The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fithrisusanti83, 2021-12-01 01:38:24

FLIP BOOK MATERI KELAS XII SEM 1 fithri

FLIP BOOK MATERI KELAS XII SEM 1 fithri

MODUL MATERI KELAS XII
SEMESTER 1

Fithri Susanti
SMK MAARIF 1 NANGGULAN

2020

`MATERI 1 SURAT LAMARAN PEKERJAAN
A. Kompetensi Dasar (dalam lampiran permendikbud nomor 24 tahun 2016)

3.1 Mengidentifikasi isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan yang dibaca
4.1 Menyajikan simpulan sistematika dan unsur-unsur isi surat lamaran baik secara lisan maupun

tulis
3.2 Mengidentifikasi unsur kebahasaan surat lamaran pekerjaan
4.2 Menyusun surat lamaran pekerjaan dengan memerhatikan isi, sistematika dan kebahasaan
B. Ringkasan Materi
1. Mengidentifikasi Isi dan Sistematika Surat Lamaran Pekerjaan

Isi surat meliputi bagian-bagian yang terdapat di dalam surat lamaran pekerjaan dan hal-hal
yang harus ada di dalam surat lamaran pekerjaan.

Sistematika adalah klasifikasi atau penggolongan atas isi atau bagian-bagian yang terdapat di
dalam surat lamaran pekerjaan.

Isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan meliputi tempat dan tanggal pembuatan surat,
lampiran dan perihal, alamat surat, salam pembuka, alinea pembuka, isi, penutup, tanda tangan,
dan nama terang. Isi surat terdiri atas unsur nama, tempat dan tanggal lahir, pendidikan, alamat,
serta beberapa hal yang dilampirkan.

Surat lamaran pekerjaan adalah surat yang dibuat oleh seseorang untuk melamar pekerjaan di
suatu perusahaan, kantor, atau instansi tertentu. Surat lamaran pekerjaan memiliki isi dan
sistematika yang berbeda dengan jenis surat lainnya.

Isi surat meliputi bagian-bagian yang terdapat di dalam surat lamaran pekerjaan dan hal-hal
yang harus ada di dalam surat lamaran pekerjaan.

Sistematika adalah klasifikasi atau penggolongan atas isi atau bagian-bagian yang terdapat di
dalam surat lamaran pekerjaan.

Isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan meliputi tempat dan tanggal pembuatan surat,
lampiran dan perihal, alamat surat, salam pembuka, alinea pembuka, isi, penutup, tanda tangan,
dan nama terang. Isi surat terdiri atas unsur nama, tempat dan tanggal lahir, pendidikan, alamat,
serta beberapa hal yang dilampirkan. Hal-hal penting yang dilampirkan antara lain daftar riwayat
hidup, fotokopi ijazah terakhir, sertifikat, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), dan pasfoto.
Kadang-kadang instansi/lembaga juga meminta persyaratan lain, seperti surat keterangan
pengalaman kerja, surat keterangan berbadan sehat, dan surat izin orang tua.

2. Menyajikan simpulan sistematika dan unsur-unsur isi surat lamaran baik secara lisan
maupun tulis
Menyimpulkan adalah mengikhtisarkan (menetapkan, menyarikan pendapat, dan sebagainya)
berdasarkan apa-apa yang diuraikan (https://kbbi.kata.web.id/menyimpulkan/).
Menyimpulkan isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan adalah mengikhtisarkan atau
menetapkan isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan berdasarkan identifikasi isi surat lamaran
pekerjaan.
Contoh menyimpulkan isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan berdasarkan identifikasi isi
dan sistematika surat lamaran pekerjaan.

Contoh surat lamaran pekerjaan
Contoh identifikasi isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan

Simpulan isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan

3. Mengidentifikasi Unsur Kebahasaan Surat Lamaran Pekerjaan

Ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dalam surat lamaran pekerjaan terkait dengan
bahasa yang digunakan adalah sebagai Berikut.
a. Bahasa surat adalah bahasa yang baik dan benar.
b. Bahasa surat menggunakan kata-kata yang sopan.
c. Bahasa surat berisi kata pengantar yang jelas, singkat, padat, informative, dan tepat sasaran.
d. Bahasa surat tampak dari tulisan yang bersih, mudah dibaca, sesuai dengan kaidah ejaan.
e. Melengkapi bagian-bagian surat dengan norma bahasa surat (seperti penulisan unsur hal,

tempat/tanggal, alamat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, tanda tangan, dan nama
terang).

4. Menyusun Surat Lamaran Pekerjaan dengan memperhatikan isi, sistematika, dan
kebahasaan
Berikut disajikan tips dalam membuat surat lamaran pekerjaan.
a. Menggunakan bahasa yang baik dan benar.
b. Menulis dengan susunan format rapi.
c. Melengkapi data sesuai dengan keperluan.
d. Melampirkan surat pendukung seperti sertifikat pengalaman kerja.

5. Mengidentifikasi Unsur Kebahasaan Surat Lamaran Pekerjaan
Pada dasarnya, surat lamaran pekerjaan dibedakan dari berbagai sumber yang diperoleh oleh

palamar. Rohmadi dan Rustamaji (2010: 4) menjelaskan bahwa surat lamaran pekerjaan dapat
diajukan berdasarkan sumber-sumber berikut ini.
a) Iklan

Contoh :
Setelah membaca iklan yang dimuat dalam harian…tanggal…yang isinya menyatakan bahwa….
Dalam harian…tanggal…saya membaca iklan yang menyatakan bahwa PT…membutuhkan….
Berkenaan dengan hal tersebut, saya….
b) Informasi seseorang
Contoh
Menurut informasi dari Bapak…, perusahaan Bapak/Ibu membutuhkan…. Sehubungan dengan
hal itu…
c) Pengumuman resmi dari instansi yang membutuhkan tenaga
Contoh
Berdasarkan dengan pengumuman nomor:…tanggal…tentang penerimaan karyawan PT…maka
yang bertanda tangan di bawah ini:….
d) Permohonan instansi pada sekolah
Contoh
Setelah mendapat informasi dari kepala sekolah tentang permohonan kerja….
e) Inisiatif sendiri
CONTOH
Yang bertanda tangan di bawah ini, …. dengan ini mengajukan permohonan untuk diterima
sebagai karyawan pada….
Perbedaan sumber penulisan surat akan berdampak pada bahasa yang digunakan. Variasi
bahasa yang dapat dibuat seperti tampak pada uraian mengenai sumber penulisan surat
lamaran pekerjaan.
Ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dalam surat lamaran pekerjaan terkait dengan
bahasa yang digunakan adalah sebagai berikut.
1. Bahasa surat adalah bahasa yang baik dan benar.
2. Bahasa surat menggunakan kata-kata yang sopan.
3. Bahasa surat berisi kata pengantar yang jelas, singkat, padat, informative, dan tepat

sasaran.
4. Bahasa surat tampak dari tulisan yang bersih, mudah dibaca, sesuai dengan kaidah ejaan.
5. Melengkapi bagian-bagian surat dengan norma bahasa surat (seperti penulisan unsur hal,

tempat/tanggal, alamat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, tanda tangan, dan nama
terang).
Contoh surat lamaran pekerjaan dan analisis unsur kebahasaannya. (CONTOH INI MEMILIKI
KESALAHAN PENULISAN ALAMAT SURAT)

Analisis unsur kebahasaan surat lamaran pekerjaan tersebut adalah sebagai berikut.

No Unsur-Unsur Kebahasaan Penjelasan

1 Bentuk surat yang standar Surat lamaran yang dibuat sudah
menggunakan format standar

2. Bahasa yang baik dan benar Penulisan surat lamaran tersebut sudah
menggunakan kaidah berbahasa yang baik
seperti penulisan kalimat pemerincian, kata
ganti orang ketiga,dan penggunaan tanda

baca titik (.), dan koma (,).

3. Kata pengantar jelas, singkat, Karena informasi lowongan bersumber dari
padat, informatif, dan tepat sasaran media massa (Pikiran Rakyat), pelamar
mencantumkan sumber di awal. Selanjutnya,
pelamar mengajukan diri untuk mengisi
lowongan tersebut.

4. Penyampaian maksud surat pada isi Sudah menggunakan kalimat yang jelas untuk
surat melamar kerja. Namun. kurang jelas
menyampaikan posisi/jabatan yang
diinginkan.

5 Pemakaian tanda baca koma (,) Pada penutup surat, seharusnya setelah
pada bagian penutup surat kata pimpinan diikuti tanda baca koma (,).

CONTOH 2

ANALISIS UNSUR KEBAHASAAN SURAT LAMARAN PEKERJAAN

A. Tanggal surat

Penulisannya dimulai dengan nama kota yang diawali huruf kapital, lalu diikuti tanda koma
(,). Tanggal ditulis dengan angka. Bulan ditulis dengan huruf kapital (tidak disingkat).
Tahun ditulis lengkap dengan angka.
Contoh
Jakarta, 25 Januari 2010 (benar)
Jakarta, 25-1-2010 (salah)
Jakarta, 25 Jan. 2010 (salah)

B. Lampiran
Lampiran adalah sesuatu yang dilampirkan atau diikutsertakan pada surat tersebut.
Dalam lampiran harus ditulis juga jumlah dokumen yang disertakan pada surat lamaran
tersebut.
Kata lampiran ditulis Lampiran, tidak disingkat menjadi lamp. Setelah itu, diikuti tanda
titik dua dan diakhiri jumlah dokumen tambahan. Lampiran tidak perlu ditulis apabila tidak
ada dokumen yang disertakan pada surat tersebut.
Contoh :
Lampiran : Lima Berkas (benar)

Lamp. : 5 berkas (salah)
Lampiran : 0 (salah)
Lampiran : - (salah)

C. Perihal
Kata perihal bersinonim dengan kata hal yang sebenarnya menyatakan 'tentang' atau
'mengenai'. Dengan kata lain, surat tersebut isinya tentang apa. Dalam hal ini, tentu saja
mengenai lamaran kerja atau permohonan menjadi karyawan.
Kata perihal atau hal ditulis Perihal atau Hal (tidak disingkat menjadi Hal. ), lalu diikuti
tanda titik dua, dan diakhiri dengan maksud surat tersebut.
Contoh :
Perihal : Permohonan Menjadi Karyawan (benar )
Hal : Lamaran Kerja (benar)
Hal. : lamaran kerja (salah)

D. Alamat surat
Alamat surat adalah alamat tujuan. Dalam hal ini tentu saja alamat perusahaan yang akan

dilamar. Penulisannya dimulai dengan Yth. (Tidak menggunakan kepada), langsung diikuti
nama jabatan kepala personalia atau direktur personalia.
Kata sapaan Bapak atau Ibu boleh digunakan, tetapi harus diikuti nama (tidak disingkat
dan tidak diikuti nama jabatan).
Kata jalan ditulis lengkap (tidak disingkat), diikuti nama jalan dan angka nomor jalan
(kata nomor tidak perlu ditulis). Setiap baris tidak diakhiri tanda baca.

Contoh :
Yth. Direktur Personalia (benar)
PT Jaya Mandiri
Jalan Kencana Wungu 10
Jakarta

Kepada Yth. Direktur personalia (salah)
PT jaya mandiri
Jalan kencana wungu Nomor 10, jakarta

Yth. Direktur personalia (salah)
PT jaya mandiri
Jalan kencana wungu 10, Jakarta

E. Salam pembuka
Ada beberapa salam yang sering digunakan dalam surat, seperti dengan hormat, salam
takzim, salam sejahtera, dan lain-lain. Dalam surat lamaran, salam pembuka yang
digunakan adalah Dengan hormat karena surat lamaran termasuk surat resmi. Salam
pembuka ditulis dengan huruf pertama kapital dan diakhiri tanda koma.
Contoh:
Dengan hormat, (benar)
dengan hormat (salah)
Dengan hormat. (salah)

F. Pembuka Surat
Paragraf pembuka surat lamaran di sesuaikan dengan latar penulisan surat tersebut.
Apabila mengajukan lamaran berdasarkan iklan di media massa, si pelamar harus
mencantumkan nama media, tanggal terbit, dan jenis pekerjaan yang dilamar.
Penulisannya dapat di mulai dengan pernyataan sesuai dengan, sehubungan dengan,
berdasarkan iklan, dan lain-lain. Hal ini berbeda dengan pengajuan atas inisiatif sendiri
yang penulisannya dapat dimulai Dengan ini, Dengan surat ini, melalui surat ini, dan lain
lain
Contoh :
Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan yang saya baca di Kompas, tanggal 20 Januari 2018,
perusahaan yang Bapak pimpin membutuhkan karyawan untuk bagian produksi. (Benar)

Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan, perusahaan yang Bapak pimpin membutuhkan
karyawan untuk bagian produksi. (Salah)
Bersama surat ini, saya menyampaikan surat lamaran kepada perusahaan yang Bapak
pimpin. (Salah)

G. Identitas Pelamar
Penulisan identitas pelamar dimulai dengan nama, tempat tanggal lahir, dan alamat. Semua
kata ditulis dengan huruf pertama huruf kecil, kecuali nama pelamar dan kota. Setelah
kata tempat, diikuti tanda koma (bukan garis miring).

Contoh : : Raka Sinatria
(benar) : Cirebon, 25 Juli 1985
nama : Perumahan Malaka Jaya C18/4, Jakarta
tempat, tanggal lahir
alamat

(salah) : Raka Sinatria
nama : Cirebon, 25 Juli 1985
tempat / tgl. lahir

alamat : Perumahan Malaka Jaya C18/4, Jakarta

(salah) : Raka Sinatria
Nama : Cirebon, 25 Juli 1985
Tempat dan tanggal lahir : Perumahan Malaka Jaya C18/4, Jakarta
Alamat

H. Penutup Surat
Bagian penutup surat berisi harapan atau ucapan terima kasih. Huruf pertama pada kata
sapaan harus memakai huruf kapital.

Contoh:
• Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih. (Benar)
• Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih. (Salah)
• Atas perhatian bapak/ibu, saya haturkan banyak terima kasih. (Salah)

I. Salam Penutup
Seperti halnya salam pembuka, salam penutup pada surat menggunakan pernyataan yang
resmi, yaitu Hormat saya, lalu diikuti tanda koma.

Contoh : (benar)
Hormat saya, (salah)
hormat saya,

J. Tanda Tangan dan Nama Pelamar
Huruf pertama pada setiap kata nama pelamar ditulis dengan huruf kapital (tidak huruf
kapital semua, tidak didalam tanda kurung , dan tidak digarisbawahi).

Contoh :
Raka Sinatria (benar)
(Raka sinatria) (salah)
RAKA SINATRIA (salah)

Menyusun Surat Lamaran Pekerjaan dengan Memperhatikan Isi, Sistematika, dan
Kebahasaan
Berikut disajikan tips dalam membuat surat lamaran pekerjaan.
1. Menggunakan bahasa yang baik dan benar.
2. Menulis dengan susunan format rapi.
3. Melengkapi data sesuai dengan keperluan.
4. Melampirkan surat pendukung seperti sertifikat pengalaman kerja.

Menulis surat lamaran pekerjaan sebaiknya disesuaikan dengan perusahaan/instansi yang dituju. Surat
lamaran juga disesuaikan dengan sistematika dan kaidah kebahasaan.
Berikut contoh surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan lowongan pekerjaan



Rujukan
Kosasih, E. 2014. Jenis-Jenis Teks dalam Mata Pelajaran Bahasa Indoneisa SMA/MA/SMK. Bandung:
Yrama Widya
Suherli, dkk. 2018. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas XII Revisi Tahun 2018. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Suherli, dkk. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas XII Revisi Tahun 2018. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Materi 2:Teks Cerita Sejarah
Pengertian Teks Cerita Sejarah
Teks cerita sejarah adalah teks yang menjelaskan dan menceritakan tentang fakta dan kejadian masa
lalu yang menjadi latar belakang terjadinya sesuatu yang mempunyai nilai sejarah.
Ciri – Ciri Teks Sejarah
Adapun ciri-ciri yang dimiliki oleh teks sejarah, diantaranya:
1. Disajikan secara kronologis atau urutan peristiwa atau urutan kejadian.
2. Bentuk teks cerita ulang (recount)
3. Struktur teksnya: orientasi, urutan peristiwa, reorientasi.
4. Sering menggunakan konjungsi temporal.
5. Isi berupa fakta.
Struktur Teks Cerita Sejarah
Harus terdapat 3 struktur berikut ini untuk membuat teks sejarah yang baik:
1. Orientasi, merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari teks cerita sejarah.
2. Urutan Peristiwa, merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, umumnya disampaikan

dalam urutan kronologis.
3. Reorientasi, berisi komentar pribadi penulis tentang peristiwa atau kejadian sejarah yang

diceritakan. Reorientasi boleh ada, boleh tidak. Terserah kehendak penulis teks cerita sejarah.
Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
Dalam teks cerita sejarah terdapat ciri kebahasaan yang membedakan teks ini dengan teks berita, teks
iklan, dan teks lainnya.
Berikut ini ciri kaidah kebahasaan yang terdapat di dalam teks cerita sejarah:
1. Pronomina (kata ganti): kata yang dipakai untuk menggantikan benda dan menamai seseorang

atau sesuatu secara tidak langsung.
2. Frasa Adverbial: kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
3. Verba Material: kata yang berfungsi menunjukkan aktivitas yang dilakukan oleh partisipan.

Menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, contohnya menulis, mengepel, menyapu.
(Pahami: Pengertian Verba Pewarta dan Contohnya)
4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu): berfungsi menata urutan peristiwa yang
diceritakan. Umumnya banyak menggunakan kata penghubung temporal. konjungsi temporal dibagi
kedalam beberapa jenis diantaranya adalah:

a. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua hal sederajat.
misalnya : apabila, bilamana, demi, hingga ketika, sejak, selama, semenjak sementara,
tatkala, waktu, setelah, sesudah dan sebagainya.

b. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua buah kalimat yang sederajat.
Yang termasuk ke dalam konjungsi temporal ini diantaranya adalah setelahnya dan
sesudahnya.

Jenis – Jenis Teks Sejarah
A. Sejarah Fiksi:

Novel adalah karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif, umumnya dalam bentuk cerita. Penulisnya
disebut novelis
Cerpen adalah cerita pendek berbentuk prosa naratif fiktif. Cenderung padat dan langsung pada
tujuan nya dibandingkan dengan karya fiksi lainnya yang umumnya lumayan panjang.
Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh sebagian orang merupakan sesuatu yang
benar-benar terjadi.
Roman adalah jenis karya sastra berbentuk prosa yang melukiskan perbuatan pelakunya menurut
watak dan jiwa masing-masing. Roman bisa juga disebut kisah percintaan.

B. Sejarah Non-Fiksi:
Biografi adalah keterangan kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang lain.
Autobiografi adalah kisah atau keterangan hidup yang ditulis oleh orang itu sendiri.
Cerita Perjalanan adalah teks yang menceritakan tentang perjalanan.
Catatan Sejarah adalah teks yang menceritakan fakta atau kejadian masa lalu yang menjadi latar
belakang sesuatu mempunyai nilai sejarah.

Perbedaan Sejarah Fiksi dan Non-Fiksi

Sejarah Fiksi:
1. Jalan cerita disusun berdasarkan dunia nyata.
2. Gambaran kehidupan batin seorang tokoh lebih dalam.
3. Pengembangan karakter tokoh tidak sepenuhnya terungkap.
4. Menyajikan kehidupan sesuai pandangan pengarang.

Sejarah Non-Fiksi:
1. Tersusun oleh fakta yang objektif.
2. Gambaran kehidupan tokoh ditulis lebih lengkap berdasarkan fakta.
3. Menyajikan kehidupan sesuai data dan fakta.

Cara Mengabstraksi Teks Sejarah
1. Membaca teks secara lengkap
2. Menentukan ide pokok
3. Menentukan kalimat utama
4. Menentukan kata kunci
5. Membuat kalimat bedasarkan kata kunci
6. Menyusun teks menjadi sebuah abstraksi.

Cara Menganalisis Teks Sejarah
1. Menentukan ide pokok paragraf
2. Mengindentifikasi Struktur dan kaidahnya.

Contoh Teks Cerita Sejarah

Struktur Orientasi SEJARAH INSTAGRAM

Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto,
menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik
Instagram sendiri.

Kata “insta” berasal dari kata “instan”, seperti kamera polaroid yang pada masanya lebih dikenal dengan
sebutan “foto instan”. Sedangkan untuk kata “gram” berasal dari kata “telegram” yang cara kerjanya
untuk mengirimkan informasi kepada orang lain dengan cepat

Struktur Urutan Peristiwa
Perusahaan Burbn, Inc. berdiri pada tahun 2010, perusahaan teknologi startup yang hanya berfokus
kepada pengembangan aplikasi untuk telepon genggam.
Pada awalnya Burbn, Inc. sendiri memiliki fokus yang terlalu banyak di dalam HTML5 peranti bergerak,
namun kedua CEO, Kevin Systrom dan Mike Krieger memutuskan untuk lebih fokus pada satu hal saja.
Setelah satu minggu mereka mencoba untuk membuat sebuah ide yang bagus, pada akhirnya mereka
membuat sebuah versi pertama dari Burbn, namun di dalamnya masih ada beberapa hal yang belum
sempurna.
Versi Burbn yang sudah final, aplikasi yang sudah dapat digunakan iPhone yang isinya terlalu banyak
dengan fitur-fitur.

Sulit bagi Kevin Systrom dan Mike Krieger untuk mengurangi fitur-fitur yang ada, dan memulai lagi dari
awal, namun akhirnya mereka hanya memfokuskan pada bagian foto, komentar, dan juga kemampuan
untuk menyukai sebuah foto. Itulah yang akhirnya menjadi Instagram.
Pada tanggal 9 April 2012, diumumkan bahwa Instagram akan diambil alih oleh Facebook senilai hampir
$1 miliar dalam bentuk tunai dan saham.
Struktur Reorientasi
Sekarang banyak anak muda bahkan orang tua yang mempunyai akun instagram dikarenakan semakin
populer nya aplikasi ini.
Dengan instagram kita bisa melihat aktivitas teman-teman kita melalui foto dan video yang mereka
bagikan, sungguh menarik.
Kesimpulannya bahwa teks cerita sejarah menjelaskan dan menceritakan fakta dan kejadian masa
lampau, yang kemudian menjadi sumber nilai sejarah. Dan dalam pembuatan nya harus memperhatikan
struktur, ciri-ciri, dan kaidah kebahasaan.
Referensi:
www.materikelas.com/2015/10/teks-cerita-sejarah-pengertian-struktur.html
www.abdaccom.com/2015/10/teks-sejarah-pengertian-ciri-ciri-jenis.html
adventureof-masrukhin.blogspot.co.id/2015/09/contoh-teks-cerita-sejarah-hari-guru.html

Materi 3: Teks Editorial
Untuk dapat bagaimana membedakan teks editorial/opini dengan teks lain, berikut ini kami akan
mengulasnya seperti pengertian, tujuan, manfaat, fungsi, ciri, struktur, kaidah dan contoh, nah lebih
jelas dan dapat untuk dipahaminya simak saja ulasannya berikut ini.
Pengertian Teks Editorial
Teks editorial merupakan teks yang berisi pendapat pribadi seseorang terhadap suatu isu/masalah
aktual. Isu tersebut meliputi masalah politik, sosial atau pun masalah ekonomi yang memiliki hubungan
secara signifikan dengan politik.
Teks editorial/opini rutin ada di koran atau majalah, yang pengungkapan teks ini harus dilengkapi
dengan bukti, fakta maupun alasan yang logis supaya pembaca atau pendengar bisa menerimanya.
Tujuan Teks Editorial/Opini
Adapun tujuan teks editorial/opini yang diantaranya adalah:
• Mengajak pembaca untuk ikut berpikir dalam masalah (isu/topik) yang sedang hangat terjadi di

kehidupan sekitar.
• Memberikan pandangan kepada pembaca terhadap isu yang sedang berkembang.
• Manfaat Teks Editorial/Opini
• Teks editorial memberi informasi kepada pembaca, untuk merangsang pemikiran dan terkadang

mampu menggerakkan pemnaca untuk bertindak.
Fungsi Teks Editorial/Opini
Adapun fungsi teks editorial yang diantaranya yaitu:
Fungsi tajuk rencana umumnya menjelaskan berita dan akibatnya pada masyarakat.
• Mengisi latar belakang dari kaitan berita tersebut dengan kenyataan sosial dan faktor yang

mempengaruhi dengan lebih menyeluruh.
• Terkadang ada analisis kondisi yang berfungsi untuk mempersiapkan masyarakat akan kemungkinan

yang bisa terjadi.
• Meneruskan penilaian moral mengenai berita tersebut.
Ciri-Ciri Teks Editorial/Opini
Adapun ciri-ciri teks editorial/opini yang yaitu:
• Tema tulisannya selalu hangat (sedang berkembang dibicarakan secara luas oleh masyarakat),

aktual dan faktual.
• Bersifat sistematis dan logis.
• Tajuk rencana merupakan opini/pendapat yang bersifat argumentatif.
• Menarik untuk dibaca karena penggunaan kalimatnya yang singkat, padat dan jelas.
Struktur Teks Editorial
Struktur yang menyusun teks editorial/opini sama dengan struktur yang telah membangun teks
eksposisi, 3 struktur teks editorial/opini:
• Pernyataan pendapat (tesis), bagian berisi sudut pandang penulis mengenai masalah yang dibahas,

biasanya sebuah teori yang akan diperkuat oleh argumen.
• Argumentasi, alasan atau bukti yang digunakan guna memperkuat pernyataan dalam tesis, walau

secara umum argumentasi diartikan untuk menolak suatu pendapat. Argumen bisa berbentuk
pertanyaan umum/data hasil penelitian, pernyataan para ahli, maupun fakta-fakta berdasarkan
referensi yang bisa dipercaya.
• Penyataan/Penegasan ulang pendapat (Reiteration), bagian berisi penegasan ulang pendapat yang
didorong oleh fakta di bagian argumentasi guna memperkuat/menegaskan, ada di bagian akhir teks.
Kaidah Kebahasaan Teks Editorial
Tidak jauh berbeda dengan kaidah kebahasaan yang dipakai di teks prosedur kompleks, di ciri
kebahasaan teks editorial juga menggunakan verba material, berikut kaidah kebahasaan teks editorial:

• Adverbia yakni ditujukan agar pembaca meyakini teks yang dibahas, dengan menegaskan
menggunakan kata keterangan (adverbia frekuentatif), kata yang biasa digunakan yaitu, selalu,
biasanya, sering, kadang-kadang, sebagian besar waktu, jarang dan lainnya.

• Konjungsi yakni kata penghubung pada teks, contohnya, bahkan.
• Verba material yakni verba yang menunjukkan perbuatan fisik/peristiwa.
• Verba Relasional yakni verba yang menunjukkan hubungan intensitas (pengertian A adalah B) dan

milik (mengandung pengertian A mempunyai B).
• Verba Mental yaitu verba yang menerangkan persepsi (misalnya melihat, merasa), afeksi (misalnya

suka, khawatir) dan kognisi (misalnya berpikir, mengerti), pada verba mental terdapat partisipan
pengindra (senser) dan fenomena.

Contoh Singkat Teks Editorial/Opini
Judul, Pelayanan Rumah Sakit dan Mutu Kesehatan Harus Ditingkatkan
Di tahun lalu, ada sekitar 269 pengaduan tentang minimnya pelayanan kesehatan di berbagai rumah
sakit di Indonesia, jumlah itupun yang dilaporkan dan diterima di Kemenkes.
Yang belum dilaporkan tentunya lebih banyak lagi, salah satu hal yang menjadikan mutu pelayanan
dokter kurang memuaskan ialah soal penanganan terhadap pasien. Dokter banyak yang belum bisa
mengetahui penyakit pasien yang sebenarnya sehingga kadang obat yang diberikan tidak tepat.

Seharusnya pemerintah terutama bidang kesehatan selalu memperbaharui/meningkatkan mutu para
dokter di seluruh Indonesia secara berkala, hal itu bertujuan agar pelayanan kesehatan masyarakat
dapat berhubungan dengan baik.

Kritik Tahun lalu, ada sekitar 269 pengaduan tentang minimnya pelayanan
kesehatan di berbagai rumah sakit di Indonesia, jumlah itupun yang
Penilaian dilaporkan dan diterima di Kemenkes.
Yang belum dilaporkan tentunya lebih banyak lagi. Satu hal yang
Prediksi menjadikan mutu pelayanan dokter kurang memuaskan ialah soal
Harapan penanganan terhadap pasien.
Saran Dokter banyak yang belum bisa mengetahui penyakit pasien yang
sebenarnya sehingga kadang obat yang diberikan tidak tepat.
pelayanan kesehatan masyarakat dapat berhubungan dengan baik.
Seharusnya pemerintah terutama bidang kesehatan selalu
memperbaharui/meningkatkan mutu para dokter di seluruh Indonesia
secara berkala


Click to View FlipBook Version