga menganut sekte jakobiyah. Hal ini menyebabkan banyak dari bangsa nubia yang beralih agama dari kristen ke agama Islam, namun peralihan agama kristen ke agamaIslam berjalan sangat lambat dan bertahap. Sedangkan awal masuknya Islam dikerajaan Abisinia ditandai dengan masuknya bangsa Bollos ke dalam Islam bersamaan dengan suku bangsa bajah yang bersatu dalam kerajaan Islam. Setelah Mesir menjadi salah satu bagian Islam, Mesir tumbuh dengan mengambil peranan yang sangat sentral sebagaimana peranperan sejarah kemanusiaan yang dilakoninya pada masa yang lalu, misalnya : 1. Menjadi sentral pengembangan Islam di wilayah Afrika, bahkan menjadi batu loncatan pengembangan Islam di Eropa lewat selat Gibraltar (Aljazair dan Tunisia). 2. Menjadi kekuatan Islam di Afrika, kekuatan militer dan ekonomi. 3. Pengembangan Islam di Mesir merupakan napak tilas terhadap sejarah Islam pada masa Nabi Musa yang mempunyai peranan penting dalam sejarah kenabian. Akibatnya, banyak jabatan-jabatan penting dalam gereja yang kosong, dituliskandalam biara santa macarius yang dahulu terdapat 80 pendeta hanya tinggal 4 orang saja. Karena begitu terbengkalainya nasib umat kristen maka banyak dari mereka yang memeluk agama Islam pada akhirnya. 3. Politik 5.
Mesir menjadi pusat peradaban Islam dan pernah dikuasai oleh berbagai dinasti kecil, sepeti Fatimiyah (909-1171), Ayyubiyah (1171- 1246), dan Mamluk (1250-1517). Namun, pada abad ke-16, secara politik, Mesir terbelah oleh dua kekuatan yang saling menghancurkan, yaitu kekuatan Mamluk dan pemerintahan Utsmani di Istanbul, Turki. Berbagai kekacauan, kemerosotan ekonomi dan sosial telah terjadi di Mesir. Situasi ini kemudian dimanfaatkan oleh Napoleon Bonaparte sebagai batu pijakan untuk mencapai kejayaan Perancis. Pada 2 Juni 1798, ekspedisi Napoleon berhasil medarat di Mesir dan mengalahkan Mamluk, serta menguasai Kairo. Napoleon Bonaparte menduduki Mesir antara 1798 hingga 1807. Sewaktu Napoleon datang, Mesir tengah dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Di saat yang sama, datang pasukan Sultan Salim III dari Turki Ottoman yang berusaha mengusir Perancis dari Mesir. Menurut catatan sejarah, Napoleon menguasai Mesir selama tiga tahun. Meski hanya sebentar, pendudukan Perancis telah meninggalkan pengaruh yang sangat besar bagi Mesir. Pasalnya, umat Islam yang merasa terjajah oleh bangsa Barat mulai berupaya untuk melakukan pembaruan Islam di Mesir. Sejak awal abad ke-19, mulai muncul tokoh-tokoh pembaruan Islam di Mesir yang berusaha meninggalkan keterbelakangan menuju modernisasi di berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, dan pendidikan. Beberapa tokoh pembaru Islam di Mesir lainnya adalah sebagai berikut. C. Pembaharuan Islam di Mesir 6. 1. Muhammad Ali Pasha Salah satu tokoh pembaruan Islam di Mesir yang terkenal adalah Muhammad Ali Pasha, yang kemudian disebut sebagai peletak dasar Mesir modern. Sejak menjabat sebagai gubernur Mesir Pada 1805, Muhammad Ali Pasha menata kembali masyarakat Mesir dan membangun militer yang lebih modern. ia memulai pembaruan dengan menaikkan pajak sebagai
sumber pendapatan negaranya. Kemudian, Muhammad Ali juga menciptakan undang-undang pidana pertamanya yang mengubah sistem hukum di Mesir agar lebih bisa memegang kendali atas rakyatnya. Selama memerintah Mesir, ia banyak mendirikan sekolah, salah satunya sekolah kedokteran untuk perempuan pada 1832. Selain sekolah kedokteran untuk perempuan, Muhammad Ali Pasha juga mendirikan sekolah militer, sekolah teknik, sekolah ketabiban, dan sekolah penerjemahan. Ia juga diketahui mengirimkan sekitar 300 pelajar Mesir ke Eropa, terutama Paris, untuk menempuh pendidikan 2. Rifa'ah Al-Tahtawi Dia adalah seorang pembawa pemikiran pembaharuan yang besar pengaruhnya di pertengahan pertama dari abad ke-19 di Mesir. Al Tahtawi yang pandai bahasa Prancis kemudian ditunjuk menjadi pimpinan dalam penerjemahan buku-buku teknik dan kemiliteran. Kemudian pada Tahun 1836 didirikan sekolah penerjemahan yang kemudian dirubah menjadi sekolah bahasa-bahasa asing. Al Tahtawi tugasnya mengoreksi buku-buku yang diterjemahkan murid-muridnya yang menghasilkan hampir seribu buah buku yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. 7.
8. D. Peninggalan Sejarah Kebudayaan Islam di Mesir 1. Masjid Amr bin Ash Masjid Amru bin 'Ash merupakan masjid pertama yang dibangun di Mesir, bahkan di benua Afrika. Ia pertama kali dibangun di kota Kairo pada tahun 641 M atau 21 H. Diceritakan bahwa masjid ini didirikan oleh 80 sahabat Rasulullah, diantaranya Zubair bin Awam, Abu Darda, Al-Miqdad, dan lainnya. 2. Masjid Muhammad Ali Masjid Agung Muhammad Ali terletak di ibu kota Mesir, Kairo. Rumah ibadah ini mengambil nama dari sosok Muhammad Ali Pasha al-Mas'ud ibn Agha (1769-1849), seorang perintis Mesir modern. Pengaruh Muhammad Ali menandakan akhir dari warisan Kesultanan Mamluk di Mesir. Lokasi pembangunan Masjid Agung ini bertempat di bekas Istana Mamluk. Diketahui, al-Ayyubi ingin menghapus jejak peninggalan Kekhalifahan Fatimiyah (909- 1171), begitu ia menaklukkan Mesir. Muhammad Ali pun menghancurkan semua istana dan bangunan khas Kesultanan Mamluk di Mesir. Inilah sebabnya mengapa tidak ada bangunan-bangunan yang bertahan dari tiap kesultanan yang pernah menguasai Mesir.
9. 3. Masjid Al-Azhar Didirikan pada masa Dinasti Fatimiah, Masjid Al-Azhar Kairo adalah masjid yang memiliki peran penting dalam sejarah peradaban Islam. Pada awal pendiriannya di tahun 970 M, masjid ini difungsikan sebagai tempat ibadah. Namun dalam perkembangannya, kini Masjid AlAzhar berkembang menjadi Universitas Al-Azhar yang merupakan pusat pembelajaran ilmu agama Islam dari seluruh dunia. Kini masjid Al-Azhar dan Universitas Al-Azhar berada di satu area yang sama, tetapi tetap memiliki fungsi yang berbeda. Universitas Al-Azhar terletak tidak jauh dari masjid, yaitu hanya selisih beberapa gedung di seberang bangunan masjid. 4. Benteng Salahuddin Al-Ayyubi Benteng Salahuddin Al Ayyubi merupakan benteng yang dibangun oleh Salahuddin Al Ayyubi di masa pemerintahan Dinasti Ayyubiyah. Benteng yang dibangun pada 1183 Masehi itu berfungsi untuk melindungi Kota Kairo Mesir dari serangan Tentara Salib. Di dalam benteng ini terdapat istana khalifah, museum, dan juga masjid.
10. RReeffleksi leksi Mengapa kita penting mengetahui dan mempelajari sejarah dengan baik? Jawaban pertanyaan ini dapat merujuk kepada penjelasan yang dikemukakan sejarawan Muslim nomor wahid nan terpopuler di dunia, yaitu ‘Abdur Rahmân Ibn Khaldûn (w. 808 H). Dalam kitabnya yang masyhur, Muqaddimah (2005, h. 3, dan 28), Ibn Khaldûn menjelaskan hakikat sejarah (haqîqat at-târîkh) dan hikmah sejarah: "Hakikat sejarah adalah tentang masyarakat umat manusia. Sejarah identik dengan peradaban dunia; tentang perubahan yang terjadi pada watak peradaban itu sendiri, seperti keliaran, keramahtamahan, dan solidaritas (‘ashabiyyât); tentang revolusi dan pemberontakan oleh segolongan rakyat melawan golongan yang lain dengan akibat timbulnya kerajaan-kerajaan dan negara-negara dengan berbagai macam tingkatannya; tentang kegiatan dan kedudukan orang, baik untuk mencapai penghidupannya, maupun dalam ilmu pengetahuan dan pertukangan; dan pada umumnya tentang segala perubahan yang terjadi dalam peradaban karena watak peradaban itu sendiri.” Dengan memahami sejarah, seperti sejarah Peradaban Mesir Kuno, yang begitu tinggi nilainya, seperti Piramida dan Sphinx di Giza, kuil-kuil (tempat peribadatan), irigasi, serta mumifikasi, menjadikan kita semakin mengetahui dan menyadari betapa besar Kemahakuasaan Sang Pencipta Semesta Alam, Allah SWT. Jadi, memahami sejarah mengajarkan kepada kita agar mengambil pelajaran dari kisah-kisah terdahulu, berupa kemajuan yang telah dicapai, dan dalam rangka untuk memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat dan bangsa kita saat ini dan ke depan. Kemajuan dalam pengelolaan air, irigasi, dan arsitektur Peradaban Mesir Kuno penting dijadikan pelajaran berharga bagi kita.
11. Mempelajari masa lalu menjadikan kita berpikir dan bergerak untuk kehidupan yang lebih maju (progresif). Keadaan dan peradaban masa kini dan masa depan seharusnya lebih maju dari peradaban masa lalu, bukan sebaliknya menjadi lebih mundur. Era informasi, media digital dan media sosial (medsos) saat ini harus dimanfaatkan untuk kemajuan, bukan untuk menyebarkan hoax (hoaks), berita palsu, kebohongan ataupun fitnah, yang justru mengakibatkan stagnasi (jumûd) dan kemunduran suata bangsa dan negara.
12. BBiografi iografi Nama lengkap penulis Novita Indah Safitri atau biasa di panggil Novita oleh orang-orang sekitar. Penulis memiliki hobi memasak. Penulis merupakan anak kedua dari 2 bersaudara. Penulis lahir pada tanggal 13 November tahun 2004 di Sidoarjo Penulis pertama kali masuk sekolah pada tahun 2009 di Taman Kanak-Kanak (TK) Darma Wanita Kec. Sedati, Kab. Sidoarjo, setelah itu melanjutkan Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Kec. Sedati, Kab. Sidoarjo dan lulus pada tahun 2017, lalu melanjutkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 4 Waru Kec. Waru, Kab. Sidoarjo dan lulus pada tahun 2020, dan saat ini, Penulis menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Akhir (SMA) 1 Waru Kec. Waru, Kab. Sidoarjo hingga lulus pada tahun 2023.
13. DDaaffttaar r PPuussttaakkaa Haniek, Dek. (2020). Islam di Mesir. http://haniekmawon.blogspot.com/2013/04/islam-dimesir.html?m=1, diakses pada 5 Februari 2023. Adryamarthanino, Verelladevanka. (2022). Sejarah Singkat Pembaharuan Islam di Mesir. https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/stori/ read/2022/03/16/110000079/sejarah-singkat-pembaruanislam-di-mesir, diakses pada 5 Februari 2023. Prasetya, Irvan Okta. (2011). Teori Tentang Proses Masuk dan Berkembangnya Islam di Mesir. https://id.scribd.com/doc/59382411/Awal-MasuknyaIslam-Di-Mesir. Masjid Muhammad Ali Kairo Simbol Modernisme Mesir. (2020). https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id /amp/p06g9l313, diakses pada 7 Februari 2023. Palupi, Natalia Bulan. Benteng Salahuddin Al Ayyubi. (2021). https://www.tribunnewswiki.com/amp/2021/08 /10/benteng-salahuddin-al-ayyubi, diakses pada 7 Februari 2023.
13. Masjid Amru bin Ash, Masjid Pertama di Benua Afrika. (2018).https://www.nu.or.id/amp/internasional/masjidamru-bin-ash-masjid-pertama-di-benua-afrika-fymna, diakses pada 8 Februari 2023. Sejarah Masjid Hingga Menjadi Universitas Al-Azhar. (2019).https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana. com/amp/rhtourtravel/5d674e320d82306aa14d4cd2/sejar ah-masjid-hingga-menjadi-universitas-al-azhar-di-kairomesir, diakses pada 8 Februari 2023.