Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
PEMBELAJARAN 3
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran peserta didik dapat:
1. Menjelaskan mekanisme sistem pengendali pada produk elektronika dengan
percaya diri;
2. Menganalisa produk teknologi sistem pengendali sederhana berserta fungsinya
yang terdapat di lingkungan sekitar secara cermat dan penuh percaya diri;
3. Memanipulasi dengan menggambar rangkaian komponen elektronika dengan
sistem pengendali sederhana yang terdapat di rumah atau sekitar secara inovatif
dan kreatif dengan penuh rasa ingin tahu dan selalu bersyukur atas yang telah
dikerjakan.
B. Peran Guru dan Orang Tua
Peran guru dalam pembelajaran menggunakan modul ini adalah
1. Menyampaikan pentingnya peserta didik memahami tujuan pembelajaran yang
akan dicapai dalam modul ini.
2. Memfasilitasi sumber dan media dalam pembelajaran untuk bisa diakses dan
dipastikan sudah diterima serta dapat digunakan dengan baik oleh peserta didik
terutama modul ini.
3. Memfasilitasi peserta didik berupa instruksi pembelajaran baik langsung maupun
tidak langsung dengan menggunakan media offline atau online.
4. Memastikan kesiapan peserta didik dalam pembelajaran terutama pada penyiapan
produk teknologi pengendali sederhana (strika, microwave, bel automatis dsb.)
serta alat-alat (pensil, pulpen, penghabus, penggaris, dan alat tulis lainnya) yang
digunakan untuk menggambar rangkaian komponen produk teknologi
pengendali.
5. Merespon setia permasalah kesulitan pembelajaran baik dalam menggunakan
modul ini atau pertanyaan yang berhubungan langsung dalam pelaksanaan
pembelajaran.
50
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
6. Melakukan koordinasi kepada orang tua melalui wali kelas tentang kesiapan dan
keberlangsungannya pembelajaran dengan menggunakan modul ini
7. Jika guru dan seluruh peserta didik siap dengan penggunaan media online dapat
dimungkinkan guru membuat/membuka kelas maya pada Learning Management
System (LMS) seperti menggunakan google classroom dan peserta didik dapat
bergabung (join), seluruh aktivias pembelajaran dapat dimasukan kedalam
Classwork (penugasan) dan dapat melampirkan modul ini.
Peran orang tua terkait pembelajaran peserta didik dalam menggunakan modul ini
adalah
1. Memastikan Ananda sudah menerima dan siap menggunakan modul ini untuk
pembelajaran.
2. Memfasilitasi Ananda dalam penyiapan produk teknologi pengendali sederhana
(strika, microwave, bel automatis dsb.) serta alat-alat tulis (pensil, pulpen,
penghabus, penggaris, dan alat tulis lainnya) yang digunakan untuk menggambar
rangkaian komponen produk teknologi pengendali.
3. Memastikan Ananda memahami setiap instruksi yang terdapat modul ini.
4. Memastikan keberlangsung Ananda dalam keterlibatan pembelajaran melalui
pengawasan langsung atau tidak langsung terutama dalam penggunaan alat dalam
membuat produk teknologi pengendali sederhanadengan mengutamakan prosedur
yang benar dan K3 (kesehatan dan keselamatan kerjas)
5. Berkoodinasi dengan wali kelas/guru jika terjadi permasalah dalam persiapan dan
pelaksanaan pembelajaran menggunakan modul ini.
6. Jika guru dan seluruh peserta didik siap dengan penggunaan media online dapat
dimungkinkan orang tua dapat membantu Ananda untuk menyiapkan fasilitas
online dengan menggunakan kelas maya pada Learning Management System
(LMS) seperti menggunakan google classroom dan peserta didik dapat
bergabung (join), seluruh instruksi aktivias pembelajaran didalam Classwork
(penugasan pembelajaran) dapat di akses oleh peserta didik dengan lampiran
modul ini.
51
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
C. Aktivitas Pembelajaran
Aktivitas 1
1. berdoa untuk memulai pembelajaran,
2. Isilah kehadiran pada link yang telah disiapkan oleh guru!
3. Simaklah motivasi pembelajaran yang disajikan guru melalui link video berikut
https://www.youtube.com/watch?v=SbrmBXw37TI tentang nasehat penting untuk
yang mau sukses dan Ananda dapat menyimpulkan pesan dan makna yang
disampaikan dalam video tersebut!
4. Bacalah dan pahami tujuan pembelajaran yang akan Ananda capai sebelum
melanjutkan aktivitas pembelajaran!
Aktivitas 2
1. Baca dan simaklah secara cernat dan teliti materi dibawah ini terkait contoh
pengujian produk teknologi pengendali sederhanadengan memperhatikan
rancangan alat penjernih air!
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGENDALI DALAM KEHIDUPAN
Tahukah kalian secara tidak sadar kita sudah sering sekali memanfaatkan
teknologi pengendali dikehidupan kita sehari-hari. Pernahkah kalian
memanfaatkan ketel untuk memanaskan air dan ketika air sudah mendidih kita
tidak repot-repot mematikan ketel itu karena sudah otomatis mati sendiri atau
ketika ada film tengah malam kalian ingin sekali menontonya akan tetapi kalian
ngantuk kemudian kalian merekam film tersebut supaya kalian bisa menonton
keesokan harinya tanpa mengganggu tidur kalian atau bermain mobil remote
kontrol yang bisa anda kendalikan dari jarak jauh, semua kegiatan tersebut
memanfaatkan teknologi pengendali.
Teknologi pengendali pada saat sekarang sudah menjadi kebutuhan sehari-
hari dan sangat membantu mempermudah kehidupan kita. Teknologi pengendali
pun sekarang tidak hanya digunakan disekitar rumah kita tapi sudah ada dimana-
mana seperti untuk mengatur lalu lintas yaitu lampu lalu lintas, lampu penerangan
jalan yang otomatis menyala pada malam hari dan pintu otomatis terbuka ketika
52
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
kita memasuki area perkantoran atau mall. Teknologi pengendali sekarang sudah
berkembang pesat mulai dari teknologi pengendali sederhana seperti saklar
dirumah untuk menyalakan lampu, sampai teknologi pengendali yang canggih
seperti teknologi yang digunakan untuk membuat robot.
Sistem pengendali adalah perangkat, atau set perangkat untuk mengelola,
perintah, langsung atau mengatur perilaku perangkat lain atau sistem. Sistem
pengendali dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis yaitu:
1. Sistem perintah yang segera melaksanakan perintah, seperti remote control.
2. Sistem program yang mengeksekusi perintah disimpan tanpa syarat, seperti
video sederhana recorder atau perekam.
3. Sistem penginderaan yang merespon kondisi eksternal, seperti pintu otomatis
yang baru terbuka ketika ada orang mendekat.
4. Sistem bersyarat yang bervariasi perilaku mereka sesuai dengan kondisi
eksternal, seperti sistem alarm kebakaran yang berbunyi apabila terdekteksi
asap oleh sensor asap, terdeteksi peningkatan suhu oleh sensir suhu dan
terdeteksi ada sumber cahaya oleh sensor cahaya.
Sistem perintah merupakan sistem yang melakukan apa yang anda
perintahkan pada sistem. Sistem ini menggunakan output untuk membuat sesuatu
terjadi tetapi tidak memiliki masukan lainnya. Sistem program, adalah sistem
yang merekam perintah dan sistem tersebut melakukan perintah sesuai dengan
urutan ketika mereka diberitahu untuk memulai. Sistem penginderaan memiliki
input serta output. Input memungkinkan mereka untuk menanggapi peristiwa
eksternal, seperti panas, cahaya dan suara. Ada dua jenis input yaitu input digital
yang melakukan sesuai perintah (ya atau tidak) dan analog yang memberikan nilai
tertentu dari berbagai kemungkinan. Sistem Bersyarat merupakan sistem yang
menambahkan sejumlah tertentu dari 'kecerdasan' untuk sistem pengendali.
Sistem menggunakan input untuk memantau peristiwa eksternal dan beberapa
logika internal untuk membuat keputusan tentang apa output yang harus
diaktifkan. Biasanya disebut sebagai masukan - proses - output. Hal ini dapat
dilihat dalam cara bahwa pemanas sentral. Sistem mendapatkan masukan input
berupa suhu yang diterima sensor kemudian input tersebut dilanjutkan ke gerbang
53
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
logika yang merupakan kecerdasan dalam sistem ada gerbang logika AND dan
OR, dapat digunakan untuk menyediakan logika internal untuk sistem bersyarat
dan hasil dari kecerdasan tersebut menghasilkan output yang merupakan respon
eksternal misalnya suhu dingin menyebabkan pemanas sentral menghasilkan
udara panas dengan suhu tertentu ke ruangan dan apabila sudah hangat secara
otomatis suhu udara yang dikeluarkan berkurang.
Peralatan listrik yang telah dilengkapi dengan komponen elektronik di
sekitar kita sering kita jumpai. Berikut mengenai prinsip kerja dari beberapa
peralatan yang menggunakan prinsip tersebut diantaranya :
1) Timer elektronik
2) Penanak nasi otomatis
3) Pengendali lampu malam
4) Alarm Pendeteksi kebakaran
5) Alarm antipencuri
6) Pengering tangan otomatis
Peralatan ini bekerja secara otomatis yang akan kita buktikan melalui
rangkaian yang akan dirangkai pada modul dan bagaimana sistem kerja peralatan
tersebut akan dijelaskan dalam kegiatan belajar ini.
1) Timer Elektronik
Pada pertandingan olahraga, pen-capaian
waktu yang dicapai sangat penting, misalnya
dapat Anda lihat pada pertandingan olahraga
lari. Waktu yang dicapai oleh para atlet
ditentukan dengan menggunakan stopwatch
yang dioperasikan secara manual. Peng-
operasian secara manual yang sudah
dilakukan oleh manusia setelah lama sudah Gambar 2.28. Timer
dianggap kurang teliti. Oleh karena itu, Elektronik
sekarang penentuan waktunya sekarang diukur
secara elektronik. Bagaimanakah cara kerja
pencacat waktu secara elektronik ini?
54
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
Sebagai tanda dimulainya sebuah pertandingan lari, dilakukan dengan tembakan
pistol dan pada saat yang sama terdapat sakelar yang bekerja dan menyebabkan
rangkaian jam (timer) mulai bekerja. Timer akan berhenti saat pelari melewati sinar
atau cahaya yang tepat berada di garis finish dan jatuh tepat pada sebuah sensor
cahaya.
2) Penanak Nasi Otomatis
Di banyak negara tropis, nasi adalah makanan utama. Memasak nasi dengan baik
tidaklah mudah karena tidak boleh gosong, tetapi harus cukup matang. Oleh karena
itu, banyak rumah tangga yang menggunakan penanak nasi listrik.
Bagaiman cara kerjanya?
Nasi dimasukkan ke dalam penanaknya dengan jumlah air yang cukup. Dengan
meng-ON-kan sakelarnya, pemanas listrik dinyalakan. Bila nasi telah masak dan
airnya menguap, suhunya akan cepat naik dan akan diukur oleh sensor suhu,
kemudian akan mematikan elemen pemanasnya.
3) Pengendali Lampu Malam
Sangatlah menyenangkan dan terasa
lebih nyaman apabila di sekeliling
rumah kita terdapat lampu
penerangan. Dengan adanya lampu
penerangan tersebut, kita dapat
melihat siapa yang datang ke rumah
kita, terutama di malam hari.
Lampu penerangan seperti itu dulu
Gambar 2.29. Lampu penerangan dinyalakan tau dimatikan secara
jalan manual. Namun sekarang dapat
dilakukan secara otomatis.
Bagaimana cara kerjanya?
Sekarang lampu penerangan malam sudah dapat dihidupkan secara otomatis.
Lampu akan menyala kalau mulai gelap, dan akan padam kalau mulai terang lagi.
55
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
Hal ini mudah dilakukan dan dengan cara seperti ini dapat menghemat energi. Hal
ini karena lampunya dapat menyala dan padam dengan sendirinya meskipun tidak
ada orang di rumah.
4) Alarm Pendeteksi Kebakaran
Di sekolah Anda mungkin perlu dipasang alarm pendeteksi kebakaran (sistem
pemberitahuan dini bila terjadi kebakaran) yang dapat bekerja secara otomatis.
Kebakaran dapat terjadi dimana saja. Dapat mengakibatkan korban jiwa dan
banyak kerugian. Kita juga dapat mencegah bahaya seperti ini jika telah dilakukan
tindakan pengamanan sedini mungkin, yaitu dimana sumber api penyebab
kebakaran dapat segera diketahui maka kerugian dapat diatasi. Untuk itu telah
dikembangkan alat peringatan dini untuk kebakaran (alarm pendeteksi
kebakaran).
Bagaimana cara kerjanya?
Kebakaran dapat dilihat dan dirasakan. Dengan sebuah sensor, temperatur dan
asap dapat dideteksi. Dengan mendeteksi kenaikkan temperatur pada sensor suhu
secara elektronik maka kita dapat segera mencegah bahaya kebakaran.
5) Alarm Anti Pencuri
Untuk keamanan gedung seperti perkantoran, pertokoan, dan perumahan dapat
digunakan penjaga (Satpam). Namun hal ini akan memakan biaya yang tidak
sedikit dan tidak semua orang mampu membayarnya.
Untuk mencegah pencuri agar tidak masuk ke rumah penjagaan dapat dilakukan
juga dengan bantuan alat sensor elektronik. Pada saat pencuri akan masuk ke
dalam ruangan/tempat tertentu akan terdeteksi oleh sensor yang dipasang, maka
akan ada sinyal yang dapat membunyikan alarm (tanda bahaya). Sistem ini dapat
diatur bila pemilik rumah sedang tidak ada ditempat.
Bagaimana cara kerja alarm anti pencuri ini?
Pada tempat-tempat yang diduga dapat dimasuki pencuri dipasang cahaya yang
mengarah ke sensor cahaya. Selain itu, sistem keamanan ini harus dapat
dihidupkan dan dimatikan.
56
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
6) Alat Pengering Tangan Otomasi
Di hotel dan restoran sering ditemukan alat pengering tangan listrik. Anda
mungkin sudah pernah melihat dan mencobanya. Alat ini mengeluarkan udara
panas saat Anda menempatkan tangan dibawah alat tersebut. Tanpa menyentuh
alatnya ternyata alat ini dapat bekerja. Jadi, di dalamnya pasti terdapat sensor.
Bagaimana cara kerjanya?
Alat ini dihidupkan oleh sebuah sakelar manual. Blower udara panas akan mulai
bekerja bila cahaya yang mengarah ke sensornya terganggu akibat terdapat benda
yang menghalanginya. Hal ini terjadi bila Anda menempatkan tangan dibawah
alat tersebut.
Gerbang Logik Digital
Berkat kemajuan teknologi dan dengan bantuan komponen elektronik, suatu
peralatan dapat mempunyai lebih dari satu fungsi yaitu tidak hanya untuk
dihidupkan atau dimatikan. Dewasa ini banyak peralatan yang dapat bekerja dengan
cara mengambil keputusan sendiri, bisa melakukan perhitungan serta dapat
mengingat sesuatu yang dilakukan secara elektronik.
Gerbang digit dikenal pula sebagai perangkat digit atau sebagai perangkat
logika (logic device). Perangkat ini memiliki satu atau lebih masukan dan satu
keluaran. Masing-masing masukan (input) atau keluaran (output) hanya mengenal
dua keadaan logika, yaitu logika '0' (nol, rendah) atau logika '1' (satu, tinggi) yang
oleh perangkat logika, '0' direpresentasikan dengan tegangan 0 sampai 0,7 Volt DC
(Direct Current, arus searah), sedangkan logika '1' diwakili oleh tegangan DC
setinggi 3,5 sampai 5 Volt untuk jenis perangkat logika IC TTL (Integrated Circuit
Transistor-Transistor Logic) dan 3,5 sampai 15 Volt untuk jenis perangkat IC CMOS
(Integrated Circuit Complementary Metal Oxyde Semiconductor).
57
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
Berikut macam-macam gerbang logika, simblo dan tabel kekebenaran logika
Gerbang Logika Simbol Gerbang Tabel Kebenaran Logika
Logika
GERBANG AND MASUKAN KELUARAN
A BQ
0 00
0 10
1 00
1 11
GERBANG MASUKAN KELUARAN
NAND (NOT A BQ
AND) 0 01
0 11
1 01
1 10
GERBANG OR MASUKAN ELUARAN
A BQ
0 00
0 11
1 01
1 11
GERBANG NOR
(NOT OR) MASUKAN KELUARAN
A BQ
0 01
0 10
1 00
1 10
58
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
Gerbang Logika Simbol Gerbang Logika Tabel Kebenaran Logika
GERBANG NOT MASUKAN KELUARAN
A B
GERBANG XOR 0 1
(Exclusive OR) 1 0
MASUKAN KELUARAN
AB Q
00 0
01 1
10 1
11 0
GERBANG MASUKAN KELUARAN
XNOR (Exclusive AB Q
NOR) 00 1
01 0
10 0
11 1
Untuk membaca tabel kebenaran logika pada input/ masukan yang terdiri dari 2
masukan yaitu input A dan Input B jika bernilai 1 maka true dan jika bernilai 0 maka
false, dan untuk oup/keluaran hanya 1 (satu) yang disimbolkan Ouput Q. B jika bernilai
1 maka true dan jika bernilai 0 maka false.
Sebagai Contoh pada tabel kebenaran Gerbang AND; jika input A = 0 (false)
dan input B = 1 (true), maka ouput Q = 0 (false). Jika menginginkan output Q = 1
(true) maka input A = 1 (true) dan input B = 1 (true).
Sebagai Contoh lagi pada tabel kebenaran Gerbang Or; Jika Input A = 0 (false)
atau input B = 0 (false), maka ouput Q = 0 (false). Jika menginginkan output Q = 1
59
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
(true) maka minimal salah satu input A atau input B = 1 (true).
Berikut dibawah ini simulasi gerbang logika elektronika
Pada papan simulasi gerbang logika tersebut terdapat komponen input (terdiri
atas komponen; saklar, sensor cahaya, sensor gerak, sensor suhu dan sensor sentuh),
gerbang kebutusan, dan komponen output (buzzer, relai dan sebuah lampu kecil, Relai
dapat menghubungkan dan me-mutuskan rangkaian listrik di luar papan panel).
Penerapan sensor pada sebuah perangkat elektronik dapat disimulasikan pada papan
simulasi tersebut.
1. Setelah membaca dan menyimak materi, Ananda dapat melakukan pengamatan
tentang peralatan/produk elektronika yang memiliki sistem pengendali/ sensor yang
terdapat di rumah atau sekitar lingkungan tempat tinggal Ananda.
60
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
2. Lakukanlah Identifikasi produk elektronika terkait dengan nama produk
eloktronika, komponen pengendali yang digunakan dan fungsi penerapannya di
rumah/ sekitar dalam kehidupan sehari-hari, melalui Lembar Kerja 1 (LK.1)
berikut.
LEMBAR KERJA (LK.1)
IDENTIFIKASI PRODUK ELEKTRONIKA TERKAIT SISTEM
PENGENDALI DAN FUNGSI PRODUK TERSEBUT DALAM KEHIDUPAN
SEHARI HARI
Nama Produk/ Komponen sistem Fungsi dari komponen
Peralatan elektornika pengendali yang sistem pengendali
yang terdapat di rumah
digunakan
atau sekitar
1.
2.
3.
4.
Ungkapan Perasaan/komentar Ananda setelah melakukan mengidentifikasi
produk/peralatan elektronika terkait dengan sistem pengendali yang digunakan
dirumah dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
………………………………….………………………………….………………
………………………………….………………………………….………………
………………………………….………………………………….………………
61
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
Aktivitas 3
Setelah mengidentifikasi produk/peralatan elektronika dengan sistem pengendali
pada aktiviatas sebelumnya, lakukanlah analisis produk/peralatanan elektronika yang
memiliki sistem pengendali dengan cara memilih salah satu yang telah kalian
indentifikasi pada pembelajaran 1 dan terdapat di rumah maupun dilingkungan
sekitar Ananda secara mandiri dengan penuh percaya diri dan rasa ingin tahu serta
dapat berkolaborasi dengan orang-orang disekitar namun tetep memperhatikan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), melalui Lembar Kerja 2 (LK.2) berikut.
LEMBAR KERJA (LK.2)
MENGANALISIS PRODUK ELEKTRONIKA DENGAN SISTEM
PENGENDALI SEDERHANA
1. Lakukanlah analisis terkait dengan bagian-bagian produk, komponen
elektronika dengan sistem pengendali beserta fungsinya untuk dianalisis
secara cermat dan teliti serta dapat berkolaborasi dengan orang-orang
disekitar namun tetep memperhatikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
(K3)!
2. Berdasarkan produk elektronika sistem pengendali sederhana yang telah
Ananda amati untuk dianalisis, lakukanlah pengisian tabel berikut dengan
memperhatikan materi yang telah Ananda pahami pada aktivitas pembelajaran
sebelumnya. : ………………………
Nama Produk Elektronika
Pertanyaan untuk Jawaban hasil analisis
menganalisis
1. Bagian-bagian apasaja yang
terdapat pada produk
elektonika tersebut?
2. Kompenen apasaja yang
digunakan padan produk
elektronika tersebut?
62
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
Pertanyaan untuk Jawaban hasil analisis
menganalisis
3. Komponen sistem
pengendali apa saja yang
digunakan pada produk
elektronika tersebut?
4. Bagaiman Cara kerja
produk elektronik dikaitkan
dengan sistem pengendali
yang digunakan? Dan
Gerbang Logika apa yang
digunakan pada sistem
pengendali tersebut?
(dapat memanfaatkan
papan simulasi Gerbang
logika untuk menjawab
pertanyaa ini)
5. Apa fungsi dan manfaat
kebutuhan dari produk
elektronika tersebut?
Ungkapan Perasaan/komentar Ananda setelah melakukan kegiatan menganalisis
produk elektronika sistem pengendali sederhana.
………………………………….…………………………………….……………
………………………………….…………………………………….……………
………………………………….…………………………………….……………
………………………………….…………………………………….……………
………………………………….…………………………………….……………
………………………………….…………………………………….……………
63
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
Catatan: dapat dikerjakan dengan cara diketik langsung pada aplikasi dokumen
online/offline atau ditulis langsung di buku tugas prakarya (pengiriman
jawaban dengan cara di foto) dengan memperhatikan sumber bacaan dan
memanfaatkan mesin pencarian di internet
Aktivitas 4
Setelah melakukan analisis produk elektronika dengan sistem pengendali sederhana
pada aktivitas sebelumnya, gambarlah rangkaian komponen produk elektronika
sistem pengendali sederhana yang telah kalian analisis sesuai yang telah dipilih dan
tersedia di rumah dan lingkungan sekitar dengan memperhatikan pemahaman materi
pada aktivitas sebelumnya, dengan penuh kreatif dan inovatif serta dapat
berkolaborasi dengan orang-orang disekitar melalui Lembar Kerja 3. (LK.3) berikut.
LEMBAR KERJA (LK.3)
MENGGAMBAR RANGKAIAN KOMPONEN
PRODUK ELEKTRONIKA SISTEM PENGENDALI SEDERHANA
Nama Produk Elektronik : ………………………………
Gambarlah rangkaian komponen elektronika sistem pengendali sederhana
sesuai hasil analisis yang telah Ananda lakukan!
64
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
Nama Produk Elektronik : ………………………………
Berikanlah keterangan gambar/simbol sesuai nama komponennya dan
keterangan rangkaian komponennya!
Ungkapan Perasaan/ komentar Ananda setelah melakukan kegiatan menggambar
rangkaian komponen produk elektronika sistem pengendali sederhana.
………………………………….………………………………….………………
………………………………….………………………………….………………
………………………………….………………………………….………………
………………………………….………………………………….………………
………………………………….…………………………………….……………
………………………………….…………………………………….……………
Catatan: dapat dikerjakan dengan cara diketik langsung pada aplikasi dokumen
online/offline atau ditulis langsung di buku tugas prakarya (pengiriman
jawaban dengan cara di foto) dengan memperhatikan sumber bacaan dan
memanfaatkan mesin pencarian di internet
65
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
Aktivitas 5
Kirim dan lampirkanlah tugas pembelajaran (LK.1, LK.2 dan LK.3) kepada guru
melalui offline atau online (WhatsApp, e-mail, LMS, dsb.) dan menyimak hasil nilai
dan respon/penguatan dari guru terhadap hasil pembelajaran yang telah dikirimkan.
D. Latihan
1. Lakukanlah penilaian diri tentang sikap Ananda selama melaksanakan
pembelajaran mengidentifikasi, menganalisi, dan menggambar rangkainan
komponen produk elektronika analog sederhana yang terdapat dirumah dan
sekitarnya.
No Pernyataan
1. Saya merasa bersyukur atas ketersediaan produk elektronika teknologi
pengendali di rumah saya dan digunakan dalam kehidupan sehari hari.
Ya Tidak
2. Saya mengawali dengan berdoa dalam membuat gambar rangkaian
komponen produk elektronika sistem pengendali sederhana yang berada di
rumah dan di sekitar lingkungan.
Ya Tidak
3. Saya dalam mengidentifikasi dan menganalisi produk elektronika sistem
pengendali sederhana dilakukan secara cermat dan teliti sesuai
keberadaannya di rumah dan di sekitar.
Ya Tidak
4. Saya membuat gambar rangkaian komponen produk elektronika sistem
pengendali sederhana di rumah dan sekitar dilakukan secara mandiri tanpa
dibantu oleh orang tua.
Ya Tidak
66
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
No Pernyataan
5. Saya membuat gambar rangkaian komponen produk elektronika sistem
pengendali sederhana di rumah dan sekitar dilakukan sesuai dengan
kreativitas dan inovasi saya sendiri.
Ya Tidak
2. Untuk penilaian pengetahuan Ananda sudah melakukan dalam penugasan kelas
dengan cara mengisi lembar kerja yaitu LK.1, dan LK.2 sesuai dengan aktivitas
(aktivis 2 dan 3) yang dilakukan dalam pembelajaran. Sebagai acuan
penilaiannya Ananda dapat memperhatikan rubrik dan pendomanan penskoran
berikut.
3. Untuk penilaian keterampilan Ananda sudah melakukannya dalam kegiatan
praktik pembelajaran dengan cara mengisi lembar kerja yaitu LK.3 sesuai dengan
aktivitas (aktivitas 4) yang dilakukan dalam pembelajaran ke 3, yaitu membuat
gambar rangkaian komponen produk elektronika digital sederhana yang terdapat
di rumah maupun di sekitar tempat tinggal. Sebagai acuan penilaian berikut
rubrik penilaian dan panduan pskorannya.
E. Rangkuman
1. Teknologi pengendali pada saat sekarang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari
dan sangat membantu mempermudah kehidupan kita. Teknologi pengendali
sekarang sudah berkembang pesat mulai dari teknologi pengendali sederhana
seperti saklar dirumah untuk menyalakan lampu, sampai teknologi pengendali
yang canggih seperti teknologi yang digunakan untuk membuat robot, bahkan
memanfaat jaringa komputer/internet dalam pengendaliannya. Bagaimana
tanggapan Ananda tentang hal tersebut?
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
67
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
2. Kemajuan teknologi dan dengan bantuan komponen elektronik, suatu peralatan
dapat mempunyai lebih dari satu fungsi yaitu tidak hanya untuk dihidupkan atau
dimatikan namun peralatan teknologi sudah dapat melakukan pengambilan
keputusan sendiri yang dilakukan secara elektronik. Bagaimana komentar
Ananda tentang hal tersebut?
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
F. Refleksi
1. Bersyukur Ananda telah melakukan pembelajaran dan mengikuti setiap aktivitas
pembelajaran dari aktivitas 1 sampai aktivitas 5 maka Ananda sudah melakukan
kegiatan mengidentifikasi dan analisis produk elektronika sistem pengendali
sederhana yang digunakan di rumah, menggambar rangkaian komponen produk
elektronika sistem pengendali sederhana sesuai dengan yang dianalisi di rumah
dan lingkungan sekitar Ananda masing masing.
2. Sikap dan karakter yang telah Ananda lakukan pada saat pembelajaran berupa
berdoa, bersyukur, mandiri, terliti/cermat, kreatif, dan inovatif merupakan tingkat
pencapaian sikap dan karakter yang tidak terpisahkan dari proses yang Ananda
lakukan pada saat pembelajaran.
3. Kegiatan literasi sebagaimana yang Ananda lakukan dalam setiap aktivitas
pembelajaran mulai dari mengidentifikasi, menganalisis, dan menggambar
rangkaian produk elektronika sistem pengendali, melakukan konversi pada sistem
bilangan serta menggunakan referensi uraian perkebangan teknologi pengendali.
4. Oleh sebab itu setelah melakukan pembelajaran jika Ananda telah memperoleh
capaian kompetensi minimal sama dengan minimal ketuntasan 80% untuk aspek
pengetahuan dan aspek keterampilan serta predikat minimal baik untuk aspek
sikap, Ananda dipersilahkan untuk mengikuti pembelajaran berikutnya.
68
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
G. Rubrik Penilaian/Kunci Jawaban/Pedoman Penskoran/Penjelasan Jawaban
1. Pada penilain diri tentang sikap, Ananda dapat mengikuti pembelajaran
selanjutnya apabila Ananda mendapat predikat Baik dalam penilaian sikap, untuk
itu Ananda dapat mengihitung nilai dan predikat Ananda dengan panduan
berikut.
Skor: Ya = 1 Tidak = 0
Nilai Akhir = Jumlah Ya x 100%
5 (skor maksimum)
Predikat nilai Sikap
88 – 100 = Sangat Baik
75 – 87 = Baik
70 – 74 = Cukup
< 70 = Kurang
2. Rubrik Penilaian dan Panduan Tes Penugasan.
LK Instrumen Bobot Skor yang Panduan
Skor diperoleh Skor
LK.1 Ananda dapat mengidentifikasi 10 Terpenuhi:
produk elektronika sistem 1. 4 = 100%
pengendali di rumah dan sekitarnya 2. 3 = 75%
3. 2 = 50 %
Ananda dapat menentukan 25
komponen sistem pengendali yang
digunakan
Skala Skor 2 4. 1 = 25 %
Ananda dapat menjelaskan fungsi 20
komponen sistem pengendali yang
telah diidentifikasi di rumah dan
sekitarnya.
69
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
LK Instrumen Bobot Skor yang Panduan
LK.2 Skor diperoleh Skor
Ananda dapat menganalisis bagian- 10
bagian produk yang terdapat pada
produk tersebut
Ananda dapat menganalisis 10
komponen sistem pengendali yang
digunakan dalam produk tersebut
Ananda dapat menganalisis cara 25
kerja produk elektronik sistem
pengendalai dan gerbang logika
yang digunakan dalam produk
tersebut
Ananda dapat menganalisis fungsi 10
dan manfaat kebutuhan produk
elektronik tersebut
Jumlah Skor 100
3. Rubrik Penilaian dan panduan penskoran untuk keterampilan tes praktik
menggambar rangkaian komponen produk elektronika analog sederhana
Instrumen Skala Skor
3 21
1. Menentukan komponen
2. Menggambar simbol komponen
3. Menentukan keterangan simbol/gambar
4. Merangkai sombol komponen
5. Memberi keterangan gambar rangkaian
komponen ….
Jumlah Skor
Skor maksimum 15
70
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
Panduan Penskoran:
Nilai Deskripsi
3 melakukan kegiatan sesuai dengan prosedur dan prinsip-
prinsip yang tepat
2 melakukan kegiatan sesuai dengan prosedur dan prinsip-
prinsip yang kurang tepat
1 melakukan kegiatan tidak sesuai dengan prosedur dan
prinsip-prinsip yang kurang tepat
Nilai Akhir = Jumlah skor x 100%
Skor maksimum
71
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
EVALUASI
A. Naskah Soal
Pilihlah salah satu jawaban a, b, c, d yang paling benar!
1 Fungsi perangkat elektronika yang dapat mengkonversikan tegangan dan arus
listrik AC (bolak-balik) menjadi tegangan dan arus listrik DC (searah)
merupakan fungsi ….
A. generation
B. rectification
C. control
D. amplification
2 Komponen Pasif yang dapat menyimpan muatan listrik dalam waktu sementara
merupakan komponen elektronika bernama ….
A. transistor
B. resistor
C. kapasitor
D. induktor
Untuk soal nomor 3 dan 4 perhatikan Gambar berikut!
72
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
3 Berdasarkan gambar tersebut simbol komponen elektronika yang ditunjukan
pada nomor II adalah ….
A. transistor
B. resistor
C. kapasitor
D. inductor
4 Berdasarkan gambar tersebut, simbol komponen saklar ditunjukan pada nomor
....
A. I
B. II
C. III
D. IV
5 Perhatikan gambar komponen elektronika berikut! III IV
I II
Berdasarkan gambar tersebut komponen elektronika yang dikategorikan aktif
ditunjukan pada nomor ....
A. I dan II
B. II dan III
C. III dan IV
D. I dan IV
73
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
6 Perhatikan gambar komponen elektronika berikut! III IV
I II
Berdasarkan gambar tersebut komponen elektronika yang dikategorikan
komponen elektronika digital ditunjukan pada nomor ....
A. I
B. II
C. III
D. IV
7 Dalam sistem bilangan digital terdapat bilangan binary, jika bilangan binarynya
111112 jika dikonversi kedalam bilangan desimal hasilnya adalah ….
A. 17
B. 21
C. 23
D. 31
8 Dalam sistem bilangan digital terdapat juga bilangan heksadesimal, jika
bilangan heksadesimalnya 3A7E916 jika dikonversi kedalam bilangan desimal
hasilnya adalah ….
A. 239577
B. 239593
C. 243673
D. 243689
74
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
9 Perhatikan peralatan teknologi berikut!
1. Lampu penerangan jalan
2. Alarm pendeteksi Kebakaran
3. Alarm Anti Pencuri
4. Alat Pengering tangan otomasi
Berdasarkan peralatan teknologi tersebut yang menggunakan sensor gerak
ditunjukan pada nomor ….
A. 1 dan 2
B. 2 dan 3
C. 3 dan 4
D. 1 dan 4
10 Dalam sebuah gerbang keputusan input A = 1 (true) dan input B = 0 (false) atau
sebaliknya maka output Q = 0 (false) dan Jika input A = 1(true) dan input B = 1
(true) maka output Q = 1 (true) yang demikian adalah gerbang logikanya adalah
….
A. AND
B. OR
C. NOT
D. NOTOR
75
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
B. Kunci Jawaban,
1. B. Rectification/ Penyearah (fungsi perangkat elektronika yang dapat
mengkonversikan tegangan dan arus listrik AC (bolak-balik) menjadi tegangan
dan arus listrik DC (searah)
2. C. Kapasitor (Komponen Pasif yang dapat menyimpan muatan listrik dalam
waktu sementara merupakan komponen elektronika)
3. A. Transistor
gambar simbol transistor adalah
4. D. IV (gambar simbol no IV adalah saklar dengan simbol
5. B. II dan III ( gambar II dan III terdiri atas transistor dan diode yang merupakan
komponen aktif sedangkan gambar I dan IV terdiri atas inductor dan kapasitor
yang merupakan komponen pasif
6. D. IV (gambar tersebut adalah komponen IC yang merupakan komponen
elektroni digital.) gamba I, II, III adalah komponen analog terdiri atas inductor,
resistor, dan diode)
7. D. 31 ( (1 x 24) + (1 x 23) + (1 x 22) + (1 + 21) + (1 x 20)= 31
8. B. 243689 (3A7E916 = (3 x 164) + (10 x 163) + (7 x 162) + (14 + 161) + (9 x 160)=
239593
76
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
9. C. 3 dan 4 (Alarm Anti Pencuri menggunakan sensor gerak inpunya adalah
pergerakan tubuh, dan Alat Pengering tangan otomasi sensor gerak inpunya
adalah gerakan tangan pada sensor)
10. A. AND (perhatikah tabel kebenarannya)
MASUKAN KELUARAN
A BQ
0 00
0 10
1 00
1 11
C. Panduan Skor
No. Bobot
Soal nilai
11
21
31
41
51
61
71
81
91
10 1
Total 10
Nilai Akhir = Nilai perolehan x 100%
Nilai maksimum
77
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
GLOSARIUM
AC (Alternating Current) atau arus listrik AC adalah listrik yang besar dan memiliki
arah arus listrik yang bolak balik atau selalu berubah-ubah.
DC (Direct Current) adalah arus listrik searah.
Elektron adalah partikel subatom yang bermuatan negatif dan umumnya ditulis
sebagai e-
Electroplating adalah proses melapiskan suatu logam (atau bahan lainnya) dengan
logam lain dengan bantuan arus listrik sehingga kualitas dari logam pelapis juga dapat
dimiliki oleh materi yang akan dilapis.
Farad (simbol: F ) adalah satuan turunan SI dari kapasitansi listrik, kemampuan benda
untuk menyimpan muatan listrik.
Gerbang AND artinya outputnya memiliki nilai 1 jika input A dan input B keduanya
merupakan bilangan biner 1.
Gerbang NOR adalah logika komplemen dari OR.
Gerbang OR artinya outputnya adalah 1 jika salah satu atau kedua input A dan B
bernilai 1. Dalam hal lain outputnya adalah 0.
Gerbang NADN adalah gerbang logika yang merupakan komplementer gerbang AND.
Gerbang XNOR adalah Gerbang yang menghasilkan logika biner 1 apabila input A
dan B dijumlahkan bernilai ganjil. Dalam hal lain outputnya adalah 0.
Transducer (Transduser) adalah suatu alat yang dapat mengubah suatu bentuk energi
ke bentuk energi lainnya.
VARCO (Variable Condensator) yang terbuat dari Logam dengan ukuran yang lebih
besar dan pada umumnya digunakan untuk memilih Gelombang Frekuensi pada
Rangkaian Radio.
78
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
DAFTAR PUSTAKA
Suci Paresti, Dewi Sri Handayani Nuswantari, Erny Yuliani, dan Indra Samsudin.
(2017) Buku Prakarya SMP Kelas VII Semester 1. Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan
Tim Direktorat SMP. (2017). Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan
Sekolah Menengah Pertama. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Tim Direktorat SMP. (2016). Panduan Pembelajaran Untuk Sekolah Menengah
Pertama. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Tim Bina Diktek PTD Indonesia. (2012). Teknologi Pengendali untuk SMP RSBI Kelas
IX. Bina Diktek PTD Indonesia
Tim Fakultas Teknik UNY. (2003). Modul Dasar Elektronika Analog dan Digital.
Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Departemen Pendidikan Nasional.
Iwan Setiawan <stwn at unsoed.ac.id> (2013). Konsep Analog-Digital dan Sistem
Digital. Teknik Digital (TKE071207) Program Studi Teknik Elektro, Unsoed
https://ee.unsoed.ac.id/~stwn/kul/tke071207/tekdig-2013-1.pdf
79
Prakarya Aspek Rekayasa Kelas IX
80
MODUL PEMBELAJARAN JARAK JAUH
PADA MASA PANDEMI COVID 19
UNTUK JENJANG SMP
Mata Pelajaran
Prakarya Aspek Budidaya
Kelas IX
Semester Gasal
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama
Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar, Dan Pendidikan Menengah
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI
i
Identitas Penulis dan Penerbit
Hak Cipta © 2020 pada Direktorat Sekolah Menengah Pertama
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan
Pendidikan Menengah - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI
Dilindungi Undang-Undang
MILIK NEGARA
TIDAK DIPERDAGANGKAN
BUDIDAYA IKAN HIAS
Pengarah:
Drs. Mulyatsyah, MM
(Direktur Sekolah Menengah Pertama)
Penanggung jawab:
Ninik Purwaning Setyorini, MA
(Koordinator Bidang Penilaian)
Penulis:
Nina Suprihatin, S.Pd. (SMPN 157 DKI Jakarta)
Penelaah:
Dr. Yulia Rahmawati, M. Si. (FPTK Univ. Pendidikan Indonesia, Bandung, Jawa
Barat)
Editor:
Noprigawati
Desain dan Tata Letak:
1. Renaldo Rizqi Yanuar, M.Pd
2. Choirul Abdul Jabar Malik, S.Pd
3. Muhammad Haris Fajar Rahmatullah, A.Md.Ak
4. Aqwa Abdillah
Cover Picture :
Freepik
ii
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat-Nya, kami
dapat melaksanakan salah satu tugas dan fungsi Direktorat Sekolah Menengah
Pertama (SMP) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 9 Tahun 2020, tentang Perubahan atas
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 45 Tahun 2019, tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, antara lain
“pelaksanaan kebijakan penjaminan mutu di bidang penilaian pada sekolah
menengah pertama” dan “fasilitasi penyelenggaraan di bidang penilaian pada
sekolah menengah pertama”.
Sejalan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut serta beberapa
kebijakan dan regulasi terkait lainnya, khususnya kebijakan dan regulasi yang
terkait dengan pelaksanaan pendidikan pada masa pandemi Covid-19, kami telah
berhasil menyusun sejumlah modul dari sembilan mata pelajaran, yang disesuaikan
dengan kebijakan kurikulum kondisi khusus dan pelaksanaan Pembelajaran Jarak
Jauh (PJJ) pada masa pandemi Covid-19 untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama
(SMP). Selain itu, telah dihasilkan pula buku Pedoman Pengelolaan Pembelajaran
Jarak Jauh jenjang SMP pada masa pandemi Covid-19. Penyiapan dokumen-
dokumen tersebut dilakukan dalam rangka mendukung pelaksanaan kebijakan
penjaminan mutu dan pemberian fasilitasi penyelenggaraan pendidikan, khususnya
untuk jenjang SMP pada masa pandemi Covid-19 ini.
Besar harapan kami, agar dokumen-dokumen yang telah dihasilkan oleh
Direktorat SMP bersama tim penulis yang berasal dari unsur akademisi dan praktisi
pendidikan tersebut, dapat dimanfaatkan secara optimal oleh semua pihak terkait,
baik dari unsur dinas pendidikan kabupaten/kota, para pendidik, dan tenaga
kependidikan, sehingga pada akhirnya dapat menjadi bagian alternatif yang dapat
membantu sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan.
iii
Kami menyadari bahwa dokumen yang dihasilkan ini masih terdapat banyak
kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari
berbagai pihak, untuk perbaikan dan penyempurnaan lebih lanjut.
Kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-
tingginya atas peran serta aktif dari berbagai pihak dalam penyusunan semua
dokumen yang dikeluarkan oleh Direktorat SMP tahun 2020 ini. Secara khusus
diucapkan terima kasih dan penghargaan kepada tim penyusun yang telah bekerja
keras dalam menuntaskan penyusunan dokumen-dokumen tersebut.
Jakarta, September 2020
Direktur Sekolah Menengah Pertama,
Drs. Mulyatsyah, MM
NIP 19640714 199303 1 001
iv
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ......................................................................................... iii
DAFTAR ISI......................................................................................................... v
PENDAHULUAN ................................................................................... vi
PEMETAAN KOMPETENSI................................................................... 2
MODUL 1 ................................................................................................. 4
Pembelajaran 1................................................................................... 5
Pembelajaran 2................................................................................... 26
Pembelajaran 3................................................................................... 44
Pembelajaran 4................................................................................... 60
EVALUASI............................................................................................... 76
RUBRIK PENILAIAN DAN KUNCI JAWABAN ................................. 81
GLOSARIUM ........................................................................................... 84
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 86
v
PENDAHULUAN
Modul ini merupakan bahan ajar berseri yang dirancang untuk Ananda
gunakan dalam belajar mandiri. Modul ini akan membantu dan memberikan
pengalaman belajar yang bermakna bagi Ananda untuk mencapai kompetensi yang
dituju secara mandiri.
Sebagai bahan ajar, unsur-unsur pokok modul ini terdiri atas (a) tujuan
pembelajaran, (b) aktivitas pembelajaran, dan (c) evaluasi. Tujuan pembelajaran
menjadi sasaran penguasaan kompetensi yang dituju dalam belajar. Aktivitas
pembelajaran berupa aktivitas-aktivitas yang Ananda akan lakukan agar
memperoleh pengalaman-pengalaman belajar yang bermakna dalam mencapai
tujuan pembelajaran. Evaluasi ialah proses penentuan kesesuaian antara proses dan
hasil belajar dengan tujuan pembelajaran. Dalam hal ini, evaluasi bertujuan untuk
memberikan latihan sekaligus mengukur tingkat ketercapaian kompetensi yang
Ananda peroleh sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan pada
bagian awal modul.
Modul ini menggunakan pendekatan belajar tuntas. Dalam hal ini Ananda
harus mencapai tingkat ketuntasan kompetensi tertentu sebelum Ananda
melanjutkan untuk pencapaian kompetensi selanjutnya pada modul berikutnya.
Belajar mandiri ialah proses belajar aktif yang Ananda akan lakukan dengan
menggunakan modul ini. Dalam belajar aktif tersebut dibutuhkan dorongan niat
atau motif Ananda untuk menguasai kompetensi yang telah ditetapkan pada bagian
awal modul. Sasaran utama dalam belajar mandiri tersebut ialah Ananda dapat
memperoleh kompetensi yang telah ditetapkan serta memperoleh kemandirian
dalam belajar.
vi
Aktivitas pembelajaran dalam modul ini berpusat pada diri Ananda, bukan
pada guru maupun materi ajar. Artinya, Ananda merupakan subjek yang aktif dan
bertanggung jawab dalam pembelajaran Ananda sendiri sesuai dengan kecepatan
belajar Ananda.
Strategi pembelajaran dalam modul ini memfasilitasi pengalaman belajar
bermakna. Selain memperoleh kompetensi utama, yaitu kompetensi yang
ditetapkan pada tujuan pembelajaran, Ananda juga akan memperoleh pengalaman
belajar terkait dengan pengembangan karakter, literasi, berpikir kritis, kreativitas,
kolaborasi, dan komunikasi efektif.
Modul ini juga dapat digunakan oleh orang tua Ananda secara mandiri untuk
mendukung aktivitas belajar Ananda di rumah. Dukungan orang tua sangat
diharapkan agar Ananda benar-benar memiliki kebiasaan belajar yang mandiri dan
bertanggungjawab. Orang tua juga diharapkan menyediakan diri untuk berdiskusi
dan terlibat dalam aktivitas belajar jika Ananda membutuhkannya.
Aktivitas-aktivitas belajar Ananda dalam modul ini ini sedapat mungkin
memaksimalkan potensi semua sumber belajar yang ada di lingkungan sekitar
Ananda. Amatilah dan manfaatkanlah.
Setiap aktivitas pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi Ananda,
orang tua, guru, sekolah, dan lingkungan sekitar. Bagaimanapun utamakan
kesehatan. Jangan melakukan hal-hal yang membahayakan kesehatan diri sendiri,
keluarga, guru, sekolah, dan lingkungan Ananda.
Tetap semangat dan selamat belajar!
vii
MODUL
PRAKARYA
ASPEK BUDIDAYA
KELAS IX
BUDIDAYA IKAN HIAS
1
PEMETAAN KOMPETENSI UNTUK
MODUL 1
MENJELASKAN MENJELASKAN MENGIDENTIFIKASI
MACAM RAGAM MACAM RAGAM IKAN MANFAAT IKAN
IKAN HIAS HIAS AIR TAWAR HIAS SESUAI
WILAYAH
MENGELOMPOKKAN SETEMPAT
IKAN HIAS BERDASAKAN
HABITAT
MENJELASKAN MENGIDENTIFI
MACAM RAGAM IKAN KASI CIRI
HIAS AIR LAUT MORFOLOGIS
IKAN HIAS
MENGIDENTI
FIKASI
TAHAPAN
BUDIDAYA
IKAN HIAS
MEMPRAKTIKKAN
BUDIDAYA IKAN HIAS
DI WLAYAH MASING-
MASING
MEMPRESENTASIKAN
HASIL BUDIDAYA
IKAN HIAS DI RUMAH
MASING-MASING
2
KD KOMPETENSI DASAR INDIKATOR
3.3 Memahami komoditas ikan hias Peserta didik mampu menjelaskan
yang dapat dikembangkan pendapat tentang keberagaman ikan
sesuai kebutuhan wilayah hias yang ada diwilayah masing-
setempat masing sebagai ungkapan rasa bangga
dan wujud rasa syukur kepada Tuhan
serta bangsa Indonesia
4.3 Menentukan komoditas ikan Peserta didik dapat memilih cara
hias yang dapat dikembangkan pembuatan, jenis, sarana produksi, dan
sesuai kebutuhan wilayah teknik pembuatan wadah dan budi
setempat daya ikan hias yang ada di wilayah
setempat berdasarkan rasa ingin tahu
dan peduli lingkungan
3.4 Memahami tahapan budidaya Peserta didik mampu menjelaskan
(pembesaran) ikan hias pembuatan wadah budi daya dan
pemeliharaan (pembesaran) ikan hias
berdasarkan orisinalitas ide yang jujur
terhadap diri sendiri.
4.4 Mempraktikkan budidaya Mempraktikkan, mendemonstrasikan
(pembesaran) ikan hias dan mempresentasikan pembuatan
wadah dan pemeliharaan (pembesaran)
ikan hias di wilayah setempat
berdasarkan teknik dan prosedur yang
tepat dengan disiplin dan tanggung
jawab.
3
MODUL 1
BUDIDAYA IKAN HIAS YANG MENJANJIKAN
Kompetensi Dasar
3.3. Memahami komoditas ikan hias yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan
wilayah setempat
4.3. Menentukan komoditas ikan hias yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan
wilayah setempat
3.4. Memahami tahapan budidaya (pembesaran) ikan hias
4.4. Mempraktikkan budidaya (pembesaran) ikan hias
4
PEMBELAJARAN 1
A. Peran Guru Dan Orangtua
Peran guru dalam pembelajaran menggunakan unit modul ini adalah
1. Memfasilitasi sumber dan media dalam pembelajaran untuk bisa diakses dan
dipastikan diterima terutama modul ini beserta lembar kerjanya, serta dapat
digunakan oleh siswa baik dalam jaringan (daring/online) atau luar jaringan
(luring/offline) seperti (WhatsApp, posel (pos elektronik/e-mail), google classroom
dsb.).
2. Memfasilitasi siswa berupa instruksi pembelajaran baik langsung maupun tidak
langsung menggunakan media offline atau online.
3. Merespon setia permasalah kesulitan pembelajaran baik dalam menggunakan unit
modul ini atau pertanyaan yang berhubungan langsung dalam pelaksanaan
pembelajaran.
4. Jika dimungkinkan guru membuat/membuka kelas maya pada Learning
Management System (LMS) seperti menggunakan google classroom dan siswa
dapat bergabung (join), seluruh aktivias pembelajaran dapat dimasukan kedalam
Classwork (penugasan) dan dapat melampirkan sumber pembelajaran, lembar kerja
dan tes formatif/sumatif
Peran orang tua terkait pembelajaran peserta didik dalam menggunakan unit modul ini
adalah
1. Memastikan putra/putrinya siap untuk memulai pembelajaran dengan unit modul
ini
2. Memfasilitasi putra/putrinya dalam penggunaan bahan, alat, media dan sumber
baik offline atau online yang mendukung pembelajaran menggunakan unit modul
ini.
3. Memastikan putra/putrinya memahami setiap instruksi yang terdapat unit modul
ini.
4. Memastikan keberlangsung putra/putrinya dalam keterlibatan pembelajaran melalui
pengawasan langsung atau tidak langsung terutama dalam penggunaan alat dalam
membuat penyajian dan kemasan produk kerajinan dengan mengutamakan
prosedur yang benar dan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja)
5. Berkoodinasi dengan wali kelas/guru jika terjadi permasalah dalam persiapan dan
pelaksanaan pembelajaran menggunakan unit modul ini.
5
B. Tujuan Pembelajaran Modul
Setelah Menyelesaikan rangkaian pembelajaran 1
1. Ananda mampu menjelaskan pengertian budidaya pembesaran pada ikan
hias.
2. Ananda mampu membedakan jenis-jenis ikan hias.
3. Ananda mampu menerangkan karakteristik jenis-jenis ikan hias berikut
ciri-cirinya yang ada di lingkungan sekitar atau wilayah setempat dan
wilayah lainnya.
4. Ananda mampu membedakan jenis ikan hias berdasarkan habitatnya.
C. Aktivitas Pembelajaran
Pembelajaran 1
Aktivitas 1
Melakukan persiapan pembelajaran dengan melakukan:
1. Ananada silakan berdoa untuk memulai pembelajaran,
2. Silakan Ananda isi kehadiran pada tautan yang telah disiapkan oleh
guru
3. Simaklah motivasi pembelajaran yang disajikan guru melalui tautan
video berikut https://www.youtube.com/watch?v=WZm_TJ7WXAI
tentang pesan anak Indonesia untuk berkarya dan kalian dapat
menyimpulkan pesan dan makna yang disampaikan dalam video
tersebut.
4. Dimohon kepada Ananda untuk membaca dan pahami tujuan
pembelajaran yang akan Ananda capai sebelum melanjutkan
pembelajaran,
6
Aktivitas 2
Ananda sekalian pernah melihat aktivitas seperti gambar berikut;
Gambar 1.1 Penjual Ikan Hias
Sumber: Tribunesia.com
Ananda pasti sering melihat aktivitas penjualan ikan hias di sekitar
rumah atau di pasar yang dekat rumah. Nah, pada pembelajaran kali ini
Ananda akan mempelajari materi budidaya ikan hias agar Ananda dapat
memahami pengertian budidaya pembesaran ikan hias dan bagaimana cara
membudidayakan ikan hias sehingga suatu saat Ananda dapat melakukan
budidaya ikan hias yang bernilai ekonomis dan dapat menjadikan budidaya
ikan hias ini membuka lapangan perkerjaan bagi orang lain.
7
Ungkapkan Perasaanmu tetang gambar 1.1 di atas
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
Lembar Kerja 1.1
Jika Ananda memiliki akses internet silakan Ananda buka tautan berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=Hoz_UT6Q1oM
https://www.youtube.com/watch?v=49tnlSjw-kw
Pada bab sebelumnya, Ananda telah mempelajari berbagai jenis ikan konsumsi
serta proses pembudidayaannya. Pada bab ini Ananda akan diperkenalkan dengan
jenis ikan lain yang memiliki nilai ekonomis tinggi namun bukan untuk dikonsumsi
sebagai bahan pangan, yaitu berbagai jenis ikan yang dinikmati keindahannya yang
disebut dengan ikan hias (ornamental fish).
Indonesia memiliki kekayaan jenis ikan hias yang sangat beragam. Jenis-jenis
(spesies) ikan hias air tawar (freshwater ornamental fishes) yang terdapat di
Indonesia tidak kurang dari 36 % dari jumlah total spesies ikan hias dunia (± 400
spesies). Sementara itu, ikan hias air laut (marine ornamental fishes) diperkirakan
mencapai 650 spesies yang pada umumnya hidup di wilayah terumbu karang
perairan laut Indonesia yang luasnya mencapai 18 % luas terumbu karang laut
dunia.Sebagai jenis ikan yang digemari karena keindahannya, ikan hias alami
Indonesia menjadi salah satu komoditas perdagangan yang banyak diminati, baik
8
dalam perdagangan pada tingkat domestik (dalam negeri) maupun pada tingkat
internasional (ekspor).
Berdasarkan data dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO: Food and
Agriculture Organization), Indonesia merupakan salah satu dari sepuluh negara
pengekspor ikan hias terbesar dunia. Pada tahun 2008, Indonesia menempati urutan
ke delapan sebagai negara pengekspor ikan hias alam setelah Singapura pada urutan
pertama, disusul Malaysia, Thailand, Republik Czechnya, Jepang, Israel, dan
Amerika Serikat. Sedangkan pada tahun 2012, Indonesia tercatat sebagai negara
pengekspor ikan hias ke empat terbesar dunia (8 %) setelah Singapura pada urutan
pertama yang mengekspor 20 % volume ikan hias internasional, disusul Jepang
sebesar 10 %, dan Malaysia sebesar 9 %. Pada tahun 2014, Indonesia hanya
menempati urutan ke enam setelah Singapura, Jepang, Republik Czechnya,
Thailand, dan Malaysia.
9