The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Menyongsong Kesejahteraan Bersama Setelah Berjumpa Bintang Timur

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by gabrielkomsos, 2023-01-25 07:09:57

DIAGA EDISI NATAL 2022

Menyongsong Kesejahteraan Bersama Setelah Berjumpa Bintang Timur

Keywords: Majalah Rohani

EDISI NATAL 2022|UNTUK KALANGAN SENDIRI Menyongsong Kesejahteraan Bersama Setelah Berjumpa Bintang Timur M ENGASIHI - PEDULI - BERSAKSI K E S E J A H T E R A A N B E R S A M A ARDAS KAJ 2023


Tahun 2022 rasanya boleh disebut sebagai tahun peralihan, tahun dimana banyak regulasi sosial mulai berubah kearah seperti sebelum pandemi. Orang-orang mulai berkumpul dan bertatap muka kembali dalam jumlah yang besar untuk melakukan suatu aktivitas bersama. Kesempatan ini oleh Panitia Natal dijadikan momentum untuk mengadakan kegiatan bersama dalam rangka memeriahkan suasana Natal untuk seluruh umat paroki Pulo Gebang, antara lain dengan Seminar Keluarga, Jalan Sehat, Fashion Show dan Bazar. Dalam rangkaian acara tersebut Diaga pun turut mengambil kesempatan menurunkan personilnya untuk mempublikasikan, mendokumentasikan, meliput dan menayangkan. Diaga terus bebenah untuk bukan sekedar mengambil gambar dan menulis deretan cerita, tapi juga membuat rekam jejak yang bisa menjadi bagian dari sejarah perjalanan Paroki Pulo Gebang. Berbicara tentang perjalanan, Tiga Majus dari Timur juga melakukan perjalanan Panjang dituntun Sang Timur untuk menemukan Bayi Yesus Sang Raja. Perjalanan yang membuat ketiganya mempunyai persepsi baru tentang pilihan jalan hidup yang harus ditempuh setelah perjumpaan dengan Sang Maha Kasih. Maka tema yang diambil dari Matius 2:12 itu pun rasanya pas untuk menemani perjuangan teman-teman dari Wilayah 2 dan teman-teman lain yang sudah berperan untuk mewujudkan natal yang sarat dengan saling berbagi, sukacita, aman dan terdokumentasikan. Diaga menyajikan gambaran Natal 2022 yang meriah, penuh sukacita, banyak hadiah dan berhasil melibatkan banyak umat dari berbagai range umur dan profesi. Kendati demikian bukan lalu menjadi lebih mudah atas dicabutnya PPKM tapi timbul tantangan baru yaitu dalam mengejar ritme yang sebagian umat dan pengurus sudah mulai berlari dalam menjalankan program. Semoga Diaga bisa selalu menjadi teman perjalanan dengan kecepatan yang sama untuk mencetak sejarah demi sejarah di paroki Pulo Gebang. Salam dari teman seperjalanan Redaksi Pelindung : Dewan Paroki St. Gabriel Pulo Gebang Penasihat : Romo Michael Wisnu Agung Pribadi, Pr. Romo Alphonsus Setya Gunawan, Pr. Koordinator dan Redaksi Ignatius de’Loyola Adhi Nugroho (Ino) Redaktur Pelaksana dan Editor : Denny Kus Indarto, Heribertus Didit, Yunita Wardhani (Cika) Artistik dan Layout : Teguh Kristanto, Juan Constantine, Jenar Maheswari, Lintaka Tim Redaksi Dolly Silviana, Triesly Wigati, Stefani Kontributor dr. Stella, Panitia Natal 2022, Frater Ar. Tim Fotografi Reiner Tasno, Rudy Rudolf, Alang, Giacinta, Dokumentasi Panitia Natal 2022 Publikasi Bonnie, Detty, Dina, Wisnu Iklan dan Sponsor Panitia Natal Wilayah 2 Bagi Umat Paroki Pulo Gebang yang ingin mengirimkan artikel atau tulisan mengenai kegiatan di seksi, kategorial, wilayah/lingkungan silahkan menghubungi Seksi Komsos atau melalui E-mail: [email protected] Surat Redaksi TIM REDAKSI


DAFTAR ISI LIPUTAN UTAMA GERBANG sekapur sirih Surat Gembala Salam Kebersamaan dan Kebaikan Sakramen Tobat Membersihkan Diri Menjelang Natal Memilih Sebuah Kata Sebagai Oleh-Oleh Kita Adalah Palungan Bahasa Natal adalah Bahasa Anak-Anak 22 28 30 43 48 50 52 56 58 77 60 80 6 8 16 18 20 liputan umum inspirasi aneka “Tidak Cukup Hanya Janji, Perkawinan Itu Butuh Perawatan” Perjalanan Sebuah Kandang Natal Maka Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain Ketika BIA BIR Berkarya Usia Boleh Lanjut, Semangat Pantang Surut Unforgettable Christmas, Natal Bersama OMK Berbagi Suka Cita Pada Masa Adven 2022 Tradisi Syukur Imlek Menjadi Semangat Umat Paroki Pulo Gebang Sudah Amankah Obat Sirup? Kunjungan Persaudaraan Romo dan Frater Projo Jakarta Behind The Scene Panitia Natal 2022 Penanda Tahun Ardas 2023 Sumber foto dan ilustrasi : Dokumentasi GPC | www.freepik.com | Canva Premium Asset 11 12 Jalan Sehat, Bazar dan Gabriel Fashion Show Meriahkan Rangkaian Acara Natal di Paroki Pulo Gebang 34 “Palungan Bukan sekedar Palungan.”


Saudara dan saudariku yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, Syaloom... Damai dan kasih Natal 2022 telah datang. Perayaan Natal yang sungguh luar biasa, karena setelah lebih dari 2 tahun melaksanakan perayaan hari-hari besar gereja dengan sistem terbatas, kini umat beriman bisa dengan bebas mengikutinya. Ungkapan kerinduan umat beriman untuk terlibat secara penuh dalam perayaanperayaan gereja terungkap dalam moment Natal tahun ini. Umat membludak menghadiri perayaan Natal 2022 di paroki Pulo Gebang, gereja St Gabriel. Semoga ini menjadi sebuah pertanda yang baik, pemulihan hidup menggereja umat beriman, khususnya di paroki Pulo Gebang, gereja St Gabriel.  Namun kita tidak boleh lupa bahwa pengalaman pandemi covid-19 bukanlah pengalaman biasa yang dapat hilang begitu saja dari ingatan kita. Masa pandemi yang sudah kita lewati, dapat menjadi pengalaman yang berharga bagi kita untuk belajar menghargai perayaan-perayaan yang menjadi sumber iman dan hidup kita. Pengalaman terisolasi dari kehidupan bersama dengan orang lain, tidak dapat melakukan aktivitas di luar rumah, tidak dapat bekerja di tempat kerja, tidak dapat bersekolah seperti biasa, dan lain sebagainya. Bahkan ketika dalam beribadah, kita harus memenuhi berbagai macam syarat. Pada moment-moment seperti itu manusia kehilangan gairah dan semangat dalam kehidupan dan beraktivitas. Dan efek negatif yang terjauhnya adalah pada diri manusianya semakin dipupuk sifat individualis dan menarik diri dari sesamanya. Bagaimana manusia dapat hidup dengan situasi seperti itu? Dalam arti iman lebih lagi :  bagaimana dunia bisa bertahan tanpa adanya persekutuan antara manusia yang satu dengan yang lainnya? Dan bagaimana keselamatan seluruh mahluk dapat terwujud?  Tema Natal 2022 yang mengutip dari Injil Matius 2:12, “Mereka kembali ke negerinya melalui jalan lain...” menjadi inspirasi bagi kita bersama. Tuhan membuka alternatifalternatif lain bagi kita, supaya keselamatan tetap dapat terwujud. Bagaimana supaya setiap mahluk di seluruh muka bumi dapat memperoleh keselamatannya? Tuhan memberi petunjuk. Dia senantiasa menyertai kita, agar rencana keselamatan-Nya dapat terwujud. Jalan-jalan lain disediakan oleh Suara Gembala GERBANG 6


GERBANG 7 Tuhan bagi kita. Mari kita setia dan tekun dalam mencarinya dan menjalaninya.  Saya hanya ingin mengingatkan umat beriman dari sisi kehidupan beriman saja. Bahwa persoalan yang dihadapi Gereja saat ini adalah bagaimana mengembalikan umat beriman pada perayaan-perayaan maupun kegiatan-kegiatan Gereja secara tatap muka? Akibat pandemi, umat beriman banyak yang memilih untuk mengikuti misa maupun pertemuan-pertemuan secara online. Memang bukan 100% kesalahan umat beriman, karena masih banyak gereja-gereja yang memfasilitasi hal tersebut. Namun harus kita sadari dua hal : Satu, perayaan-perayaan dan pertemuan online diijinkan hanya karena situasi yang darurat. Artinya, hanya untuk menjaga dan memelihara umat beriman agar mereka tidak kehilangan pegangan dan imannya pada saat-saat yang berat yang sedang dihadapi. Gereja ingin hadir menemani umat beriman melewati masa-masa yang sulit itu. Namun sadarilah, masa-masa sulit sudah lewat. Mari kembali kepada kebiasaan awal, dimana perjumpaan secara langsung adalah sebuah kehendak dari Tuhan sendiri. Dia datang ke tengah-tengah dunia untuk berjumpa, berbicara, dan menyapa kita secara langsung. Apakah kita mau menyia-nyiakan kesempatan berharga ini? Yang kedua, menyambut langsung Kristus Tuhan melalui perjumpaan secara tatap muka. Hal ini berarti bahwa kita sungguhsungguh menunjukkan kesungguhan ingin dekat dengan Tuhan. Memang tidak mudah, tapi ada nilai usaha dan perjuangan untuk menanggapi tawaran Tuhan yang hadir di tengah-tengah kita.  Sadari juga bahwa ada banyak bahaya pembenaran yang menyebar dengan luas di tengah-tengah kita. Antara lain : anggapan bahwa jika masih ada misa online, berarti masih sah mengikuti perayaan ekaristi secara online. Kalau mengikuti misa online, tidak usah capek-capek ke gereja, dsb. Sekali lagi, kita jatuh pada kemalasan, kenyamanan, dan juga kesendirian. Nilai usaha dan perjuangan menjadi kalah dengan pembenaran-pembenaran yang sebagian telah diungkapkan di atas. Lalu, buat apa Tuhan susah-susah  hadir di tengah-tengah manusia? Allah telah tinggal di tengahtengah kita dan menjadi sama seperti kita manusia, namun berbeda dalam hal dosa.  Tahun 2023 pun sudah datang. Mari mencanangkan sebuah resolusi kehidupan. Sebuah cita-cita atau harapan untuk masa depan yang lebih baik, dalam kehidupan maupun di dalam iman. Niat-niat yang dibuat hendaknya merupakan sebuah jawaban atau tanggapan terhadap situasi yang terjadi. Karena kita semua tahu bahwa Tuhan memberikan pengalaman yang istimewa melalui peristiwa-peristiwa hidup. Mari belajar bersama Tuhan. Menemukan jalan-jalan baru yang telah Tuhan sediakan untuk keselamatan kita.   Salam dan doa saya untuk anda semua. Tuhan memberkati hidup, karya, dan pelayanan anda.  RD Michael Wisnu Agung Pribadi Pastor Paroki Pulo Gebang


Puji syukur atas rahmat yang sangat luar biasa yang telah dan selalu diberikan Tuhan kepada kita semua, sehingga kita bisa bersama bersukacita dan berbagi dalam kegembiraan Natal tahun ini. Dengan tema, “Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain.” (Matius 2 ; 12), Panitia Natal ingin memberikan rangkaian acara Natal yang terbaik untuk menyambut kedatangan Tuhan dalam hati setiap umat. 1. Jalan sehat, kita mengajak semua umat untuk mengingat kembali Kebersamaan, kerinduan dan kekompakan dalam lingkungan dan wilayah yang sebagian besar memiliki kepengurusan kaling dan korwil yang baru 2. Bazar, panitia mengajak umat untuk melihat dan peduli terhadap UMKM yang ada di lingkup gereja. Bagi UMKM semoga ini dapat menjadi Jalan Lain yang panitia tawarkan, sehingga lebih semangat dan merasa diperhatikan oleh gereja. 3. Fashion show, kita mengajak orangtua untuk lebih melihat ciri khas dan potensi anak yang begitu luar biasa. Semua anak adalah spesial, mereka adalah generasi mendatang yang sangat berharga. Semoga orangtua dapat lebih menenal dan mengarahkan anak ke Jalan Potensi Baru yang sesuai ciri khas dan bakat mereka. 4. Akhirnya dalam rangkaian Malam Natal yang sungguh khidmat yang dipimpin oleh dua gembala kita, Romo Michael dan Romo Gunanawan yang memberikan pesan Natal mendalam kepada umat. Semoga sungguh menjadi kekuatan walaupun Natal akan berlalu. Kemudian Misa Natal Lansia dan temu kangen lansia yang begitu luar biasa. Dan Misa Natal Anak dengan persembahan yang sangat indah bermakna berbagi serta homili interaktif berhadiah dari frather yang ditutup dengan foto bersama Santa Claus menciptakan wajah-wajah sukacita bagi anak-anak. Begitu besar kasih Tuhan dalam Tahun ini. Kami panitia Natal wilayah 2 mengucapkan banyak terimakasih yang sangat luar biasa atas dukungan seluruh Umat Gabriel yang begitu hebat sehingga rangkaian Natal tahun ini begitu mengesankan dan menggembirakan. Kami juga minta maaf jika dalam tindakan ucapan ataupun tulisan yang kurang berkenan bagi Bapak Ibu. Akhir kata selamat Natal 2022 Dan selamat Tahun baru 2023. Damai sejahtera Dan rahmat Tuhan selalu berlimpah untuk kita semua. Salam Kebersamaan, Panitia Natal 2022 8 Panitia Natal 2022 Salam Kebersamaan dan Kebaikan sekapur sirih


11 Sakramen tobat atau pengakuan dosa (rekonsiliasi) adalah sakramen penyembuhan rohani dari dosa. Akibat dosa, manusia kehilangan rahmat Allah yang pernah diterima dalam sakramen baptis. Jika seseorang bertobat maka, ia pun berdamai kembali dengan Allah, gereja, dan sesama. Menjelang Natal, Gereja Santo Gabriel Pulo Gebang membuka pelayanan sakramen tobat selama 4 hari pada Senin-Kamis (12 - 15 Desember 2022). Sakramen tobat dilaksanakan secara tatap muka, dimulai pukul 18.00-20.30. Tercatat yang mengaku dosa sebanyak 534 umat. Jumlah ini tidak sebanyak umat yang mengaku dosa pada Paskah 2022 lalu (616 umat). Ada beberapa kendala salah satunya cuaca extrem dan kemacetan. Sakramen tobat setiap hari rata-rata dilayani oleh 4 Pastor, 2 Pastor Paroki yaitu Romo Michael Wisnu AP, Pr dan Romo A. Setya Gunawan, Pr serta dibantu 2 Pastor tamu secara bergantian (terlampir). Sakramen Tobat Membersihkan Diri Menjelang Natal Jumlah umat yang mengaku dosa/hari Pastor yang melayani Rm. Michael Wisnu AP, Pr 17 18 43 46 38 30 21 37 36 39 34 35 41 19 54 26 83 137 165 149 Rm. Alphonsus Setya Gunawan, Pr Rm. Yudha Pramana, Pr Rm. Harry Liong, Pr Rm. Anton Kapitan, Pr Rm. Pius Norvin Arimurthi, Pr Rm. Wilfrid Valiance, Pr Rm. Albertus Yogo Prasetianto, Pr Jumlah Umat Senin 12 Des Selasa 13 Des Rabu 14 Des Kamis 15 Des (dki) liputan utama


12 Setelah sekian lama umat St.Gabriel dapat merasakan kembali kemeriahaan Natal di gereja, terlihat padatnya umat yang sangat antusias hadir ke gereja bahkan satu setengah jam sebelum misa dimulai. Sebelum perarakan petugas liturgi memasuki gereja, berkumandanglah maklumat yang dibacakan oleh Frater Ar. Pada barisan terakhir perarakan tampak dua muda mudi yang berperan sebagai Maria Yusuf menggendong Bayi Yesus dan diserahkan kepada Romo Mike untuk dibaringkan di palungan. Sebuah kalimat menarik disampaikan oleh Romo Michael dalam homilinya: “Palungan bukan sekedar palungan” yang dapat dimaknai bahwa kita diajarkan untuk melihat kesederhanaan Tuhan Yesus yang adalah Allah tetapi berkenan untuk lahir di kandang. Kandang yang sederhana adalah tempat Tuhan Yesus dilahirkan secara manusiawi oleh seorang perawan tak bernoda dan pria yang taat pada imannya, Bunda Maria dan Bapak Yusuf. Palungan yang menjadi tempat untuk semua orang datang bertemu dengan-Nya dan menyembah-Nya. Para gembala, anakanak, dari raja hingga orang sederhana datang untuk bertemu dan melihat Sang Juru Selamat yang telah datang. Bunda Maria dengan segala pergulatan batin yang dialami saat menerima kabar dari Malaikat Gabriel bahwa ia akan Palungan Bukan sekedar Palungan Misa Malam Natal 2022, pukul 18.00 liputan utama


13 mengandung dari Roh Kudus, menerima segala perkara tersebut dengan penuh kerendahan hati. Bapak Yusuf yang pada awalnya ragu dan tidak ingin melanjutkan pertunangannya dengan Bunda Maria, pada akhirnya dengan penuh ketaatan menerima dan melaksanakan segala yang Allah kehendaki. Ketaatan yang mereka miliki memungkinkan Yesus lahir dalam sebuah keluarga yang normal. Bersama dengan keluarga kita masing-masing, kita diajak untuk datang ke palungan dan memberikan persembahan yang terbaik yang kita miliki. Dan dari palungan yang sama kita berharap memperoleh berkat sukacita untuk keluarga kita sepanjang tahun yang baru. Kelahiran Tuhan Yesus ke dunia memberikan kita semangat hidup yang baru dan ketekunan dalam pengharapan untuk memperoleh keselamatan dari-Nya. Mari kita pulang melalui jalan Tuhan, sebab hanya Dia satu-satunya petunjuk kita untuk menuju rumah kediaman-Nya yang abadi. Stefanie Nohos. liputan utama


16 Mendekati penghujung tahun yang cuacanya mulai berubah menjadi lebih sejuk dengan hujan yang bisa saban hari terjadi, membuat langit sepanjang pagi juga sudah mulai terasa syahdu seakan ikut berdandan mempersiapkan Natal menyambut kehadiran Bayi Yesus. Detik-detik awal misa terdengar maklumat berkumandang, mengingatkan lagi rancangan kehadiran Sang Raja yang sudah ada sejak awal mula manusia diciptakan. Setelah maklumat dibacakan, perarakan petugas liturgi dari pintu utama mulai memasuki gereja, sepasang yang berperan menjadi Maria dan Yusuf beriringan berjalan perlahan paling belakang sambil membawa Bayi Yesus. Lampu sorot yang menyorot keduanya melambangkan bahwa saat ini seluruh mata dunia sedang tertuju pada Keluarga Kudus yang hadir ke dunia dengan cara yang sangat sederhana ini. Saat Bayi Yesus diletakan diatas palungan sontak bintang terang berpendar diiringi dengan dinyalakannya seluruh cahaya lampu gereja, menyampaikan bahwa langit baru sudah tiba dan kegelapan terkalahkan oleh kelahiran seorang Raja. Maka layaklah dunia bergegap gembira merayakannya karena Sang Terang sungguh sudah hadir. Umat Paroki Pulo Gebang yang hadir saat misa ke-2 ini mendapatkan kesempatan untuk membawa pulang sebuah kata hasil perenungan singkat yang disampaikan oleh Rm A Setya Gunawan, Pr. Ada yang memilih kata damai, gembira, terang, sukacita, pengharapan, tenang, sinar, bahagia dan kata – kata lainnya yang dipilih umat untuk menggambarkan Misa Malam Natal II, 24 Desember 2022 Memilih Sebuah Kata Sebagai Oleh-Oleh liputan utama


17 ungkapan hati secara pribadi di malam natal ini. Lewat perjumpaan secara pribadi dengan Bayi Yesus pada malam natal ini , Romo Gunawan mengingatkan kita untuk kembali melalui jalan yang baru, jalan yang mungkin tidak lebih mudah tapi hendaknya setiap orang mengingat lagi tujuan hidup sebagai anak-anak Allah, yaitu menuju jalan hidup yang suci. Jalan untuk menjadi suci adalah berani berbuat benar apapun profesi yang dipilih. Menjadi orangtua yang benar, anak-anak yang benar, menjadi dokter yang benar, menjadi suster yang benar dan sebagainya. Semoga satu kata yang sudah kita pilih barusan boleh menjadi pengingat dan kekuatan saat memilih dan menjalani hidup dengan lebih suci dengan berbagai dinamikanya. Romo meminta umat untuk saling mengucapkan natal dengan saudara yang duduk disi kanan dan kiri, depan dan belakang, sekaligus menjadi penutup homili. Selamat Natal Tuhan memberkati Er liputan utama


18 Misi karya Tuhan ke dunia adalah untuk semua manusia, oleh karena itu Tuhan memilih dilahirkan dalam palungan yang sangat sederhana. Kenapa Tuhan Yesus tidak dilahirkan di tempat yang mewah atau istana? Akan tetapi memilih di palungan. Karena Tuhan lahir untuk semua orang yang datang dari berbagai kalangan yang berbeda-beda, seperti gembalagembala yang datang adalah orang yang sederhana atau miskin. Para gembala yang datang dan mendengarkan kabar dari malaikat merasakan suka cita yang begitu luar biasa. Tuhan datang ke tempat orangorang yang kurang diiperhatikkan di dunia ini. Dalam khotbahnya Romo menyampaikan bahwa mereka yang kecil dan dan tak diperhatikan menjadi tujuan Tuhan Yesus hadir ke dunia. Yesus merangkul mereka dan tidak memandang dari golongan mana. Gembala yang tak terperhatikan itu, mereka yang paling bersukacita. Sineon dan Hana adalah orang suci yang tidak pernah meninggalkan bait suci, ada doa yang mereka ucapkan “Tuhan jangan panggil saya dulu, sebelum saya melihat kehadiran Tuhan Yesus sang Juru Selamat.” Doa itu terkabul. Mereka Walaupun kita kotor tapi Tuhan bersedia lahir di tempat yang kotor karena besar kasihNya Misa Lansia, 25 Desember 2022 Rm. Alphonsus Setya Gunawan, Pr. bertemu dengan Yesus. Kasih Tuhan kepada dunia yang tersingkir atau gembal-gembala yang tidak memilki status yang tinggi. Tapi Tuhan tidak meninggalkan mereka. Tuhan Yesus menunjukkan cintaNya pada semua manusia, sehingga mereka yang datang merayakan kelahiran Tuhan pastilah turut bersukacita bersama Yesus. Meskipun banyak manusia yang sudah dilupakan atau ditinggalkan karena status, akan tetapi Tuhan selalu hadir dan menyertai dengan caraNya yang luar biasa. Allah selalu mencintai kita dan kesederhanaan kita. Manusia seperti palungan yang menjadi tempat kelahiran Tuhan, meskipun palungan atau kita ini penuh dengan kotoran dan dosa, akan tetapi Tuhan Yesus lahir disana, yang menunjukkan kesederhanaan dan cinta kasih kepada umatNya. Marilah kita menyadari bahwa Tuhan sudah lahir dan tinggal di dalam diri kita, maka hendaknya kita saling mengasihi dan mencintai. Ingat Tuhan tidak pernah meninggalkan umatnya dan akan selalu memberikan cintaNya kepada semua manusia. Stefanie Nohos Kita Adalah Palungan liputan utama


20 “Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi disana, ‘ Kata para gembala bergegas menuju ke Betlehem. Memperhatikan keluarga-keluarga dan anak-anak yang bergegas memasuki halaman gereja pada Hari Raya Natal ini seakan menjadi flash back peristiwa para gembala dari padang rumput yang bergegas mencari dan menemukan kelahiran Sang Raja di Bethlehem. Semua begitu sukacita dan penuh semangat, apalagi saat mendapati Bayi Yesus yang terbaring di palungan. Gembala dan Tiga Raja mempersembahkan kado-kado berharga bagi Kanak Yesus, seperti itulah anak-anak di Paroki Pulo Gebang yang juga mempersembahkan amplop kasih yang dimasukan ke dalam kotak di depan palungan Tuhan, sebagai kado kelahiran dan sambutan penuh cinta kepada Tuhan. Amplop ini akan diberikan kepada saudarasaudara yang Lemah, Kecil, Miskin, Tersingkir dan Disabilitas., sebagai wujud kepedulian dan Tindakan kasih anak-anak paroki Pulo Gebang kepada Tuhan Yesus melalui sesama LKMTD. “Hari kelahiran Tuhan Yesus adalah pestanya anak-anak, karena pada saat ini hanya anak-anak yang mengerti bahasa Bayi Yesus. Maka suasananya harus penuh Misa Natal Anak 25 Desember 2022 Pkl. 09.30 liputan utama


21 sukacita dan meriah berwarna untuk anak-anak.” Begitu sedikit pengantar dari Romo Michael saat membuka homili dan menyerahkan homili kepada Frater Ar dan Frater Surya untuk dilanjutkan menjadi sesi tanya jawab yang seru dengan banyak hadiah dari St.Claus Saat frater melontarkan pertanyaan, anak-anak semua antusias berebut untuk menjawab. Anak – anak yang bisa menjawab dengan benar mendapatkan hadiah dari St.Claus. Semua pertanyaan berhasil dijawab oleh anak-anak, beberapa jawabannya spontan dan mengundang tawa membuat suasana semakin seru dan meriah. Untuk menutup sesi kuiz frater memberikan pesan-pesan natal kepada anak-anak untuk senantiasa menjadi anak-anak Tuhan, antara lain anakanak harus rajin berdoa dan rajin membantu orangtua. Rupanya kejutan dan hadiah natal untuk anak-anak tidak berhenti sampai disitu, anakanak yang sudah mendapatkan voucher goodie bag saat memasuki gereja sebelum misa dapat menukarkannya dengan sekantung goodie penuh dengan produk kesukaan anak-anak. Walaupun diluar sempat turun hujan rintik-rintik, tapi anak-anak semangat mengantri di barisan yang sudah disiapkan oleh panitia. Bapak ibu pun tidak luput mendapatkan kado-kado kejutan juga, seusai misa panitia wilayah dua juga membagikan produk kopi dan vitamin kepada seluruh umat sambil berfoto bersama St.Claus di depan dekorasi natal yang sangat indah di lobi. Selamat Natal Anak-Anak! Selamat menerima dan berbincang dengan Bayi Yesus Er liputan utama


Memasuki bulan keluarga di masa adven, Panitia Natal 2022 berkolaborasi dengan SKK (Seksi Kerasulan Keluarga) dan ME (Marriage Encounter), menyelenggarakan seminar keluarga dengan tema: “Merawat Perkawinan” yang diadakan pada hari Minggu, 04 Desember 2022, bertempat di GKP lantai 3, Gereja St. Gabriel Pulo Gebang, pada pukul 11.00 – 12.30 WIB, dengan nara sumber utama yaitu Romo Aloysius Susilo Wijoyo, Pr. Acara yang dihadiri oleh sekitar 125 orang pasutri ini, dimulai pada pukul 11.05. Dipandu oleh dua orang host, Estu dan Yoppy, berlangsung secara interaktif, dimulai dengan doa pembuka dan lagu pujian dari tim PDKK, lalu kata sambutan dari Ketua panitia natal 2022 dari Wilayah 2, Anton. Mengawali sesi, melalui slide yang ditampilkan, kedua host terlebih dahulu mengingatkan kembali ciri hakiki dari perkawinan katolik yaitu: monogami, harus dengan lawan jenis, tidak dapat diceraikan dan berlangsung seumur hidup. Sesi merawat perkawinan Dimulai pada pukul 11.30 WIB, Romo Susilo sebagai narasumber,  menyebutkan 22 tujuan perkawinan sederhananya ada tiga yaitu : kesejahteraan suami istri, prokreasi (mempunyai keturunan) dan pendidikan anak. Ekonomi rumah tangga dan relasi yang tidak harmonis menjadi dua masalah utama dalam perkawinan.  Bagian terpenting dalam Sakramen Perkawinan adalah janji perkawinan, yang harus dihafalkan, dipahami lalu diucapkan pada hari “H” dengan disaksikan oleh imam, saksi , keluarga dan umat yang hadir, untuk kemudian dilaksanakan seumur hidup. Menikah itu, bukan hanya menyatukan, tapi juga belajar untuk melepaskan 4 hal berikut : 1. Melepaskan asumsi, menggantinya dengan komunikasi, apalagi asumsi yang negatif. 2. Melepaskan gengsi, menggantinya dengan diskusi. 3. Melepaskan ego, menggantinya dengan lebih mendengarkan dan mengerti pasangan. 4. Melepaskan ekspektasi, menggantinya dengan apresiasi (misal: mengucapkan terima kasih kepada pasangan). Untuk menjaga perkawinan, diperlukan perawatan rutin yang dapat dilakukan sendiri, “TIDAK CUKUP HANYA JANJI, PERKAWINAN ITU BUTUH PERAWATAN” liputan umum


23 salah satunya bergabung dengan komunitas ME (bagus untuk mempererat kembali relasi komunikasi suami istri) dan perawatan khusus, yang kadang membutuhkan bantuan konselor (dapat minta bantuan Seksi Kerasulan Keluarga terlebih dahulu, jika bertambah serius baru bertemu Romo Paroki). Kalau kita dititipi Tuhan suami/ istri/ anak yang bermasalah, itu adalah anugrah Tuhan yang tetap layak disyukuri dan layak untuk diberikan yang terbaik. Tuhan tahu kita kuat untuk diproses menuju kekudusan, dengan meneladani keluarga kudus Nazaret, hanya orang yang punya cinta yang bisa berkorban, karena cinta itu perlu pengorbanan. Romo Susilo meminta setiap keluarga untuk dapat selalu melakukan lima hal berikut: 1. Saling menerima kelebihan dan kelemahan, karena penerimaan itu melegakan hati. 2. Saling memaafkan kalo ada kesalahan, memaafkan menyembuhkan luka, semakin sulit mengampuni, semakin sulit rekonsiliasi. 3. Saling mendoakan. 4. Saling berkomunikasi dengan enak tanpa emosi dan marah-marah, boleh marah asal tepat. 5. Saling bekerja sama dengan baik.  Selanjutnya pasutri peserta semuanya diminta berdiri berhadapan, diajak untuk mengulangi singkatan dari kata KELUARGA yang disampaikan terlebih dahulu oleh Romo Susilo: KE... kecilkan emosi, LU... luaskan hati, AR… arahkan pada yang Ilahi, GA… galang relasi,  dengan saling memandang diucapkan  bersamaan kemudian berpelukan. Sebuah video singkat tentang keluarga dan perkawinan ditayangkan, melalui dialog interaktif Romo Susilo menanyakan pesan dan kesan yang ditangkap lewat video tersebut. Diwakili beberapa peserta, pesan dan kesan yang disampaikan sangat beragam berdasarkan persepsi masing-masing. Sesi ditutup oleh Romo Susilo dengan harapan sesuai spirit dan pesan Natal, peserta bisa lewat jalan lain yang lebih baik, dengan selalu melakukan lima hal “saling” yang telah disebutkan tadi, agar tidak menjadi pribadi yang itu-itu saja. Open house Marriage Encounter ( ME ) Komunitas ME Paroki Pulo Gebang, turut berpartisipasi mengisi acara seminar melalui  sharing pasutri Dicky-Icha (Ketua Kormep St. Gabriel Pulo Gebang) setelah sesi yang dibawakan oleh Romo Susilo berakhir pada pukul 13.15 WIB. Dicky-Icha berbagi cerita tentang relasi dalam perkawinan mereka, sebelum dan sesudah mengikuti weekend ME, serta perubahan apa saja yang mereka berdua rasakan dalam relasi mereka setelah bergabung dengan komunitas ME paroki. Sharing diceritakan dengan cara BPS (bagaimana perasaan saya), bentuk penyampaian komunikasi secara bergantian antara suami istri yang menjadi ciri khas ME.  Dicky-Icha menutup sesi dengan ajakan kepada seluruh keluarga di Paroki Pulo Gebang, khususnya peserta seminar dengan mengucapkan : “Let’s make paroki Pulogebang strong from home” sebagai suatu tekad yang harus diwujudkan bersama, membangun relasi keluarga yang lebih berkualitas, kuat dan kokoh. Selain berpartisipasi dalam acara, ME juga mengadakan open house, membuka stand khusus meja pendaftaran, dengan tujuan agar pasutri peserta seminar yang tertarik bergabung dengan komunitas ME paroki, bisa langsung mendaftar untuk mengikuti weekend ME dengan memilih tanggal sesuai jadwal pada brosur yang telah dibagikan. Tujuan yang kedua adalah untuk  melayani dan memberikan informasi yang lebih jelas kepada pasutri yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai komunitas ME. Puji Tuhan, dari peserta yang hadir, ada lima pasutri yang tertarik dan berniat untuk ikut weekend ME, satu pasutri bahkan sudah langsung mendaftar untuk ikut jadwal terdekat, yaitu tanggal 9-11 Desember 2022, yang diadakan di Wisma Cengkih, Bogor. Seluruh rangkaian acara seminar keluarga merawat perkawinan, yang berjalan dengan seru, interaktif, penuh canda, dan sekaligus menjadi ajang temu kangen peserta dengan ‘Romo Joy’ yang cukup terpuaskan dengan mendengarkan pantun dan lagu yang dinyanyikan oleh beliau diakhiri dengan doa dan lagu penutup dari tim PDKK serta berkat dari Romo, selesai pada pukul 13.40 WIB.  Berkah Dalem. Penulis: Triesly Wigati – Lingkungan Sta. Monika liputan umum


and A Happy New Year 2022 2023 PT MADA PUTRA PERKASA Merry Christmas


28 Mungkin muncul pertanyaan bagi kita pada waktu Natal, gua? kandang? atau tempat kelahiran mana yang menjadi rujukan yang tepat untuk tradisi Gereja Katolik satu ini. Santo Fransiskus dari Assisi memulai tradisi ini di Gereja Katolik Roma pada tahun 1223 di Greccio, Italia. Santo Fransiskus dari Assisi terpesona dengan keadaan atau suasana tempat kelahiran Yesus. Tradisi ini mengingatkan Santo Fransiskus dari Assisi dari Bethlehem, yang dia kunjungi. Untuk mewujudkan itu, lima belas hari sebelum Natal, dia meminta seorang pemuda setempat untuk membantunya menghidupkan kembali kenangan akan kelahiran Yesus di Betlehem. Para imam, biarawati dan warga sekitar pun turut memeriahkan suasana dengan membawa sedotan, bunga, obor bahkan lembu dan keledai. Saat Natal, imam merayakan Ekaristi di atas palungan, menunjukkan hubungan antara Perjalanan Sebuah Kandang Natal Inpirasi budaya dan kecintaan pada Nusantara telah memberikan tempat yang begitu indah dalam menyambut Bayi Yesus. Inkarnasi Putra Allah dan Ekaristi. Dikisahkan seorang saksi mata mengatakan bahwa terjadi keajaiban pada Misa malam itu. Sejak itu tradisi menciptakan suasana ini menyebar dan menjadi salah satu tradisi di Gereja Katolik. Melalui tradisi ini, Santo Fransiskus dari Asisi melakukan penginjilan yang menyentuh hati orang-orang. Palungan sangat menyentuh hati, karena menunjukkan kisah kasih lembut Allah atas palungan, Yesus mewartakan perlunya berada bersama orang miskin sebagai jalan menuju dunia yang lebih manusiawi dan duniawi. Disinilah hal yang penting bukanlah bagaimana Kandang atau Gua Natal disusun, tetapi gambaran kelahiran Yesus berbicara bagi hidup kita tentang kasih Allah yang menyertai kita. Pesan inilah yang ingin Wilayah 2, Panitia Natal 2022, bawa untuk diupayakan dan menciptakan kembali dan mengembalikan esensi yang menjadi tujuan utama Santo Fransiskus dalam perayaan Natal. Panitia Natal 2022 dari wilayah 2 (dua) merencanakan dan menyusun ide tersebut dari September 2022. Dalam perencanaannya banyak usul dan masukan yang diterima dari berbagai pihak, untuk mewujudkan dan mengembalikan esensi tradisi Natal ini, termasuk menggunakan dan tetap memperlihatkan unsur Nusantara, Indonesia. Kecintaan umat akan budaya Nusantara juga dituangkan dalam Kandang Natal ini melihat tahun-tahun sebelumnya sudah banyak mengangkat budaya Nusantara, seperti suku Jawa, Betawi, Papua, dan Dayak. Atas persetujuan berbagai pihak, termasuk dari teman-teman Liturgi akhirnya Panitia Natal 2022, mengangkat tema Sumatera secara umum untuk konsep, pemilihan warna, dan inspirasi kandang dan dekorasi Gereja kali ini, serta membawa warna baru dalam perjalan inkulturasi budaya di Paroki Pulo Gebang. Ide dan konsep ini dituangkan dan direalisasikan oleh OMK wil. 2 (dua). Selain mengangkat rumah khas daerah, Panitia juga membawa nilai Pancasila, yaitu nilai kesatuan, yang dituangkan dalam bentuk latar belakang kandang, diambil dari kain-kain batik potongan (perca) dari berbagai daerah di Indonesia, lalu dijadikan satu. Kain yang menjadi latar tersebut bermakna bahwa, walaupun kita dari suku, budaya, liputan umum Indo dan Nesia


29 Arsitek: Nesia Putri Lieman (Lingk. Mikael) atau agama yang berbeda, apabila kita bersatu padu, bertujuan seperti bintang dari timur menyinari dan memberi petunjuk kepada Para Majus, pasti sinar itu akan berguna, bermanfaat dan indah untuk orang disekitar kita. Selain membawa unsur Nusantara, kandang dan dekorasi Natal 2022 juga mengedepankan cinta Lingkungan, dengan menerapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Langkah yang diambil Panitia Natal 2022 yaitu memastikan kembali seluruh peralatan dan dekorasi Natal, baik peralatan kerja sampai hiasan Natal, dari tahun sebelumnya dapat digunakan kembali, untuk mengurangi meminimalkan dampak sampah terhadap lingkungan. Daur ulang barang yang tidak lagi digunakan, seperti: kain perca (sisaan) batik sebagai latar langit kandang; kardus bekas, yang dijadikan hiasan gantungan di atap Gereja dan kandang Natal; kayu bekas, yang digunakan sebagai kerangka kandang Natal; kertas semen bekas untuk mencipatkan ornamen gua/batu. Lalu, menggunakan daun yang pernah digunakan meja Altar pada minggu-minggu sebelumnya lalu diberi warna emas. Selain itu, langkah Eco friendly yang dilakukan yaitu membuat kerangka panggung yang bisa digunakan tahun-tahun selanjutnya, sebagai langkah Panitia menciptakan sustainable development /keberlanjutan. Konstruksi panggung dibuat dari besi yang bisa dibongkar pasang, untuk memepermudah penyimpanan. Kandang terbuat dari kayu dan bambu yang tentunya juga mudah dibongkar pasang. Indo adalah salah satu OMK di wilayah 2 yang mengejawantahkan setiap goresan yang dituangkan oleh adiknya Nesia melalului gambar 3D yang dibuatnya. Karya sepenuh hati dari kakak beradik ini tampak nyata dalam kandang natal yang berdiri begitu indah dan menyentuh hati. Ketika kita berswa foto di depan kandang dan palungan ini Romo Alphonsus Setya Gunawan Pr, memiliki harapan tidak hanya sebagai background foto tetapi hendaknya Yesus yang diletakkan di palungan dalam kandang natal ini mampu merasuki hati kita untuk terus menumbuhkan cinta kasih di dalam keluarga, ligkungan dan masyarakat. Harapannya, cerita dibalik keindahan dekorasi dan Kandang Natal 2022 ini dapat menciptakan kembali esensi palungan Natal sesungguhnya yaitu membawa penghayatan kepada Tuhan dan menciptakan kasih yang lembut kepada lingkungan dan sesama, seperti pewartaan Santo Fransiskus dari Asisi. Syukur dan cinta IndoNesia dan Wil 2 liputan umum


30 Tiga Raja dari Timur adalah tiga sosok berbeda, berbeda suku, warna kulit dan keyakinan yang , terlihat dari warna kulit, cara berpakaian dan persembahan yang dibawa oleh masing-masing Raja yang akan dipersembahkan kepada Bayi Yesus. Sosok tiga raja ini menjadi gambaran dari menusia, yang berbeda-beda tapi sama-sama ingin mnecari Sang Kebenaran. Ketiganya adalah ahli bintang yang pada jamannya menyelidiki akan hadirnya sebuah bintang besar dan terang. Bintang besar inilah yang dipercaya menjadi penanda lahirnya seorang Raja Agung. Saat Tiga Raja atau biasa disebut Tiga Orang Majus ini pergi mengikuti bintang besar, tiba-tiba sampai di Betlehem bintang tersebut hilang, maka bingunglah ketiganya. Kehilangan bintang ini menjadi simbol bahwa manusia dalam hidup terkadang mengalami kehilangan pegangan, kehilangan arah dan tersesat. Terkadang memutuskan untuk mencari petunjuk kepada orang yang berkuasa, pada jaman itu Tiga Raja mencari petunjuk kepada Herodes dan mengharapkan dapat menemukan jawabannya. Herodes adalah seorang raja yang haus akan kekuasaan tentu saja langsung terganggu saat mendengar bahwa akan lahir seorang raja besar yang dapat mengancam posisi dan kedaulatannya. Setelah berdiskusi dengan para penasehatnya yang juga menemukan catatan dalam kitab – kitab ramalan bahwa sebuah bintang besar dan terang kelak akan muncul menjadi penanda kehadiran Raja Agung, maka timbulah niat jahat Herodes untuk membunuh Raja baru. Ia meminta Tiga Orang Majus ini untuk pergi dan mencari Raja yang akan lahir itu dan melaporkan keberadaannya kepada Herodes, dengan dalih Herodes akan datang untuk menyembah Sang Raja. Tiga Raja dari Timur itu meneruskan perjalanannya, dituntun oleh bintang timur yang kembali bersinar terang. Betapa Bahagia ketiganya saat berhasil menemukan Sang Bayi yang baru lahir dan terbaring diatas palungan. Masing-masing Orang Majus memberikan Mur, Kemenyan dan Emas. Emas melambangkan bahwa Bayi Yesus diakui sebagai seorang Raja, Kemenyan melambangkan bahwa Yesus diakui sebagai Imam, dan Mur melambangkan bahwa Yesus diakui sebagai Nabi. Maka Yesus adalah Raja, Imam dan Nabi. Setelah berjumpa dengan Bayi Yesus, Tiga Orang Majus diperingati oleh malaikat dalam mimpinya untuk pulang melalui jalan lain, jangan lagi melewati jalan yang diminta Herodes. Pada titik inilah, peran ketiganya menjadi jelas, yaitu menjadi wakil dari seluruh manusia bahwa siapapun yang sudah berjumpa dan mengalami sendiri kehadiran kasih Yesus di dalam hidupnya, mempunyai karunia untuk mengambil jalan hidup yang baru dan meninggalkan jalan hidup yang lama. Meninggalkan jalan hidup Herodes dan tidak terbuai oleh iming-iming duniawi yang justru dapat menghancurkan sumber kasih Yesus di dalam hati kita. Walaupun jalan yang baru berarti mengikuti Yesus memanggul Salib, tapi itulah jalan kasih dan jalan keselamatan. Jalan yang tidak mudah tapi menjadi satu-satunya jalan menuju pada kebenaran. Selamat meninggalkan manusia lama dan selamat menempuh jalan hidup yang baru. Tuhan memberkati Rm. Alphonsus Setya Gunawan, Pr. Maka Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain (Matius 2 : 12) Jalan lain itu adalah jalan pembaharuan hidup, keselamatan dan kasih walaupun tidak mudah untuk dilalui - Rm. A Setya Gunawan Pr.- liputan umum


Christmas


Medio 2022, pandemi covid19 berangsur melandai. Ini yang menjadi salah satu pemikiran panitia natal untuk mengumpulkan umat St Gabriel melakukan kegiatan secara bersama-sama. Maka tercetuslah membuat rangkaian acara Jalan Santai, Bazar dan Gabriel Fashion Show (GFS) di halaman parkir gereja St Gabriel Pulo Gebang. Untuk menarik minat umat, panitia mengedarkan voucher berhadiah. Tidak diduga, antusias umat luar biasa. Dalam waktu tidak begitu lama, lebih dari 2.000 voucher ludes terjual. Tidak hanya umat St Gabriel, tetapi karyawan gereja pun turut membeli. Daya tarik voucher selain harganya terjangkau, juga bisa ditukarkan dengan konsumsi saat acara, berupa mie siap saji dan kopi panas. Dengan membeli voucher juga berpeluang mendapatkan hadiah undian. Sekitar 40 item hadiah mulai dari tabungan, setrika, rice cooker, kipas angin, blender, smart watch, TV android, Smart TV hingga hadiah utama adalah sepeda lipat. Tiba waktunya untuk melaksanakan ke-3 kegiatan tersebut. Sabtu, 17 Desember 2022 pukul 05.30, peserta sudah mulai berdatangan. Pukul 06.00 peserta sudah memenuhi parkiran gereja. Mereka berkumpul sesuai dengan wilayah masing-masing sesuai penanda yang disediakan panitia. Empat master of ceremony dari orang muda katolik (omk) memandu acara. Hadir juga Pastor Paroki Pulo Gebang Romo Michael Wisnu AP, Pr dan Romo Alphonsus Setya Gunawan, Pr, Frater Ar, serta para Suster Sang Timur. Tepat pukul 06.30, Romo Gunawan membuka acara dan memimpin doa pembukaan. Setelah itu kedua Romo menuju area start, untuk memotong pita, pertanda kegiatan jalan sehat siap dimulai. Kemudian secara berurutan, peserta dari wilayah 1 mengambil start, diikuti Wilayah berikutnya. Ada 18 wilayah di Paroki Pulo Gebang. Tidak hanya umat wilayah, tim lansia juga ambil bagian dalam acara ini. Jalur Jalan Sehat adalah berkeliling komplek Pulo Gebang Permai dengan menempuh jarak sekitar 2,6 km. Setelah 45 menit, para peserta jalan sehat sudah finish atau kembali lagi ke parkiran gereja. Kemudian mereka mengikuti acara senam lansia dan senam muda-mudi. Bazar dan GFS menambah rangkaian acara jalan sehat menjadi semakin meriah. Kompetisi per Wilayah Keseruan Jalan Sehat juga diwarnai lomba antar wilayah. Panitia menyediakan hadiah menarik untuk wilayah ter-on time, yaitu wilayah paling tepat waktu hadir, ter-banyak yaitu wilayah yang mengirimkan peserta jalan sehat paling banyak dan ter-kompak, yaitu wilayah yang bisa menunjukkan kekompakan. Akhirnya terpilih teron time adalah Wil 11, ter-banyak diraih Wil 7 dan ter-kompak untuk Wil 12. 34 Jalan Sehat, Bazar dan Gabriel Fashion Show Meriahkan Rangkaian Acara Natal di Paroki Pulo Gebang liputan umum


35 Melibatkan Lansia, Remaja (omk) hingga Anak-Anak Jalan sehat ini juga merupakan ajang bertemunya semua lapisan umat tanpa kecuali. Seperti lansia mempunyai tim sendiri saat jalan sehat. Komunitas lansia juga diberi kesempatan memimpin senam lansia. Orang muda katolik juga terlibat dalam memeriahkan suasana. Dari awal sampai akhir acara, empat pemadu acara dari omk menambah keseruan suasana. Mereka begitu semangat dan atraktif dalam membawakan acara, pengundian voucher dan games. Anak-anak selain mengikuti jalan sehat juga banyak yang menjadi peserta lomba GFS. Ada 2 kategori GFS yaitu balita-anak dan anakremaja. Ternyata tidak hanya umat St Gabriel yang hadir, beberapa warga RT sekitar gereja juga datang saat bazar. Dukungan dari Sponsor Panitia Natal menggandeng beberapa perusahaan untuk mensponsori acara jalan sehat, bazar dan GFS. Ada pembagian air mineral dan minuman isotonic bahkan test gula darah. Semua itu didapatkan peserta jalan sehat secara cuma-cuma. Peserta juga bisa menukar voucher jalan sehat dengan paket mie siap saji dan kopi panas. Beberapa sponsor juga menawarkan harga promo mulai dari vitamin, susu, hingga sparepart motor. Peserta GFS juga mendapatkan voucher belanja (sepatu) dan goodie bag dari sponsor. Semua tenant bazar umat, disupport salah satu bank dengan menggunakan Qris, untuk bisa bertransaksi non tunai. Panitia juga mengadakan bazar gula murah. Volunter Kesehatan dan Kebersihan Ada kisah-kisah inspiratif dalam kegiatan jalan sehat dan bazar. Salah satunya adalah tim dokter yang secara sukarela mendukung acara ini. Mereka siap sedia memberikan pertolongan di pos-pos jalur jalan sehat. Bahkan ada yang ikut berjalan kaki membawa peralatan dan baju dokter lengkap. Pengabdian yang luar biasa dari para dokter patut diacungkan jempol. Mereka harus datang pagi-pagi untuk berkoordinasi dengan tim lalu memantau acara hingga selesai. Ada peserta jalan sehat yang sakit, dengan sigap dokter pun memberi pertolongan. Bersyukur tidak ada umat yang menderita sakit parah. Ada 6 tim dokter dan 2 relawan medis yang turut berpartisipasi dalam acara jalan sehat ini yaitu dr. Haryani, dr. Stella N, dr. Yasmine, dr. Edi, dr. Willy, dr. Fransisca, ibu Jus dan ibu Juliawati. Kisah inspiratif lainnya adalah tim sukarela sampah. Di sela-sela acara bazar di parkiran gereja St Gabriel ternyata masih ada beberapa umat yang belum peduli dengan sampah. Tim relawan dadakan berkeliling memungut sampah dan mengajak umat ikut serta membantu menjaga kebersihan. Tim ini juga patut diajukkan jempol karena kerelaan dan kepeduliannya dalam menjaga kebersihan lingkungan. (dki) Jalan Sehat, Bazar dan Gabriel Fashion Show Meriahkan Rangkaian Acara Natal di Paroki Pulo Gebang liputan umum liputan umum


Wil 1 Wil 2 Wil 5 Wil 15 Wil 16 Wil 17 Wil 3 Wil 6 Wil 9 Wil 10 Wil 11 Wil 13 Wil 12 Wil 14 Peserta Jalan Sehat Wil 4 Wil 7 Wil 8 36 liputan umum


Sejak pandemi Covid19, perekonomian umat seakan berhenti karena diberlakukan PPKM dalam rentang waktu yang panjang. Setelah pandemi berangsur mereda, perekonomian berangsur merangkak. Itulah gagasan panitia natal untuk mengadakan bazar umk (usaha menengah kecil) pada Sabtu, 17 Desember 2022 mulai pagi hingga siang di halaman parkir GKP Gereja St Gabriel, Pulo Gebang. Dengan sosialisasi gerakan ber-tagar #belidariumat dan #dariumatuntukumat, harapannya umat bisa membeli makanan atau produk dari umat sendiri, bahkan bisa membantu bahkan mempromosikan produk umat secara berkesinambungan. Dalam hal ini, panitia mengundang perwakilan umk dari seluruh wilayah dengan memberi kesempatan 2 umk/perwilayah karena lokasi bazar yang terbatas. Dari 18 wilayah, sebanyak 13 wilayah yang turut berpartisipasi (72%). Selain kulineran (79%) ternyata bazar ini juga menjual berbagai merchandise, gelang, parfum, tas hingga pakaian. Menurut panitia, bahwa bazar tidak hanya target menjual tetapi bagaimana product juga dikenal umat. Panitia pun berusaha membantu mempromosikan lewat website paroki hingga share di grup whatsapp sebelum hari-H, sehingga umat bisa memesan lewat purchase order. Harapannya apabila sudah ada kantin gereja, mereka bisa mengisi stand jualan secara bergiliran. Atau saat kegiatan gereja, umk bisa support konsumsi, dll. Berdasarkan pantauan, umat yang datang sangat antusias membeli produk di bazar umk ini bahkan sebagian rela antri. Untuk transaksi non tunai bagi pembeli, panitia bekerjasama dengan salah satu Bank untuk menerbitkan QRIS kepada setiap umk. Peserta bazar pun cukup puas dengan acara ini bahkan banyak yang mengusulkan diadakan kembali, seperti diungkapkan di grup whatsapp peserta bazar. “Terima kasih kami ucapkan kepada panitia yang sudah bekerja keras. Ditunggu next eventnya,” kata Imelda dari Wilayah 17. “Terima kasih panitia sehingga bazar dapat berjalan dengan lancar. Untuk kedepannya kami bisa diikut sertakan lagi, GBU,” ungkap Ira dari Wilayah 2. (dki) Fashion Show kembali menjadi trend dengan adanya Citayam Fashion Week (CFW), tempat nongkrong anak muda dengan busana khas dan nyentrik. Panitia Natal melihat moment viral ini, maka diselenggarakan ajang Gabriel Fashion Show (GFS) pada Sabtu, 17 Desember 2022. GFS ini bertujuan untuk mengasah bakat, kreatifitas dan kepercayaan diri kaum muda dan anak-anak. Sejak dibuka pendaftaran selama 6 minggu, jumlah pendaftar kategori 1 (usia 3-7 tahun) sebanyak 27 orang dan kategori 2 (usia 8-17 tahun) sebanyak 17 orang. Bagi semua peserta, panitia mensyaratkan bahan yang digunakan bertema natal dan dari Bazar Umat St. Gabriel Gabriel Fashion Show Ajang Mengasah Bakat, Kreatifitas dan Kepercayaan Diri 37 #belidariumat #dariumatuntukumat liputan umum


bahan daur ulang. Sehingga peserta dituntut kreatif dan bebas mengeksplore bahan pakaian yang akan ditampilkan. Adapun ketiga juri adalah Romo Michael Wisnu Agung Pribadi, Pr (Perwakilan Gereja St. Gabriel), Sr. Theresiana PIJ (Perwakilan Sekolah Sang Timur) dan Theresia Ellyda Utami (Perwakilan Sekolah St. Yoseph). Pada umumnya, peserta sangat kreatif dalam menampilkan gaun dari bahan daur ulang. Penampilan pun sangat menarik dan lucu. Saat anak-anak balita harus berjalan di catwalk dengan panduan suara teriakan orang tuanya yang berada dibawah panggung, menambah keseruan acara itu. Setelah semua peserta tampil, dari hasil penjurian, didapatkan pemenang Gabriel Fashion Show sbb: Kategori 1. Juara 1. Aurel Situmorang (St. Yohanes/Wil 7), Juara 2. Cornelia Zefanya (St. Paulus/Wil 6), Juara 3. Samuel Alantheli (St. Stefanus/Wil 11). Kategori 2. Juara 1. Inggrit Deandra Angelita Nainggolan (St. Yohanes Pembabtis/Wil 10), 38 Juara 2. Rachel A. Putri Manalu (St. Helena), Juara 3 (Yunita Sihombing/Wil 2). Kategori Best Costume diraih oleh Jolene Nathaniela Heriawan (St. Clara/Wil 5). Panitia memberikan apresiasi yang tinggi buat para peserta, diluar ekspektasi, mereka berkreasi luar biasa dengan bahan daur ulang sampai full body. Gaun dari plastik, kostum raja dari kardus, rok dari kertas koran yang digulung, dll. Bahkan putra-putri mereka rela berlatih mandiri pada H-1. Pada akhirnya juara atau tidak, bukan lah hal yang utama tetapi menambah pengalaman, melatih mental dan kreatifitas menjadi bekal dimasa datang dan semua akan menjadi pemenangnya. (dki) liputan umum


Seperti tahun-tahun sebelumnya, Panitia Natal menghimpun dana dari berbagai sumber. Salah satunya mencetak dan menjual kalender ke umat Santo Gabriel. Kalender 2023 kali ini, panitia mencoba membuat tema atau konten berupa informasi seksi, kategorial, tim khusus dan biara yang ada di lingkup paroki. Total ada 24 seksi/ kategorial, sehingga panitia harus menghimpun data dari setiap seksi/ kategorial dan menyusun menjadi informasi yang menarik bagi umat. Harapannya umat yang membeli akan mengetahui seksi, kategorial, tim khusus dan biara yang ada di paroki. Umat juga dapat mengetahui kegiatan apa saja di setiap seksi/ kategorial sehingga dapat turut melayani di tempat yang sesuai. Ditampilkan juga kontak person seksi/kategorial yang dapat dihubungi saat dibutuhkan umat. Di bagian cover kalender menampilkan wajah kedua Romo Paroki dan para pelayan gereja, baik DPH, Korwil, Kaling, Ketua Seksi, Ketua Kategorial, Koordinator ASAK dan Ketua Biara Sang Timur. Juga alamat dan nomor telepon sekretariat gereja, alamat Instagram, Facebook, Youtube dan website paroki. Antusias umat terhadap kalender ini sangat baik. Dalam kurun waktu 3 minggu ditawarkan ke umat, sebanyak 1.100 kalender ludes terjual. (dki) BAGI UMAT PAROKI PULO GEBANG KEISTIMEWAAN KALENDER 2023 42 liputan umum


Tepat tanggal 8 Januari 2023, anak-anak Bina Iman Santo Gabriel Pulogebang berkumpul di GKP lantai 3. Teman-teman cilik tersebut merayakan Natal dan Tahun Baru Bersama. Yaps, selama covid melanda negeri kita, perayaan natal dan tahun baru selalu dilakukan secara online dan sangat terbatas. Maka, ketika diijinkan untuk menyelenggarakan kegiatan secara tatap muka, panitia penyelenggara sangat senang. Perayaan natal kali ini mengangkat tema Jalan Serta Yesus, dengan doa semoga anakanak selalu ingat dan melibatkan Tuhan Yesus dalam setiap perjalanan kehidupan. Acara dibuka dengan sambutan dari Romo Gun, mengajak anakanak untuk berdoa menyambut kelahiran Tuhan Yesus di dunia. Sumber sukacita yang sesungguhnya adalah kelahiran Tuhan Yesus di dunia, bukan hadiah dan lain-lain. Anak-anak juga diajak untuk berbagi kasih kepada sesama yang membutuhkan, tidak harus dalam bentuk materi, namun juga dalam bentuk perhatian terhadap orang di sekitar kita. SD Sang Timur turut serta memeriahkan acara ini dengan menampilkan Tari Giring-giring dari Kalimantan, kemudian dilanjutkan KETIKA BIA BIR BERKARYA 43 liputan umum


oleh Louis dan Felicia dari St.Clara, duo penyanyi yang membawakan lagu O Holly Night. Acara semakin meriah saat anak-anak Bina Iman Sabtu dari Metland menampilkan tablo kisah kelahiran Yesus yang dibawakan dengan penuh hikmat. Tidak lupa anak-anak PG/Tk Bina Iman Paroki mengucapkan selamat natal kepada semua yang hadir dengan berpadu suara menyanyikan lagu Selamat Hari Natal. Di lantai satu, panitia juga menyediakan “pojok foto”agar anak dan keluarga dapat berfoto dengan tema Natal yang meriah. Sstt… sebagai informasi, Pojok foto ini adalah hasil karya kakak-kakak pendamping BIA BIR lho… Salam BIA BIR Tuhan memberkati 44 liputan umum


Gereja Santo Gabriel bersama komunitas lansia melakukan natal bersama di Gedung GKP lantai tiga. Acara ini dihadiri oleh para lansia, seusai misa lansia pukul 06.30. Sebelum acara dimulai bapak ibu lansia sudah hadir dan dengan wajah sukacita memasuki ruangan GKP. Acara yang dimulai pukul 09.00 pagi ini dihadiri oleh Romo Mike, yang datang lebih dahulu lalu menyambut mereka dengan melakukan jabat tangan dan menyapa para lansia satu persatu. Sapaan ini tentu saja mendapat sambutan luar biasa dari lansia, tampak Romo Mike tidak pernah sepi dikelilingi umat hingga acara dimulai. Bapak Arie Anggoro selaku Ketua Adiyuswo, memberikan kata sambutan dengan sebelumnya mengajak para lansia untuk melakukan sapaan singkat, “Lansia, Usia boleh lanjut, Semangat Pantang surut!” ucapnya. Minggu, 25 Desember 2022 Dan diikuti oleh seluruh peserta dengan semangat dan kompak. Pak Arie mengucapkan terima kasih kepada Romo dan pada Panitia Natal yang mendukung acara Natal Lansia ini. Beliau juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran yang bersemangat untuk seluruh peserta, semoga dapat menikmati acar dengan sukacita. Romo Gunawan yang juga hadir dengan semangat dan gembira ikut terlibat dalam acara ini. Ditengah kata sambutan yang disampaikannya Romo Gun memberikan istilah-istilah lucu ; seperti Glamor dengan kepanjangan Golongan Lanjut Umur, dan banyak singkatan lainnya yang membuat peserta tertawa. Romo Gunawan yang ditemani oleh Bapak Seno sedikit menceritakan bahwa keduanya pernah bersama dalam satu seminari. Romo Gunawan juga mengajak peserta untuk melakukan Permainan Jari. Peserta USIA BOLEH LANJUT, SEMANGAT PANTANG SURUT 48 liputan umum


saling memegang jari mereka dan mengikuti instruksi yang diberikan oleh Romo Gun. Pada saat permainan ada beberapa yang mengalami kesulitan dalam memegangi jari teman di sebelahnya, ada juga yang bingung dengan instruksi yang diberikan Romo Gunawan. Tapi semakin membingungkan riuh tawa peserta semakin terdengar. Akhirnya permainan ini memang hanya sebagai hiburan yang menambah sukacita peserta. Selanjutnya pak Anton selaku Ketua Panitia Natal dalam sambutanya mengucapkan terima kasih kepada pak Arie selaku Koordinator Acara, dan berharap saling semangat dan saling menguatkan. Beliau juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran peserta dan berharap acara berjalan lancar dan semua boleh memperoleh sukacita natal. Dengan iringan musik yang dibawakan oleh pak Yopi lagu Mars Adiyuswa berkumandang dilanjutkan dengan lagu Hello, semua ikut bernyanyi bersama dengan wajah penuh senyum. Romo Gunawan yang masih menyertai acara tersebut membantu membacakan undian doorprize. Hadiah doorprize ini dilakukan sebanyak 4x pengundian. Pengundian ke-2 dibantu oleh Ibu Lusia Hari, pengundian ke-3 oleh Bapak Haryanto dan pengundian ke-4 oleh Bapak Yopi. Sebelum memasuki pengundian ke-3, ada selingan lagu dari Sumatera Utara. untuk peserta yang berasal dari Sumatera Utara maju ke depan dan bernyanyi serta berjoget bersama. Disusul permintaan lagu Maumere dan Tobelo, ditambah permainan Kuda Berbisik berhadiah membuat acara semakin seru dan meriah. Hadiah yang diberikan membuat peserta antusias ingin mendapatkan hadiah tersebut. Sehingga mereka berebutan untuk ikut maju bersama bermain games. Uniknya dalam permainan bisik-bisik ini, mereka tidak bisa menebak kalimat dengan benar, semua tergelak tawa saat bapak ibu lansia ini berusaha menebak kalimat yang dibisikan. Pada akhir acara pak Arie Anggoro kembali mengingatkan semboyan lansia dengan penuh semangat, “Lansia! Usia Boleh Lanjut, Semangat Pantang Surut.” Acara yang dikemas dengan menarik dan menyenangkan ditutup dengan pantun salam hangat dari MC yang membawakan acara Natal bersama Lansia tersebut. Sampai pada penghujung acara ditutup dengan doa, dan Berkat oleh Romo Gunawan. Stefanie Nohos 49 liputan umum


50 liputan umum


Click to View FlipBook Version