Lembu Taro yang dipelihara dan disakralkan di Bali hanya ada di Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, Gianyar. Lembu putih ini telah menempati habitatnya di selatan Desa Taro sejak ratusan tahun silam. lembu putih dipandang sebagai binatang suci milik dewa-dewa yang melindungi kehidupan mereka. danya kepercayaan semacam itu menutup kemungkinan bagi penduduk untuk memperoleh manfaatmanfaat nyata secara langsung. Hal tersebut tidak terlepas dari adanya pantangan bagi pemanfaatan binatang suci tersebut untuk kepentingan duniawi, seperti pantangan untuk menyembelih atau mengkonsumsi daging maupun susunya, pantang mempekerjakannya dalam aktivitas-aktivitas pertanian maupun sebagai sarana transportasi atau keperluan lainnya. Jumlah pupolasi lembu Taro sekarang 51 ekor. Jumlah yang tidak banyak ini harus dilestarikan. Jumlah lembu Taro semakin berkurang karena keturunan-keturunan lembu Taro baik yang bersifat albino atau tidak (carrier) tetap disucikan dalam penangkaran sehingga tidak terjadi proses isolasi untuk lembu albino. Ancaman dicampurkannya lembu biasa (carrier) dengan lembu albino akan menghasilkan anakan yang tidak sepenuhnya albino. Untuk menghasilkan keturunan lembu yang pasti albino dapat dilakukan perkawinan antara sesama lembu albino sehingga populasinya akan bertambah. Dengan demikian pengetahuan dasar biologi khususnya genetika harus dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan terkait untuk dapat melestarikan lembu Taro. Lembu Taro (Albino)