BUDIDAYA SEMANGKA DISUSUN OLEH 1.DWI 2.IKBAL SMK NEGRI 1 KUNINGAN TAHUN AJARAN 2023/2024
Pengertian Semangka Semangka merupakan tanaman merambat yang berasal dari daerah setengah gurun bagian selatan yang ada di Afrika. Semangka memiliki nama latin Citrullus lanatus, Citrulus vulgaris schard atau Citrulus canas ( THMB ) Manst. Semangka juga dikenal dengan sebutan buah tembikai. Semangka masih satu keluarga dengan labu-labuan (Cucurbitaceae), melon (Cucumis melo) serta ketimun (Cucumis sativus). Tanaman semangka merupakan tanaman yang berasal dari Afrika,dengan Gurun Pasir Kalahari sebagai pusat penyebaran. Kemudian menyebar luas ke daerah-daerah sekitarnya, yang meliputi: China, Taiwan, Amerika, Philipina, sampai akhirnya masuk ke Indonesia dan hampir setiap daerah yang ada di Indonesia mengenal semangka hingga membudidayakankannya.Telah banyak petani Indonesia yang telah membudidayakan tanaman semangka. Hal ini dikarenakan buah semangka merupakan buah yang digemari oleh seluruh masyarakat karena memiliki kenikmatan serta kesegaran tersendiri, selain itu semangka juga memiliki kandungan- kandungan gizi dan vitamin yang tentunya membuat masyarakat tak segan untuk menggemarinya. Menurut penelitian, buah semangka memiliki air ( 92% ) dan mengandung hanya ( 7% ) karbohidrat dalam bentuk gula. Dikarenakan bayak masyarakat yang menyukai rasa semangka yang khas mendorong para petani untuk membudidayakannya di karenakan konsumsi masyarakat juga mendukung nilai ekomomi cukup tinggi sehingga dapat menunjang kesejahteraan masyarakat. Karakteristik SemangkA Semangka sebagai makl uk hidup memiliki nama ilmiah yang berasal dari pengklasifikasian dari semangka. Mulai dari kingdom hingga ditentukanya nama spesies.
Klasifikasi Tanaman Semangka Di berbagai belahan dunia dapat di temukan berbagai jenis dan macam terutama pada varietas semangka. Hal ini disebabkan penyebaran dari tanaman semangka yang semakin meluas serta keinginan manusia untuk memperoleh varietas yang ia inginkan. Sehingga hal ini memunculkan suatu pengembangan teknologi yang dapat memberikan berbagai varietas-varietas semangka hasil teknologi yang sesuai dengan keinginan manusia. Menurut pandangan dari sisi perkembangbiakan, mengenai ada atau tidaknya biji dapat menjadikan penggolongan semangka yaitu semangka nonbiji dan semangka berbiji. Perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah bunga semangka nonbiji merupakan triploid sehingga saat disilangkan dengan bunga haploid tidak membeentuk embrio. Sedangkan pada bunga semangka berbiji yaitu normal haploid sehingga saat terjadi penyilangan dengan bunga haploid dapat membentuk embrio pada bijinya sehingga semangka berbiji lebih diutamakan dalam hasil bijinya untuk dibenihkan. Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta Class : Magnoliopsida Ordo : Cucurbitales Famili : Cucurbitaceae Genus : Citrullus Species : Citrullus lanatus
Adapun beberapa macam varietas semangka berbiji dan nonbiji : Semangka yang kami fokuskan dalam budidaya adalah sengaka berbiji dengan varietas Varietas F1 Hibrida S108 (Hitam Manis) yang memiliki karakteristik : Pelopor semangka mini di Indonesia. Pertumbuhan kuat & cepat, adaptasi luas, penanaman mudah. Buah 2-4 kg, sangat manis, kadar gula 12-14o Brix, rasa sangat renyah, kualitas buah superior. Kulit tipis & kuat, tahan penyimpanan & pengangkutan panjang. Morfologi Tanaman Semangka No SEMANGKA BERBIJI SEMANGKA NON BIJI 1 Reddi 227 Pariefas Good Quafity 2 Varietas Metal 206 Quality 3 Varietas Red Top 2.12 Fengshan No.1 4 Varietas New Dragon VarietasF1HibridaS111 (CHAMPION 5 China Dragon F1 Hibrida S115 (JELITA) 6 Flower Dragon Varietas F1 Hibrida 5107 (PRETTY ORCHID) 7 Grand Baby 8 Golden summer(biji?) 9 Yellow Baby 10 F1Hibrida113(FARMERS WONDERFUL) 11 VarietasF1HibridaS108 (HITAM MANIS) 12 Fl Hibrida S112 (MAS KUNING)
1) Akar Semangka memiliki akar tungang yang terdiri dari akar utama (primer) dan lateral (sekunder) akar muncul serabut-serabut akar (akar tersier). Panjang akar primer berkisar 15-20 cm. Sedangkan akar lateral memiliki panjang ± 35-45 cm. 2) Percabangan Percabangan berkisar 7-10 cabang. Cabang pertama terletak pada paling tengah memiliki pertumbuhan paling kuat.Panjang batang cabang berkisar 3 meter apabila tidak di potong. Bentuk cabang/batang tanaman semangka bulat dan berbulu. 3) Sulur Sulur-sulur yang terdapat pada tanaman semangka befungsi sebagai pembelit atau pemanjat apabila tanaman semangka dibudidayakan dengan sitem turus. 4) Daun Daun semangka berwarna hijau mudah sampai hijau gelap. Berbentuk helaian dan berujung runcing dengan pangkal daun berbentuk jantung meskipun tepinya bercanggap bentuk daunnya menjari, letak daun berseberangan, permukaan daun dewasa agak kasar dan ukuran daun semangka berbiji lebih kecil dibandingkan daun semangka non biji. 5) Bunga Bunga berkelmin satu. Artinya bunga jantan dan betina terletak terpisah tetapi masih dalam satu tanaman. Bunga tumbuh diketiak daun, bunga semangka memiliki diameter 2-2,25 cm. warna mahkota tersusun seperti kutup. Benang sarinya berjumlah lima yang berdekatan satu sama lain. 6) Buah Berbentuk bulat, oval, dan berbentuk lonjong. Berdasarkan warna daging buah yaitu berwarna merah dan kuning. Ukuran buah di golongkan berukuran besar dan berat buah semangka rata-rata 5-6 kg. . Syarat tumbuh
1. Tanah Tanah yang baik untuk tanaman semangka adalah tanah yang berstruktur gembur dan subur, mempunyai lapisan olah yang tebal, kering kaya akan bahan organik dan dengan pengaturan air yang baik. Pada keasaman PH tanah optimal berkisar 6,8-7,2 . 2. Iklim Tanaman semangka membutuhkan sinar matahari penuh. Sehingga musim kemarau cocok untuk penanaman. Lahan penanaman harus terbuka tampa naungan. Ketersediaan matahari penuh sangat di perlukan untuk proses fotosintesis sedangkan pengaruh tidak langsungnya pada temperatur kelembapan. 3. Curah hujan Curah hujan akan berpengaruh terhadap ketersediaan air dan kelembapan tanah di sekitar tanaman. Curah hujan bulanan yang dikehendaki semangka berkisar 40-50 mm. Curah hujan yang terlalu tinggi akan berakibat buruk terhadap tanaman yaitu tanaman mudah terserang oleh hama. 4. Angin Angin membantu dalam proses penyerbukan bunga semangka. Tetapi angin yang bertiup kencang dapat merusak daun serta mematahkan percabangan. 5. Ketinggian tempat Ketinggian tempat dapat berpengaruh terhadap umur panen. Pemanenan semangka di dataran rendah akan lebih cepat daripada dataran tinggi. 6. Air Semangka memelukan banyak air Karena 90% merupakan buah yang berair. Tetapi hindari tanaman tergenang air karena dapat mengakibatkan tanaman mati. . Kandungan Nutrisi Pada Semangka Buah semangka diketahui mengandung zat-zat tertentu yang cukup efektif dalam membunuh sel-sel kanker, yaitu zat yang mampu menghidupkan aktivitas
fungsi sel darah putih yang mampu meningkatkan sistem kekebalan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa semangka mengandung zat-zat yang dapat menstimulir fagosit yaitu suatu sel darah yang mampu melindungi sistem darah dari infeksi dengan cara menyerap mikroba untuk mematikan sel-sel penyebab penyakit terutama kanker. Selain itu buah semangka memiliki kandungan kalori yang sangat rendah sehingga semangka dapat berfungsi sebagai diuretik. Buah semangka mengandung pigmen karotenoid jenis flavonoid yang memberikan warna daging buah merah atau kuning. Kandungan gizi buah semangka per 100 gram bahan Kandungan gizi Banyaknya 1) 2) Air 92,10 g 92,30 g Kalori 28,00 kal 28,00 kal Protein 0,50 g 0,10 g Lemak 0,20 g 0,20 g Karbohidrat 6,90 g 7,20 g Kalsium 7,00 mg 8,00 mg Fosfor 12,00 mg 7,00 mg Zat Besi 0,20 mg 0,20 mg Serat - 0,50 mg Natrium - 1,00 mg Kalium - 82,00 mg Niacin - -
Vitamin B1 0,05 mg 0,20 mg Vitamin C 6,00 mg 6,00 mg Sumber : 1) Direktorat gizi Depkes R.I (1981), 2) Food and Nutrition Research Center, Handbook No.1 Manila (1964) Manfaat Buah Semangka Menurut riset dari Bhimu Patil menyatakan bahwa pada daging dan kulit daging buah semangka ditemukan zat citrulline. 60% citrulline lebih banyak ditemukan pada kulit semangka. Zat ini juga dapat ditemukan pada semua warna semangka dan yang paling tinggi kandungannya adalah jenis semangka kuning. Zat citrulline ini akan bereaksi dengan enzim tubuh ketika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup banyak lalu diubah menjadi arginin, asam amino non essensial yang berkhasiat bagi jantung dan kekebalan tubuh. Manfaat Buah Semangka ini sangat banyak, diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Daun dan buah semangka muda untuk bahan sayur mayur. 2. Biji semangka diolah menjadi kwaci. 3. Kulit semangka diolah menjadi manisan/acar 4. Sangat bermanfaat bagi penderita hipertensi karena memiliki kandungan air dan kalium cukup tinggi yang dapat menetralisasikan tekanan darah di dalam tubuh. 5. Dapat membantu daya tahan tubuh karena mengandung antioksidan (betakaroten dan vitamin C). 6. Dapat merangsang keluarnya air seni. 7. Dapat mencegah sariawan dengan cepat. 8. Sebagai perawatan kecantikan. Berbagai manfaat yang terdapat pada buah semangka karena pada dasarnya adanya kandungan yang ada pada semangka. Dengan pengkonsumsian semangka yang tepat dalam artian tidak berlebihan dapat memberikan manfaat yang dapat segera diambil.
. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Pemilihan jenis benih semangka yang disemaikan adalah: Hibrida import, terutama benih jenis Triploid (non biji) yang mempunyai kulit biji yang sangat keras dan jenis Haploid (berbiji). 2) Penyiapan Benih Jenis benih Hibrida impor, terutama jenis bibit triploid setelah dipilih disiapkan alat bantu untuk menyayat/merenggangkan sedikit karena tanpa direnggangkan biji tersebut sulit untuk berkecambah, alat bantu tersebut berbentuk gunting kuku yang mempunyai bentuk segitiga panjang berukuran kecil dan disediakan tempat kecil yang mempunyai permukaan lebar. Jenis Haploid dengan mudah disemai karena bijinya tidak keras sehingga mudah membelah pada waktu berkecambah. 3) Teknik Penyemaian Benih Teknik penyemaian benih semangka dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu : a) Perenggangan bibit biji semangka terlebih dahulu supaya untuk mempermudah dalam proses pertumbuhannya; b) Perendaman biji dalam suatu satuan obat yang diramu dari bahan-bahan: 1 liter air hangat suhu 20-25 derajat C; 1 sendok teh hormon (Atornik, Menedael, Abitonik); 1 sendok peres fungisida (obat anti jamur) seperti: Difoldhan 4T, Dacosnil 75 WP, Benlate; 0,5 sendok teh peres bakterisida (Agrept 25 WP). Setelah direndam 10-30 menit, diangkat dan ditiriskan sampai air tidak mengalir lagi dan bibit siap dikecambahkan. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Kantong-kantong persemaian diletakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam. Diberi perlindungan plastik transparan serupa rumah kaca mini dan untuk salah satu ujungnya terbuka dengan pinggiran yang terbuka. Pemupukan dilakukan lewat daun untuk memacu
perkembangan bibit dicampur dengan obat, dilakukan rutin setiap 3 hari sekali. Pada usia 14 hari, benih-benih dipindahkan ke lapangan yang telah matang dan siap ditanami benih tersebut. 5) Pemindahan Bibit Setelah pengecambahan dilakukan penyemaian bibit menggunakan kantongkantong plastik berukuran : 12 cm x (0,2 – 0,3 )mm. Satu kantong ditanam satu benih (sudut kantong dipotong secukupnya untuk pengurangan sisa air) dan diisi campuran tanah dengan pupuk organik komposisi: 1 bagian tanah kebun, 1 bagian kompos/humus, 1 bagian pupuk kandang yang sudah matang. Setelah bibit berumur 12-14 hari dan telah berdaun 2-3 helai, dipindahkan ke areal penanaman yang telah diolah. . Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Bila areal bekas kebun, perlu dibersihkan dari tanaman terdahulu yang masih tumbuh. Bila bekas persawahan, dikeringkan dulu beberapa hari sampai tanah itu mudah dicangkul, kemudian diteliti pH tanahnya. 2) Pembukaan Lahan Lahan yang ditanami dilakukan pembalikan tanah untuk menghancurkan tanah hingga menjadi bongkahan-bongkahan yang merata. Tunggul bekas batang/jaringan perakaran tanaman terdahulu dibuang keluar dari areal, dan juga segala jenis batuan yang ada dibuang, sehingga tidak mempengaruhi perkembangan tanaman semangka yang akan ditanam di areal tersebut. 3) Pembentukan Bedengan Tanaman semangka membutuhkan bedengan supaya air yang terkandung di dalam tanah mudah mengalir keluar melalui saluran drainase yang dibuat. Jumlah bedengan tergantung jumlah baris tanam yang dikehendaki oleh si penanam (bentuk bedengan baris tanaman ganda, bedengan melintang pada areal penanaman). Lebar bedengan 7-8 meter, tergantung tebal tipis dan tinggi bedengan (tinggi bedengan minimum 20 cm). 4) Pengapuran Dilakukan dengan pemberian jenis kapur pertanian yang me-ngandung unsur
Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) yang bersifat menetralkan keasaman tanah dan menetralkan racun dari ion logam yang terdapat didalam tanah. Dengan kapur Karbonat/kapur dolomit. Penggunaan kapur per 1000 m2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit , untuk antara pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit dan pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg. 5) Pemupukan Pupuk yang dipakai adalah pupuk organik dan pupuk buatan. Pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang berasal dari hewan sapi/kerbau dan dipilih pupuk kandang yang sudah matang. Pupuk kandang berguna untuk membantu memulihkan kondisi tanah yang kurang subur, dengan dosis 2 kg/ bedengan. Pupuk tersebut terdiri atas:(a) Pupuk Makro yang terdiri dari unsur Nitrogen, Phospor, Kalsium (dibuat dari pupuk ZA, TSP dan KCl); (b) Pupuk Mikro yang terdiri dari Kalsium(Ca), Magnesium(Mg), Mangaan(Mn), Besi(Fe), Belerang(S), Tembaga(Cu), Seng(Zn), Boron(Bo) dan Molibden(Mo). 6) Lain-lain Tahap penghalusan dan perataan bongkahan tanah pada sisi bedengan pada tempat penanaman semangka dilakukan dengan cangkul. Di bagian tengah, sebagai landasan buah pada bedengan, diratakan dan diatas lapisan ini diberi jerami kering untuk perambatan semangka dan peletakan buah. Bedengan perlu disiangi, disiram dan dilapisi jerami kering setebal 2-3 cm dan plastik mulsa dengan lebar plastik 110-150 cm agar menghambat penguapan air dan tumbuh tanaman liar. Pemakaian plastik lebih menguntungkan karena lebih tahan lama, sampai 8-12 bulan pada areal terbuka (2 – 3 kali periode penanaman). Plastik sisa yang berwarna perak yang memantulkan sinar matahari dan secara tidak langsung membantu tanaman banyak mendapat sinar matahari untuk pertumbuhannya. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Tanaman semangka merupakan tanaman semusim dengan pola tanam
monokultur. 2) Pembuatan Lubang Tanaman Penanaman bibit semangka pada lahan lapangan, setelah persemaian berumur 14 hari dan telah tumbuh daun ± 2-3 lembar. Sambil menunggu bibit cukup besar dilakukan pelubangan pada lahan dengan kedalaman 8-10 cm. Persiapan pelubangan lahan tanaman dilakukan 1 minggu sebelum bibit dipindah ke darat. Berjarak 20-30 cm dari tepi bedengan dengan jarak antara lubang sekitar 80-100 cm/tergantung tebal tipisnya bedengan. Lahan tertutup dengan plastik mulsa, maka diperlukan alat bantu dari kaleng bekas cat ukuran 1 kg yang diberi lubang-lubang disesuaikan dengan kondisi tanah bedengan yang diberi lobang. 3) Cara Penanaman Setelah dilakukan pelubangan, areal penanaman disiram secara massal supaya tanah siap menerima penanaman bibit sampai menggenangi areal sekitar ¾ tinggi bedengan, dan dibiarkan sampai air meresap. Sebelum batang bibit ditanam dilakukan perendaman, agar mudah pelepasan bibit menggunakan kantong plastik yang ada. Langkah imunisasi dilakukan dengan perendaman selama 5-10 menit disertai campuran larutan obat obatan. Susunan obat terdiri dari: 1 sendok teh hormon Atonik, Abitonik, dekamon, menedael, 1 sendok teh peres bakterisida tepung, 1 sendok teh peres fungisida serbuk/tepung (Berlate, dithane M-45, Daconiel). Urutan penanaman adalah sebagai berikut: a) Kantong plastik diambil hati-hati supaya akar tidak rusak. b) Tanam bersama dan masukkan ke dalam lubang c) Celah-celah lubang ditutup dengan tanah yang telah disiapkan d) Lubang tanaman yang tersisa ditutup dengan tanah dan disiram sedikit air agar media bibit menyatu dengan tanah disekeliling dapat bersatu tanpa tersisa. . Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Tanaman semangka yang berumur 3-5 hari perlu diperhatikan, apabila tumbuh terlalu lebat/tanaman mati dilakukan penyulaman/diganti dengan bibit baru
yang telah disiapkan dari bibit cadangan. Dilakukan penjarangan bila tanaman terlalu lebat dengan memangkas daun dan batang yang tidak diperlukan, karena menghalangi sinar matahari yang membantu perkembangan tanaman. 2) Penyiangan Tanaman semangka cukup mempunyai dua buah saja, dengan pengaturan cabang primer yang cenderung banyak. Dipelihara 2-3 cabang tanpa memotong ranting sekunder. Perlu penyiangan pada ranting yang tidak berguna, ujung cabang sekunder dipangkas dan disisakan 2 helai daun. Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buah ditebang karena mengganggu pertumbuhan buah. Pengaturan cabang utama dan cabang primer agar semua daun pada tiap cabang tidak saling menutupi, sehingga pembagian sinar merata, yang mempengaruhi pertumbuhan baik pohon/buahnya. 3) Pembubunan Lahan penanaman semangka dilakukan pembubunan tanah agar akar menyerap makanan secara maksimal dan dilakukan setelah beberapa hari penanaman. 4) Perempalan Dilakukan melalui penyortiran dan pengambilan tunas-tunas muda yang tidak berguna karena mempengaruhi pertumbuhan pohon/buah semangka yang sedang berkembang. Perempelan dilakukan untuk mengurangi tanaman yang terlalu lebat akibat banyak tunas-tunas muda yang kurang bermanfaat. 5) Pemupukan Pemberian pupuk organik pada saat sebelum tanam tidak akan semuanya terserap, maka dilakukan pemupukan susulan yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan. Pada pertumbuhan vegetatif diperlukan pupuk daun (Topsil D), pada fase pembentukan buah dan pemasakan diperlukan pemupukan Topsis B untuk memperbaiki kualitas buah yang dihasilkan. Pemberian pupuk daun dicampur dengan insekstisida dan fungisida yang disemprotkan bersamaan secara rutin. Adapun penyemprotan dilakukan sebagai berikut: a) Pupuk daun diberikan pada saat 7, 14, 21, 28 dan 35 hari setelah tanam; b) Pupuk buah
diberikan pada saat 45 dan 55 hari setelah tanam; c) ZA dan NPK (perbandingan 1:1) dilakukan 21 hari setelah tanam sebanyak 300 ml, 25 hari setelah tanam sebanyak 400 ml dan 55 hari setelah tanam sebanyak 400 ml. 6) Pengairan dan Penyiraman Sistim irigasi yang digunakan sistem Farrow Irrigation: air dialirkan melalui saluran diantara bedengan, frekuensi pemberian air pada musim kemarau 4-6 hari dengan volume pengairan tidak berlebihan. Bila dengan pompa air sumur (diesel air) penyiraman dilakukan dengan bantuan slang plastik yang cukup besar sehingga lebih cepat. Tanaman semangka memerlukan air secara terus menerus dan tidak kekurangan air. 7) Waktu Penyemprotan Pestisida Selain pupuk daun, insktisida dan fungisida, ada obat lain yaitu ZPZ (zat perangsang tumbuhan); bahan perata dan perekat pupuk makro (Pm) berbentuk cairan. Dosis ZPT: 7,5 cc, Agristik: 7,5 cc dan Metalik (Pm): 10 cc untuk setiap 14-17 liter pelarut. Penyemprotan campuran obat dilakukan setelah tanaman berusia >20 hari di lahan. Selanjutnya dilakukan tiap 5 hari sekali hingga umur 70 hari. Penyemprotan dilakukan dengan sprayer untuk areal yang tidak terlalu luas dan menggunakan mesin bertenaga diesel bila luas lahan ribuan hektar. Penyemprotan dilakukan pagi dan sore hari tergantung kebutuhan dan kondisi cuaca. 8) Pemeliharaan Lain Seleksi calon buah merupakan pekerjaan yang penting untuk memperoleh kualitas yang baik (berat buah cukup besar, terletak antara 1,0-1,5 m dari perakaran tanaman), calon buah yang dekat dengan perakaran berukuran kecil karena umur tanaman relatif muda (ukuran sebesar telur ayam dalam bentuk yang baik dan tidak cacat). Setiap tanaman diperlukan calon buah 1-2 buah, sisanya di pangkas. Setiap calon buah ± 2 kg sering dibalik guna menghindari warna yang kurang
baik akibat ketidak-merataan terkena sinar matahari, sehingga warna kurang menarik dan menurunkan harga jual buah itu sendiri. Gangguan Budidaya Semangka Dalam pembudidayaan selau terdapat kendala-kendala yang mengganggu proses budidaya. Misalnya Hama dan penyakit tanaman pada tanaman semangka. 1. Hama Thrips (Thrips parvispinus Karny) Penyebab Hama yang berukuran kecil ramping, warna kuning pucat kehitaman, mempunyai sungut badan beruas-ruas. Cara penularan dengan mengembara di malam hari, menetap dan berkembang biak. Gejala yang menandakan semangka telah terserang adalah daun-daun muda atau tunas-tunas baru menjadi keriting. Tanaman keriting dan kerdil serta tidak membentuk buah secara normal. 2. Ulat perusak daun (Spodoptera litura) Ulat berwarna hijau dengan garis hitam/berwarna hijau bergaris kuning. Gejala yang tampak yaitu daun dimakan hingga hanya tersisa lapisan lilinnya saja seperti berlubang. 3. Tungau Binatang kecil berwarna merah agak kekuningan yang mengisap cairan tanaman, membelah diri dengan menggigit dan menyengat. Gejala yang ditimbulkan tampak jaring-jaring sarang pada bagian bawah permukaan daun, warna daun pucat. 4. Ulat tanah Berwarna hitam dengan ukuran tubuh 2-5 cm,yang aktif merusak di malam hari. Menyerang daun terutama tunas-tunas muda. Pada ulat dewasa akan memakan bagian pangkal tanaman. 5. Kutu aphids (Aphids gossypii Glover) Aphids muda berwarna kuning, sedangkan aphids dewasa memiliki sayap dan berwarna kehitaman. Gejala yang timbul : daun tanaman menggulung.
6. Lalat buah Lalat buah dewasa menyerang buah semangka dengan cara meletakkan telurtelurnya ke dalam daging buah yang selanjutnya telur-telur tersebut berubah menjadi larva dan memakan buah semangka. Hal ini menyebabkan busuk buah pada semangka. Cara penanggulangan adalah dengan memasang perangkap yang permukaannya dilapisi atau diberi metil eugenol. 7. Layu Fusharium Disebabkan oleh serangan jamur. Gejala: tanaman tampak layu seperti kekurangan air. Pada pagi hari dan sore hari tanaman tampak segar. Dalam waktu 2-3 hari saja tanaman dpat mati kering dengan batang berwarna coklat dan batangnya mengerut. Pengendalian:(1) secara non kimiawi dengan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan agar tidak terlalu lembab. (2) secara kimiawi dilakukan dengan menyemprotkan fungisida yang mengandung bahan aktif metalaksil, benomil, atau propamokarb hidroklorida secara periodik, menanam benih yang sudah direndam fungisida. 8. Bercak daun Penyebab: Bakteri Pseudoperenospora cubensis Rostowzew terbawa angin dari tanaman lain yang terserang yang berkembang biak pesat saat musim hujan tiba. Gejala: permukaan daun terdapat bercak-bercak kuning dan selanjutnya menjadi coklat yang pada akhirnya mongering dan mati, atau terdapat rumbai halus berwarna abu-abu atau ungu.Pengendalian: (1) secara non kimiawi dilakukan dengan cara yang sama pada perlakuan penyakit layu Fusharium. (2) secara kimiawi dengan menyemprot tanaman dengan fungisida. METODE PENELITIAN . Waktu dan Tempat Praktek lapang budidaya semangka berbiji ini dilakukan pada tanggal 20 Januari 2014 sampai . Pembekalan materi budidaya semangka berbiji oleh Dosen Politeknik Negeri Jember dilakukan setelah kegiatan proses belajar
mengajar selesai yaitu pukul 14.00 – 16.00 WIB setiap Hari Senin dalam rentang waktu yang ditentukan. Selain itu, kami juga melakukan penyiraman, perawatan, dll di luar waktu yang telah ditentukan. Praktek lapang budidaya semangka berbiji ini dilakukan di Politeknik Negeri Jember. . Jadwal Praktek Lapang Minggu Kegiatan Minggu ke-1 Pengolahan lahan Minggu ke-2 Pemasangan mulsa,pembuat lubang tanam, dan penanaman Minggu ke-3 Penyulaman dan pengajiran Minggu ke-4 dan seterusnya Pengairan, penyiangan, pemupukan, pemangkasan, panen, dan pasca panen Tabel Jadwal Kinerja Mingguan Proses Budidaya Pembibitan Pembibitan tanaman adalah suatu proses penanaman bibit mulai dari bentuk biji hingga menjadi tanaman bayi dengan munculnya tunas akar dan beberapa daun kecil menjadi kecambah, yakni yang dilakukan selama
beberapa hari, sehingga akhirnya bisa ditanam kembali untuk pertumbuhan tanaman buah hingga dewasa dan berbuah. Dilakukan pembibitan agar dapat mengontrol tanaman lebih mudah. Karena ketika tanaman masih kecil apalagi dalam fase pertumbuhan tunas (sebelum dipindah ke bedengan), masih memerlukan perlakuan lebih intensif. Pada fase ini, tanaman akan rentan sekali terhadap kematian dan HPT (hama dan penyakit tanaman). Dengan dilakukan pembibitan ini, diharapkan mendapat bibit unggul yang berkualitas. Oleh karena itu, pembibitan ini dilakukan oleh pihak Politeknik Jember agar dapat memaksimalkan bibit yang diperoleh . Pengolahan Tanah Pada saat kami melakukan praktek lapangan, bedengan juga telah dipersiapkan oleh pihak Politeknik Jember. Jadi, yang harus kami lakukan selanjutnya adalah pengolahan tanah. Seharusnya, yang dilakukan terlebih dahulu adalah pengolahan tanah dan setelah itu pembuatan bedengan. Hal ini dilakukan adalah untuk menghemat waktu dalam melakukan praktek lapang. Maka, kami akan menjelaskan sesuai yang telah kami lakukan pada kegiatan praktek lapang. Tujuan utama dari pengolahan tanah adalah menciptakan kondisi tanah yang paling sesuai untuk pertumbuhan tanaman dengan usaha yang seminimun mungkin. Sedangkan tujuan khususnya adalah 1. Menciptakan struktur tanah yang dibutuhkan untuk persemaian atau tempat tumbuh benih. Tanah yang padat diolah sampai menjadi gembur sehingga mempercepat infiltrasi a-h, berkemampuan baik menahan curah hujan memperbaiki aerasi dan memudahkan perkembangan akar. 2. Peningkatan kecepatan infiltrasi akan menurunkan run off dan mengurangi bahaya erosi. 3. Menghambat atau mematikan tumbuhan pengganggu. 4. Membenamkan tumbuhan-tumbuhan atau sampah-sampah yang ada diatas tanah kedalam tanah, sehingga menambah kesuburan tanah.
5. Membunuh serangga, larva, atau telur-telur serangga melalui perubahan tempat tinggal dan terik matahari. Tujuan dibuatnya bedengan adalah Pembersihan lahan meliputi pembersihan rumput-rumput liar atau gulma dan pembersihan tanaman keras, terutama yang menghalangi tanaman tomat dari terpaan sinar matahari. Pembersihan lahan dilakukan secara manual (tenaga manusia). Tetapi dapat dilakukan dengan menggunakan mesin. Pembersihan dengan mesin dilakukan jika lahan yang akan dibuka luas dan banyak ditumbuhi tanaman tahunan. Sisa-sisa rumput dan gulma dibiarkan menumpuk di lahan yang nantinya dibenamkan di tanah sebagai kompos. Membersihkan rumput liar dan jerami bertujuan untuk menghilangkan kompetisi yang akan terjadi antara rumput liar dan tanaman semangka berbiji. Jika rumput liar ini tetap dibiarkan hidup, selain mengganggu dalam proses pertumbuhan tanaman, adanya rumput liar ini juga mengganggu proses budidaya. Proses pembalikan tanah dilakukan setelah pembersihan lahan. Lahan yang bersih bisa langsung dibajak atau dicangkul dengan kedalaman 30-40 cm. Sewaktu pencangkulan, rumput dan sisa tanaman lunak dari hasil pembersihan lahan bias dicampur dengan tanah hingga membusuk dan menjadi pupuk. Tujuan pencangkulan adalah mengolah struktur tanah menjadi gembur atau remah sehingga akar tanaman dapat dengan mudah menembus tanah untuk mengambil zat makanan. Biarkan tanah yang sudah selesai dicangkul terkena sinar matahari selama dua minggu. Dengan demikian akan terjadi pertukaran udara. Sementara itu, bibit penyakit atau hama yang berada di dalam tanah terbunuh. Selama proses pembalikan tanah, tanah dicampur dengan pupuk kandang dengan tujuan untuk memperbaiki zat hara yang terkandung di dalam tanah dan memperbaiki struktur tanah. Hal ini dilakukan di awal sebelum penanaman karena pupuk kandang perlu waktu dalam penguraian di dalam tanah dan tidak bisa langsung diserap oleh tanaman sebagai nutrisi. Setelah tercampur dengan rata dan pembalikan tanah selesai, maka tanah disisir. Penyisiran dilakukan untuk memecah, menghaluskan, dan meratakan gumpalan tanah
yang masih besar dan keras dari hasil pembajakan atau pencangkulan tadi. Penyisiran tanah ini tidak perlu dilakukan berulang-ulang sebab bila demikian tanah bisa menjadi padat. Ketika tanah menjadi padat, akan menyulitkan akar tanaman untuk menembus tanah. Padahal ketika tanaman baru saja ditanam di bedengan, tanaman itu masih rentan juga terhadap kematian karena masih memerlukan adaptasi. Jadi, dengan dilakukan penyisiran ini, tanaman diharapkan dapat lebih mudah beradaptasi dan dapat lebih mudah menyerap nutrisi di dalam tanah. Pemasangan Mulsa Hitam Perak/MPHP Mulsa terdiri dari bagian yang berwarna hitam dan perak. Kedua bagian ini memiliki fungsi yang berbeda. Mulsa yang berwarna perak, akan terletak di atas, sedangkan yang hitam berada di bawah. Mulsa perak berfungsi untuk memantulkan sinar matahari agar pemanfaatan sinar matahari tidak hanya secara langsung terkena tanaman semangka berbiji, sehingga proses photosintesis bisa berlasung pada kedua sisi daunnya dan dapat mengurangi penguapan air yang berlebihan dari tanah. Selain itu, warna perak pada mulsa juga bisa mencegah agar hama tidak datang ke tanaman semangka berbiji karena pantulan cahaya matahari yang panas. Sedangkan mulsa yang berwarna hitam adalah untuk mengurangi pertumbuhan gulma di sekitar tanaman semangka berbiji. Mulsa ini sendiri bisa menjaga tanah tetap gembur, suhu dan kelembaban tanah relatif tetap stabil. Pembuatan Lubang Tanam Pembuatan lubang tanam bertujuan untuk membantu pertumbuhan akar tanaman dan membantu dalam ruang gerak akar dalam menyerap unsur hara dan siklus udara dalam tanah. Selain itu, dilakukan jarak tanam 50 X 75 cm dengan tujuan agar persaingan yang terlalu kompetitif antar tanaman dalam mendapatkan unsur hara di dalam tanah dan sinar matahari, serta agar hama dan penyakit tanaman tidak mudah menyebar ke tanaman lain. Jarak tanam
yang terlalu dekat, membuat hama dan penyakit tanaman mudah sekali untuk menyerang tanaman di sebelahnya. Penanaman Dilakukan penyiraman kepada bibit sebelum ditanam bertujuan agar proses adaptasi tanaman yang nantinya akan ditanam lebih mudah. Setelah itu, polibag disobek, bukan tanaman diambil dari polibag. Hal ini dilakukan karena untuk menghindari kerusakan akar tanaman yang berujung pada kematian. Ketika hanya polibagnya yang disobek, maka akar tanaman akan tetap dan proses adaptasi lebih mudah. Pada proses penanaman ini harus berhati-hati karena tanaman masih dalam proses adaptasi. Sebaik mungkin membuat lahan dengan kondisi yang mirip dengan pada saat pembibitan.Setelah itu, tanaman di tanam di bedengan dan perlu disiram lagi. Daya tumbuh bibit? Penyulaman dan Pengajiran Penyulaman adalah penanaman kembali terhadap tanaman yang mati ataupun terkena HPT. Hal ini dilakukan 1 minggu setelah tanam. Hal ini akan mempermudah dalam proses budidaya. Jika terlalu lama melakukan penyulaman, maka pertumbuhannya tidak akan sama dan akan mempersulit proses budidaya. Penyebab dilakukannya penyulaman ini berbeda-beda. Pada saat kami praktek lapang ada 2 tanaman yang dilakukan penyulaman dengan penyebab yaitu layunya tanaman yang dalam kondisi hampir mati dan kesalahan dalam pemasangan lanjaran (ajir) yang mengenai akar tanaman sehingga tanaman mati. Pemberian lanjaran bertujuan untuk tempat perambatan tanaman semangka berbiji dan mempermudah dalam proses budidaya. Dalam pemilihan lanjaran, harus diperhatikan kekuatan dan besarnya lanjaran. Agar kuat dalam menahan
buah semangka yang nantinya akan berbuah. Karena yang terjadi dalam praktek lapang kami adalah lanjaran kami hampir rubuh yang disebabkan pemilihan lanjaran yang kurang tepat. Untuk semakin memperkuat lanjaran, maka lanjaran itu diikat dengan tali rafia. Apabila ingin lebih kuat, dapat memakai kawat. . Pengairan Pengairan dilakukan pada saat pagi dan siang hari karena pada saat itu cahaya matahari tidak terlalu terik sehingga tidak terlalu banyak air yang menguap dan tanaman lebih mudah dalam melakukan adaptasi. Pada saat pembungaan dan pembuahan, pengairan lebih diintensifkan karena pada saat itu tanaman memerlukan nutrisi lebih untuk membentuk bunga dan buah. . Penyiangan Penyiangan dilakukan menjelang akan dilakukan pemupukan, untuk bedengan yang memakai mulsa plastik penyiangan dilakukan dengan cara mencabuti gulma disekitar tanaman tetapi tetap berhati-hati jangan sampai merusak perakaran tanaman. Fungsi dari penyiangan adalah sebagai berikut : 1. Membersihkan gulma sehingga tidak terjadi persaingan akan kebutuhan metabolisme tanaman. 2. Memasok udara ke dalam tanah sehingga terjadi aerasi yang baik. 3. Memotong akar gulma. Dengan terpotongnya akar gulma maka akan memacu pertumbuhan cabang-cabang akar tanaman yang lebih banyak dengan banyaknya akar maka pertumbuhan tanaman akan lebih bagus. Pemupukan Pupuk yang kami gunakan dalam budidaya semangka berbiji ini terdiri dari beberapa macam, yaitu :
a.) Pupuk Kandang (Organik) : 1. Bahan organik dalam proses mineralisasi akan melepas-kan hara tanaman dengan lengkap (N, P, K, Ca, Mg, S, serta hara mikro) dalam jumlah tidak tentu dan relatif kecil. 2. Dapat memperbaiki struktur tanah, menyebabkan tanah menjadi ringan untuk diolah dan mudah ditembus akar. 3. Tanah lebih mudah diolah untuk tanah-tanah berat. 4. Meningkatkan daya menahan air (water holding capaci-ty). Sehingga kamampuan tanah untuk menyediakan air menjadi lebih banyak. Kelengasan air tanah lebih terjaga. 5. Permeabilitas tanah menjadi lebih baik. Menurunkan permeabilitas pada tanah bertekstur kasar (pasiran), sebaliknya meningkatkan permeabilitas pada tanah bertekstur sangat lembut (lempungan). 6. Meningkatkan KPK (Kapasitas Pertukaran Kation ) se-hingga kemampuan mengikat kation menjadi lebih tinggi, aki-batnya apabila dipupuk dengan dosis tinggi hara tanaman tidak mudah tercuci. 7. Memperbaiki kehidupan biologi tanah (baik hewan ting-kat tinggi maupun tingkat rendah ) menjadi lebih baik karena ketersediaan makan lebih terjamin. 8. Dapat meningkatkan daya sangga (buffering capasity) terhadap goncangan perubahan drastis sifat tanah. 9. Mengandung mikrobia dalam jumlah cukup yang berperanan dalam proses dekomposisi bahan organik. b.)Pupuk Urea : 1. Membuat daun tanaman lebih hijau segar dan banyak mengandung butir hijau daun (chlorophyl) yang mempunyai peranan sangat panting dalam proses fotosintesa 2. Mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, cabang dan lainlain) 3. Menambah kandungan protein tanaman 4. Dapat dipakai untuk semua jenis tanaman baik tanaman pangan, holtikultura, tanaman perkebunan, usaha peternakan dan usaha perikana. c.) Pupuk ZA :
1. Memperbaiki kualitas dan meningkatkan produksi serta nilai gizi hasil panen dan pakan ternak karena peningkatan kadar protein pati, padi, gula, lemak, vitamin, dll. 2. Memperbaiki rasa dan warna hasil panen. 3. Tanaman lebih sehat dan lebih tahan terhadap gangguan lingkungan (hama, penyakit, kekeringan) d.)Pupuk SP36 : 1. Sebagai sumber unsur hara Fosfor bagi tanaman 2. Memacu pertumbuhan akar dan sistim perakaran yang baik 3. Memacu pembentukan bunga dan masaknya buah/biji 4. Mempercepat panen 5. Memperbesar prosentase terbentuknya bunga menjadi buah/biji 6. Menambah daya tahan tanaman terhadap gangguan hama, penyakit dan kekeringan e.) Pupuk KCL : 1. Memperlancar proses fotosintesa. 2. Memacu pertumbuhan tanaman pada tingkat permulaan 3. Memperkuat ketegaran batang sehingga mengurangi resiko mudah rebah. 4. Mengurangi kecepatan pembusukan hasil selama pengangkutan dan penyimpanan. 5. Menambah daya tahan tanaman terhadap serangan hama, penyakit dan kekeringan. 6. Memperbaiki mutu hasil yang berupa bunga dan buah (rasa dan warna). f.) Pupuk Dolomit : 1. Penyembuhan Untuk tanaman, kekurangan Magnesium (Mg) berakibat sangat fatal. Tanaman yang menderita kekurangan Magnesium (Mg) ditandai dengan daun yang menguning, sehingga kehilangan kemampuan mengasimilasikan CO2 Dengan demikian, pemberian pupuk Super Dolomit akan mampu menambah unsur hara Magnesium (Mg) yang diperlukan tanaman tersebut, sehingga warna daunnya akan menjadi hijau lagi 2. Amelioran
Pada tanah masam atau pH rendah selain pertumbuhan tanaman akan terganggu, juga keracunan Al dan Fe sering terjadi. Dengan pemberian Super Dolomit, selain dapat menetralisir Al dan Fe, juga menaikkan pH tanah sehingga penyerapan unsur – unsur hara, N Fosfor (P), K oleh tanaman menjadi baik 3. Pembenah Pemberian pupuk berbentuk Amonium (Urea/DAP) dan kalium (KCL/ZK) yang terlalu banyak, dapat mengakibatkan kekurangan Magnesium (Mg). Selain itu pupuk nitrogen mempunyai kecenderungan menciptakan suasana masam. Pemberian pupuk Super Dolomit mampu menetralisir reaksi tanah yang bersifat masamakibat pemberian pupuk yang berlebihan. g.)Pupuk NPK Mutiara : 1. merangsang pertumbuhan vegetatif, membantu tanaman lebih hijau, menambah kandungan protein, dan mempercepat perbanyakan sel-sel tumbuh 2. merangsang pertumbuhan akar, membentuk titik tumbuh tanaman, mempercepat masa panen, merangsang pertumbuhan bunga, dan meningkatkan bunga menjadi buah 3. merangsang pertumbuhan fase awal, memperkuat tegaknya batang, meningkatkan kualitas gabah, buah, dan umbi, dan menambah daya tahan terhadap hama dan penyakit. Pemangkasan Pemangkasan pada semangka dilakukan pada cabang utama dan pada cabang sekunder. Cabang yang tumbuh dari ketiak daun 1-8 dipotong baru cabang dari ketiak 9-13 yang dipelihara untuk dibuahkan selain itu dipangkas. Tujuan dari pemangkasan adalah untuk membentuk tanaman dengan cara mengontrol atau mengarahkan pertumbuhan tanaman, untuk menjaga kesehatan tanaman, atau untuk meningkatkan hasil atau kualitas buah atau bunga yang dihasilkan. Kemudian dalam pemangkasan kita juga harus melakukan pangkas-ujungbatang-utama atau topping. Pada saat melakukan topping, kami melakukan kesalahan dalam pemotongannya diakibatkan karena kurang teliti dalam mengamati mana batang yang merupakan kelanjutan dari buah dan tidak.
Kami melakukan dua kesalahan. Jadi, diharapkan ketelitian yang tinggi untuk melakukan topping agar tidak salah dalam pemotongan. Pengendalian Hama Pengendalian hama adalah pengaturan makhluk-makhluk atau organisme pengganggu yang disebut hama karena dianggap mengganggu kesehatan manusia, ekologi, atau ekonomi, mengupayakan agar populasi hama tidak menimbulkan kerugian, melalui cara-cara pengendalian yang efektif, menguntungkan, dan aman terhadap lingkungan. Aktivitas pengendalian hama ditujukan untuk: a) Menekan populasi hama 26omput penyakit sehingga menurunkan risiko penyebaran kuman penyakit tertentu yang dibawanya; b) Menekan populasi hama tikus sehingga menurunkan risiko: 1. Kerugian akibat kerusakan jaringan kabel listrik dan komunikasi termasuk jaringan kabel 26omputer. 2. Susut nilai inventory karena kerusakan kemasan dan produk. 3. Sanitasi lingkungan c) Menekan populasi hama gudang untuk mengamankan bahan pangan yang disimpan di dalamnya. d) Menekan populasi hama lingkungan secara umum untuk menjaga mutu sanitasi hotel, restoran, perkantoran, dan pemukiman. Panen Pemanenan dilakukan apabila tanaman telah memenuhi kriteria panen, antara lain: 1. Tanaman semangka telah berumur 65 – 70 hari setelah tanam 2. Warna tangkai buah berubah menjadi kecoklatan 3. Buah jika dipukul akan berbunyi nyaring 4. Cara panennya dengan (memotong) tangkai buah dengan alat bantu pisau tajam dan steril agar tidak merusak tanaman
Dalam kenyataannya di lapangan, tidak semua buah yang dipanen memenuhi kriteria panen. Banyak buah yang masih kecil terpaksa harus dipanen dikarenakan tanaman yang tiba-tiba mati, sehingga proses pembesaran buah harus berhenti saat itu juga dan harus segera dipanen agar buah tidak busuk. Kematian tanaman yang begitu cepat ini kemungkinan dikarenakan cuaca yang hampir setiap hari selalu hujan lebat, sehingga kondisi tanaman terganggu dan tanaman menjadi layu dan akhirnya mati. Pasca Panen Pasca panen, dilakukan pengukuran berat dan diameter buah. Buah yang berukuran sesuai criteria dibedakan (disortir) dengan buah-buah yang masih kecil. Lalu di ambil sampel isi buah untuk menunjukkan kondisi buah, seperti warna dan banyak biji. 4.2. Pertumbuhan Vegetatif (daya tumbuh dan kecepatan pertumbuhan?) Tanggal /Minggu Tinggi 26 Februari 2014 (minggu ke-1) 15-20 cm 5 Maret 2014 (minggu ke-2) 50 cm 12 Maret 2014 (minggu ke-3) 93,2 cm 19 Maret 2014 (minggu ke-4) 1,4 m Tabel pertumbuhanVegetatif Tanaman Semangka Hama Penyakit Tanaman Hama Tanaman Semangka Berbiji 1. Belalang Belalang merupakan hewan bertubuh kecil dengan ukuran badan sektar 5-12 cm. Hama ini mempunyai sifat cenderung untuk membentuk kelompok yang besar dan suka berpindah-pindah (bermigrasi), sehingga dalam waktu yang singkat dapat menyebar pada areal yang luas. Perilaku makan belalang biasanya di waktu hinggap pada sore hari sampai malam dan pada pagi hari sebelum terbang. Belalang sebagai salah satu hama yang lumrah ditemui sebagai pengganggu tanaman padi juga Kami temui pada tanaman semangka
berbiji. Hama ini biasanya tidak mengganggu tanaman semangka namun pada kasus Kami, disebabkan karena lokasi lahan yang berdekatan dengan lahan produksi tanaman padi yang berdampak juga pada hama yang menyerang. Penyakit tanaman Semangka Berbiji 1. Layu Fusharium Disebabkan oleh serangan jamur. Gejala: tanaman tampak layu seperti kekurangan air. Pada pagi hari dan sore hari tanaman tampak segar. Dalam waktu 2-3 hari saja tanaman dapat mati kering dengan batang berwarna coklat dan batangnya mengerut. Pengendalian: (1) secara non kimiawi dengan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan agar tidak terlalu lembab. (2) secara kimiawi dilakukan dengan menyemprotkan fungisida yang mengandung bahan aktif metalaksil, benomil, atau propamokarb hidroklorida secara periodik, menanam benih yang sudah direndam fungisida. 4.4. Produksi No Diameter (cm) Panjang (cm) Berat (kg) 1 40 23.4 1.3 2 41.4 24.8 1.4 3 36 20.4 0.9 4 43.7 25.9 1.9 5 38 18.5 0.6 6 42.6 21 1.2 7 32 19.5 1.05 8 38.8 24.2 1.95 9 44.5 18.8 2.4 10 41.9 21.5 1.22 11 43.5 28.5 2.4 12 42.1 28.6 1.9
13 27 17 0.4 14 38 26.2 1.6 15 38.5 18 1.6 16 39.8 20.4 0.9 17 44.7 29.2 2.6 18 38.6 22 1.5 19 32.5 19.5 1.6 20 37.4 20 1.2 jumlah 781 447.4 29.62 rata-rata 39.05 22.37 1.481 Dari data produksi buah semangka berbiji diatas, kami memanen sebanyak 20 buah. Ada beberapa tumbuhan pada bedengan pertama dan bedengan ke dua yang buahnya masih belum layak dipanen, sehingga kami hanya memanen bauh yang layak dipanen yaitu sekitar 20 buah. Dan terdapat satu tanaman pada bedengan ke-2 yang meghasilkan buah semangka berbiji karena kesalahan pengambilan bibit. PENUTUP Simpulan Berdasarkan budidaya tanaman semangka yang, kami melakukan sejumlah penelitian dan analisis dari data yang telah kami dapatkan di lapangan. Dari hasil penelitian dan analisis kami yang telah tertera dalam BAB IV PEMBAHASAN dapat ditarik simpulan sebagai berikut : 1. Semangka merupakan tanamana yang membutuhkan perawatan – perawatan khusus dan rutin dalam usaha pembudidayaan.
2. Didalam proses budidaya tanaman tentu menemui beberapa hambatanhambatan yang dapat mengganggu kelancaran dalam proses budidaya. 3. Proses budidaya yang teatur dan terjadwal dengan baik dapat menentukan tingkat keberhasilan dalam produksi. Saran Dalam proses budidaya yang kami lakukan, dapat diajukan beberapa saran untuk berbadgai pihak yang dapat ditinjau maupun diterapkan, diantaranya : 1. Bagi Pemerintah Dapat dijadikan suber literatur yang dapat menunjang dalam bidang pertanian .sehingga dapat meningkatkan jumlah produksi dan hasil dari budidaya tanaman semangka untuk mningkatkan taraf hidup masyarakat. 2. Bagi Masyarakat Dapat dijadikan sumber referensi masyarakat,terutama petani semangka untuk mencari cara untuk meningkatkan produksi dan hasil dari budidaya semangka. 3. Bagi Sekolah Dapat dijadikan sebagai penambah sumber baca dalam penerapan ilmu pendidikan terutama biologi. Dan dapat dijadikan sebagai pedoman program sekolah dalam memaksimalkan minat siswa terhadap ilmu pertanian terutama Agrobisnis. 4. Bagi Siswa Sebagai pengembangan dari hasil pengamatan di lapangan. Serta meningkatkan pengetahuan siswa di bidang pertaian.