The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

LKPD Berisi Peteunjuk Kegiatan SIswa untuk menjawabi Modul Ajar PPKN BAB 1 SUB B

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kosmasabong, 2023-08-15 22:53:09

LKPD SUB MODUL B PPKN BAB 1 KELAS 7

LKPD Berisi Peteunjuk Kegiatan SIswa untuk menjawabi Modul Ajar PPKN BAB 1 SUB B

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) SUB MODUL B KOSMAS LAKABENDI MOAT ABONG,SE


Lemebar Kerja Peserta Didik SUB BAB B A. Identitas Bahan Ajar Satuan Pendidikan : SMPK Frater Maumere Mata Pelajaran : PPKN Kelas/ Semester : VII / I Materi Pokok : Kronologis Lahirnya Pancasila Alokasi waktu : 3 JP 45 menit B. Capaian Pembelajaran C. Tujuan Pemebelajaran Kronologis Lahirnya Pancasila 1. Mengahayati kronologil lahirnya pancasila 2. Menejelasakan proses lahiranya pancasila sampai penetapan apncasila sebagai dasar negara 3. Mempraktikan nilai -nilai dalam pancasila a. Peserta didik dapat memeberikan Contoh perstiwa dalam sejarah Kronologis lahirnya Pancasila sebagai dasar negara b. Peserta didik dapat menyebutkan Nama tokoh dalam sejarah Kronologis lahirnya Pancasila sebagai dasar negara c. Peserta didik dapat memahami Pandangan para tokoh dalam sejarah Kronologis lahirnya Pancasila sebagai dasar negara d. Peserta didik dapat membedakan isi piagam jakarta dan sila pancasila dalam sejarah Kronologis lahirnya Pancasila sebagai dasar negara e. Peserta didik dapat dapat memahami Symbol sila pancasila dalam sejarah Kronologis lahirnya Pancasila sebagai dasar negara f. Peserta didik dapat memebriian contoh prilkau yang sesia dengan Nilai sila pancasila dalam sejarah Kronologis lahirnya Pancasila sebagai dasar negara g. Peserta didik dapat menganalisis proses perumusan dan penetepan Pancasila sebagai dasar negara h. Peserta didik dapat Membuat sosiodrama tentang sejarah Kronologis lahirnya Pancasila sebagai dasar negara i. Peserta didik dapat Mempraktikan sosiodrama tentang sejarah Kronologis lahirnya Pancasila sebagai dasar negara


D. Sub Modul B ( 5 x Pertemuan) Tujuan Pembelajaran: a. Peserta didik dapat Merancang Nasakah Filim pendek tentang sejarah Kronologis lahirnya Pancasila sebagai dasar negara ( C5) b. Peserta didik dapat Mempraktikan Peran tokoh sesuai nasakah tentang sejarah Kronologis lahirnya Pancasila sebagai dasar negara ( P3 PETUJUK PELAKSANAAN Mata Pelajaran : PPkn Kelas : Pertemuan ke : 1- 5 Nama Kelompok : Anggota Kelompok : 1 ………………………………. 2 ………………………………. 3 ………………………………. 4 ………………………………. 5 ………………………………. 6 ………………………………. 7 ………………………………. A. Persiapan alat dan bahan Lakukan persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan diskusi diatas meja kerja B. Alat Bahan dan media belajar: 1. Alat Tulis (pinsil, pulpen dan mistar) 2. HP atau leptop 3. Buku 4. Camera HP atau Camera Handycam 5. Aplikasi Editing


C. Menyimak ➢ Simaklah vidio pembelajran terkait materi yang akan kita pelajari: https://youtu.be/0EU_u4UFw8g ➢ Simaklah materi terkait : Sidang BPUPKI ➢ Gunakan HP atau leptop dan sumber lain untuk menunjang kegiatan diskusi D. Membuat rumusan maslah Buatlah rumusan masalah berupa Nasakah Filim berkaitan dengan materi diskusi: Simulasi Sidang BPUPKI Contoh: Judul: Simulasi Sidang BPUPKI: Panduan Penulisan I. Pendahuluan • Pengenalan singkat tentang naskah film "Simulasi Sidang BPUPKI" dan tujuannya sebagai alat pendidikan sejarah dan inspirasi. • Pentingnya memahami latar belakang sejarah BPUPKI dan perumusan Pancasila untuk konteks pembuatan naskah. II. Sinopsis Film • Ringkasan singkat alur cerita film, menggarisbawahi poin-poin penting dan momen kunci dalam simulasi sidang BPUPKI. • Pengenalan karakter-karakter utama dan peran mereka dalam cerita. III. Konteks Sejarah • Penjelasan lebih lanjut mengenai latar belakang sejarah Sidang BPUPKI dan situasi politik Indonesia pada masa tersebut. • Penggambaran konteks historis yang membantu siswa memahami mengapa sidang ini begitu penting dalam sejarah Indonesia. IV. Pengembangan Karakter • Deskripsi detail tentang karakter utama dalam film beserta sifat-sifat, tujuan, dan peran masing-masing. • Proses perkembangan karakter sepanjang cerita, bagaimana mereka berubah dan tumbuh seiring berjalannya simulasi sidang. V. Rincian Adegan • Daftar adegan-adegan penting yang akan ada dalam naskah film, termasuk deskripsi singkat tentang setiap adegan. • Poin-poin kunci dalam setiap adegan yang perlu dijelaskan secara rinci.


VI. Dialog dan Narasi • Contoh-contoh dialog penting antar karakter dalam beberapa adegan kunci. • Penggunaan narasi atau monolog yang mungkin diperlukan untuk memberikan konteks atau pemahaman lebih dalam kepada penonton. VII. Pesan dan Nilai-nilai • Penekanan pada pesan-pesan dan nilai-nilai yang ingin disampaikan melalui film ini, terutama terkait dengan makna Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. • Cara bagaimana naskah film dapat menggugah rasa nasionalisme, kepemimpinan, dan semangat berkontribusi bagi Indonesia. VIII. Pembelajaran dan Aktivitas Terkait • Ide-ide untuk kegiatan belajar setelah menonton film, seperti diskusi kelompok, penulisan esai reflektif, atau proyek kreatif terinspirasi dari tema film. • Sumber daya tambahan yang dapat digunakan oleh siswa untuk mendalami konteks sejarah dan nilai-nilai Pancasila. IX. Kesimpulan • Penutup yang menggarisbawahi pentingnya penggunaan naskah film "Simulasi Sidang BPUPKI" dalam mendidik dan menginspirasi generasi muda. • Ajakan kepada siswa untuk merenungkan bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan mereka. X. Daftar Referensi • Sumber-sumber yang dapat dijadikan referensi dalam mengembangkan naskah film ini, termasuk buku sejarah, artikel, dan sumber-sumber online yang relevan. E. Membuat Nasakah Filim Masing – masing Filim berada di kelompok Masing – masing Merancang dan membuat Nasakah Filim sesuai dengan Aturan kebahasaan Pendahuluan Adegan 1: Pengantar Film [Tampilan latar belakang sidang BPUPKI dan suasana yang penuh semangat, diiringi oleh musik yang menggugah.] Narator (V.O.): "Selamat datang pada film 'Simulasi Sidang BPUPKI.' Dalam perjalanan singkat ini, kita akan menyelami momen bersejarah di mana fondasi Indonesia modern digarap oleh para pemimpin dan tokoh intelektual terkemuka."


Adegan 2: Tujuan Edukasi dan Inspirasi [Tampilan momen saat para karakter utama berbicara dengan penuh semangat dalam sidang.] Narator (V.O.): "Film ini dihadirkan dengan tujuan utama sebagai alat pendidikan sejarah yang menarik dan inspiratif. Kami ingin mengajak Anda untuk merasakan kehangatan semangat perjuangan dan meneruskan nilai-nilai berharga kepada generasi muda." Adegan 3: Pentingnya Latar Belakang Sejarah [Tampilan cuplikan arsip yang menunjukkan situasi politik dan sosial Indonesia pada saat itu.] Narator (V.O.): "Sebelum kita menyelami simulasi sidang BPUPKI, sangat penting untuk memahami konteks latar belakangnya. BPUPKI muncul dalam rentang waktu yang penuh gejolak, di tengah penjajahan dan tekad kuat untuk membebaskan diri." Adegan 4: Pentingnya Perumusan Pancasila [Tampilan peristiwa penting yang memunculkan gagasan Pancasila sebagai dasar negara.] Narator (V.O.): "Dalam perjalanan ini, kita akan melihat bagaimana proses perumusan Pancasila, fondasi moral dan filsafat bagi Indonesia, menjadi titik sentral dalam sidang BPUPKI." Adegan 5: Memahami Tokoh-Tokoh [Tampilan adegan karakter utama dalam film, menggambarkan keberagaman pandangan mereka.] Narator (V.O.): "Kita akan bertemu dengan karakter-karakter inspiratif yang merepresentasikan beragam pandangan dan keyakinan. Ini mencerminkan keragaman bangsa Indonesia yang akan menjadi pijakan untuk menyatukan negara ini." Adegan 6: Penutup Pendahuluan [Tampilan momen-momen bersejarah dalam sidang, diakhiri dengan bendera merah putih berkibar.] Narator (V.O.): "Dalam perjalanan ini, mari kita memahami dan merenungi peran besar BPUPKI dalam mengukir takdir bangsa. Simaklah saat-saat penting dalam simulasi sidang BPUPKI yang akan mempertemukan kita dengan nilainilai kebangsaan yang tak pernah pudar." Narator (V.O.): "Mari kita melangkah bersama menuju masa lalu yang membangkitkan semangat masa kini, dan menginspirasi tindakan kita untuk masa depan yang lebih baik." Catatan: Pendahuluan ini dirancang sebagai panduan dan dapat disesuaikan dengan visi kreatif Anda. Anda bisa menambahkan elemen visual, suara, atau narasi yang sesuai dengan gaya film yang Anda inginkan. Sinopsis Film


Dalam film "Simulasi Sidang BPUPKI," kita memasuki dunia yang penuh semangat perjuangan dan idealisme di tengah situasi penuh tantangan pada tahun 1945. Melalui perjalanan pendek ini, kita akan menelusuri momen penting dalam sejarah Indonesia, saat Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) berkumpul untuk merumuskan dasar negara yang akan mengubah takdir bangsa. Film ini memaparkan momen penting dan dialog yang terjadi selama sidang BPUPKI, menggarisbawahi pertentangan ideologi dan nilai-nilai dalam menghadapi tantangan penjajahan. Karakter-karakter utama, seperti Bung Karno, Bung Hatta, Soekarno, Soepomo, dan beberapa anggota BPUPKI lainnya, mewakili beragam pandangan dan tujuan. Ketika para karakter ini berkumpul dalam ruang sidang yang sarat makna, kita menyaksikan perselisihan, debat, dan kerja keras untuk mencapai kesepakatan yang menghormati identitas bangsa Indonesia yang beragam. Meskipun dihadapkan pada perbedaan pandangan, tekad untuk menciptakan dasar negara yang inklusif dan adil mendorong mereka maju. Melalui momen-momen inspiratif, kita melihat bagaimana nilai-nilai Pancasila muncul sebagai solusi untuk merangkul keberagaman dan mengarahkan negara menuju keadilan sosial. Film ini menyoroti momen perumusan Pancasila sebagai titik puncak sidang, di mana tekad untuk merdeka dan keinginan untuk membangun masyarakat yang lebih baik bersatu. Dalam cerita ini, kita menyaksikan bagaimana tokoh-tokoh ini mengerahkan pengetahuan, semangat, dan tekad mereka untuk menciptakan dasar negara yang menggambarkan semangat persatuan, keadilan, dan hak asasi manusia. Seiring film berjalan, kita juga melihat perkembangan karakter dan transformasi mereka sebagai pemimpin yang semakin terhubung dengan semangat perjuangan rakyat. "Simulasi Sidang BPUPKI" tidak hanya menyuguhkan kisah sejarah, tetapi juga mengajarkan pentingnya memahami perjuangan masa lalu untuk menginspirasi tindakan dan nilai-nilai kebangsaan bagi generasi masa depan. Dengan gaya penceritaan yang menggugah, film ini mengingatkan kita akan perjalanan panjang Indonesia menuju kemerdekaan dan mempertegas arti penting persatuan dalam membangun bangsa yang lebih baik. Konteks Sejarah Adegan 1: Latar Belakang Sejarah


[Tampilan gambaran peta Indonesia dan bendera penjajah di beberapa wilayah.] Narator (V.O.): "Pada pertengahan abad ke-20, tanah air Indonesia masih dilanda penjajahan oleh kekuatan asing. Di tengah penderitaan rakyat dan hasrat untuk merdeka, sebuah tonggak sejarah tercipta: Sidang BPUPKI." Adegan 2: Penjajahan dan Tekanan [Tampilan adegan penduduk desa yang bekerja keras, diikuti oleh gambaran penindasan penjajah.] Narator (V.O.): "Dalam konteks penjajahan yang merusak, rakyat Indonesia hidup dalam kondisi yang penuh penderitaan. Tindakan represif penjajah semakin meningkat, dan keinginan untuk meraih kemerdekaan menjadi dorongan kuat." Adegan 3: Tantangan Politik Dunia [Tampilan berita dan cuplikan peristiwa-peristiwa dunia pada masa itu.] Narator (V.O.): "Namun, situasi politik dunia juga memberikan tantangan. Pasca Perang Dunia II, banyak negara yang memperoleh kemerdekaan, dan semangat tersebut menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia." Adegan 4: Tekad Merdeka [Tampilan gambaran demonstrasi massa yang menuntut kemerdekaan.] Narator (V.O.): "Rakyat Indonesia semakin bersatu dalam tekad untuk merdeka. Pawai, demonstrasi, dan tuntutan kemerdekaan semakin menjadi-jadi." Adegan 5: Dibentuknya BPUPKI [Tampilan gambaran para tokoh nasional yang berkumpul.] Narator (V.O.): "Sebagai respons atas semangat merdeka yang meresap, para tokoh nasional dan pemikir terkemuka bersatu dalam Badan Penyelidik UsahaUsaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, atau BPUPKI." Adegan 6: Tantangan Internal [Tampilan adegan tokoh-tokoh nasional yang memiliki pandangan berbedabeda.]


Narator (V.O.): "Meskipun memiliki tekad yang sama untuk merdeka, para anggota BPUPKI memiliki pandangan dan tujuan yang beragam. Hal ini memunculkan tantangan besar dalam merumuskan dasar negara yang akan membawa keadilan dan kesejahteraan bagi semua." Adegan 7: Konteks Sosial [Tampilan adegan rakyat Indonesia yang beraneka ragam dalam kehidupan sehari-hari.] Narator (V.O.): "Konteks sosial yang begitu beragam di Indonesia, dari keanekaragaman suku, budaya, dan agama, menjadi tantangan dalam menjaga persatuan dan membangun dasar negara yang mewakili semua." Adegan 8: Kesempatan Bersejarah [Tampilan gambaran tokoh-tokoh BPUPKI yang bertekad dan bertemu dalam sidang.] Narator (V.O.): "Dalam kondisi yang menantang ini, sidang BPUPKI menjadi kesempatan bersejarah untuk menciptakan sebuah dasar negara yang menghormati keberagaman dan mewujudkan cita-cita merdeka." Catatan: Konteks sejarah ini dirancang sebagai panduan dan dapat disesuaikan dengan visi kreatif Anda. Anda bisa menambahkan elemen visual, suara, atau narasi yang sesuai dengan gaya film yang Anda inginkan. Pengembangan Karakter Adegan 1: Bung Karno [Tampilan karakter Bung Karno yang karismatik, berbicara dengan penuh semangat dalam sidang.] Narator (V.O.): "Bung Karno, seorang orator ulung dan penganjur persatuan. Karismatik dan penuh semangat, ia adalah pilar inspirasi bagi banyak anggota BPUPKI." Adegan 2: Bung Hatta [Tampilan karakter Bung Hatta yang bijaksana, duduk tenang di tengah sidang.]


Narator (V.O.): "Di sampingnya, Bung Hatta, seorang intelektual yang bijaksana. Dalam keheningan, ia memikirkan detail dan memberikan sudut pandang yang mendalam." Adegan 3: Soekarno [Tampilan karakter Soekarno yang visioner, terlihat berbicara dengan penuh keyakinan.] Narator (V.O.): "Soekarno, seorang pemimpin visioner yang selalu melihat potensi dalam setiap situasi. Dia membawa semangat perubahan dan cita-cita besar bagi bangsa." Adegan 4: Soepomo [Tampilan karakter Soepomo yang bersemangat, berbicara dengan argumen yang tajam.] Narator (V.O.): "Soepomo, seorang pakar hukum dengan argumen tajam. Ia membawa kekuatan analitis dan semangat yang tak kenal lelah." Adegan 5: Peran Masing-Masing [Tampilan adegan singkat yang menunjukkan interaksi karakter-karakter ini dalam sidang.] Narator (V.O.): "Masing-masing karakter ini membawa peran yang penting. Dari Bung Karno yang mengilhami, Bung Hatta yang merumuskan, Soekarno yang mendorong, hingga Soepomo yang merinci." Adegan 6: Proses Pertentangan Ideologi [Tampilan karakter-karakter dalam adegan berdebat, menunjukkan perbedaan pandangan mereka.] Narator (V.O.): "Pertentangan ideologi antara karakter-karakter ini menjadi tantangan utama. Namun, pertentangan tersebut juga memunculkan diskusi mendalam yang membantu membentuk konsep dasar negara." Adegan 7: Transformasi Karakter [Tampilan adegan karakter-karakter dalam momen-momen refleksi dan pertumbuhan.]


Narator (V.O.): "Seiring berjalannya sidang, kita menyaksikan transformasi karakter-karakter ini. Mereka mampu menggabungkan pandangan berbeda dan tumbuh menjadi pemimpin yang semakin terhubung dengan semangat rakyat." Adegan 8: Bersatu dalam Pancasila [Tampilan momen penting perumusan Pancasila, di mana karakter-karakter ini bersatu.] Narator (V.O.): "Pada puncak sidang, karakter-karakter ini akhirnya bersatu dalam Pancasila, pijakan dasar negara yang merepresentasikan semangat persatuan dan keadilan." Adegan 9: Kesimpulan Pengembangan Karakter [Tampilan karakter-karakter ini yang berdiri bersama, melambangkan persatuan.] Narator (V.O.): "Melalui perjalanan ini, kita melihat bagaimana karakter-karakter ini telah tumbuh dan bertransformasi menjadi pilar-pilar perjuangan kemerdekaan, menyatukan visi dan semangat dalam mengukir takdir bangsa." Catatan: Pengembangan karakter ini dirancang sebagai panduan dan dapat disesuaikan dengan visi kreatif Anda. Anda bisa menambahkan elemen visual, suara, atau narasi yang sesuai dengan gaya film yang Anda inginkan. Rincian Adegan Adegan 1: Pembukaan Tampilan: Pemandangan alam Indonesia yang indah, diiringi musik yang menggugah perasaan. Deskripsi: Film dibuka dengan pemandangan yang memukau dari alam Indonesia, menggambarkan keindahan dan kekayaan tanah air. Musik yang menghentak merangsang emosi penonton. Adegan 2: Pengantar Film Tampilan: Cuplikan sidang BPUPKI yang penuh semangat, para anggota berbicara dan tertawa.


Deskripsi: Narator memperkenalkan film dan tujuannya sebagai alat pendidikan dan inspirasi. Para karakter utama diperkenalkan dalam momen kebersamaan yang santai, mencerminkan semangat persatuan dan kegembiraan. Adegan 3: Latar Belakang Sejarah Tampilan: Cuplikan situasi penjajahan dan kerusuhan di beberapa wilayah Indonesia. Deskripsi: Narator menjelaskan situasi penuh tantangan di Indonesia pada masa itu, termasuk penjajahan dan semangat merdeka yang merebak. Gambaran visual memperlihatkan penderitaan rakyat dan penindasan penjajah. Adegan 4: Dibentuknya BPUPKI Tampilan: Gambaran para tokoh nasional berkumpul untuk membentuk BPUPKI. Deskripsi: Proses pembentukan BPUPKI diperlihatkan, menyoroti kehadiran tokoh-tokoh nasional yang beragam pandangan dan latar belakang. Karakteristik unik masing-masing tokoh mulai terlihat. Adegan 5: Pertentangan Ideologi Tampilan: Adegan karakter-karakter berdebat dan berbicara dengan penuh semangat. Deskripsi: Pertentangan ideologi antara karakter-karakter utama digambarkan dalam berbagai adegan diskusi dan debat. Setiap karakter membawa pandangan dan argumentasi yang kuat. Adegan 6: Proses Perumusan Pancasila Tampilan: Momen penting saat perumusan Pancasila. Deskripsi: Sidang BPUPKI menunjukkan proses perumusan Pancasila, dengan adegan yang memperlihatkan diskusi mendalam dan perjuangan untuk mencapai kesepakatan mengenai nilai-nilai yang akan menjadi dasar negara. Adegan 7: Transformasi Karakter Tampilan: Karakter-karakter dalam momen refleksi dan interaksi personal.


Deskripsi: Adegan menunjukkan momen-momen refleksi dan interaksi antar karakter di luar ruang sidang, menggambarkan perkembangan dan perubahan pandangan mereka terhadap perjuangan dan persatuan. Adegan 8: Puncak Sidang dan Penentuan Tampilan: Momen penting di mana Pancasila disepakati dan ditetapkan. Deskripsi: Adegan ini menjadi puncak di mana karakter-karakter mencapai kesepakatan dalam perumusan Pancasila. Momen penentuan ini menggambarkan semangat persatuan dan tekad untuk merdeka. Adegan 9: Kesimpulan dan Pesan Tampilan: Karakter-karakter bersatu dan momen-momen perayaan. Deskripsi: Film berakhir dengan karakter-karakter bersatu, merayakan keberhasilan sidang dan perumusan Pancasila. Narator menyampaikan pesan tentang pentingnya memahami sejarah dan nilai-nilai kebangsaan. Catatan: Rincian adegan ini bersifat umum dan dapat disesuaikan dengan visi kreatif Anda. Anda bisa menambahkan dialog, aksi, dan elemen visual lainnya sesuai dengan gaya film yang Anda inginkan. Dialog dan Narasi Adegan 1: Pembukaan Dialog: (Tidak ada dialog dalam adegan ini.) Narasi: Narator (V.O.): "Di bawah sinar matahari yang gemilang, di tanah yang subur dan berwarna, perjuangan besar bangsa Indonesia terukir dalam sejarah." Adegan 2: Pengantar Film Dialog: Narator: "Selamat datang pada film 'Simulasi Sidang BPUPKI.' Dalam perjalanan singkat ini, kita akan menyelami momen bersejarah di mana fondasi Indonesia modern digarap oleh para pemimpin dan tokoh intelektual terkemuka." Adegan 3: Latar Belakang Sejarah


Narasi: Narator (V.O.): "Pada zaman yang penuh tantangan, Indonesia berjuang untuk menegakkan haknya atas tanah airnya. Tindakan keberanian dan semangat tanpa batas mengantarkan bangsa ini ke titik balik." Adegan 4: Dibentuknya BPUPKI Dialog (Bung Karno): "Saudara-saudara, kita berada dalam momen bersejarah. BPUPKI adalah wadah bagi kita untuk merumuskan cita-cita besar bangsa ini." Adegan 5: Pertentangan Ideologi Dialog (Soepomo): "Kita perlu mempertimbangkan semua aspek ini secara hatihati. Keadilan harus menjadi dasar setiap keputusan yang kita buat." Dialog (Bung Hatta): "Persatuan adalah kunci keberhasilan kita. Kita harus menghormati perbedaan pendapat dan bekerja menuju tujuan bersama." Adegan 6: Proses Perumusan Pancasila Dialog (Soekarno): "Pancasila tidak hanya sekadar kata-kata, tapi panduan moral yang akan membimbing bangsa ini menuju masa depan yang lebih baik." Narasi: Narator (V.O.): "Di tengah pertentangan pandangan, nilai-nilai Pancasila mulai terlihat sebagai pilihan yang menghimpun keberagaman dan membangun dasar yang kuat." Adegan 7: Transformasi Karakter Dialog (Bung Karno): "Saya melihat semangat rakyat, dan itu memberi kita kekuatan untuk merumuskan visi negara ini." Narasi: Narator (V.O.): "Di luar ruang sidang, karakter-karakter ini merenungi perjuangan rakyat dan semakin mendekatkan diri pada semangat persatuan." Adegan 8: Puncak Sidang dan Penentuan Dialog (Bung Hatta): "Pancasila adalah keseimbangan antara hak individu dan kepentingan bersama. Ini adalah komitmen kita untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur." Narasi: Narator (V.O.): "Pada saat penentuan akhir, karakter-karakter ini bersatu dalam kesepakatan dan semangat merdeka." Adegan 9: Kesimpulan dan Pesan


Dialog (Narator): "Dalam perjalanan ini, kita telah menyaksikan momen penting dalam sejarah perjuangan Indonesia. Mari kita tetap menjaga semangat persatuan dan menghormati nilai-nilai Pancasila." Narasi: Narator (V.O.): "Sidang BPUPKI telah berakhir, tetapi jejak perjuangan dan tekad mereka masih terus hidup dalam semangat bangsa ini." Catatan: Dialog dan narasi ini dirancang sebagai panduan dan dapat disesuaikan dengan visi kreatif Anda. Anda bisa menambahkan atau mengubah dialog sesuai dengan karakter dan gaya film yang Anda inginkan. Pesan dan Nilai-nilai Adegan 1: Makna Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Narasi: Narator (V.O.): "Film ini mengajarkan kepada kita pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila bukan hanya kata-kata, tapi pondasi moral yang harus terus kita wujudkan." Adegan 2: Semangat Persatuan dan Keragaman Narasi: Narator (V.O.): "Melalui sidang BPUPKI, kita diajarkan bahwa persatuan bisa diwujudkan dalam keragaman. Pancasila mengajarkan kita untuk menghormati perbedaan dan membangun masyarakat yang inklusif." Adegan 3: Kepemimpinan yang Inspiratif Narasi: Narator (V.O.): "Kepemimpinan adalah tentang menginspirasi dan memimpin dengan contoh. Karakter-karakter dalam film ini mengajarkan kita tentang pentingnya memiliki visi, semangat, dan kualitas kepemimpinan yang mendukung keberhasilan." Adegan 4: Peran Setiap Individu Narasi: Narator (V.O.): "Film ini mengingatkan kita bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam membangun bangsa. Tanpa kontribusi kita masing-masing, cita-cita Indonesia yang lebih baik sulit dicapai." Adegan 5: Semangat Berjuang dan Mengabdi


Narasi: Narator (V.O.): "Sidang BPUPKI mengajarkan kita tentang semangat berjuang dan mengabdi kepada bangsa. Pengorbanan dan tekad yang mereka tunjukkan merupakan inspirasi bagi kita semua." Adegan 6: Nilai-nilai Kemanusiaan Narasi: Narator (V.O.): "Film ini menyoroti nilai-nilai kemanusiaan yang harus kita junjung tinggi. Pancasila mengajarkan kita untuk mengutamakan keadilan, persamaan, dan hak asasi manusia." Adegan 7: Merawat Warisan Sejarah Narasi: Narator (V.O.): "Mengenang dan merawat warisan sejarah adalah tanggung jawab kita. Melalui film ini, mari kita menghargai perjuangan para pendahulu dan menjadikan mereka sebagai inspirasi." Adegan 8: Membangkitkan Rasa Nasionalisme Narasi: Narator (V.O.): "Film ini dirancang untuk membangkitkan rasa nasionalisme di dalam diri kita. Rasa cinta dan kebanggaan pada Indonesia harus menginspirasi kita untuk berbuat lebih baik bagi bangsa dan negara." Adegan 9: Kontribusi untuk Masa Depan yang Lebih Baik Narasi: Narator (V.O.): "Dengan memahami sejarah dan nilai-nilai kebangsaan, kita dapat berkontribusi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Mari kita terus berjuang demi Indonesia yang makmur dan adil." Catatan: Pesan dan nilai-nilai ini dirancang sebagai panduan dan dapat disesuaikan dengan visi kreatif Anda. Anda bisa menambahkan atau mengubah narasi sesuai dengan pesan yang ingin Anda sampaikan melalui film ini. Pembelajaran dan Aktivitas Terkait 1. Diskusi Kelompok: Peran Karakter-Karakter dalam Perumusan Pancasila Setelah menonton film, siswa dapat dibagi ke dalam kelompok kecil. Setiap kelompok menganalisis peran karakter-karakter utama dalam perumusan Pancasila. Mereka dapat mendiskusikan bagaimana pandangan dan sifat karakter mempengaruhi proses perumusan dan bagaimana mereka berkontribusi pada nilai-nilai Pancasila. 2. Penulisan Esai Reflektif: Makna Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari


Siswa dapat diminta untuk menulis esai reflektif tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Mereka dapat membagikan pengalaman pribadi atau pengamatan mereka tentang bagaimana persatuan, keadilan, dan nilai-nilai lainnya relevan dalam interaksi sehari-hari. 3. Proyek Kreatif: Menyusun Pidato Inspiratif Siswa dapat mengeksplorasi kepemimpinan dan oratory dengan menyusun pidato inspiratif terinspirasi dari karakter-karakter dalam film. Pidato ini dapat berfokus pada pesan persatuan, semangat berkontribusi bagi bangsa, atau pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Sumber Daya Tambahan: 1. Buku Sejarah Indonesia: Siswa dapat membaca buku sejarah yang mengulas periode pembentukan BPUPKI dan perumusan Pancasila. Ini akan memberikan mereka wawasan lebih dalam tentang konteks historis. 2. Dokumen dan Arsip Sejarah: Dalam era digital, banyak dokumen dan arsip sejarah yang dapat diakses online. Sumber ini akan memberikan siswa akses langsung ke materi asli yang berkaitan dengan BPUPKI dan Pancasila. 3. Diskusi dengan Ahli Sejarah: Mengundang sejarawan atau ahli yang ahli dalam periode sejarah ini untuk memberikan kuliah atau diskusi di sekolah dapat memberikan siswa wawasan yang lebih mendalam. 4. Kunjungan Museum dan Situs Bersejarah: Jika memungkinkan, siswa dapat mengunjungi museum atau situs bersejarah terkait periode ini. Ini akan memberikan pengalaman langsung yang mendalam. 5. Video dan Podcast Sejarah: Ada banyak video dan podcast yang membahas sidang BPUPKI dan nilai-nilai Pancasila. Ini bisa menjadi cara interaktif untuk memahami konteks sejarah dan nilai-nilai tersebut. 6. Materi Pendidikan Online: Beberapa platform pendidikan online memiliki konten khusus tentang sejarah dan Pancasila yang bisa diakses oleh siswa. Catatan: Aktivitas dan sumber daya tambahan ini dapat disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan kebutuhan siswa Anda. Tujuannya adalah untuk mendukung pemahaman mendalam tentang konteks sejarah dan nilai-nilai yang ingin Anda sampaikan melalui film ini. Kesimpulan Dalam era di mana teknologi dan media memiliki peran yang signifikan dalam membentuk pandangan dan nilai-nilai masyarakat, penggunaan naskah film


"Simulasi Sidang BPUPKI" memiliki dampak yang mendalam dalam mendidik dan menginspirasi generasi muda. Film ini membawa kita kembali ke masa lalu yang penting, menyoroti momen-momen bersejarah yang membentuk dasar bangsa ini. Melalui kisah perjuangan, pertentangan ideologi, dan akhirnya perumusan Pancasila, kita diberikan pelajaran tentang semangat persatuan, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Film ini adalah jendela menuju masa lalu yang membangkitkan rasa nasionalisme dan kebanggaan akan identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Pesan dan nilai-nilai yang dihadirkan dalam film ini tidak hanya sekadar mengenang sejarah, tetapi juga mengajarkan kita untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita merenungkan bagaimana semangat persatuan, keadilan, dan kerjasama dapat membentuk tindakan positif dan kontribusi bagi bangsa dan negara. Dengan memahami sejarah perjuangan kita dan menghayati nilai-nilai Pancasila, kita dapat menjadi generasi yang terinspirasi untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Kita dapat melanjutkan warisan perjuangan para pendahulu, membawa semangat persatuan, keadilan, dan semangat berkontribusi dalam segala aspek kehidupan kita. Film ini adalah panggilan untuk berbuat lebih, menjadi warga negara yang bertanggung jawab, dan terus merawat bangsa ini agar tetap kuat dan bermartabat. Catatan: Kesimpulan ini dirancang sebagai panduan dan dapat disesuaikan dengan pesan yang ingin Anda sampaikan melalui film ini. Anda dapat menambahkan sentuhan pribadi dan nuansa yang sesuai dengan visi kreatif Anda. Daftar Referensi 1. Anderson, B. (1991). Imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism. Verso. 2. Kahin, G. M. (1952). Nationalism and Revolution in Indonesia. Cornell University Press. 3. Ricklefs, M. C. (1993). A History of Modern Indonesia Since c. 1200. Palgrave Macmillan. 4. Artikel Online: "Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)." Sejarah-Indonesia.com. 5. Situs Web Resmi: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka. 6. Dokumen Sejarah: Arsip Nasional Republik Indonesia. Sidang BPUPKI.


7. Media Visual: Arsip foto dan video terkait periode pembentukan BPUPKI dan perumusan Pancasila. 8. Nasution, A. H. (1986). Sejarah Lahirnya Pancasila. Djambatan. 9. Pramoedya, A. (2014). Bumi Manusia. Hasta Mitra. 10. Sumber Pendidikan Online: Materi terkait sejarah Indonesia dan Pancasila dari platform pendidikan online seperti Khan Academy dan Rumah Belajar. 11. Setyowati, N. (2018). Karakter Pemimpin Indonesia. PT Gramedia Widiasarana Indonesia. 12. Sumber Resmi Pemerintah: Dokumen dan materi yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia terkait sejarah dan Pancasila. Catatan: Referensi ini mencakup berbagai sumber yang relevan untuk mengembangkan naskah film dan mendalamkan pemahaman tentang periode sejarah dan nilai-nilai yang ingin Anda sampaikan melalui film ini. Pastikan untuk mengevaluasi sumber-sumber yang Anda gunakan agar informasi yang disajikan akurat dan dapat dipercaya. F. Langkah Kerja KEGIATAN INTI Tahap Persipan Tahap ini terjadi pada pertemuan 1 1. Peserta didik dibagi kedalam kelompok sesuai ketentuan guru 2. Guru Menayangkan video pembelajaran berkaiatan dengan kronologis lahirnya Pancasila : https://youtu.be/0EU_u4UFw8g 3. Peserta didik menyimak video yang ditayangkan 4. Guru mengarahkan dan menjelaskan mekanisme pembuatan filim pendek 5. Masing – masing kelompok memplajari skenario pembuatan filim pendek 6. Ketua kelompok membagi tugas dan peran untuk mengerjakn filim pendek 7. Masing masing kelompok mulai membuat draft nasakah filim pendek 8. Masing – masing kelompok membahas alata dan bahan untuk pertemuan berikut Tahap Pembuatan nasakah filim pendek Tahap ini terjadi pada pertemuan 2 1. Peserta didik sudah berada dikelompok masing- masing 2. Setiap kelompok membuat draft nasakah filim pendek untuk menjadi nasakah filim pendek 3. Setiap kelompok menguji nasakah filim pendek berdsarakan ketentuan dari guru 4. Setiap kelompok mulai simulasi peran dan tugas untuk pembuatan filim pendek


Tahap Latihan peran dan simulasi filim pendek ) Tahap ini terjadi pada pertemuan 3 1. Peserta didik didalam kelompok masing – masing mulai berlatih peran dan simulasi pembuatan filim pendek sesuai tugasa masing – masing 2. Guru membimbing dan mengarahkan kegiatan simulasi peran dan tugas 3. Setiap kelompok diberikan waktu untuk mencari narasumber sesuai ketentuan guru untuk mengoptimlkan proses pembuatan filim pendek 4. Kelompok yang sudah mengausai nasakah dan peran ,bisa memulai proses take video Tahap pembuatan filim Tahap ini terjadi pada pertemuan 4 1. Peserta didik dikelompok masing – masing mulai melakuakn take video 2. Guru mengkoordinir dan mengawasi proses pembuatan Filim pendek dari masing – kelompok 3. Masing – masing kelomopok mengedit dan memproduksi hasil rekaman video 4. Guru memastikan filim pendek setiap kelompok selesai dan disimpan dalam draf penyimpanan Tahap presentasi filim Penilaian Ketrampilan dan hasil produk Pertemuan 5 1. Masing – masing kelompok meneyrahkan hasil jadi video filim pendek ke guru 2. Guru menampilkan video filim pendek masing – masing kelompok melalui media slide secara berurutan 3. Masing – masing kelomopok berada di kelomok masing – masing menyimak video dari setaiap kelompok 4. Guru memebrikan penilaian ketrampilan dan penilaian pruduk video filim pendek G. Memmbuat Refeksi Akhir Pertemua Modul SUB B Butalah Reflksi Pembeljaran untuk Pemeblajaran kita pada sub Modul B : Format Refleksi: Pembuatan Film Pendek Sidang BPUPKI Nama Siswa: [Tulis Nama Anda] Kelas/Tingkat: [Tulis Kelas/Tingkat Anda] Tanggal: [Tulis Tanggal Refleksi] Judul Film Pendek: Simulasi Sidang BPUPKI Instruksi: Isilah bagian-bagian di bawah ini dengan pemikiran dan refleksi Anda terkait dengan film pendek "Simulasi Sidang BPUPKI". Mohon berikan tanggapan jujur dan mendalam.


1. Pengenalan: Apa pendapat Anda tentang film pendek "Simulasi Sidang BPUPKI"? Apa yang membuat Anda tertarik untuk menontonnya? 2. Pesan dan Nilai-nilai: Apa pesan dan nilai-nilai yang Anda tangkap dari film ini? Apakah ada aspek atau adegan tertentu yang membuat Anda berpikir lebih dalam tentang makna Pancasila dalam kehidupan sehari-hari? 3. Pengembangan Karakter: Bagaimana Anda menilai karakter-karakter utama dalam film? Apakah Anda merasa terhubung dengan perjalanan perkembangan mereka sepanjang film? 4. Konteks Sejarah: Apakah film ini membantu Anda memahami konteks sejarah pembentukan BPUPKI dan perumusan Pancasila? Apakah ada elemen atau fakta sejarah yang Anda temukan menarik? 5. Pengajaran dan Inspirasi: Apakah film ini memberikan Anda pengajaran atau inspirasi baru terkait semangat perjuangan dan nilai-nilai kebangsaan? Bagaimana Anda merasa film ini dapat memengaruhi cara Anda melihat sejarah dan nasionalisme? 6. Keseluruhan Pengalaman: Bagaimana keseluruhan pengalaman menonton film ini? Apakah Anda merasa lebih dekat dengan sejarah Indonesia setelah menontonnya? 7. Aktivitas Terkait: Apakah ada aktivitas atau diskusi yang diadakan setelah menonton film ini di kelas? Bagaimana Anda merasa tentang kegiatan tersebut dan bagaimana itu membantu Anda memahami lebih dalam? 8. Saran dan Penilaian Pribadi: Apa saran Anda untuk pengembangan lebih lanjut terkait film ini atau aktivitas pembelajaran yang terkait? Bagaimana Anda menilai film ini dari sudut pandang pribadi Anda? Catatan Akhir: Terima kasih telah mengisi refleksi ini. Tanggapan Anda sangat berharga dalam membantu kami memahami dampak film ini dan bagaimana kami dapat terus meningkatkan pendidikan dan pengajaran di sekolah.


Click to View FlipBook Version