The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bahan Ajar Pendudukan Jepang di Indonesia untuk kelas XI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by m_rahayu, 2022-11-28 22:59:19

Pendudukan Jepang di Indonesia

Bahan Ajar Pendudukan Jepang di Indonesia untuk kelas XI

Keywords: Sejarah Indonesia,Pendudukan Jepang

PENDUDUKAN JEPANG
DI INDONESIA

Murti Rahayu, S.Pd_SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

A. KOMPETENSI DASAR DAN IPK

Kompetensi Dasar IPK

3.5 Menganalisis sifat pendudukan 3.5.1 Menunjukkan proses/rute masuknya

Jepang dan respon bangsa Indonesia Jepang ke Indonesia

3.5.2 Menganalisis latar belakang masuknya

Jepang ke Indonesia

3.5.3 Membandingkan jenis-jenis organisasi

pergerakan masa pedudukan Jepang

4.5 Menalar sifat pendudukan Jepang 4.5.1 Mengumpulkan informasi terkait dengan

dan respon bangsa Indonesia dan proses masuknya Jepang ke Indonesia

menyajikannya dalam bentuk cerita melalui bacaan, internet dan sumber-

sejarah sumber lainnya

4.5.2 Membuat peta rute masuknya Jepang ke

Indonesia

B. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah melaksanakan pembelajaran dengan model PBL, peserta didik dapat:
1. Menunjukkan proses/rute masuknya Jepang ke Indonesia dengan tepat
2. Menganalisis latar belakang masuknya Jepang ke Indonesia dengan tepat
3. Membandingkan jenis-jenis organisasi pergerakan masa pedudukan Jepang
minimal 5
4. Mengumpulkan informasi terkait dengan proses masuknya Jepang ke Indonesia
melalui bacaan, internet dan sumber-sumber lainnya dengan baik dan benar
5. Membuat peta rute masuknya Jepang ke Indonesia dengan benar

C. MATERI
1. LATAR BELAKANG KEDATANGAN JEPANG KE INDONESIA
Sebenarnya, orang-orang Jepang memasuki Indonesia sebelum
menyerahnya Belanda tahun 1942. Tahun 1937 sedang terjadi krisis ekonomi yang
melanda dunia. Jepang ternyata berhasil mengantisipasi dampak buruk yang
diakibatkan oleh resesi global tersebut. Jepang termasuk salah satu negara yang
mampu selamat dari krisis moneter dunia. Hal ini berbeda dengan Hindia Belanda
(Indonesia di bawah penjajah kolonial Belanda). Maka, ketika krisis ekonomi

Bahan Ajar Materi Pendudukan Jepang di Indonesia_Murti Rahayu_SMA Stella Duce 1 Yogyakarta Page 1

melanda dunia, Jepang mampu bertahan berkat strategi perekonomian mereka.
Sebaliknya, perekonomian Hindia Belanda kian terpuruk. Inilah yang menjadi jalan
masuk awal Jepang ke wilayah Indonesia. Pada 1938-1939, orang-orang Jepang
masuk ke Indonesia untuk berinvestasi kepada pemerintah Hindia Belanda. Selain
itu, Jepang juga menjadi salah satu negara utama tujuan ekspor komoditas dari
Hindia Belanda yang didapat dari kekayaan alam Nusantara. Jepang pada waktu itu
menjadi pesaing negara-negara Eropa dalam perebutan pasar ekonomi. Situasi
demikian, membuat mereka mampu masuk ke Indonesia pada tahun 1938-1939
untuk berinvestasi kepada pemerintah Hindia Belanda.

2. KRONOLOGI KEDATANGAN JEPANG KE INDONESIA

Keberhasilan Jepang menduduki Tarakan kemudian diikuti dengan
didudukinya wilayah-wilayah lainnya. Balikpapan dan Pontianak, misalnya, masing-
masing berhasil dikuasai Jepang tanggal 24 Januari 1942 dan 29 Januari 1942.
Berikutnya, berturut-turut pada 3 Februari 1942 dan 10 Februari 1942, giliran
Samarinda dan Banjarmasin yang direbut Jepang dari Belanda. Setelah menguasai
Kalimantan dan Maluku, pasukan Dai Nippon melanjutkan ekspansi ke wilayah
Sumatera. Tanggal 14 Februari 1942, Jepang mengerahkan pasukan payung untuk
menduduki Sumatera. Dua hari kemudian, tepatnya tangga 16 Februari 1942,
Palembang dan sekitarnya berhasil diduduki. Keberhasilan tersebut membuat Jepang
semakin bertekad menguasai Jawa. Jepang menduduki wilayah Teluk Banten di
Jawa Barat dan Kragan di Jawa Tengah pada awal Maret 1942. Akhirnya, Batavia
(Jakarta) yang menjadi pusat pemerintahan kolonial Hindia Belanda direbut pada 5
Maret 1942 menyusul kemudian Bandung yang diambil-alih dua hari berselang.
Belanda yang semakin terdesak terpaksa menyetujui untuk diadakan perundingan.
Tanggal 8 Maret 1942, di Kalijati, dekat Subang, Jawa Barat, kedua belah pihak
bertemu. Dalam perundingan yang dikenal dengan nama Perjanjian Kalijati itu,
diputuskan bahwa Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang.

3. PROPAGANDA JEPANG
Setelah resmi menduduki Indonesia sejak 8 Maret 1942, Jepang mulai

menyusun pemerintahan demi melancarkan pendudukan mereka di Indonesia. Selain
itu, Dai Nippon juga melakukan aksi-aksi propaganda demi menarik simpati rakyat
Indonesia. Salah satu propaganda yang Jepang lakukan ialah membentuk Gerakan

Bahan Ajar Materi Pendudukan Jepang di Indonesia_Murti Rahayu_SMA Stella Duce 1 Yogyakarta Page 2

3A, yaitu Nippon Pemimpin Asia, Nippon Pelindung Asia, dan Nippon Cahaya
Asia. Gerakan 3A dibentuk oleh Jepang diterapkan untuk membantu usaha
peperangan mereka melawan Sekutu di Perang Dunia Kedua. Selain Gerakan 3A,
pemerintah militer Jepang juga menyebarkan berbagai propaganda lainnya serta
kegiatan-kegiatan dan membentuk deretan organisasi yang melibatkan orang-orang
Indonesia, seperti Pembela Tanah Air (PETA), Heiho, Seinendan, Keibodan, Barisan
Pelopor, dan masih banyak lagi.

Jepang membutuhkan bantuan orang-orang Indonesia untuk menghadapi
Sekutu di Perang Dunia Kedua. Namun di sisi lain, pada perkembangannya,
perlakuan Dai Nippon terhadap rakyat Indonesia justru semakin kejam, penerapan
kerja paksa romusha dan jugun ianfu adalah sedikit contohnya. Selama kurang lebih
4,5 tahun Jepang menjajah Indonesia, banyak kerugian dan kesengsaraan yang
ditimbulkan. Semua diarahkan demi kepentingan perang untuk Jepang sehingga
kehidupan masyarakat Indonesia tersiksa, begitu pula dengan sumber daya alam
yang dikuras oleh Dai Nippon. Hingga akhirnya, pada pertengahan tahun 1945,
Jepang menunjukkan tanda-tanda kekalahan dan akhirnya menyerah kepada Sekutu.
Situasi ini membuka peluang bagi bangsa Indonesia untuk menyatakan kemerdekaan
pada 17 Agustus 1945.

4. PEMBENTUKAN PEMERINTAHAN MILITER
Organisasi militer bentukan Jepang muncul sebagai upaya strategi

menghimpun kekuatan militer dari rakyat untuk melawan sekutu. Upaya defensif ini
dampak dari kekalahan Jepang dalam pertempuran di Laut Coral dan beberapa
pertempuran di Asia Pasifik. Tidak lama Jepang melakukan pendudukan di wilayah
Indonesia, kurang lebih hanya 3,5 tahun saja. Namun demikian, apa yang berkaitan
dengan masa pendudukan itu seolah masih menarik untuk disimak, salah satunya
terkait organisasi militer di masa pendudukan Jepang. Jepang mendarat pertama kali
di Indonesia pada tanggal 16 Desember 1941 di Miri, pulau Borneo bagian utara.
Sebelumnya, Jepang sudah lebih dulu menyerang Pearl Harbour (Pangkalan Laut
Amerika di Asia Pasifik), tepatnya pada tanggal 8 Desember 1941, dan berhasil
melumpuhkan kekuatan Pasukan Sekutu.

Lumpuhnya kekuatan Pasukan Sekutu, mengurangi kekuatan Belanda di
Indonesia, sehingga memudahkan Jepang menduduki Indonesia. Akhirnya, Belanda
menyerah tanpa syarat pada tanggal 9 Maret 1942 dengan ditandatanganinya

Bahan Ajar Materi Pendudukan Jepang di Indonesia_Murti Rahayu_SMA Stella Duce 1 Yogyakarta Page 3

perjanjian Kalijati. Dalam Perjanjian ini, pihak Belanda diwakili Jenderal Teer
Porten (Panglima Angkatan Laut Hindia-Belanda), sedangkan pihak Jepang diwakili
oleh Jenderal Immamura. Jepang menguasai Indonesia selama 3,5 tahun yaitu sejak
tahun 1942 sampai 1945. Akhir dari kekuasaan Jepang di Indonesia ditandai dengan
tragedi pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945.
Kemudian, disusul pada tanggal 15 Agustus, Jepang menyerah secara resmi kepada
Sekutu. Selama masa pemerintahan Jepang di Indonesia, banyak kebijakan-
kebijakan yang sudah dijalankan.
5. ORGANISASI PERGERAKAN MASA PENDUDUKAN JEPANG
a. Organisasi yang bersifat sosial kemasyarakatan

1) Gerakan 3A
Gerakan 3A dicetuskan pada 29 April 1942, bertepatan dengan hari

nasional Jepang yang juga merupakan hari lahir Kaisar Hirohito.
Pembentukannya digagas oleh Kepala Departemen Propaganda Jepang,
Hitoshi Shimizu. Gerakan 3A dicetuskan pada 29 April 1942, bertepatan
dengan hari nasional Jepang yang juga merupakan hari lahir Kaisar Hirohito.
Pembentukannya digagas oleh Kepala Departemen Propaganda Jepang,
Hitoshi Shimizu. Demi mendapat dukungan dari rakyat Indonesia, maka
Hitoshi Shimizu kemudian menggandeng tokoh nasional yakni Mr.
Syamsuddin sebagai Ketua Gerakan 3A. Adapun isi dari propaganda Gerakan
31 adalah: Nippon Pemimpin Asia Nippon Pelindung Asia Nippon Cahaya
Asia.

Akan tetapi, Gerakan 3A ini tidak bertahan lama karena lebih
berorientasi kepada Jepang ketimbang rakyat Indonesia. Gerakan 3A tidak
disukai karena lebih banyak "menggolong" daripada menolong. Gerakan 3A
berakhir pada 1943 setelah mendapat banyak protes keras dari rakyat dan
pemimpin Indonesia.
2) PUTERA

Pemerintah pendudukan Jepang mengubah kebijakan politiknya
dengan merangkul barisan nasionalis pemuda Indonesia. Perubahan kebijakan
ini dilakukan agar para pemuda Indonesia secara sukarela bersedia membantu
peperangan Jepang melawan Sekutu dalam Perang Dunia II atau Perang Asia
Timur Raya.

Bahan Ajar Materi Pendudukan Jepang di Indonesia_Murti Rahayu_SMA Stella Duce 1 Yogyakarta Page 4

Salah satu upayanya adalah dengan sebuah organisasi pemuda yang
diberi nama Pusat Tenaga Rakyat, disingkat Putera, dengan melibatkan tokoh-
tokoh berpengaruh seperti Ir. Sukarno, Mohammad Hatta, K.H. Mas Mansyur,
dan Ki Hajar Dewantara atau Empat Serangkai. Putera secara resmi berdiri
pada 16 April 1943 sebagai organisasi sosial kemasyarakatan bentukan
pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia.
3) MIAI

Cikal-bakal Majelis Islam A’laa Indonesia (MIAI) sebenarnya sudah
ada pada masa pemerintah kolonial Hindia Belanda, tepatnya dibentuk pada 21
September 1937. Pendirian MIAI adalah untuk menaungi berbagai organisasi
Islam di Indonesia seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan
Islam (Persis), dan lainnya. Diharapkan, dengan adanya MIAI dapat
memperkuat hubungan antara umat Islam demi mempersatukan suara untuk
membela kepentingan kaum muslimin. Sempat dibubarkan, MIAI
dibangkitkan kembali pada era pendudukan Jepang di Indonesia pada 4
September 1942 dengan nama Masyumi. Kala itu, Masyumi belum menjadi
partai politik. Tujuan Jepang mengizinkan berdirinya Masyumi agar dapat
memobilisasi umat Islam untuk kepentingan perang melawan Sekutu.

Adapun tugas dan tujuan Masyumi yaitu menempatkan umat Islam
pada kedudukan yang layak dalam masyarakat Indonesia, mengharmoniskan
Islam dengan tuntutan perkembangan zaman, dan ikut membantu Jepang
dalam Perang Asia Timur Raya. Kegagalan Jepang mendapatkan dukungan
dari kalangan nasionalis melalui Putera (Pusat Tenaga Rakyat) juga menjadi
salah satu faktor dibentuknya Masyumi. Awalnya, Masyumi adalah federasi
yang menaungi organisasi Islam pada masa pendudukan Jepang. Masyumi
mendeklarasikan diri sebagai partai politik setelah Indonesia merdeka. Abdul
Rahman melalui penelitiannya berjudul "Masyumi dalam Kontestasi Politik
Orde Lama" menyebutkan, Masyumi ditetapkan menjadi partai politik pada 7-
9 November 1945 di Yogyakarta.
4) Jawa Hokokai

Situasi Perang Asia Timur Raya pada 1944 mulai tidak berpihak
kepada Jepang. Pasukan Sekutu dapat mengalahkan tentara Jepang di berbagai
front. Hal ini menyebabkan kedudukan Jepang di Indonesia semakin terdesak.
Dari situlah kemudian dibentuk Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Jawa)

Bahan Ajar Materi Pendudukan Jepang di Indonesia_Murti Rahayu_SMA Stella Duce 1 Yogyakarta Page 5

pada 8 Januari 1944 oleh pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia. Jawa
Hokokai diharapkan menjadi wadah bagi rakyat Indonesia untuk memberikan
darma baktinya terhadap Jepang yang sedang kepayahan di Perang Dunia II
dan membutuhkan dukungan. Tujuan dari pembentukan himpunan ini adalah
mengorbankan diri, mempertebal persaudaraan, dan melaksanakan suatu
tindakan dengan bukti. Namun, dalam perjalanannya, Jawa Hokokai tidak
mendapat respons yang baik dari rakyat Indonesia.
b. Organiasi semimiliter
1) Seinendan

Seinendan merupakan organisasi yang diisi oleh pemuda Indonesia
dengan kisaran umur 14 hingga 22 tahun. Bertujuan untuk melatih anak muda
agar bisa mempertahankan wilayahnya masing-masing, anggota Seinendan
ternyata juga dikumpulkan sebagai pasukan militer cadangan (pasukan
pertahanan di baris paling belakang). Mulanya, Seinendan hanya memiliki
anggota 3.500 orang dari pulau Jawa. Namun, sampai masa penjajahan habis,
tercatat terdapat 500.000 orang Pemuda yang menjadi bagian dari organisasi
tersebut.
2) Keibodan

Organisasi ini diisi oleh pemuda-pemuda Indonesia yang usianya
mulai 25 sampai 35 tahun. Dengan kriteria usia tersebut, Jepang menganggap
bahwa anggota Keibodan nantinya lebih dewasa dan siap dalam menjaga
keamanan negara. Sebenarnya, tugas Keibodan sama dengan polisi, mulai dari
menjaga alur lalu lintas sampai aksi pengamanan di desa-desa. Dengan binaan
Keimubu (Departemen Kepolisian) dan Keisatsubu (Bagian Kepolisian),
Keibodan juga dilatih untuk menguasai bidang kemiliterannya.
3) Barisan Pelopor

Organisasi ini dibentuk pada 1 November 1944. Tujuan
pembentukannya adalah demi menciptakan kesadaran rakyat Indonesia untuk
mempertahankan wilayah negaranya dari musuh. Jepang ternyata
memanfaatkan situasi ini agar Indonesia turut serta dalam mempertahankan
kedudukan penjajah dari potensi senggolan pihak Sekutu. Para penanggung
jawab organisasi ini banyak dari kalangan nasionalis, mulai dari Sukarno,
Suroso, Otto Iskandardinata, dan Buntaran Martoatmojo. Anggotanya dilatih
kemiliterannya sedemikian rupa dengan berbagai alat seadanya.

Bahan Ajar Materi Pendudukan Jepang di Indonesia_Murti Rahayu_SMA Stella Duce 1 Yogyakarta Page 6

4) Hizbullah
Berbeda dengan tiga organisasi sebelumnya yang memiliki anggota

dari berbagai kalangan, Hisbullah hanya beranggotakan pemuda beragama
Islam. Kurang lebih, sebelum organisasi ini dibentuk, Jepang punya rencana
mengumpulkan pasukan cadangan khusus ini dengan jumlah anggota 40.000
individu. Ternyata, keinginan Jepang tersebut terlaksana karena mendapat
sambutan positif dari masyarakat beragama Islam, terutama orang-orang dari
organisasi Masyumi. Pelatihan pertama para pemuda Islam ini berlangsung
pada 28 Februari 1945. Kala itu, mereka dibimbing langsung oleh pasukan
PETA (Pembela Tanah Air) yang diawasi langsung oleh Kapten Yanagawa
Moichiro, Perwira Jepang.
c. Organisasi militer
1) Heiho

Heiho dibentuk pada tanggal 2 September 1942 atas instruksi dari
Markas Besar Angkatan Darat Jepang. Jepang berusaha keras mengumpulkan
kekuatan Militer, salah satunya pembentukan Heiho sejak tahun 1942. Tujuan
dibentuknya Heiho adalah membantu pekerja kasar militer berupa pembangunan
membangun kubu-kubu pertahanan, menjaga kamp tahanan, dan membantu
perang tentara Jepang di medan perang. Namun, dalam perkembangannya, Heiho
kemudian dipersenjatai. Adapun syarat menjadi Heiho yaitu berumur 18 sampai
25 tahun, berbadan sehat, berkelakuan baik, dan minimal berpendidikan sekolah
dasar. Dalam kontribusinya melawan Pasukan Sekutu, Heiho berperang sampai
ke Morotai, Burma, dan beberapa daerah lain. Heiho terbagi atas pasukan Darat,
Laut, dan Polisi (Kempeitei). Selain itu, Heiho dikelompokkan menjadi beberapa
kompi, seperti kompi 16 bagian Jawa dan kompi 25 bagian atas daerah Sumatera.
Dalam tugasnya, Heiho dibagi ke dalam beberapa bagian seperti pemegang
senjata anti-pesawat, tank, artileri, dan pengemudi.
2) PETA

Peta dibentuk atas usulan tokoh bernama Gatot Mangkoepradja yang
mengirimkan surat kepada Gunseikan (pemimpin militer tertinggi Jepang) di
Jakarta. Isi surat tersebut adalah memohon dibentuknya pasukan para pemuda
lokal untuk membela tanah air dari serangan Pasukan Sekutu dalam Perang Asia
Timur Raya. Kemudian, pada tanggal 3 Oktober 1943, dibentuklah organisasi
militer bernama Peta. Pembentukan ini berdasar kepada Maklumat Osamu Seirei

Bahan Ajar Materi Pendudukan Jepang di Indonesia_Murti Rahayu_SMA Stella Duce 1 Yogyakarta Page 7

No.44 yang berisi pengaturan terkait pembentukan organisasi militer bernama
Peta. Pembentukan ini sebagai wujud simpati kepada rakyat Indonesia supaya
membantu Jepang dalam Perang Asia Timur Raya. Pelatihan Peta dilakukan di
kompleks militer Bo-ei Giyugun Kanbu Resentai daerah Bogor (Jawa Barat).
Hasil dari bentukan Peta menghasilkan 66 Batalyon di Jawa, 3 Batalyon di Bali,
dan 20.000 pasukan di Bogor. Peta memiliki beberapa keunggulan yaitu muda,
kuat dan energik. Hal ini senada dengan salah satu syarat menjadi Peta adalah
berumur muda dan memiliki hubungan yang baik terhadap atasan. Peta dididik
untuk anti terhadap Barat sebagai rasa nasionalisme. Organisasi ini berbeda
dengan Heiho yang ikut berperang ke banyak daerah medan pertempuran. Peta
bertugas sebagai pasukan pertahanan rakyat apabila sekutu menyerang dalam
Perang Asia Timur Raya.

D. DAFTAR PUSTAKA
1. Sumber untuk guru
a. Aiko Kurasawa. 2018. Hubungan Indonesia dan Jepang dalam Lintasan
Sejarah. Jakarta: Direktorat Sejarah.
b. Amelia F. 2020. Pendudukan Jepang di Indonesia. Semarang: Alpirin.
c. Dio Yulian Sofansyah. 2019. Propaganda Romusa Sandiwara dari Jepang.
Yogyakarta: Matapadi Presindo.
d. Ira Pramudawardhani. 2022. Perkembangan Politik di Indonesaia Tahun
1942-1945. Boyolali: Lakeisha.
e. Nainggolan, Roberto. 2022. Implementasi Problem Based Learning (PBL)
Berbasis Video Dokumenter Masa Pendudukan Jepang di Inonesia untuk
Menumbuhkan Rasa Nasionalisme Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 11
Muaro Jambi. SI thesis, Universitas Jambi. (Jurnal)
f. Nino Oktorino. 2019. Keris dan Katana - Ikhtisar Sejarah Barisan Peta dan
Giyugun pada Masa Pendudukan Jepang. Yogyakarta: Elek Media
Komputindo.
g. Nino Oktorino. 2019. Nusantara Membara "Heiho" - Barisan Pejuang
Indonesia yang Terlupakan. Yogyakarta: Elek Media Komputindo.
h. Nino Oktorino. 2019. Seri Nusantara Membara: Invasi ke Sumatra.
Yogyakarta: Elek Media Komputindo.

Bahan Ajar Materi Pendudukan Jepang di Indonesia_Murti Rahayu_SMA Stella Duce 1 Yogyakarta Page 8

i. Susy Ong. 2020. Seikatsu Kaizen: REeormasi Pola Hidup Jepang.
Yogyakarta: Elek Media Komputindo.

2. Sumber untuk peserta didik
a. Alhidayath Parinduri. 2022. https://tirto.id/sejarah-jepang-masuk-ke-
indonesia-kapan-tujuan-kronologi-goLR
b. Ratna Hapsari. 2002. Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas XI Kelompok
Wajib. Jakarta: Erlangga.
c. RK Sejarah. 2020. Materi Pendudukan Jepang di Indonesia. Dalam:
https://www.youtube.com/watch?v=StQW14dilR0 (youTube)

Bahan Ajar Materi Pendudukan Jepang di Indonesia_Murti Rahayu_SMA Stella Duce 1 Yogyakarta Page 9


Click to View FlipBook Version