The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-Book berisi tentang silase

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fitrymay12, 2021-07-28 05:01:51

MATERI AJAR

E-Book berisi tentang silase

Keywords: Pembelajaran 1

PE

KOMPETENSI KEAHLIAN :
AGRIBISNIS TERNAK RUMINANSIA

ENGAWETAN HIJAUAN
PAKAN TERNAK

Oleh :
Fitri Maisaroh (201507272569)

KOMPETENSI 3. Memah
INTI mengevalu
konseptua
sesuai den
Komunika
dan Agro
detil, dan
pengetahu
humanior
diri sebag
kerja, war
internasio

4. Melaksana
dan prosedur
sesuai denga
Bidang Agrib
bimbingan d
standar kom
mengolah, d
mandiri, kol
terkait deng
serta mamp
langsung. M
meniru, mem
ranah konkre
di sekolah,
pengawasan

hami, menerapkan, menganalisis, dan
uasi tentang pengetahuan faktual,
al, operasional dasar, dan metakognitif
ngan bidang dan lingkup Simulasi dan
asi Digital, dan Dasar Bidang Agribisnis
oteknologi pada tingkat teknis, spesifik,
n kompleks, berkenaan dengan ilmu
uan, teknologi, seni, budaya, dan
ra dalam konteks pengembangan potensi
gai bagian dari keluarga, sekolah, dunia
rga masyarakat nasional, regional, dan
onal.

akan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi,
r kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah
an lingkup Simulasi dan Komunikasi Digital, dan Dasar
bisnis dan Agroteknologi. Menampilkan kinerja di bawah
dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan
mpetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar,
dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
laboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
gan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah,
pu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan,
mbiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam
et terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah
langsung.

KOMPETENS

3.10 Menerapkan pe
pakan ternak

4.10 Melakukan peng
pakan ternak

SI DASAR

engawetan hijauan
gawetan hijauan

Mene
pengaw

Memb
pengaw

Melaku

Menera

entukan macam-macam
wetan hijauan pakan ternak

bedakan macam-macam
wetan hijauan pakan ternak

ukan pengawetan hijauan
pakan ternak

apkan pengawetan hijauan
pakan ternak

Tujuan Pem

 Melalui membaca siswa mam
macam pengawetan hijauan p

 Melalui diskusi zoom siswa m
macam pengawetan hijauan p

 Melalui praktik siswa mampu
hijauan pakan ternak dengan

 Melalui praktik siswa dapat m
hijauan pakan ternak dalam k
menumbuhkan karakter ulet
keras

mbelajaran

mpu menentukan macam-
pakan ternak dengan tepat
mampu membedakan macam-
pakan ternak dengan tepat
u membuat pengawetan
n benar dan teliti
menerapkan pengawetan
kehidupannya untuk
t, kreatif, mandiri dan kerja

PETA KO

Pengawetan SIL
Hijauan
Ada JER
Pakan Ternak AMO

H

KONSEP

LASE PENGAWETAN
HIJAUAN DALAM
RAMI BENTUK SEGAR
ONIASI
PENGAWETAN
HAY JERAMI UNTUK
MENURUNKAN
KANDUNGAN SERAT

KASAR

PENGAWETAN
HIJAUAN DALAM
BENTUK KERING

URAIAN MATERI

Alam semesta beserta isinya merupakan salah satu bukti kekuasaan Allah
SWT. Manusia diciptakan dan dikaruniai ilmu pengetahuan supaya dapat
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu senantiasa harus bersyukur
atas semua yang telah terlimpahkan kepada kita.

Ternak merupakan salah satu makhluk hidup yang juga diciptakan Allah untuk
konsumsi manusia. Ternak juga membutuhkan pakan untuk berproduksi maupun
kelangsungan hidupnya. Namun demikian sesuai dengan kondisi alamnya, pada
musim penghujan jumlah hijauan berlimpah sedangkan pada musim kemarau jumlah
hijauan berkurang. Dengan pengetahuan yang telah dikaruniakan-Nya, manusia
dapat memanfaatkan sumber daya alam yang ada secara optimal dan melakukan
upaya agar pakan dapat tersedia sepanjang waktu dalam jumlah yang cukup dan
berkualitas. Upaya tersebut berupa pengawetan hijauan pakan ternak. Pengawetan
dilakukan melalui silase, hay, maupun pengolahan menajdi jerami amoniasi

a. Silase
Pemberian rumput dalam kondisi segar dapat menambah palatailitas ternak
ruminansia. Untuk itu pembuatan silase diharapkan dapat mengatasi
permasalahan kekurangan hijauan segar sepanjang waktu terutama pada
musim kemarau dengan kualitas nutrisi yang tinggi.
Silase merupakan hijauan pakan ternak yang disimpan dalam keadaan segar
setelah mengalami proses ensilase. Silase disimpan dengan kadar air hijauan
berkisar antara 60-70%. Adapun tempat penyiimpanan silase disebut dengan
silo.

Tujuan pembuatan silase

yaitu untuk mengawetkan serta mengurangi kehilangan nutrien pada hijauan
agar dapat dimanfaatkan untuk pakan pada masa mendatang (Susetyo et al.,
1969).
Selain itu, tujuan dari pembuatan silase adalah:
1. Mengatasi keterbatasan jumlah hijauan pada saat musim kemarau
2. Meningkatkan nilai gizi pakan hijauan

Prinsip pembuatan silase

Dalam prinsipnya pembuatan silase ini menghilangkan udara dengan cepat agar
tercapai suasana anaerob, untuk menumbuhkan bakteri asam laktat yang dapat
membantu penurunan pH, sehigga mencegah tumbuhnya jamur atau kapang.

Suasana anaerob dapat diperoleh dengan cara:

1. Memadatkan bahan (hijauan) yang telah dichopper dengan cara diinjak-injak
atau menggunakan alat untuk memadatkan.

2. Silo harus ditutup rapat dan dipastikan tidak ada kebocoran pada silo.
3. Menambahan bahan aditif atau bahan tambahan untuk mempercepat

pembentukan suasana asam.

Pembuatan silase dibantu dengan bakteri asam laktat (BAL) diantaranya
Lactobacillus plantarum, Streptococcu lactis,. Pada dasarnya proses fermentasi
dapat berjalan secara alami, namun hasilnya tidak optimal, karena tercemar bakteri
pembusuk. Oleh karena itu perlu ditanam bakteri fermentasi yang berasal dari
biakan murni, agar lebih mampu bersaing dengan bakteri pembusuk dan silase yang
dihasilkan lebih sempurna. Proses fermentasi juga memerlukan starter untuk
merangsang perkembangan bakteri asam laktat. Starter bisa berupa tetes tebu
(molasses) atau gula pasir, atau bahan lain sebagai sumber karbohidrat yang mudah
dicerna.

Cara Pembuatan Silase

Bahan :
1) Rumput segar (misal rumput gajah, rumput raja, rumput odot, dan lain-lain) 30 kg
2) Molases 500 ml
3) Bekatul 3 kg (10% dari 30 kg jerami)
4) Air secukupnya 61 5) EM4 20 ml (2 tutup botol)
Alat yang digunakan :
1) Ember
2) Timbangan
3) Alas plastik
4) Drum atau kantong plastik
Cara membuat :

1) Timbang semua bahan yang diperlukan
2) Siapkan molases dan EM4 kemudian campur rata pada rumput
3) Tambahkan bekatul pada rumput dan aduk hingga homogen
4) Atur penambahan air secukupnya
5) Aduk hingga semua bahan tercampur rata
6) Masukkan campuran bahan ke drum dan pastikan tidak ada udara terjebak dalam
drum
7) Tutup rapat drum dan biarkan selama 3 minggu
8) Melakukan fermentasi selama 3 minggu
Cara pembuatan silase dapat dilihat dibawah ini
https://www.youtube.com/watch?v=n-OyOEIxosw&t=12s

KELEBIHAN SILASE

- Dapat meningkatkan kualitas pakan
- Tidak bergantung pada cuaca
- Tidak ada parasit
- Sedikit terjadi kehilangan zat makanan

KERUGIAN SILASE

- Membutuhkan banyak tenaga kerja dan biaya
- Kegagalan ensilase dapat menyebabkan pakan berjamur atau tumbuhnya

bateri pembusuk sehingga pakan juga akan membusuk, sehingga pakan tidak
dapat diberikan ke ternak karena akan memberikan efek keternaknya.

KUALITAS SILASE

1. Warna
Warna silase yang baik memiliki warna seperti warna aslinya menurut
Suyatno et al., (2011) warna silase yang baik yaitu seperti warna asalnya.
Temperatur yang tinggi dapat menyebabkan warna silase menjadi kecoklatan
atau sampai hitam. Ensminger dan Olentine (1978), menyatakan bahwa

warna coklat tembakau, coklat kehitaman, karamel (gula bakar) atau gosong
menunjukkan silase kelebihan panas.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Silase

2. Aroma
Penambahan starter memberikan aroma yang khas silase, artinya proses
ensilase telah berlangsung secara sempurna. Menurut Soekanto (1980),
karakteristik aroma silase yang baik ditunjukkan dengan aroma tidak asam
atau tidak busuk sampai dengan bau asam. Utomo (1999) menambahkan
bahwa aroma silase yang baik agak asam, bebas dari bau manis, bau
amonia, dan bau H2S, Aroma silase berasal dari senyawa asam yang
dihasilkan selama proses ensilase.

3. Tekstur
Tekstur merupakan salah satu indikator penentuan kualitas fisik silase.
Menurut Siregar (1996), silase yang baik mempunyai ciri-ciri, yaitu tekstur
masih jelas, seperti asalnya. Apabila kadar air hijauan pada saat dibuat silase
masih cukup tinggi, maka tekstur silase dapat menjadi lembek. Untuk
mengatasi masalah seperti ini maka hijauan sebelum dibuat silase harus
diangin-anginkan terlebih dahulu untuk mengurangi kadar air.

4. Kadar pH
Menurut Amin dan Leksono (2001), bakteri asam laktat adalah kelompok
bakteri yang mampu mengubah karbohidrat (glukosa), menjadi asam laktat.
Efek bakterisidal dari asam laktat berkaitan dengan penurunan pH lingkungan
menjadi 3 sampai 4,5 sehingga pertumbuhan bakteri lain termasuk bakteri
pembusuk menjadi terhambat.

Macam-macam Tempat penyimpanan silase (Silo)

1. Tower Silo

Yaitu silo yang bentuknya bangunan silinder, tegak seperti menara atau
tower dan terbuat dari besi atau beton

Sumber: http://silo.org/storage-methods/
2. Pit Silo ( Silo berbentuk sumur)

Silo jenis ini dibuat didaerah yang tinggi sehingga terhindar dari rembesan
atau genangan air. Diameter silo dibuat agak lebar untuk mempermudah
pada saat melakukan pengisian.

Sumber: https://indonesian.alibaba.com/product-detail/corn-silage-for-
animal-feed-62018245401.html
3. Trence Silo ( Parit Memanjang di tanah)
Silot ini dibuat berbentuk parit memanjang dibawah permukaan tanah dan
apada umumnya berdinding miring.

Sumber: https://www.shutterstock.com/search/silage+trench

4. Stack silo (Silo berdinding Belahan Papan/Pagar papan)
Silo ini memiliki kelemahan yaitu masih terjadiya kontak dari luar sehingga
kondisi anaerob kurang maksimal. Untuk itu perlu ditip plastic terlebih
dahulu sebelum hijauan dimasukkan.

5. Silo kantong plastic
Silo ini lebih simple dan mudah digunakan untuk pembuatan silase dalam
jumlah sedikit. Akan tetapi kelemahan dari silo ini akan mudah bocor jika
plastic tersobek.

Sumber: https://indonesian.alibaba.com/product-detail/plastic-silage-tube-
silage-sheeting-silo-bag-389151936.html

Cara pemberian silase keternak

Pemberian silase keternak maksimal hanya 30% karena silase sifatnya
asam sehingga dapat menyebabkan diare pada sapi. Cara pemberian silase
pada ternak dengan mencampurkan silase, hijauan segar dan konsentrat

Setelah membaca uraian materi diatas,
silahkan berdiskusi melalui aplikasi zoom.
Silahkan menganalisis pembuatan silase

yang baik

DAFTAR PUSTAKA

Kurniawan, et.al.2015. Pengaruh Penambahan Berbagai Starter pada Pembuatan Silase
Terhadap Kualitas Fisik dan pH Silase Ransum Berbasis Limbah Pertanian.
Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu Vol. 3(4): 191-195, November 2015

Anonim. 2013. Buku Bahan Ajar Siswa. Direktorat Pembinaan SMK Kementrian Pendidikan
dan Kebudayaan Republik Indonesia

Anonim. 2020. Silase Pakan Kambing. https://www.youtube.com/watch?v=n-
OyOEIxosw&t=12s


Click to View FlipBook Version