Sekolah RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran
Kelas / Semester : ..................................................
Materi Pokok : Pemeliharaan listrik Sepeda Motor
Sub Pokok Bahasan : XI / Gasal
Alokasi Waktu : Sistem penerangan
Pertemuan : Prinsip kerja sistem penerangan dan langkah perawatan sistem penerangan
: 16 x 45 menit
: 1 dan 2
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah melaksanakan kegiatan melalui model pembelajaran discovery learning yang dipadukan
dengan problem based learning, peserta didik mampu:
Mampu memahami fungsi, komponen dan cara kerja sistem penerangan dengan baik
Membaca Wairing diagram sistem penerangan dengan benar
Mampu mendiagnosis kerusakan pada sistem penerangan dengan tepat
Melakukan proses perawatan sistem penerangan sepeda motor sesuai SOP dengan benar
B. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan Pendahuluan
1. Guru mengucapkan salam dan meminta ketua kelas untuk memimpin doa saat
pembelajaran akan dimulai.
2. Guru mengecek kehadiran siswa
3. Guru mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.
4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar yang akan dicapai.
5. Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat)
Kegiatan Inti
1. Guru menayangkan slide power point/ vidio mengenai prinsip kerja sistem penerangan.
2. Peserta didik melakukan pengamatan dengan cara mengamati tayangan.
3. Peserta didik saling melakukan tanya jawab mengenai tayangan yang diberikan
(berpikir kritis).
4. Guru membagi siswa menjai beberapa kelompok, setiap kelompok diberikan lembar
kerja siswa untuk didiskusikan bersama dengan kelompoknya
5. Peserta didik menentukan letak permasalahan yang harus diselesaikan berdasarkan
tayangan yang diberikan atau sumber yang lainnya
6. Peserta didik mengumpulkan informasi dengan berdiskusi dan membaca berbagai
literatur (menumbuhkan karakter gemar membaca) mengenai permasalahan tentang
prinsip kerja sistem penerangan (lampu kepala, lampu kota dan lampu panel) serta memahami
wairing diagram sistem penerangan.
7. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok tentang solusi yang terbaik dalam
menyelesaikan permasalahan
8. Peserta didik mempresentasikan dan mendemonstrasikan hasil dari diskusi kelompok
tentang prinsip kerja dan perawatan sistem penerangan sepeda motor.
9. Peserta didik memberi tanggapan terhadap setiap kelompok penyaji
(menumbuhkan karakter komunikatif).
10. Peserta didik di kelompok lain memperhatikan proses presentasi.
11. Guru mempersilahkan peserta didik lain untuk bertepuk tangan setelah presentasi
selesai, untuk menumbuhkan karakter menghargai prestasi.
12. Peserta didik dipersilahkan untuk memberikan tanggapan terhadap hasil presentasi
temannya dan dipersilahkan mengoreksi bila ada kesalahan
Kegiatan Penutup
1. Guru mengajak peserta didik untuk membuat rangkuman materi belajar dengan metode Tanya
jawab
2. Guru melakukan refleksi sebagai penguatan dari kegiatan pembelajaran hari ini
3. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran, dan motivasi untuk tetap semangat serta
mengingatkan peserta didik untuk mempelajari materi baru yang lebih menantang
4. Guru memberikan informasi materi pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
5. Guru mempersilahkan untuk merapikan tempat duduk dan kebersihan ruangan ((Penumbuhan
karakter peduli lingkungan).
6. Guru mempersilahkan siswa untuk berdoa, menutup kegiatan pembelajaran hari ini
(menumbuhkan karakter religious)
Pertemuan 1
Kegiatan Pendahuluan
1. Guru mengucapkan salam dan meminta ketua kelas untuk memimpin doa saat
pembelajaran akan dimulai.
2. Guru mengecek kehadiran siswa
3. Guru mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.
4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar yang akan dicapai.
5. Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat)
Kegiatan Inti
1. Mengidentifikasi Masalah
Guru membuat trouble sistem penerangan pada sepeda motor
Siswa mengamati untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah tentang sistem
penerangan
Guru membagi lembar kerja siswa untuk didiskusikan bersama deengan kelompoknya
2. Menetapkan Masalah
Siswa secara berkelompok melakukan identifikasi, mengumpulkan data dan
menetapkan masalah yang terjadi pada sistem penerangan.
3. Mengembangkan Solusi
Siswa mencoba mencari dan membuat solusi dari masalah dari berbagai sumber
informasi lewat kelompok masing-masing.
Siswa menerapkan ketelitian dan cermat dalam mengolah data tentang perawatan
sistem penerangan
4. Melakukan Tindakan Strategis
Siswa secara berkelompok melaksanakan praktek pada motor untuk penyelesaian
masalah serta mengembangkan kemampuan trouble shooting
5. Melihat ulang dan evaluasi pengaruh tindakan yang dilakukan
Siswa mempresentasikan dan mengkomunikasikan hasil praktek beserta rangkuman
trouble shooting, dan siswa yang lain memberikan tanggapan dan apresiasi
Kegiatan Penutup
1. Guru mengajak peserta didik untuk membuat rangkuman materi belajar dengan metode Tanya
jawab
2. Guru melakukan refleksi sebagai penguatan dari kegiatan pembelajaran hari ini
3. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran, dan motivasi untuk tetap semangat serta
mengingatkan peserta didik untuk mempelajari materi baru yang lebih menantang
4. Guru memberikan informasi materi pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
5. Guru mempersilahkan untuk merapikan tempat duduk dan kebersihan ruangan (Penumbuhan
karakter peduli lingkungan).
6. Guru mempersilahkan siswa untuk berdoa, menutup kegiatan pembelajaran hari ini
(menumbuhkan karakter religious)
C. Penilaian
1. Penilaian sikap (jurnal perkembangan sikap),
2. Penilaian pengetahuan (tes tulis, lisan, penugasan)
3. Penilaian keterampilan (penilaian kinerja/presentasi).
4. Pembelajaran remedial dan pengayaan.
A. Media / Alat, Bahan dan Sumber Belajar
1. Media / Alat, Bahan :
a. Tool set
b. LCD Proyektor
c. Laptop
2. Sumber Belajar
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Buku Teks Mata Pelajaran
Pemeliharaan Kelistrikaan sepeda motor (PKSM) Kelas XI; Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
Mengetahui, Blora,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
................................... .....................................
Prosedur penilaian: Teknik Penilaian Waktu Penilaian
No Aspek yang dinilai
1. Sikap Pengamatan Selama pembelajaran
a. Terlibat aktif dalam pembelajaran
b. Bekerjasama dalam kegiatan dan saat diskusi
kelompok.
c. Toleran terhadap proses Tes dan Tugas Penyelesaian tugas
pemecahan masalah yang berbeda individu dan kelompok
dan kreatif.
2. Pengetahuan
a. Menyelesaikan permasalahan
sistem penerangan
3. Keterampilan Tugas Penyelesaian tugas (baik
individu maupun
a. Trampil dalam menganalisis dan kelompok) dan saat
diskusi
menyelesaikan permasalahan sistem
penerangan
Lampiran 1 (Penilaian Pengetahuan)
Penilaian Pengetahuan dilakukan melalui Tes tulis yaitu uraian/essay
a. Kisi-kisi dan Soal
Kompetensi IPK Indikator Soal Jenis Soal
Dasar Soal
3.1 Memahami 1.1.1 Menjelaskan 1. Siswa dapat Tes 1 Jelaskanlah
prinsip kerja prinsip kerja menjelaskan tertulis secara tertulis
sistem Lampu fungsi sistem uraian fungsi sistem
penerangan Kepala. penerangan dan penerangan
dengan benar lisan berikut!
1.1.2 Menjelaskan b. Lampu kepala
c. Lampu kota
prinsip kerja d. Lampu panel
Lampu 1. Tuliskanlah
Penjelasan dan
Kota. 2. Siswa dapat cara kerja lampu
menjelaskan kepala AC dan
DC.
1.1.3 Menjelaskan Prinsip dan
2. Gambarkanlah
prinsip kerja cara kerja wairing diagram
lampu kepala lampu kepala
DC
Lampu AC dan DC.
panel.
1.1.4 Membaca
Wairing 3. Siswa dapat
diagram mengambarkan
sistem wairing
penerangan diagram untuk
lampu kepala
DC
b. Opsi Kunci Jawaban dan Rubrik penilaiannya
1 Penjelasan fungsi sistem penerangan sebagai berikut! (skor 1)
a. Lampu kepala
Sebagai penerangan jalan sekaligus agar terlihat posisi kita oleh orang lain terutama pada
malam hari.
b. Lampu kota
Agar pengendaraan lain mengetahui keberadaan pengendara, pada umumnya lampu kota
terdiri dari lampu kota bagian depan dan bagian belakang dimana sebagian besar sepeda
motor lampu kota bagian belakang sekaligus difungsikan sebagai lampu plat nomer
kendaraan. Daya lampu kota lebih kecil dibanding lampu kepala yaitu antara 7 – 10 watt.
c. Lampu panel
Sebagai penerangan pada panel pengemudi antara lain penerangan speedometer, penerangan
meter bahan bakar, temperature mesin. Daya lampu panel umumnya sama dengan lampu
kota. (skor 2)
Total Skor Untuk Soal No.1 = 10 point
2. Tuliskanlah penjelasan dan cara kerja lampu kepala DC dan AC!
Lampu kepala DC
Lampu kepala yang bersumber pada baterai, Komponennya yaitu Baterai, sekering, kunci kontak,
saklar lampu kepala, saklar dim dan lampu kepala.
Cara kerjanya
Ketika Kunci kontak di hubungkan maka arus mengalir dari baterai menuju saklar lampu kepala,
saat lampu kepala di gerakkan sekali (posisi 1) tuas saklar lampu kepala terhubung dengan lampu
kota sehingga lampu kota bagian depan, bagian belakang dan lampu panel nyala bersamaan karena
terhubung parallel. Saat saklar lampu kepala digerakkan dua kali maka disamping lampu kota tetap
menyala, tuas saklar lampu kepala (posisi 2) arus akan mengalir menuju saklar dim kemudian
saklar dim akan mengalirkan arus untuk lampu dekat atau lampu jauh sekaligus lampu control jauh
yang terhubung parallel dengan lampu jauh.
Lampu kepala AC
Sumber generator, Komponennya yaitu Generator, regulator, saklar lampu kepala, saklar dim dan
lampu kepala.
Cara kerjanya
Secara prinsip sama dengan system lampu kepala DC, namum karena sumber utama dari generator
AC yang berputar sesuai dengan putaran mesin, maka perlu dipasang regulator pembatas tegangan
agar tegangan pada lampu kepala tidak melebihi tegangan system yaitu 12 volt meskipun putaran
mesin sedang tinggi.
Total Skor Untuk Soal No.2 = 10 point
3. Gambar wairing diagram lampu kepala DC! (Total Skor Untuk Soal No.3 = 10 point)
Rumus pengolahan Nilai adalah
Nilai Jumlah skor yang diperoleh x100 ____
jumlah skormaksimal
Penilaian Kegiatan Diskusi
Instrumen dan Rubrik Penilaian KARAKTER
Nama Peserta Komunikatif Kerjasama Kreatif Kritis Nilai Akhir (Modus)
No didik/
Kelompok 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 12 3 4
1.
2.
3.
4.
N
Keterangan:
A = jika empat indikator terlihat.
B = jika tiga indikator terlihat.
C = jika dua indikator terlihat
D = jika satu indikator terlihat
Indikator Penilaian
Komunikatif
a. Berkomunikasi secara efektif dan efisien
b. Menyampaikan pesan dengan baik
c. Penggunaan bahasa yang secara sosial dapat diterima dan memadai
d. Berkomunikasi yang tidak menyinggung perasaan orang lain
Kerjasama
a. Membantu teman lain yang mengalami kesulitan
b. Memberikan kontribusi pemikiran
c. Mengajak teman lain untuk melakukan tugas secara bersama
d. Berbagi bersama dalam menangani permasalahan
Kreatif
a. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
b. Berwawasan masa depan dan penuh imajinasi
c. Mampu memproduksi gagasan-gagasan baru
d. Mampu menemukan masalah dan mampu memecahkannya.
Kritis
a. Menanyakan dan menjawab pertanyaan
b. Mencari cara-cara yang dapat dipakai untuk mengatasi masalah-masalah
c. Berusaha mendapatkan informasi sebanyak mungkin dari sumber lain
d. Berpikir terbuka, yaitu berbicara secara kongkret.
Lampiran 2 (Sikap)
Penilaian Diri Sendiri
No Sikap Indikator 1234 Alasan
1. Jujur
Saya tidak mencontek dalam
mengerjakan ulangan/ujian
Saya tidak menjadi plagiat
dalam mengerjakan tugas
2. Disiplin Saya dating tepat waktu
3. Tanggung jawab Saya patuh pada tata tertib
4. Santun
5. Kerja sama sekolah
Saya melaksanakan tugas
Keterangan :
individu dengan baik
Saya tidak menjadi plagiat
dalam mengerjakan tugas
Saya tidak mencontek dalam
mengerjakan ulangan/ujian
Saya tidak menjadi plagiat
dalam mengerjakan tugas
Saya mampu menjalankan
tugas berkelompok
Saya mampu mengambil
keputusan dalam kerja
kelompok
No. Skor
1 Selalu
2 Sering
3 Kadang-kadang
4 Tidak pernah
Lembar Pengamatan Guru
No Nama Siswa Disiplin Santun Gotong royong Menghargai Proaktif
1 12341234123412341234
2
3
4
5
Keterangan :
No. Skor
1 Selalu
2 Sering
3 Kadang-kadang
4 Tidak pernah
Lampiran 3 (Penilaian Keterampilan)
Instrumen dan Rubrik Penilaian Keterampilan
Menguasai Teknik
Menangani
prosedur Perawatan Sistem
sistem penerangan
No Nama Siswa/Kelompok perawatan penerangan Nilai
sistem 1234
12 3 4
penerangan
1234
1.
2.
Rubrik Penilaian:
Peserta didik mendapat skor:
4 = jika empat indikator dilakukan.
3 = jika tiga indikator dilakukan.
2 = jika dua indikator dilakukan.
1 = jika satu indikator dilakukan.
Indikator penilaian keterampilan
1) Menguasai prosedur perawatan sistem penerangan.
a) Menguasai 2 langkah prosedur perawatan sistem penerangan dengan benar
b) Menguasai 3 langkah prosedur perawatan sistem penerangan dengan benar
c) Menguasai 4 langkah prosedur perawatan sistem penerangan dengan benar
d) Menguasai seluruh langkah prosedur perawatan sistem penerangan dengan benar
2) Teknik Menangani sistem penerangan.
a) Teknik Memegang komponen sistem penerangan sesuai prosedur kerja dengan benar
b) Teknik Memegang alat yang digunakan pada sistem penerangan dengan benar
c) Teknik Memegang alat yang digunakan pada sistem penerangan saat digunakan sesuai
keselamatan kerja dengan benar.
d) Teknik Memegang alat yang digunakan pada sistem penerangan saat digunakan sesuai yang
diharapkan dengan benar
3) Perawatan Sistem penerangan
a) Perawatan Sistem penerangan dilakukan sesuai prosedur kerja dengan benar.
b) Perawatan Sistem penerangan dilakukan sesuai penggunaan peralatan dengan benar
c) Perawatan Sistem penerangan dilakukan sesuai keselamatan kerja dengan benar.
d) Perawatan Sistem penerangan dilakukan sesuai hasil yang diharapkan dengan benar
Pengolahan Nilai KD- Keterampilan Tes ke Skor Keterangan
1
Aspek/Indikator 2
Menguasai prosedur perawatan sistem penerangan 1
2
Teknik Menangani sistem penerangan 1
2
Perawatan Sistem penerangan
Nilai KD – Keterampilan: ditentukan berdasarkan
skor rerata optimum (nilai tertinggi) dari aspek
(Indikator pencapaian kompetensi) yang dinilai
REPORT SHEET
PERAWATAN SISTEM PENERANGAN
Nama Sekolah : SMK Al Hikmah Blora
Nama Siswa : .................................................................
Kelas : .................................................................
Sepeda Motor : .................................................................
Tanggal : .................................................................
No Komponen Spesifikasi Hasil Kesimpulan/
Pemeriksaan Tindaklanjut
1 Baterai dan sekering
1. Baterai
2. Sekering
2 Lampu kepala
1. Bohlam lampu jauh
2. Bohlam lampu dekat
3. Soket lampu
4. Switch lampu kepala (Hi/Lo)
5. Setelan ketinggian sinar lampu jauh/
dekat
3 Lampu kota
1. Bohlam Lampu kota depan
2. Bohlam Lampu kota belakang
3. Switch lampu kota
4 Lampu tanda belok
1. Bohlam lampu tanda belok
2. Switch tanda belok
3. Flasher
KESIMPULAN :
SISTEM PENERANGAN
A. Uraian Materi
Sistem penerangan dan sinyal adalah secara standar harus dimiliki oleh sebuah kendaran, termasuk sepeda
motor, karena hal tersebut sangat diperlukan untuk keselamatan pengendara dan orang lain. Adapun fungsi
system penerangan dan sinyal adalah sebagai penerangan jalan dan pemberi sinyal (tanda) kepada
pengemudi dan orang lain untuk ketertiban dan keselamatan bersama. Yang termasuk komponen system
penerangan antara lain
1) Lampu kepala
Lampu kepala terletak di depan kendaraan yang berfungsi sebagai penerangan jalan sekaligus agar
terlihat posisi kita oleh orang lain terutama pada malam hari.
Gambar 1. Lampu Kepala
Sistem lampu kepala terdiri dari lampu jauh dan lampu dekat, dimana lampu dekat digunakan sebagai penerangan
jalan terutama pada malam hari sedangkan lampu jauh sering digunakan sebagai tanda pengganti klakson, antara
lain ketika akan mendahului kendaraan lain. Perbedaan panjang sinar lampu kepala ( jauh dan dekat ) sangat terkait
dengan konstruksi reflector dani titik apinya serta posisi nyala bohlamnya. Adapun reflektor merupakan cermin
cekung yang berbentuk parabola fungsinya untuk memantulkan sinar lampu pijar, supaya sifat refleksi cukup baik
maka permukaan reflektor dilapisi dengan alumunium. Hal ini dilakukan dengan melapisi pada bidang parabola
dengan aluminium atau chrom melalui proses elektrolisa. Sedangakan Titik api adalah apabila sinar datang dari titik
api maka sinar akan dipantulkan sejajar sumbu utama reflector
Gambar 2. Pantulan sinar titik api
Keterangan
Jika sinar datang dari titik api A maka akan dipantulkan sejajar dengan sumbu reflector Supaya satu
reflektor dapat digunakan untuk lampu jauh dan dekat maka lampu kepala dibuat terdiri dari dua filament yang
dikonstruksi secara kusus agar sinar masing-masing filament lampu sinarnya dapat memantul jauh atau dekat.
Gambar 3. Lampu 2 filamen a)Lampu dekat b)lampu jauh
Keterangan
a) Pada nyala lampu dekat filament terletak lebih ujung dari titik api dan pada bagian bawah filament
diberi penutup yang bertujuan agar sinar filament hanya memantul ke atas menuju lengkungan
reflector bagian atas sehingga arah pantulan cenderung kea rah bawah.
b) Pada nyala lampu jauh nyala filament terletak tepat pada titik api reflector sehingga sinar
dipantulkan lurus dengan sumbu reflector.
Komponen Sistem lampu Kepala
Baterai
Sebagai sumber tegangan DC, umumnya mempunyai tegangan sebesar 12 Volt
Generator
Sebagai sumber tegangan AC, generator ini bekerja berdasarkan putaran mesin.
Kunci kontak
Berfungsi untuk menghubungkan sumber tegangan baterai dengan rangkaian
Saklar lampu kepala
Berfungsi untuk menghubungkan arus utama untuk mengaktifkan rangkaian lampu kepala
Saklar Dim
Berfungsi sebagai saklar pemindah lampu jauh dan lampu dekat.
Lampu indicator jauh
Sebagai tanda bagi pengendara bahwa lampu jauh sedang menyala.
Bola Lampu Kepala
Adalah komponen yang mengubah energy listrik menjadi energy panas berupa cahaya yang digunakan sebagai
penerangan jalan kendaraan serta agar pengendara lain mengetahui posisi pengendara. Jenis lampu untuk sepeda
motor
lampu Kawat (wolfram)
lampu halogen
Lampu Gas Discharge
LED
Secara standar penyalaan lampu kepala secara otomatis sekaligus menyalakan lampu kota dan lampu panel,
sehingga secara umum rangkaian lampu kota dan lampu panel adalah bagian dari rangkaian lampu kepala.
Berdasarkan sumbernya, sistem lampu kepala pada sepeda motor terdiri dari dua macam yaitu system DC dan
system AC.
Sistem Lampu Kepala DC
Komponennya yaitu Baterai, sekering, kunci kontak, saklar lampu kepala, saklar dim dan lampu kepala.
Gambar 4. Rangkaian Lampu kepala DC
Cara kerja rangkaian
Ketika Kunci kontak di hubungkan maka arus mengalir dari baterai menuju saklar lampu kepala, saat lampu kepala
di gerakkan sekali (posisi 1) tuas saklar lampu kepala terhubung dengan lampu kota sehingga lampu kota bagian
depan, bagian belakang dan lampu panel nyala bersamaan karena terhubung parallel. Saat saklar lampu kepala
digerakkan dua kali maka disamping lampu kota tetap menyala, tuas saklar lampu kepala (posisi 2) arus akan
mengalir menuju saklar dim kemudian saklar dim akan mengalirkan arus untuk lampu dekat atau lampu jauh
sekaligus lampu control jauh yang terhubung parallel dengan lampu jauh.
Sistem Lampu Kepala AC
Komponennya yaitu Generator, regulator, saklar lampu kepala, saklar dim dan lampu kepala
Cara kerja rangkaian
Secara prinsip sama dengan system lampu kepala DC, namum karena sumber utama dari generator AC yang
berputar sesuai dengan putaran mesin, maka perlu dipasang regulator pembatas tegangan agar tegangan pada lampu
kepala tidak melebihi tegangan system yaitu 12 volt meskipun putaran mesin sedang tinggi. Terdapat dua tipe lampu
besar atau lampu kepala (headlight), yaitu; 1) tipe semi sealed beam, dan 2) tipe sealed beam. Lampu kepala
biasanya menggunakan low filament beam untuk posisi lampu dekat dan high filament beam untuk posisi lampu
jauh. Penjelasan kapan saatnya menggunakan lampu dekat dan lampu jauh sudah dibahas pada bagian saklar lampu
kepala.
2) Lampu kota
Lampu Kota disebut juga lampu posisi dinyalakan ketika mulai senja atu keadaan jalan belum gelap, dengan kata
lain lampu kota ini juga berfungsi agar pengendaraan lain mengetahui keberadaan pengendara, pada umumnya
lampu kota terdiri dari lampu kota bagian depan dan bagian belakang dimana sebagian besar sepeda motor lampu
kota bagian belakang sekaligus difungsikan sebagai lampu plat nomer kendaraan. Daya lampu kota lebih kecil
dibanding lampu kepala yaitu antara 7 – 10 watt
3) Lampu panel
Lampu panel berfungsi sebagai penerangan pada panel pengemudi antara lain penerangan speedometer, penerangan
meter bahan bakar, temperature mesin. Daya lampu panel umumnya sama dengan lampu kota.
Lampiran 4 (Remidial dan Pengayaan)
Program Remedial :
• Remedial Tes diberikan kepada siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM (untuk
pengetahuan dan keterampilan), dengan catatan jumlah siswa yang remedialnya sebanyak
maksimal 30% dari jumlah seluruh siswa di kelas.
• Dan jika jumlah siswa yang remedial mencapai 50% maka diadakan remedial teaching terlebih
dahulu, lalu dilanjutkan remedial tes
Program Pengayaan :
Program pengayaan diberikan/ditawarkan kepada siswa yang mendapatkan nilai diatas KKM sebagai
bentuk pendalaman terhadap materi yang diberikan.