Pembelajaran Sosial dan Emosional 2.2.a.8. Koneksi Antar MateriModul 2.2 Oleh: Ahmad Sarbini Guru SMP Negeri 1 Pagentenan Kabupaten Pamekasan
Thomas Hari Kartono FASILITATOR Ahmad Sarbini CGP Angkatan 7 Dyoni Karyo Santoso Pengajar Praktik Perkenalkan .......
Apa kesimpulan tentang perubahan pengetahuan, keterampilan, sikap sebagai pemimpin pembelajaran setelah mempelajari pembelajaran sosial dan emosional? Pertanyaan 1
Pernahkah Kita? Pernahkah bapak/ibu guru mengalami kekecewaan, kegagalan, kemunduran yang berdampak tingkat stress bapak /ibu meningkat? Pernahkah bapak/ibu mengalami kecemasan, kesal, amarah saat menghadapi siswa? Atau saat menghadapi setumpuk tugas secara bersamaan harus diselesaikan? Jika pernah kira-kira bagaimana mengatasinya? Melalui Pembelajaran Sosial Emosional kali ini, diharapkan bapak dan ibu guru mampu mengatasi persoalan dengan baik persoalan pribadi maupun persoalan siswa kita.
pemahaman tentang Pembelajaran Sosial dan EmosionaL (PSE) Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) adalah proses pembentukan diri dengan ketrampilan-ketrampilan yang dibutuhkan anak (kesadaran diri, kontrol diri, kemampuan berelasi, dan lain-lain) untuk dapat bertahan dalam masalah sekaligus memiliki kemampuan memecahkannya, mengajarkan mereka menjadi orang yang baik, memberikan keseimbangan pada individu, dan mengembangkan kompetensi personal yang dibutuhkan untuk dapat menjadi sukses. Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah. Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) memberikan pondasi yang kuat bagi murid untuk dapat sukses dalam berbagai area kehidupan mereka di luar akademik, termasuk kesejahteraan psikologis (well being) secara optimal. Apa itu Pembelajaran Sosial dan Emosional?
Noble and Mcgrath (2016) menyebutkan bahwa well-being murid yang optimal adalah keadaan emosional yang berkelanjutan (relatif stabil) yang ditandai dengan : sikap dan suasana hati yang secara umum positif, relasi yang positif dengan sesama murid dan guru, resiliensi, optimalisasi diri, dan tingkat kepuasan diri yang tinggi berkaitan dengan pengalaman belajar mereka di sekolah. well being
RUANG LINGKUP Pembelajaran Sosial dan EmosionaL (PSE) Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) dapat diberikan dalam 3 ruang lingkup yaitu: 1. Kegiatan rutin di luar pembelajaran akademik. 2.Terintegrasi dalam pelajaran. 3.Protokol, budaya atau peraturan sekolah yang disepakati bersama.
5 KOMPETENSI PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL
Kesadaran diri merupakan kemampuanuntuk memahami perasaan,emosi, dannilai-nilai diri sendiri, dan bagaimana pengaruhnya pada perilaku diri dalam berbagai situasi dan konteks kehidupan. KESADARAN DIRI 01
Manajemen diri merupakan kemampuanuntuk mengelolaemosi, pikiran, dan perilaku diri secara efektif dalam berbagai situasi dan untuk mencapai tujuan danaspirasi. manajemen DIRI 02
Kesadaransosial merupakan kemampuanuntuk memahami sudut pandang dan dapat berempati dengan oranglaintermasuk mereka yang berasal dari latar belakang, budaya, dan konteks yang berbeda-beda. KESADARAN sosial 03
KEtrampilan berelasi Ketrampilan berelasi merupakan kemampuanuntuk membangun dan mempertahankanhubunganhubungan yangsehat dansportif. 04
Pengambilan keputusan yang bertanggungjawab merupakan kemampuanuntuk mengambil pilihanpilihan membangun yang berdasar atas kepedulian, kapasitas dalam mempertimbangkanstandarstandaretis danrasaaman, danuntuk mengevaluasi manfaat dan konsekuensi dari bermacam-macam tindakan dan perilakuuntuk kesejahteraan psikologis (well being) diri sendiri, masyarakat dan kelompok. pengambilan keputusan yang bertanggung jawab 05
Pembelajaran sosial emosional dikembangkan dengan menggunakan pendekatan Kesadaran penuh (Mindfullness) sebagai dasar penguatan 5 kompetensi sosial emosional yang akan memunculkan perasaan tenang, stress berkurang, pikiran menjadi jernih, dan fokus, serta menjadi semangat dalam belajar. mindfullness kesadaran penuh
Untuk melatih kesadaran penuh menggunakan teknik stop TEKNIK STOP S : STOP (berhenti sejenak dari aktivitas) T : TAKE a BREATH (ambilnafas dalam) O : OBSERVE (amati sensasi padatubuh, perasaan, pikiran, dan lingkungan) P : PROCEED (selesai dan lanjutkan)
Apa kaitan pembelajaran sosial dan emosional yang telah Anda pelajari dengan modul-modul sebelumnya? Pertanyaan 2
koneksi antar materi Modul 1.1 Filosofi Ki Hajar Dewantara ParadigmaInqury Apresiatif Modul 1.2 Nilai dan Peran Modul 1.3 Visi Guru Penggerak Guru Penggerak Modul 1.4 Budaya Positif Modul 2.1 Pembelajaran Diferensiasi 5 Kompetensi PSE Segitiga Restitusi Keragaman murid Modul 2.2 Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) Berpihak pada murid (Profil Pelajar Pancasila)
kaitan pembelajaran sosial emosional - filosofi khd Dengan pembelajaransosial emosional,guru dapat menciptakan well being dalam ekosistem pendidikan di sekolah, sehingga tercipta kondisi yangnyaman, sehat dan bahagia bagi murid. Hal ini sejalan dengan pemikiran KHD yakni menuntun kodratanak agar mencapai kebahagiaan dan keselamatan yangsetinggi-tingginya sehinggaanak menemukan kemerdekaan dalam proses belajarnya.
kaitan pembelajaran sosial emosional - nilai dan peran guru penggerak Dengan pembelajaransosial emosional, dapat menumbuhkan nilai dan peran padaguru dan murid dalam pengelolaanemosi sehingga pembelajaran yang berpusat pada murid tercapai dan berjalan seimbang.
kaitan pembelajaran sosial emosional - visi guru penggerak Dengan pembelajaransosial emosional,guru dapat mewujudkan visi yang diharapkannya yaitu dapat membentuk karakter murid yang beriman, merdeka berekspresi, bahagia, kreatif, mandiri dan menjadi pembelajar sejati, sehinggaterwujud Profil Pelajar Pancasila.
kaitan pembelajaran sosial emosional - budaya positif Dengan pembelajaransosial emosional,guru dan murid dapat mengenali dan memahamiemosi masing-masing yangsedang dirasakan, sehingga mampu mengontrol diri dan dapat menerapkan disiplin positif secara baik sesuai kesadaran diri (self awareness)
kaitan pembelajaran sosial emosional - pembelajaran berdeferensiasi Dengan pembelajaransosial emosional,guru dapat melakukan pembelajaran dengan menggunakan beberapateknik antaralain: identifikasi perasaan identifikasiemosi menulisucapanterima kasih bermain peran, dll Sehinggaguru mampu menerapkan pembelajaran yang berdiferensiasi di kelas sesuai dengangaya belajar murid (visual,auditori, dan kinestetik)guna mewujudkan merdeka belajar.
Refleksi Pemahaman dan Pengalaman
Saya berfikir bahwa: Pembelajaran dengan kolaboratif kurang mengasah kreatifitas. Kesejahteraan psikologis (well being) tidak penting. Pendekatan kesadaran penuh (Mindfullness) tidak penting Sehingga Ternyata PSE memberikan pondasi yang kuat bagi murid untuk dapat sukses dalam berbagai area kehidupan mereka di luarakademik, termasuk kesejahteraan psikologis (well being) secara optimal. 5 Kompetensi Sosial dan Emosional belum optimal Setelah mempelajari modul ini sebelum mempelajari modul ini
Penciptaan lingkungan belajar yang tepat serta terkoordinasi untuk meningkatkan pembelajaran akademik, sosial, dan emosional semua murid Kemitraan/kerjasama sekolah-keluarga-komunitas untuk membentuk lingkungan belajar dan pengalaman yang bercirikan hubungan/relasi yang saling mempercayai dan berkolaborasi Kurikulum dan pembelajaran yang jelas dan bermakna, dan evaluasi secara berkala. 1. 2. 3. sekolah agar dapat meningkatkan kompetensi akademik maupun kesejahteraan psikologis (well Being)
Untuk Murid : Pembelajaran berpihak pada murid dengan menggunakan pendekatan Kesadaran Penuh (Mindfullness) sebagai dasar penguatan 5 Kompetensi Sosial Emosional yangakan memunculkan perasaantenang, stress berkurang, pikiran menjadi jernih danfokus, serta menjadi semangat dalam belajar Untuk temansejawat Bersamatemansejawat membentuk komunitas belajar dan pengalaman yang bercirikanhubungan/relasi yangsaling mempercayai dan berkolaborasi dalam penguatan 5 Kompetensi Sosial Emosional. Profil Pelajar Pancasila penerapan di kelas dan sekolahan
Terima kasih Salam dan Bahagia TERGERAK, BERGERAK, MENGGERAKAN