KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena limpahan
rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan modul Proyek Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk peserta didik kelas X SMKN
jurusan rumpun teknologi. Modul ini disusun untuk menempatkan
peserta didik sebagai pusat kegiatan belajar (student center). Modul ini
dilengkapi dengan latihan dan uji pemahaman siswa terkait dengan
materi yang terdapat pada modul. Dalam modul proyek IPAS ini akan
dibahas tentang “klasifikasi zat berdasarkan wujud dan komposisinya”.
Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan
modul ini oleh karena itu sangat mengharapkan kritik saran demi
perbaikan dan kesempurnaan modul ini.
Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang
telah membantu proses penyelesaian modul ini terutama dosen
pembimbing program PPG Dalam Jabatan Bapak Yosep Lawa, S.Pd.,
M. Biotech. dan Ibu Lolita Agusta M. Parera, S.Si., M.PKim. dan Guru
Pamong Ibu Dian N. M. Banunu, S.Pd., Gr. yang telah membimbing
penyusunan dalam pembuatan modul ini. Semoga mudah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi para peserta didik.
Amuntai, 23 September 2022
Penyusun
1
DAFTAR ISI
Kata Pengantar………………………………………………………….. 1
Daftar Isi…………………………………………………………………… 2
Capaian Pembelajaran………………………………………. 3
Alur Tujuan Pembelajaran……………………………………………. 3
Tujuan Pembelajaran…………………………………………………… 4
Bahan Ajar Pertemuan 1……………………………………………… 5
LKPD Pertemuan 1……………………………………………………… 8
Bahan Ajar Pertemuan 2……………………………………………… 10
LKPD Pertemuan 2……………………………………………………… 16
Rangkuman……………………………………………………………….. 17
Daftar Pustaka…………………………………………………………… 17
2
CAPAIAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN PROYEK IPAS SMK/MAK FASE E
ASPEK DESKRIPSI
Aspek ini meliputi jenis dan sifat zat yang
dibedakan secara kimia dan fisika, ciri-ciri dari
perubahan zat secara fisika, kimia dan biologi,
Zat dan serta unsur senyawa campuran. Berbagai jenis
Perubahannya zat dapat dibedakan dari sifat dan perubahan
secara fisika dan kimia. Zat dapat tersusun atas
unsur, senyawa, dan campuran yang dalam
kehidupan sehari-hari dapat ditinjau secara
perspektif ekonomi kreatif dan sosial.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN
Menjelaskan Peserta didik diharapkan dapat memahami
Fenomena secara pengetahuan ilmiah dan menerapkannya; atau
Ilmiah membuat prediksi sederhana disertai dengan
pembuktiannya. Peserta didik menjelaskan
fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan
sekitarnya dilihat dari berbagai aspek seperti
makhluk hidup dan lingkungannya; zat dan
perubahannya; energi dan perubahannya; bumi
dan antariksa; keruangan dan konektivitas
antarruang dan waktu; interaksi, komunikasi,
sosialisasi, institusi sosial dan dinamika sosial;
serta perilaku ekonomi dan kesejahteraan.
Peserta didik juga mengaitkan fenomena-
fenomena tersebut dengan keterampilan teknis
pada bidang keahliannya.
Mendesain dan Peserta didik dapat menentukan dan mengikuti
Mengevaluasi prosedur yang tepat untuk melakukan
Penyelidikan penyelidikan ilmiah, menjelaskan cara
Ilmiah penyelidikan yang tepat bagi suatu pertanyaan
ilmiah, serta diharapkan dapat mengidentifikasi
kekurangan atau kesalahan pada desain
percobaan ilmiah.
Menerjemahkan Peserta didik dapat menerjemahkan data dan
Data dan Bukti bukti dari berbagai sumber untuk membangun
Bukti secara sebuah argumenserta dapat
Ilmiah mempertahankannya dengan penjelasan ilmiah.
Peserta didik diharapkan dapat mengidentifikasi
kesimpulan yang benar diambil dari tabel hasil,
grafik,atau sumber data lain.Peserta didik
merencanakan dan melaksanakan aksi sebagai
tindak lanjut, mengomunikasikan proses dan
hasil pembelajarannya, melakukan refleksi diri
terhadap tahapan kegiatan yang dilakukan.
3
Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat mengklasifikasikan materi berdasarkan
wujudnya dengan tepat melalui hasil pengamatan.
2. Peserta didik dapat dapat menjelaskan menjelaskan bentuk
susunan partikel penyusun wujud materi dengan tepat melalui
pengumpulan data dan diskusi.
3. Peserta didik dapat menganalisis hubungan bentuk partikel
penyusun wujud materi dan karakeristik materi dengan tepat
melalui pengumpulan informasi dan diskusi.
4. Peserta didik dapat mengklasifikasikan materi berdasarkan
komposisinya dengan tepat melalui hasil pengamatan.
5. Peserta didik dapat mengidentifikasi zat tunggal dan campuran
dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat melalui pengumpulan
data dan diskusi.
6. Peserta didik dapat mencipta sebuah media presentasi yang
mengenai klasifikasi zat berdasarkan komposisinya dengan baik
secara berkelompok.
4
Bahan Ajar Pertemuan 1
Wujud Zat
Zat atau materi mempunyai sifat-sifat tertentu yang berbeda
dengan sifat zat lainnya misalnya sifat batu tentu berbeda dengan sifat
air demikian pula wujud benda dapat berbeda dari wujud benda
lainnya sebagai contoh besi dan kayu yang ada di sekitarmu hanya
dijumpai berupa zat padat beda halnya dengan besi dan kayu air dapat
berada dalam tiga wujud yaitu padat cair dan gas benarkah demikian
Perhatikan lingkungan di sekitarmu seluruh isi bumi terdiri atas
berbagai zat lapisan bumi sebagian besar berwujud padat lautan
adalah zat cair dan udara yang dihirup merupakan campuran dari
berbagai gas. Batu-batuan dan kayu termasuk zat padat karena
bentuk dan volumenya selalu tetap sirup dan air termasuk zat cair
karena dapat mengalir dengan mudah jika kamu menuangkan air ke
dalam suatu wadah misalnya gelas air akan memenuhi setiap ruangan
gelas dan permukaannya selalu rata.
Berbeda dengan zat cair gas seperti halnya udara yang kamu
hirup mempunyai sifat mudah menyebar sehingga volume dan
bentuknya berubah-ubah sesuai dengan wadahnya gas juga dapat
dipompa ke dalam ruangan tertutup kamu pernah meniup balon
ingatkah kamu apa yang terjadi saat balon yang kamu tiup tersebut
bagaimana keadaan balon sebelum dan sesudah ditiup apa yang dapat
kamu simpulkan dari peristiwa tersebut?
Perubahan wujud zat
Apakah semua zat dapat berubah wujud untuk
membuktikannya kamu dapat mengamati benda-benda di sekitarmu
pada pagi hari sekali kamu akan melihat kabut di sekitarmu kemudian
kamu akan mendapati embun di daun-daun embun di daun terjadi
karena uap air yang terkandung dalam kabut mengembun ketika
cuaca menjadi panas ketika kamu menjemur pakaian yang basah
lama-kelamaan pakaian akan menjadi kering peristiwa tersebut
dinamakan penguapan contoh lainnya yaitu ketika kamu menuangkan
air ke dalam gelas plastik kemudian dimasukkan ke dalam freezer
lemari es akibatnya air di dalam gelas tersebut akan berubah menjadi
es peristiwa tersebut dinamakan pembekuan untuk lebih memahami
perubahan wujud zat lakukan kegiatan ilmiah berikut ini.
5
Dalam kehidupan sehari-hari kamu dapat melihat perubahan
wujud zat lainnya misalnya pada saat lilin menyalakan lilin lilin akan
mencair kemudian dengan cepat akan berubah wujud kembali menjadi
lilin padat contoh lainnya adalah kapur barus yang disimpan di udara
terbuka lama-kelamaan akan habis pada kapur barus tersebut terjadi
perubahan wujud dari padat menjadi gas yang disebut menyublim
masih banyak peristiwa perubahan zat lainnya di alam yang masih
dapat kamu amati dari uraian tersebut dan kegiatan yang telah kamu
lakukan terdapat beberapa perubahan wujud zat yang terjadi zat padat
dapat berubah wujud menjadi zat cair zat cair dapat berubah menjadi
zat gas dan lain sebagainya.
Partikel-partikel zat
Jika suatu zat misalnya sebatang kapur tulis dibelah menjadi
potongan-potongan kecil lalu dibelah lagi menjadi bagian yang sangat
kecil kemudian potongan-potongan tersebut dibelah terus-menerus
akan memperoleh bagian yang lebih kecil lagi sehingga didapatkan
partikel-partikel dari zat tersebut semua zat tersusun atas partikel-
partikel yang sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata
telanjang partikel-partikel zat selalu bergerak dan tarik-menarik jika
suatu benda dipanaskan gerak partikel-partikelnya akan semakin
cepat partikel-partikel inilah yang sebenarnya mempengaruhi sifat zat
padat cair dan gas mengapa zat padat mempunyai volume yang tetap
bandingkan dengan zat cair yang bentuknya selalu berubah
bandingkan pula dengan gas yang volume dan bentuknya selalu
berubah-ubah. Hal tersebut terjadi karena letak susunan partikel zat
padat cair dan gas berbeda di mana letak perbedaannya berikut akan
dibahas sifat-sifat partikel zat.
A. Partikel zat padat.
Partikel-partikel zat padat tersusun teratur dan mempunyai
jarak antar partikel yang rapat partikel zat padat dalam
pergerakannya bergetar di sekitar kedudukan kesetimbangannya
gerakan partikel zat padat yang bergetar disebut dengan gerakan
vibrational gaya tarik menarik antar partikel ini sangatlah kuat
6
sehingga partikel tidak dapat bergerak secara bebas meninggalkan
kedudukannya untuk berpindah tempat keadaan tersebut
menyebabkan zat padat dapat mempertahankan bentuk dan
volumenya sehingga zat padat memiliki bentuk dan volume yang
tetap amatilah benda-benda padat yang ada di sekitarmu
bagaimana keadaan benda-benda tersebut.
B. Partikel zat cair.
Pada zat cair partikel-partikel penyusunnya berada pada
posisi yang kurang rapat dibandingkan dengan partikel zat padat
hal tersebut menyebabkan partikel-partikel zat cair dapat
bergerak bebas untuk berpindah tempat partikel yang tadinya
hanya bergetar pada kedudukan kesetimbangannya sekarang
dapat berpindah tempat pergerakan partikel-partikel ini dikenal
dengan nama gerakan translasional pada zat cair gaya tarik
menarik antara partikelnya masih tetap besar sehingga partikel-
partikel zat cair tidak dapat memisahkan diri dari kelompoknya
walaupun bentuk zat cair selalu berubah sesuai dengan wadah
yang ditempatinya volume zat cair selalu tetap ketika suatu zat
padat misalnya es dipanaskan gerakan partikelnya lebih cepat dan
jarak antar partikelnya semakin jauh jika suhu terus dinaikkan
gaya tarik-menarik antar partikel tidak dapat lagi menahan
partikelnya untuk tetap di tempatnya akibatnya partikel-partikel
berpindah tempat dengan demikian dapat dikatakan bahwa zat
padat atau es telah berubah wujud menjadi zat cair atau air
sebaliknya ketika suhu diturunkan misalnya zat cair tersebut
disimpan di dalam lemari es gerak partikel akan lebih lambat dan
jarak antar partikelnya semakin dekat pada suhu tertentu gaya
tarik-menarik antar partikel dapat menahan partikel untuk tetap
berada di tempatnya pada saat itu zat cair yang berupa air telah
berubah wujud menjadi zat padat yang berupa es.
C. Partikel gas.
Gas adalah salah satu wujud zat yang tidak dapat
mempertahankan bentuk dan volumenya jarak antara partikel gas
sangatlah besar jika dibandingkan dengan ukurannya oleh karena
itu gaya tarik menarik antar partikel-partikel gas tidak seperti
pada zat padat dan cair interaksi antar partikel gas hanya berupa
tumbukan akibatnya partikel-partikel gas dapat bergerak bebas
dengan kecepatan dan arah yang acak hal tersebut
mengakibatkan gas akan selalu memenuhi ruangan yang
ditempatinya dan gas dapat dimampatkan atau diperkecil
volumenya sifat gas inilah yang dikenal dengan nama konversible.
7
Bahan Ajar Pertemuan 2
Pendahuluan
Nasi adalah makanan pokok masyarakat Indonesia. Setiap hari
kita atau orang tua kita memasak nasi untuk makan agar tubuh kita
memiliki energi untuk beraktifitas, bahan baku nasi adalah beras,
beras yang dimasak dengan air dengan tehnik tertentu menghasilkan
nasi yang setiap hari kita makan. Ada hal yang menarik dari perubahan
beras yang keras dapat berubah menjadi nasi yang pulen dan enak.
Bisakah kita mengembalikan nasi menjadi beras? dapatkah anda
menjawabnya ? Untuk meyakinkan jawaban anda tepat atau tidak mari
kita cari tahu melalui materi klasifikasi materi, sifat dan
perubahannya.
Seperti yang telah dijelaskan diawal bahwa materi
didefinisikan sebagai segala sesuatu yang memiliki massa dan
menempati ruang, sekarang coba lakukan pengamatanbenda - benda
disekeliling lingkunganmu, adakah benda yang tidak memiliki
massa dan tidak menempati ruangan ? Hasil pengamatanmu sama
dengan hasil pengamatan yang lainnya, jawabannya tidak ada, karena
seluruh alam semesta ini tersusun dari materi.
Ilmuwan menggolongkan materi berdasarkan komposisi dan
sifatnya. Berdasarkan komposisinya, materi yang ada di alam dapat
diklasifikasi menjadi dua kelompok yaitu zat tunggal dan campuran,
jika berdasarkan perubahannya dikelompokan menjadi perubahan
fisika dan perubahan kimia, kemudia berdasarkan sifatnya dibedakan
menjadi sifat fisika dan sifat kimia. Zat tunggal terdiri dari molekul
unsur dan molekul senyawa, sedangkan campuran dibagi menjadi
campuran homogen dan campuran heterogen. Mari perhatikan tabel
Gambaran Klasifikasi Materi berikut ini.
8
Tabel 1. Klasifikasi Materi
N Klasifikasi Materi Penjelasan Contoh Gambar
o
Unsur Unsur
1. adalah Alumuniu
nama
Unsur untuk m pada
kumpulan Alumuniu
2. Molekul /himpuna m Foil (Al)
Unsur n atom
yang Tabung
Molekul Molekul punya berisi
Senyawa karakter gas
yang oksigen
sama. (O2),
Atom yang
adalah terbent
satu buah uk dari
unsur gabung
an dua
Molekul atom
unsur adalah Oksigen
gabungan dua Tabung
Pemada
atom atau m berisi
lebih dari gas
unsur atom CO2,
yang sejenis. yang
terbent
Molekul uk dari
senyawa gabung
an
adalah atom
gabungan dua karbon
atom atau dan
lebih dari Oksigen
unsur atom
yang tidak
sejenis.
9
N Klasifikasi Materi Penjelasan Contoh Gambar
o Teh, 10
Larutan
3. adalah Minuman
campuran Isotonik
Larutan homogen
yang terdiri Mentega
4. dari dua atau
Koloid lebih zat. Zat
yang
jumlahnya
lebih sedikit
di
dalam
larutan
disebut
(zat) terlarut
atau solut,
sedangkan
zat yang
jumlahnya
lebih banyak
daripada zat-
zat lain
dalam
larutan
disebut
Pelarut atau
solven
Koloid
adalah
campuran
heterogeny
dari dua zat
atau lebih
di mana
partikel
partikel zat
berukuran
antara 1
hingga 1000
nm
terdispersi
(tersebar)
merata
dalam
medium zat
lain. Zat
yang
terdispersi
N Klasifikasi Materi Penjelasan Contoh Gambar
o 11
sebagai Kopi
5. partikel Tubruk
Suspensi disebut fase
terdispersi,
sedangkan
zat yang
menjadi
medium
mendispersi
kan partikel
disebut
medium
pendispersi.
Kolid berada
diantara
Larutan dan
Suspensi.
Suspensi
adalah
suatu
campuran
heterogen
dari zat
cair dan
zat padat
yang
dilarutkan
dalam zat
cair
tersebut.
Partikel
padat
dalam
sistem
suspense
umumnya
lebih besar
dari 1
mikrometer
sehingga
cukup
besar
untuk
memungki
nkan
terjadinya
sedimentasi.
Unsur merupakan zat tunggal yang tidak dapat diubah lagi
menjadizat yang lebih sederhana dengan cara kimia biasa. Bagian
terkecil dari unsur adalah atom. Untuk membedakan unsur yang
satu dengan yang lainnya serta memudahkan dalam
penulisannya, unsur disimbolkan dengan suatu lambang unsur,
contoh lambang unsur dan nama unsurnya dapat dilihat pada
tabel 3 dan 4 dibawah ini.
Tabel 3 Unsur Logam dan Lambangnya
ama Latin Nama Lambang
Unsur
Alumunium Indonesi
a Al
Aurum
Argentum Alumuni Au
Calcium um Ag
Cuprum Ca
Ferrum Emas Cu
Natrium Fe
Plumbun Perak Na
Pb
Kalsium
Tembaga
Besi
Natrium
Timbal
Tabel 4 Unsur Bukan Logam dan lambangnya
Nama Latin Nama Lambang
Indonesia Unsur
Oxygen O
Hydrogen Oksigen H
Carbon Hidrogen C
Sulphur Karbon S
Phosphorus Belerang P
Nitrogen N
Iodium Fosfor I
Nitrogenium Nitrogen N
Iodin
Nitrogen
12
Cara pemberian lambang unsur berdasarkan Berzelius adalahsebagai
berikut.
1) Setiap unsur dilambangkan dengan satu huruf, yaitu huruf awal
darinama latinnya.
2) Huruf awal ditulis dengan huruf kapital atau huruf besar.
3) Bagi unsur yang memiliki huruf awal sama, ditambahkan
ataudiberikan satu huruf kecil dari nama unsur tersebut.
Contoh : Karbon (nama latinnya Carbon ), dilambangkan dengan (C),
Kalsium (nama latinnya Calsium) dilambangkan dengan (Ca). Seluruh
unsur-unsur yang ada saat ini disusun dalam bentuk system
periodic unsur seperti ditunjukkan gambar 6
Gambar 6 Sistem Periodik Unsur Sumber: pinterest
13
PENUTUP
Rangkuman
1. Materi dikelompokan kedalam dua golongan besar yaitu zat tunggal
dan campuran
2. Zat tunggal didefinisikan sebagai materi yang bersifat tunggal dan
homogen
3. Campuran yaitu materi yang terdiri dari sekumpulan zat
4. Campuran terbagi menjadi tiga yaitu, campuran homogen (serba
sama), Koloid dan campuran heterogen
DAFTAR PUSTAKA
Mulyono,HAM. (2001). Ilmu Kimia Jilid 1. Bandung : Acarya Media
Utama.
N. Prescott, Christopher. (2004). Chemistry A Course for “0” Level.
Singapore : Federal Publications.
Herlina, Lina. Iskandar, Rangga. (2020). Modul 3 klasifikasi materi
dan perubahannya. Jakarta : Direktorat Sekolah Menegah
Pertama. Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini.
Pendidikan Dasar. Dan Pendidikan Menengah Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan.
Hasni, R.Fauzia Lu’luun. Setiasih, Sumarni. (2019).Zat, Sifat dan
Perubahannya. Jakarta : Direktorat Pembinaan Guru
Pendidikan Dasar. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga
Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sagendra, B. (2022). Proyek IPAS Kelas X SMK Rumpun Teknologi.
Erlangga: Jakarta.
14
15