MENGANALISIS KASUS IBU SITI FADILAH SUPARI
SELAKU MANTAN MENTERI KESEHATAN
DOSEN PENGAMPUH :
IBU SITI CHOIRUL SST, M.Tr,Keb
NAMA : FADILAH PATALANGI
NIM : 751540121050
KELAS : 1 B
PRODI : D-III KEBIDANAN
MATA KULIAH : PENDIDIKAN BUDAYA
ANTI KORUPSI
SIAPAKAH IBU SITI FADILAH SUPARI?
Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 6
November 1949; umur 71 tahun) adalah seorang dosen[1] dan ahli jantung[1]
yang menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden dari 25 Januari
2010 hingga 20 Oktober 2014. Sebelumnya ia menjabat sebagai Menteri
Kesehatan Indonesia dalam Kabinet Indonesia Bersatu pimpinan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono. Ia merupakan salah satu dari empat perempuan
yang menjabat sebagai menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu, selain
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan
Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta.
Ia bekerja sebagai staf pengajar kardiologi Universitas Indonesia. Setelah itu,
selama 25 tahun, ia menjadi ahli jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan
Kita.
Pada tanggal 20 Oktober 2004, Siti Fadilah dilantik menjadi Menteri
Kesehatan oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Ia menikah
dengan Ir. Muhamad Supari dan dikaruniai 3 orang anak.
MANTAN MENTERI KESEHATAN SITI FADILAH
DINYATAKAN BEBAS MURNI SETELAH
MENDEKAM DI PENJARA SELAMA EMPAT
TAHUN AKIBAT KASUS KORUPSI ALAT
KESEHATAN PADA 2004. PERKARA RASUAH
YANG DITANGANI KOMISI PEMBERANTASAN
KORUPSI (KPK) INI TERUNGKAP SEKITAR 10
TAHUN SETELAH TAHUN PROYEK ATAU PADA
2014.
DIDAKWA KORUPSI PENGADAAN ALKES
RP 6,1 MILIAR
MANTAN MENTERI KESEHATAN SITI
FADILAH SUPARI DIDAKWA
MERUGIKAN KEUANGAN NEGARA
SEBESAR RP 6,1 MILIAR. HAL ITU
TERKAIT KASUS PENGADAAN ALAT
KESEHATAN (ALKES) PADA 2005 DAN
2007.
KASUS INI MELANGGAR SALAH SATU NILAI ANTI
KORUPSI YAITU ;
JUJUR . DARI SINI DAPAT KITA AMBIL SEBUAH
PELAJARAN, KURANGNYA SIKAP JUJUR BELIAU.
JADI, SEBAIK APAPUN KITA DALAM MENGHADAPI
SEGALA HAL JIKA TIDAK DILANDASI SIKAP JUJUR
TIDAK AKAN BERARTI APA-APA.
Kasus Ibu Siti Fadila Sufari termasuk dalam 2 prinsip anti
korupsi yaitu prinsip kebijakan dan prinsip transparan
Kasus ibu situ fadila termasuk dalam 2 prinsip anti korupsi yaitu prinsip kebijakan dan
transparan: Kenapa dikatakan kasus ibu Siti Fadila Sufari termasuk dalam prinsip kebijakan
karena ibu siti mengembalikan uang tidak sesuai dengan juamla total uang yang diberikan
sebelumnya dan ibu Siti merupakan terdakwa dari kasus korupsi yang merupakan mantan
dari mentri kesehatan, ibu majelis hakim meyakini ibu siti menerima dan akan mengganti
kerugian negara sebesar RP 1,9M. Namun ibu siti telah mengembalikan RP 1,35M. Sehingga
tersisa RP 530 juta. Ibnu menuturkan,Aalam waktu sebulan setelah putusan dari kekuatan
hukum tetap siti tidak dapat membayar RP 550 juta,negara berhak menyita aset aset terdakwa
untuk dilelang.Hakim Yohanes Prihana menyatakan siti telah terbukti melakukan
penunjukkan langsung terhadap PT.Indofarma untuk pengadaan alat kesehatan buffer
stock.Dan hakim menilai seharusnya, sebagai mentri siti tidak memiliki kewenangan untuk
hal teknis tersebut.selain itu,pengadaan alat kesehatan harus melalui proses lelang. adapun
perihal yang memberatkan terdakwa adalah tidak mengakui perbuatannya dan tidak
mendukung upaya pemberantasan korupsi.Sedangkan hal yang menringankan adalah usia
terdakwa yang sudah lanjut dan terdakwa dinilai telah berjaksa menanggulangi waba flu
burung. Sementara itu,Siti berkukuh tidak merasa bersalah dalam kasus pengadaan alat
kesehatan saat ia menjabat. ia menyayangkan sikap hati yang tidak melihat fakta-fakta yang ia
sampaikan selama persidangan."ini namanya memberantas korupsi dengan korup fakta dan
data,'' Ujarnya.yang ke 2 ialah mengapal kasusu ibu Siti termasuk prinsip transparan karna
menguturkan kemungkinan pihaknya tidak akan mengajukan banding. ia justru berkali kali
mengkritik penegakan hukum diindonesia.
SAY NO TO
CORRUPTION!!
THANK YOU…….