The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by febrianrizki213, 2022-11-28 07:37:54

BAHAN AJAR Pertemuan 2

BAHAN AJAR Pertemuan 2

BAHAN AJAR

Nama Sekolah : SMP Negeri 1 Mangunjaya

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester : VII/2

Materi Pokok : Cerita Fabel

Alokasi Waktu : 2 X 40 Menit (4 JP)

Pertemuan :2

A. Kompetensi Inti
KI-1: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI-2: Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi,gotong

royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI-3: Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena
dan kejadian tampak mata.
KI-4: Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Indikator Pendukung

3.12. Menelaah struktur dan 3.12.1 Menentukan struktur teks cerita fabel yang

kebahasaan fabel/ legenda didengar dan dibaca(C3)
daerah setempat yang 3.12.2 Menentukan aspek kebahasaan teks fabel yang
dibaca dan didengar
didengar dan dibaca (C3)

Indikator Kunci
3.12.3 Menelaah struktur teks fable yang didengar dan

dibaca (C4)
3.12.4 Menelaah aspek kebahasaan teks fabel yang

didengar dan dibaca (C4)

Indikator Pengayaan
3.12.5 Menyimpulkan struktur teks fabel yang

didengar dan dibaca (C5)
3.12.6 Menyimpulkan aspek kebahasaan teks fabel

yang didengar dan dibaca (C5)

4.12. Memerankan isi fabel/ Indikator Pendukung
legenda daerah setempat 4.12.1 Membuat kerangka isi cerita fabel (P3)
yang dibaca dan didengar 4.12.2 Mengembangkan kerangka isi cerita fabel (P4)

Indikator Kunci
4.12.3 Memerankan isi fabel dengan intonasi, gestur,

dan aspek pemeranan lain yang sesuai (P5)

C. Tujuan Pembelajaran

Pertemuan Kedua

1. Melalui diskusi, peserta didik mampu membuat kerangka isi cerita fabel
dengan tepat dan cermat

2. Melalui diskusi, peserta didik mampu mengembangkan kerangka isi cerita
fabel dengan tepat dan cermat

3. Melalui diskusi, peserta didik mampu memerankan isi fabel dengan intonasi,
gestur, dan aspek pemeranan lain yang sesuai dengan tepat dan kreatif

BAHAN AJAR
Memerankan isi fabel

1. PENDAHULUAN

Pada kegiatan ini kalian secara berkelompok akan memerankan isi fabel.
Kejasama dan kreatifitasmu akan ditangtang pada kegiatan kali ini

Bacalah Fabel berikut!

Cici dan Serigala
Karya Lilik Choir

Sore itu tiga kelinci kecil, Cici, Pusi, dan Upi bermain bersama di tempat
lapang di hutan. Tiba-tiba Cici melihat sesuatu tergeletak dalam bungkus
plastik.
“Hai Teman-teman… lihatlah! Cici berteriak sambil menunjuk ke arah
bungkusan plastik. “Wah… makanan teman-teman..” teriak Upi.
“Asyik… sore ini kita makan enak..” Pusi bersorak kegirangan.
Cici mengambil kue itu, membuka bungkusnya dan tercium aroma harum
dari kue itu. Tiba-tiba muncul niat liciknya.
“Ah… kue ini pasti nikmat sekali apalagi jika ku makan sendiri tanpa
berbagi dengan mereka”. Gumamnya dalam hati.
“Teman-teman sepertinya kue ini bekal pak tukang kayu yang sering ke
hutan ini, mungkin dia baru saja kesini dan belum pergi terlalu jauh.
bagaimana jika kususullkan kue ini, bukankah menolong orang juga
perbuatan mulia? Cici meyakinkan temannya.
Raut kecewa tergambar di wajah Upi dan Pusi, mereka gagal makan kue
yang beraroma lezat itu. Cici berlari menjauhi temannya dan memakan
kue itu sendiri. Tiba-tiba...
Bruukk..!!
“Aaahhgg… tolooong…” Cici menjerit keras. Seekor serigala muncul
dari balik semak dan langsung menerkam tubuh mungil Cici. Cici pun
menangis dan terus berteriak minta tolong.
“Cici pun memutar otak mencari cara bagaimana agar ia bisa bebas dari
cengkeraman serigala itu. Akhirnya ia mendapatkan ide.
“Pak serigala, aku punya dua teman di sana. Bagaimana jika mereka ku
jemput ke sini supaya kamu dapat makan lebih banyak lagi”. Cici berusaha
mengelabui serigala itu.
“Baiklah, segera panggil mereka tapi aku harus ikut di belakangmu.” jawab
serigala.
“Pelan-pelan saja ya, jalanmu supaya mereka tidak mendengar langkah
kakimu. Aku khawatir mereka akan lari ketakutan.”
Cici pun berlari ke arah teman-temannya yang ditinggalkan tadi.
Sementara serigala mengikutinya dengan langkah pelan. Menyadari hal itu
Cici berlari sekuat tenaga sambil sesekali memanggil temannya.
“Ups…!”, kaki Cici tiba-tiba terasa ada yang menarik. Ia pun menjerit dan

bahkan tidak berani membuka mata.
“Jangan Pak Serigala… jangan makan aku, ampuni aku..”
“Sst…, ini aku Ci, bukalah matamu, ini Upi dan Pusi..”
“Ayo cepat Ci…” dengan rasa kebersamaan mereka pun akhirnya selamat.
Napas mereka tersengal-sengal, keringatnya bercucuran. Cici menangis
tesedu-sedu.
“Hik.. hik.. maafkan aku teman-teman, aku bersalah pada kalian. Aku
telah berbohong..” Cici akhirnya menceritakan kejadian yang sebenarnya.
Temannya tidak marah apalagi membencinya. Cici pun berjanji tidak akan
mengulanginya lagi.
“Sudahlah Cici… kami memaafkanmu…” kata Pusi dengan bijak.
“Terimaksih kawan, aku janji tidak akan mengulanginya lagi..” jawab Cici
dengan tulus.

Diadaptasi dari Lilikchoir89.blogspot.com

Langkah-Langkah Menulis Fabel yang Bagus

1. Menentukan Moral Cerita
Sebelum memulai menulis, teman-teman harus menentukan moral ceritanya
terlebih dahulu.
Dari moral cerita itulah, kita bisa mengembangkan jalan cerita dan menentukan
karakter tokoh.
Contoh moral cerita fabel yang bisa kita tulis, yaitu:
- Cara memperlakukan orang dengan baik
- Jangan pernah berperilaku jahat
- Selalu sikat gigi sebelum tidur
- Menjadi pribadi yang selalu tepat waktu
- dan lain-lain

2. Memilih Tokoh

Selain mengembangkan alur cerita, teman-teman juga harus memilih tokoh. Dalam
cerita pasti ada tokoh utama, tokoh pendukung, ataupun figuran.
Oleh karena itu, buatlah dua, tiga, atau empat tokoh sesuai yang diperlukan.
Pemberian nama juga tokoh tidak diharuskan, kok.
Tetapi, kita bisa kita namai dengan bebas seperti nama manusia atau buatlah
sekreatif mungkin.
Selain itu, tokohnya bisa berupa laba-laba, kancil, beruang, rubah, singa, atau
burung hantu.

3. Memilih Sifat Karakter
Setelah memilih tokoh, selanjutnya adalah memilih sifat karakter sesuai yang
dibutuhkan.
Hal ini karena tokoh dan sifatnya, bisa membuat alur cerita berkembang.
Misalnya, burung hantu karakternya bijaksana, rubah karakternya licik, dan lembu
yang kuat.
Namun, biasanya karakter tokoh dalam cerita fabel sifatnya berlawanan.
Misalnya, pada salah satu karya fabel Aesop ‘Kura-kura dan Kelinci’.
Kura-kura mempunyai karakter yang lambat tapi stabil, sedangkan kelinci cepat
tapi sombong

4. Membuat Konflik
Lalu, teman-teman harus menentukan konflik yang akan terjadi nantinya. Konflik
dapat kita rancang berdasarkan tokoh dan karakter yang sudah kita buat tadi.
Misalnya, dalam cerita fabel ‘Kura-kura dan Kelinci’, meskipun kura-kura lambat
tetapi mereka fokus dan tidak mudah putus asa.
Sedangkan, kelinci bisa berlari cepat tetapi sombong dan tidak mudah fokus.
5. Mulai Menulis

Jika keempat hal tersebut sudah teman-teman buat, maka kita siap menulis.
Cerita fabel tidak perlu dibuat terlalu panjang, kok. Tulislah fabel secara pendek,
sederhana, dan mudah dipahami.
Sehingga, pembaca mudah terkesan dan selalu mengingat cerita fabel yang kita
buat.

Nah, itulah cara menulis fabel yang mudah dan sederhana, karena hanya mengikuti
lima langkah.

Daftar Pustaka:
1. Cici dan srigala karya Lilik Sukir
2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VII SMP/MTS. Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2017.
3. https://bobo.grid.id/read/083286936/bagaimana-cara-menulis-fabel-ikuti-
5-langkah-ini-agar-berhasil-mendongenguntukcerdas?page=all


Click to View FlipBook Version