1 PROPOSAL RANCANGAN PEMBUATAN ALAT JAM DIGITAL Oleh: Ahmad Aryanto Gandang Praceka Irfan Abdurrachman Rahmat Hidayatulloh Rivangga Dwi Putra Suryanto Sadefi Putri Dewi TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 CIMAHI 2023
KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga kami dapat melaksanakan tugas ini. Proposal ini disusun sebagai bagian dari tugas PKWU Dalam proposal ini, kami akan membahas mengenai “Pembuatan Jam Digital menggunakan RTC berbasis Arduino dan Modul ESP8266.” Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Ilham Ardian Y.,SE atas bantuannya yang telah berkontribusi dengan memberikan materi maupun pikirannya. Dan harapan kami semoga proposal ini dapat menambah pengetahuan dan memperkaya wawasan terkait Elektronika Digital terutama yang berkaitan dengan komponen Jam Digital, Arduino dan RTC bagaimana prinsip kerja, rangkaian dan alat serta bahan-bahan yang digunakan. Karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman, kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang memotivasi agar kami menjadikan hal ini sebagai pembelajaran menuju yang lebih baik lagi. Cimahi, 4 September 2023 Penulis
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................................................................................... 2 DAFTAR ISI................................................................................................................................. 3 BAB 1. PENDAHULUAN ............................................................................................................ 4 1.1 Latar Belakang................................................................................................................ 4 1.2 Perumusan Masalah......................................................................................................... 4 1.3 Tujuan ............................................................................................................................ 4 BAB 2. PEMBAHASAN............................................................................................................... 5 2.1 Jam Digital...................................................................................................................... 5 2.2 Perancangan dan Pembuatan Alat.................................................................................... 5 2.3 Cara Kerja Jam Digital.................................................................................................. 10 2.4 Kelebihan dan Kekurangan Produk................................................................................ 11 2.5 Riset pasar Jam Digital.................................................................................................. 12 BAB 3. TAHAP PELAKSANAAN.............................................................................................. 13 BAB 2. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ............................................................................ 14 4.1 Anggaran Biaya ............................................................................................................ 14 4.2 Jadwal Kegiatan............................................................................................................ 14
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi memegang peranan penting di era modernisasi seperti pada saat ini, di mana teknologi telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Melihat kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan khususnya semikonduktor yang berhubungan erat dengan bidang elektronika digital, maka segala yang berhubungan dengan masalah digital dapat diselesaikan dengan mudah. Teknologi mikrokontroler telah berkembang sangat pesat .Bukan hanya arsitekturnya saja yang semakin komplek dan memudahkan para pengembang untuk mendesain sistem elektronika canggih, tetapi kapasitas menyimpan memorinya juga semakin tinggi. Dengan keserhanaan alat yang menggunakan mikrokontroler ini penulis mencoba merancang dan membuat suatu alat jam digital menggunakan Mikrokontroler. Jam digital merupakan suatu alat yang dapat menampilkan waktu baik jam, menit, detik dan juga dapat digunakan sebagai timer sebagai penanda waktu. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, penulis menetapkan beberapa permasalahan yang ada, yaitu : 1. Bagaimana cara membuat jam digital yang dapat memberikan informasi waktu? 2. Bagaimana cara merancang modul ESP8266 dan RTC 1.3 Tujuan Sesuai dengan latar belakang dan permasalahan diatas, maka tujuan yang akan dicapai dalam sistem ini yaitu : 1. Membuat jam digital yang dapat memberikan informasi waktu 2. Mampu memprogram jam digital yang terintegrasi dengan mikrokontroler untuk mendapatkan informasi waktu. 3. Mampu merancang sebuah modul ESP8266 dan RTC
BAB 2 PEMBAHASAN 2.1 Jam Digital Jam digital adalah jenis jam yang menampilkan waktu dalam bentuk angka-angka digital, biasanya dalam format jam, menit, detik, bulan, tanggal, tahun. Ini berbeda dengan jam analog yang menunjukkan waktu dengan menggunakan jarum jam dan angka-angka di sekeliling dial jam. Jam digital menggunakan tampilan elektronik dengan menggunakan Matrix Max 7219 untuk menampilkan waktu dengan angka-angka yang mudah dibaca. Komponen Penyusun Jam Digital : 1. ESP8266 2. Matrix Max7219 3. Real Time Clock (RTC) 4. Adaptor 5. Kabel Jumper Software yang digunakan: 1. Tinkercad (untuk membuat design casing dan membuat scematic Jam digital) 2. Arduino ( untuk membuat Program Jam digital) 3. Aspire ( untuk mendesign casing sebelum ke pencetakan gambar pada Cnc) 4. Postman (aplikasi yang digunakan untuk mengirimkan perintah pengaturan waktu melalui protokol HTTP. Anda mengirim perintah dari aplikasi Postman ke ESP8266 untuk mengatur waktu jam digital) 2.2 Perancangan dan Pembuatan Alat - Tujuan dan Kebutuhan : Kemudahan pembacaan Angka-angka digital lebih mudah dibaca daripada jarum-jarum pada jam analog, terutama bagi mereka yang memiliki masalah penglihatan. Desain yang fleksibel Jam digital biasanya memiliki berbagai desain yang lebih modern dan inovatif. Ketepatan waktu, Jam digital seringkali lebih akurat daripada jam analog karena menggunakan sinyal elektronik untuk mengukur waktu, mengurangi kesalahan mekanis.
- Riset dan Analisis A. ESP8266 ESP8266 adalah modul Wi-Fi yang populer untuk pengembangan berbagai aplikasi IoT (Internet of Things). Riset dan teknologi seputar ESP8266 mencakup beberapa area penting: 1. Pemrograman ESP8266 2. menggunakan Koneksi Wi-Fi 3. Sensor dan Perangkat Keras Integrasi berbagai sensor dan perangkat keras (seperti sensor suhu, kelembaban, atau perangkat relay) dengan ESP8266 untuk mengumpulkan data atau mengendalikan perangkat fisik. 4. Protokol Komunikasi Riset dalam protokol komunikasi seperti MQTT atau HTTP untuk mentransfer data antara ESP8266 dan server atau perangkat lain. 5. Konsumsi Energi, Riset tentang cara mengoptimalkan konsumsi energi perangkat ESP8266 agar dapat beroperasi lebih lama dengan daya baterai yang terbatas. B. RTC (Real-Time Clock) 1. Osilator Kristal, RTC biasanya menggunakan osilator kristal sebagai referensi waktu. Osilator kristal ini menghasilkan gelombang sinusoidal dengan frekuensi yang sangat stabil. 2. Pemecah Frekuensi, Sinyal osilator kristal dipecahkan menjadi pulsa yang lebih rendah menggunakan pemecah frekuensi. Ini dapat menghasilkan pulsa per detik atau per menit, tergantung pada kebutuhan aplikasi. 3. Pencacah, RTC memiliki pencacah (counter) yang terhubung dengan pemecah frekuensi. Pencacah ini terus menghitung jumlah pulsa yang telah terjadi sejak saat awal (misalnya, sejak RTC dihidupkan atau saat nol waktu tertentu). 4. Memori RTC, RTC seringkali memiliki memori internal yang menyimpan data waktu saat ini. Ini termasuk informasi seperti tahun, bulan, tanggal, jam, menit, dan detik. 5. Koreksi dan Kalibrasi, RTC mungkin memiliki sirkuit khusus untuk mengkoreksi waktu jika terjadi drift (perubahan perlahan dalam frekuensi osilator kristal) atau jika ada perubahan dalam waktu standar seperti penyesuaian zona waktu atau DST (Daylight Saving Time). 6. Interaksi dengan Mikrokontroler, RTC biasanya terhubung ke mikrokontroler atau sistem yang lebih besar. Mikrokontroler dapat meminta waktu dari RTC atau mengatur waktu di RTC. 7. Menggunakan Sumber Daya Rendah, RTC biasanya dirancang untuk menggunakan daya yang sangat rendah, sehingga dapat beroperasi dalam berbagai kondisi daya, termasuk perangkat baterai. 8. Tepat Waktu, RTC ini akan terus berjalan bahkan ketika perangkat yang menggunakannya dimatikan atau dalam kondisi low power. Ini memastikan bahwa waktu tetap tepat bahkan setelah restart perangkat.
RTC sangat penting dalam berbagai aplikasi yang memerlukan pengetahuan waktu yang akurat, seperti jam, kalender, perangkat IoT, dan sistem komunikasi. Dengan menggunakan osilator kristal yang stabil dan fitur koreksi yang canggih, RTC dapat menjaga waktu yang sangat akurat selama bertahun-tahun. C. Modul matriks 32x8 Modul matriks 32x8 adalah jenis tampilan LED berukuran 32 baris dan 8 kolom yang dapat digunakan untuk menampilkan teks, gambar, atau animasi dengan cara mengontrol setiap LED individual pada matriks. Riset dan teknologi seputar modul matriks 32x8 mencakup beberapa aspek: 1. Pengendalian LED, Pengembangan teknik pengendalian yang efisien untuk mengaktifkan dan mematikan LED individu pada matriks sesuai dengan gambar atau teks yang akan ditampilkan. 2. Antarmuka, Penelitian mengenai antarmuka komunikasi yang berbeda, seperti I2C, SPI, atau UART, yang digunakan untuk menghubungkan modul matriks dengan mikrokontroler atau komputer. 3. Resolusi Tinggi, Peningkatan dalam resolusi matriks LED, termasuk modul dengan lebih banyak baris dan kolom, yang memungkinkan tampilan yang lebih rinci. 4. Animasi dan Efek Visual, Pengembangan perangkat lunak untuk membuat animasi, efek visual, dan tampilan yang dinamis pada modul matriks LED. 5. Kompatibilitas Perangkat Lunak, Peningkatan dalam kompatibilitas dengan perangkat lunak pengembangan yang berbeda, seperti Arduino IDE, Raspberry Pi, atau perangkat keras mikrokontroler lainnya. 6. Penggunaan dalam IoT, Penelitian tentang bagaimana modul matriks LED dapat digunakan dalam aplikasi IoT untuk menampilkan informasi sensor atau data real-time. 7. Aplikasi Khusus, Penggunaan modul matriks LED dalam aplikasi khusus seperti jam digital, papan pesan berjalan, papan iklan, atau tampilan informasi transportasi umum. 8. Keamanan, Keamanan terhadap potensi manipulasi data yang ditampilkan pada modul matriks, terutama jika digunakan dalam konteks yang memerlukan tampilan informasi penting atau kritis. 9. Efisiensi Energi, Pengembangan teknologi untuk mengoptimalkan konsumsi energi pada modul matriks LED untuk mengurangi dampaknya terhadap lingkungan. Riset dan teknologi seputar modul matriks 32x8 terus berkembang seiring dengan permintaan yang terus meningkat untuk aplikasi visual yang menarik dan informatif dalam berbagai sektor, termasuk periklanan, hiburan, dan IoT. D. Adaptor Riset dan teknologi seputar adaptor mencakup berbagai aspek yang terkait dengan perangkat elektronik yang digunakan untuk mengubah satu jenis antarmuka atau konektor menjadi jenis yang berbeda atau mengubah karakteristik daya listrik.
Berikut beberapa area riset yang berkaitan dengan adaptor: 1. Konversi Antarmuka, Pengembangan teknologi untuk konversi antarmuka, seperti mengubah konektor USB-C menjadi HDMI atau VGA, yang memungkinkan perangkat yang berbeda untuk terhubung satu sama lain. 2. Adaptor Daya, Riset tentang adaptor daya yang efisien dan berkelanjutan, termasuk peningkatan dalam penggunaan daya, faktor bentuk yang lebih kecil, dan pengisian daya cepat. 3. Adaptor untuk Perangkat IoT, Riset tentang adaptor khusus yang dapat digunakan dalam aplikasi Internet of Things (IoT) untuk menghubungkan berbagai sensor dan perangkat dengan jaringan. 4. Optimasi Konsumsi Daya, Peningkatan dalam efisiensi energi dan teknologi hemat daya untuk adaptor, terutama yang digunakan dalam perangkat baterai atau perangkat bergerak. 5. Adaptor untuk Sumber Energi Terbarukan, Penelitian tentang penggunaan adaptor dalam aplikasi sumber energi terbarukan seperti panel surya dan turbin angin. 6. Adaptor dalam Lingkungan yang Tidak Stabil, Riset tentang adaptor yang tahan terhadap kondisi lingkungan yang keras atau tidak stabil, seperti suhu ekstrem atau kelembaban tinggi. Adaptor adalah bagian penting dari ekosistem perangkat elektronik dan teknologi modern, memungkinkan berbagai perangkat berinteraksi dan berfungsi bersama-sama. Penelitian dan pengembangan terus berlanjut untuk meningkatkan kinerja, kompatibilitas, dan efisiensi. E. Kabel jumper Kabel jumper adalah kabel pendek dengan konektor pada kedua ujungnya yang digunakan untuk menghubungkan berbagai komponen elektronik atau sirkuit dalam percobaan, prototipe, atau proyek elektronik. Cara kerja kabel jumper relatif sederhana: 1. Menyambungkan Konektor, Salah satu ujung kabel jumper dihubungkan ke salah satu komponen atau titik dalam sirkuit elektronik yang ingin Anda sambungkan. Ini bisa menjadi mikrokontroler, papan percobaan (breadboard), sensor, atau perangkat lainnya. Ujung lainnya akan terhubung ke komponen atau titik lain yang Anda tuju. 2. Sambungkan dengan Aman, Pastikan konektor kabel jumper terpasang dengan benar dan aman. Biasanya, Anda akan mendorong konektor hingga konektor male (pin) masuk ke konektor female dengan baik, atau menyisipkan konektor pin header ke papan percobaan jika Anda menggunakan breadboard. 3. Sambungan Elektris , Kabel jumper menghubungkan kedua komponen elektronik tersebut secara elektris. Ini berarti bahwa sinyal atau daya listrik dapat mengalir dari satu komponen ke yang lain melalui kabel jumper ini. 4. Warna Kabel, Penggunaan warna yang berbeda pada kabel jumper dapat membantu Anda mengidentifikasi fungsi atau sambungan yang berbeda. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan kabel jumper merah untuk daya positif, hitam untuk ground (tanah), dan warna lain untuk sinyal atau fungsi tertentu sesuai dengan kode warna yang Anda tentukan.
5. Pemahaman Sirkuit Penting untuk memahami sirkuit Anda dan fungsi setiap kabel jumper yang Anda gunakan. Ini memastikan bahwa koneksi dibuat dengan benar dan sesuai dengan kebutuhan proyek Anda. 6. Pemeliharaan, Pastikan bahwa kabel jumper tetap dalam kondisi baik. Jika ada kerusakan pada konektor atau kabelnya, gantilah segera untuk menghindari masalah koneksi atau keselamatan. Kabel jumper adalah alat yang sangat berguna dalam elektronika karena memungkinkan penghubungan yang fleksibel antara komponen-komponen dalam sirkuit elektronik Anda tanpa perlu soldering atau penghubung permanen lainnya. Ini sangat berguna dalam eksperimen, prototyping, atau perakitan sementara. -Perancangan Detail o ESP8266 dan RTC yang akan mengendalikan dan mengukur waktu jam digital. o Tampilan (Jam, Menit, Detik, Tanggal, Bulan, Tahun). o Sumber daya listrik menggunakan Adaptor o Scematic Jam Digital menggunakan Matrix LED 7219, ESP8266 dan RTC o Diagram Blok cara kerjanya
Perintah pengaturan waktu oleh postman o Flowchart Pembuatan Jam digital START Read Tanggal, Bulan, Tahun oleh ESP8266 Menampilkan Waktu yang dibaca dari RTC Pada matriks 32x8 -Pemilihan Material dan Komponen Casing jam digital menggunakan Triplek. Dan membeli komponen elektronik, seperti ESP8266, RTC, Matrix 32 x 8, adaptor dan kabel Jumper. Menghubungkan ESP8266 dengan wifi pengguna Postman Deklarasi Waktu, Jam, Menit, Detik, Tanggal, Bulan, Tahun. Deklarasi Waktu, Jam, Menit, Detik, Tanggal, Bulan, Tahun oleh RTC
-Pembuatan Prototype Design dibuat Menggunakan kayu triplek yang memberikan kesan natural, minimalis namun terlihat modern. Bahan ringan dan sudah di lapisi dengan anti rayap sehingga awet -Pengujian dan Evaluasi Uji prototipe secara menyeluruh untuk memastikan bahwa jam digital memenuhi tujuan dan kebutuhan yang telah ditetapkan. Evaluasi kinerja jam digital dan identifikasi masalah yang perlu diperbaiki. -Perbaikan dan Revisi Berdasarkan hasil pengujian, lakukan perbaikan dan revisi pada desain dan prototipe jam digital. Ulangi proses pengujian jika diperlukan. 2.3 Cara Kerja Jam Digital Cara kerja jam digital dengan ESP8266, RTC, dan matriks 32x8 melibatkan beberapa tahapan: 1. Inisialisasi Perangkat Keras ESP8266 digunakan sebagai otak jam digital. RTC (misalnya, DS3231) dihubungkan melalui I2C untuk menyediakan waktu yang akurat. Matriks 32x8 dihubungkan dengan ESP8266 melalui protokol seperti MAX7219 untuk menampilkan waktu. 2. Koneksi ke Jaringan Wi-Fi ESP8266 harus terhubung ke jaringan Wi-Fi agar dapat menerima perintah pengaturan waktu dari Postman. 3. Membaca Waktu RTC ESP8266 membaca waktu saat ini dari RTC secara berkala (misalnya, setiap detik). 4. Tampilan Waktu pada Matriks Waktu yang dibaca dari RTC ditampilkan pada matriks 32x8. Ini melibatkan konversi waktu menjadi format yang sesuai dan kemudian mengatur matriks untuk menampilkan digit jam, menit, dan detik. 5. Mendengarkan Permintaan dari Postman ESP8266 juga berfungsi sebagai server web sederhana. Ini mendengarkan permintaan HTTP yang masuk, terutama dari Postman.
6. Permintaan Pengaturan Waktu Ketika ESP8266 menerima permintaan HTTP dari Postman untuk mengatur waktu, itu memproses permintaan tersebut. 7. Parsing Data Permintaan Data yang dikirimkan oleh Postman harus di-parse untuk mendapatkan nilai waktu yang baru (jam, menit, detik, tanggal, bulan, tahun). 8. Mengatur Waktu RTC Setelah data parsing berhasil, ESP8266 mengatur waktu pada RTC dengan nilai yang baru. 9. Balasan Kepada Postman Setelah berhasil mengatur waktu, ESP8266 merespons permintaan HTTP dari Postman dengan status sukses. 10. Pengujian Anda dapat menggunakan Postman untuk mengirimkan permintaan untuk mengatur waktu dan memastikan bahwa jam digital menampilkan waktu yang sesuai 2.4 Kelebihan dan Kekurangan Produk Jam digital memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan oleh konsumen saat membeli atau menggunakan jam tersebut. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan jam digital di pasaran: Kelebihan Jam Digital: 1. Akurasi Tinggi: Jam digital cenderung lebih akurat dalam menunjukkan waktu dibandingkan dengan jam analog karena mereka tidak terpengaruh oleh pergerakan mekanis yang dapat mengakibatkan ketidakakuratan. 2. Kemudahan Pembacaan: Tampilan digital dengan angka-angka yang jelas membuat jam digital mudah dibaca, terutama bagi orang-orang dengan masalah penglihatan atau kesulitan membaca jarum jam. 3. Fitur Tambahan: Banyak jam digital dilengkapi dengan berbagai fitur tambahan seperti alarm, kalendar, penghitung waktu mundur, dan bahkan fitur cerdas pada jam tangan pintar (smartwatch). 4. Desain yang Variatif: Jam digital datang dalam berbagai desain dan gaya, sehingga pengguna memiliki banyak pilihan untuk menyesuaikan jam digital dengan preferensi mereka. 5. Kemudahan Pemeliharaan: Jam digital cenderung memerlukan pemeliharaan yang lebih sedikit daripada jam analog karena tidak memiliki mekanisme bergerak yang perlu diservis secara rutin. 6. Konsumsi Energi yang Efisien: Beberapa jam digital dapat bekerja dengan konsumsi daya yang rendah, terutama jam digital dengan tampilannya. 7. Konektivitas dan Fungsionalitas Tinggi: Jam digital cerdas (smartwatch) memiliki kemampuan konektivitas yang tinggi, memungkinkan pengguna untuk mengakses berbagai aplikasi dan layanan online. Kekurangan Jam Digital: 1. Kurangnya Nuansa Artistik: Beberapa orang menganggap jam analog memiliki estetika yang lebih tinggi daripada jam digital karena jarum-jarum dan dial mereka.
2. Ketergantungan pada Baterai atau Daya Listrik: Jam digital bergantung pada sumber daya seperti baterai atau listrik, yang dapat habis atau terganggu jika terjadi pemadaman listrik. 3. Keterbatasan dalam Gaya dan Klasikisme: Jam digital cenderung kurang cocok untuk lingkungan yang mementingkan gaya klasik atau tradisional. 4. Kerentanan terhadap Gangguan Elektronik: Jam digital dapat rentan terhadap gangguan elektronik atau pemrograman yang dapat menyebabkan kerusakan atau gangguan dalam tampilan atau fungsi jam. 5. Harga yang Tinggi untuk Jam Digital Cerdas: Jam digital cerdas (smartwatch) seringkali lebih mahal daripada jam tangan analog atau digital biasa. 2.5 Riset Pasar Jam Digital 1. Pertumbuhan Pasar yang Stabil: Pasar jam digital telah menunjukkan pertumbuhan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan berkembangnya pasar jam digital cerdas (smartwatch) yang memiliki berbagai fitur tambahan. 2. Peningkatan Permintaan untuk Jam Digital Cerdas: Jam tangan pintar semakin populer, terutama di kalangan konsumen yang aktif secara fisik, penggunaan teknologi kesehatan, dan konektivitas ke perangkat lainnya. 3. Inovasi Teknologi: Terdapat inovasi yang terus-menerus dalam teknologi jam digital, termasuk pengembangan tampilan yang lebih canggih, pemantauan kesehatan yang lebih baik, dan konektivitas yang ditingkatkan. 4. Pertumbuhan Penjualan Online: Penjualan jam digital secara online semakin mendominasi pasar, dengan banyak konsumen yang membeli produk ini melalui platform e-commerce. 5. Kepedulian terhadap Lingkungan: Ada peningkatan kesadaran akan dampak lingkungan dari produk-produk elektronik, termasuk jam digital. Oleh karena itu, permintaan untuk produk yang ramah lingkungan dapat menjadi faktor penting dalam pasar ini. 6. Persaingan yang Kuat: Pasar jam digital sangat kompetitif, dengan banyak merek yang bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar. Ini dapat mengakibatkan tekanan harga dan peningkatan dalam inovasi produk. 7. Segmentasi Pasar yang Kuat: Pasar jam digital dapat tersegmentasi berdasarkan faktorfaktor seperti gaya, tujuan penggunaan, dan kelas harga. Segmentasi yang baik dapat membantu merek menargetkan konsumen yang paling cocok dengan produk mereka. 8. Keinginan akan Personalisasi: Konsumen cenderung mencari produk jam digital yang dapat dipersonalisasi, baik dari segi desain fisik maupun fitur yang ditawarkan. 9. Perkembangan Fitur Tambahan: Konsumen semakin mencari jam digital dengan fitur tambahan seperti pemantauan aktivitas fisik, pemantauan tidur, penerimaan panggilan, dan integrasi dengan aplikasi smartphone. 10. Perhatian pada Keamanan Data: Dalam konteks jam digital cerdas, perhatian terhadap keamanan data pengguna semakin meningkat, dan merek yang dapat memberikan solusi keamanan yang kuat dapat memiliki keunggulan kompetitif.
BAB 3 TAHAP PELAKSANAAN A. Studi Literatur Pada tahap ini dilakukannya pencarian informasi mengenai penggunaan Mikrokontroler Arduino Mega, Real Time Clock (RTC) Module, Liquid Crystal Display (LCD), Studi literatur merupakan metode pengumpulan data yang dapat mendukung dalam proses penulisan dan pembuatan sistem yang akan dibuat. B. Perencanaan Perencanaan dilakukan dengan perancangan desain sistem yang akan bekerja sebagaimana mestinya. Pada sistem ini akan dimodifikasi antara perangkat keras dan perangkat lunak. Dalam perancangan perangkat keras dimulai menentukan komponen dan skema rangkaian perangkat keras tersebut. Sedangkan pada perancangan perangkat lunak dilakukan dengan merancang diagram blok sistem, perancangan flowchart, pemilihan perangkat lunak yang akan digunakan serta perancangan algoritma program. C. Perakitan Setelah melakukan perancangan mulai dari fungsi, bentuk fisik, hingga komponen yang akan digunakan, maka kelompok melakukan pembuatan alat yang sudah ditentukan. Dimulai dari rekaman audio pemberi informasi waktu terkini yang akan digunakan sebagai keluaran. Kemudian membuat prototipe rangkaian dan konfigurasi modul Real Time Clock (RTC). Pembuatan rangkaian ini belum dipasangkan di jam digital. Hanya sebatas membuat rangkaian dasar. Setelah selesai rangkaian dasarnya, program ditransfer kedalam mikrokontroler arduino mega sebagai pengatur fungsi sebagaimana mestinya. Hal ini dilakukan sekaligus untuk menguji sistem sebelum dimasukkan kedalam jam digital. Terakhir, kelompok memasang rangkaian yang sebelumnya telah dirakit kedalam jam digital dan melakukan sinkronisasi waktu meliputi hari, tanggal dan juga jam. D. Pengujian Sistem Setelah semua perangkaian selesai, kelompok melihat apakah ada kecacatan produksi dari alat yang dibuat. Pengujian dilakukan sebanyak dua tahap. Pertama, uji coba sistem sebelum direalisasikan menjadi jam digital. Kemudian dilakukan dengan objek manusia. Pada uji coba yang kedua, kelompok mencoba sendiri sebelum mencobanya pada penyandang tunanetra. Apabila terdapat kesalahan maka kelompok akan melakukan perbaikan. Jika tidak terdapat kesalahan, tetap dilakukan uji coba dengan penyandang tunanetra yang berbeda dan kemudian kelompok melakukan pengujian alat pada berbagai situasi dan medan yang berbeda. Apabila terdapat error saat pengujian alat maka kelompok melakukan perakitan ulang. Jika dipastikan tidak terdapat error maka kelompok akan melanjutkan finishing pada alat agar terlihat lebih rapih dan nyaman,
BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.1 Anggaran Biaya Pengeluaran NO Nama Barang Rincian Biaya Jumlah Satuan Harga Total Biaya 1. Pembelian Komponen a. ESP8266 1 pcs 40.000,00 Rp40.000,00 b. Module RTC 1 pcs 15.000,00 Rp15.000,00 c. Modul Matrix 32x8 1 pcs 43.000,00 Rp43.000,00 d. Jumper 1 pcs 10.000,00 Rp10.000,00 e. Adaptor 1,5 meter 50.000,00 Rp50.000,00 2. Pembelian bahan Case a. Triplek 1 Lembar 80.000,00 Rp80.000,00 Total Rp238.000,00 4.2 Jadwal Kegiatan No Deskripsi September 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 1 Perencanaan 2 Pembelian komponen & Alat 3 Pemrograman 4 Pembuatan hardware 5 Pembuatan casing 6 Finishing & Uji coba
Lembar Pengesahan