The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-modul yang berisi tentang materi Aritmatika Sosial untuk siswa SMP/MTs kelas VII

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by 2225180050, 2022-05-15 23:40:41

E-MODUL RME Aritmatika Sosial

E-modul yang berisi tentang materi Aritmatika Sosial untuk siswa SMP/MTs kelas VII

Keywords: e-modul,aritmatika sosial\

E-MODUL MATEMATIKA
BERBASIS RME

KELAS Nama :
No. Absen:
VII

SMP/MTS

Di susun oleh : Dosen Pembimbing :
Laila Safitri Dr. Novaliyosi, S.Si., M.Pd.
Jaenudin, M.Si

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT
atas rahmat, hidayah, dan Karunia – Nya sehingga e-modul ini dapat
terselesaikan sesuai rencana.

E-modul ini berpedoman pada Kurikulum 2013 dengan menggunakan
Realistic Mathematics Education (RME) sebagai basis nya. RME
merupakan salah alternative yang dapat memberikan rangkaian
pembelajaran yang didalamnya menuntut siswa untuk memecahakan
masalah matematika menggunakan rangsangan benda konkret atau situasi
yang nyata sehingga siswa dapat memecahkan masalah tersebut
berdasarkan pengetahuan yang dimilkinya dan pengetahuan baru.

Selain itu, dengan e-modul ini diharapkan siswa tidak hanya
mendapatkan pengetahuan tentang materi Aritmatika Sosial saja,
melainkan juga dapat mengembangkan diri seperti berpikir kritis,
bernalar, dan berkomunikasi melalui kegiatan yang tersedia. Pada
penyusunan e-modul ini, penulis menyadari bahwa masih terdapat
kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun
sangat diperlukan oleh penulis sebagai bahan evaluasi. Semoga e-modul
ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Serang, April 2022

ii Matematika-Modul Aritmatika Sosial Penulis
Laila Safitri/Untirta/2022

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................ iii
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR........................................... 1
SEPUTAR TENTANG RME .................................................. 2
SEJARAH TOKOH MATEMATIKA ......................................... 4
PENDAHULUAN ............................................................. 5

DESKRIPSI E-MODUL ................................................... 5
MATERI PRASYARAT .................................................... 5
TUJUAN PEMBELAJARAN ............................................... 5
KD DAN IPK .............................................................. 6
PANDUAN PENGGUNAAN E-MODUL ................................... 6
CEK KEMAMPUAN ........................................................ 7
PETA KONSEP ............................................................... 8
ARITMATIKA SOSIAL ..................................................... 9
KEGIATAN PEMBELAJARAN ............................................. 10
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1........................................... 10
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2........................................... 14
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3........................................... 22
KEGIATAN PEMBELAJARAN 4........................................... 27
RANGKUMAN .............................................................. 34
KUNCI JAWABAN ........................................................ 35
PENUTUP .................................................................. 42
DAFTAR PUSTAKA........................................................ 43
TENTANG PENULIS ...................................................... 44

iii Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

E-modul ini dibuat sebagai Pengembangan Bahan Ajar Matematika
dengan materi Aritmatika Sosial untuk kelas VII SMP/MTS dengan
menggunakan pendekatan pembelajaran Realistic Mathematic Education
(RME). Secara khusus e-modul ini ditujukan untuk peserta didik untuk
memahami mengenai materi aritmatika sosial di situasi keterbatasan
karena pandemi covid 19 yang belum usai, sehingga menyebabkan
kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring atau dimana
pembelajaran dilakukan dirumah masing-masing. Namun, e-modul ini akan
tetap efektif digunakan dalam pembelajaran secara luring atau tatap
muka dikelas. Dengan pembelajaran seperti ini, tentunya menuntut
peserta didik lebih mandiri dalam belajar. oleh karena itu dibuatlah e-
modul ini sebagai salah satu cara peserta didik dalam memahami
mengenai materi aritmatika sosial

E-modul ini disajikan dengan semenarik mungkin agar proses
pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif serta agar peserta
didik tidak kehilangan minat dalam belajar matematika. Dalam e-modul
ini ini terdapat suatu ilustrasi berupa animasi dan video agar peserta
didik bisa menyimak dengan baik dan mudah dalam memahami mengenai
materi aritmatika sosial. Selain itu, e-modul ini juga disajikan tes
formatif atau tes evaluasi untuk menilai apakah peserta didik sudah
mencapai tujuan kegiatan pembelajaran yang ada.

Penggunaan pendekatan pembelajaran RME pada materi Aritmatika
Sosial ini dapat mengajak peserta didik untuk memahami suatu
permasalahan dengan pemanfaatan realita. Pemanfaatan realita adalah
hal-hal atau konkret yang dapat diamati atau dipahami siswa secara
langsung seperti yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari
sebagai langkah awal untuk menanamkan konsep matematika pada peserta
didik.

1 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

SEPUTAR TENTANG RME

Sejak tahun 1971, the Freudenthal Institute mengembangkan sebuah
teori pendekatan pembelajaran matematika yang disebut dengan Realistic
Mathematics Education (RME). RME dikembangkan berdasarkan pandangan
tentang matematika, bagaimana siswa belajar matematika, dan bagaimana
seharusnya matematika diajarkan. Pendekatan tersebut dipengaruhi oleh
pemikiran Hans Freundenthal, seorang pendidik dan sekaligus ahli matematika,
yang beranggapan bahwa matematika merupakan suatu aktivitas manusia.
Beliau menyatakan bahwa siswa tidak bisa dianggap sebagai penerima pasif
dari pembelajaran matematika, namun pembelajaran matematika hendaknya
memberikan kesempatan bagi siswa untuk menemukan kembali pengetahuan
matematika dengan memanfaatkan berbagai kesempatan dan situasi nyata
yang dialami siswa.

Dalam RME, dunia nyata (real world) dapat dimanfaatkan sebagai titik
awal pengembangan ide dan konsep matematika De Lange dalam Sutarto
(2010: 2) menyatakan: “Real world as a concrete real world which is
transferred to students through mathematical application.” Artinya, dunia
nyata sebagai suatu dunia yang konkret yang disampaikan kepada siswa melalui
aplikasi matematika. Berawal dari sinilah dikembangkan proses pembelajaran
matematika berdasarkan situasi yang dipahami, berhubungan dengan siswa
dan dekat dengan lingkungan siswa. Hal itu dapat digambarkan dengan skema
berikut

Skema proses pembelajaran seperti digambarkan di atas menunjukkan
bahwa pembelajaran merupakan suatu siklus yang menempatkan suatu proses
sebagai salah satu poin utama. Artinya proses lebih diutamakan dibandingkan
produk yang dihasilkan.

2 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

Di Indonesia, RME dikenal dengan nama Pendidikan Matematika
Realistik Indonesia (PMRI). Agar dapat lebih mengembangkan PMRI di
Indonesia, maka dibentuklah suatu lembaga pengembang PMRI yang lebih
dikenal dengan sebutan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
Matematika Realistik Indonesia (P4MRI).

Karakteristik RME atau PMRI yang pada intinya mengungkapkan bahwa
matematika merupakan aktivitas insani sehingga pembelajaran matematika
tidak dapat dipisahkan dari segala sesuatu yang dekat dengan siswa.
Pendidikan matematika diarahkan pada penggunaan berbagai situasi dan
kesempatan yang memungkinkan siswa menemukan kembali matematika
berdasarkan usaha mereka sendiri.

RME memiliki beberapa tahap atau sintak pembelajaran. Hal ini
bertujuan agar siswa lebih memahami konsep matematika secara utuh dan
bermakna. lima tahap model pembelajaran RME, yaitu sebagai berikut :

Tahap 1 : Memahami masalah kontekstual

Guru menyajikan masalah kontekstual dan mengaitkannya dengan kehidupan
sehari-hari

Tahap 2 : Menjelaskan masalah kontekstual

Guru memberikan arahan terhadap masalah yang yang ada sehingga siswa
bisa memahami maksud dari masalah yang harus diselesaikan

Tahap 3 : Menyelesaikan masalah kontekstual

Siswa menyelesaikan masalah dengan menggunakan pengetahuan awal yang
telah dimiliki, dan guru ikut berperan dalam memberikan arahan

Tahap 4 : Membandingkan dan mendiskusikan jawaban

Guru meminta siswa untuk menyajikan/mempresentasikan hasil tugas yang
telah dikerjakan

Tahap 5 : Menyimpulkan

Siswa menyimpulkan atas masalah yang telah dikerjakan dan guru berperan
untuk memberikan konsep yang benar secara konsep matematis

3 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

SEJARAH TOKOH MATEMATIKA

SUTAYTA AL-MAHAMLI

Sutayta Al-Mahamli merupakan pakar matematika yang hidup pada
paruh kedua abad ke- 10. Sutayta berasal dari keluarga berpendidikan
tinggi di Baghdad, Irak dari golongan wanita. Ayahnya, Abu Abdallah Al
Hussein, menjabat sebagai seorang hakim sekaligus penulis sejumlah
buku, termasuk Kitab fi Al Fiqh dan Salat Al'idayn. Sang ayah tak
memandang sebelah mata Sutayta yang berjenis kelamin perempuan, Ia
tetap mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anaknya, bahkan
mendatangkan sejumlah guru. Banyak hal yang diajarkan namun hati
Sutayta terpikat pada matematika.

Sejumlah cendekiawan yang pernah menjadi gurunya ialah Abu
Hamza bin Qasim, Omar bin Abdul-'Aziz Al Hashimi, Ismail bin Al Abbas
Al Warraq, dan AbdulAlghafir bin Salamah Al Homsi. Sejumlah
sejarawan yakni Ibnu Al Jawzi, Ibnu Al Khatib Baghdadi, dan Ibnu
Katsir, memuji kemampuan Sutayta dalam matematika. Sutayta sangat
menguasai ilmu hisab atau aritmatika dan perhitungan waris. Kedua
cabang matematika tersebut berkembang dengan baik di zamannya.
Dalam aljabar, ia berhasil menemukan sebuah persamaan yang pada masa
selanjutnya, sering dikutip oleh pakar matematika lainnya.

Bidang ilmu lain yang dikuasainya adalah sastra Arab, ilmu hadis,
dan hukum. Setelah lama bergelut dengan angka dan memberikan
kontribusinya dalam bangunan peradaban Islam. Sutayta mengembuskan
napas terakhirnya pada 987 Masehi.

4 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

PENDAHULUAN

DESKRIPSI E-MODUL

E-modul matematika berbasis model pembelajaran RME ini disusun dengan
harapan dapat memberikan penjelasan mengenai materi Aritmatika Sosial secara
keseluruhan untuk peserta didik SMP/MTs Kelas VII.

Tujuan penyusunan e-modul matematika berbasis model pembelajaran RME
pada materi Aritmatika Sosial ini dapat memfasilitasi peserta didik dalam memahami
materi pelajaran dengan baik, antusias, dan mandiri.

Dalam setiap materi akan dilengkapi dengan video pembelajaran dan animasi
pendukung untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam materi
aritmatika sosial. Dalam modul ini juga akan di sertai dengan tes formatif/tes
evaluasi yang harus diisi oleh peserta didik.

MATERI PRASYARAT

Dalam mempelajari e-modul ini harus ada Prasyarat yang dipenuhi
diantaranya adalah operasi bilangan bulat, bilangan pecahan, bentuk

aljabar dan persamaan linier satu variabel (PLSV).

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari e-modul ini diharapkan Peserta didik dapat:

1. Menjelaskan dan Menentukan nilai keseluruhan, nilai per unit,
nilai sebagian, dan banyaknya unit,

2. Menggunakan rumus untung dan rugi untuk memecahkan masalah
sehari-hari,

3. Menggunakan rumus prosentase untung atau rugi untuk
memecahkan masalah sehari-hari,

4. Menentukan besarnya rabat/ diskon, bruto, neto dan tara,
5. Menggunakan rumus bunga tunggal dan majemuk untuk

memecahkan masalah sehari-hari.

5 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

KD DAN IPK

NO KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR PENCAPAIAN

KOMPETENSI (IPK)

1 3.9 Mengenal dan 3.9.1 Mengenal fenomena

menganalisis berbagai situasi atau aktivitas yang terkait

terkait aritmatika sosial dengan aritmatika sosial

(penjualan,pembelian, (penjualan, pembelian,

potongan, keuntungan, potongan, keuntungan,

kerugian, bunga tunggal, kerugian, bunga tunggal,

persentase, bruto, neto, persentase, bruto, neto,

tara) tara)

4.9 Menyelesaikan masalah 3.9.2 Mendapatkan informasi

berkaitan dengan aritmatika yang terkait dengan

sosial (penjualan, pembelian, aritmatika sosial

potongan, keuntungan, 3.9.3 Menentukan hubungan

kerugian, bunga tunggal, antara penjualan, pembelian,

persentase, bruto, neto, untung, dan rugi

tara)

PANDUAN PENGGUNAAN E-MODUL

Untuk mempelajari e-modul ini, hal-hal yang perlu anda lakukan
adalah sebagai berikut:

1. Simak dan pahami isi dari e-modul ini dengan baik agar dapat
mengikuti pembelajaran

2. Bacalah dengan cermat setiap penjelasan uraian materi pada
kegiatan pembelajaran ini

3. Simak dan pahami dengan baik illustrasi berupa video yang
disajikan dalam e-modul ini agar peserta didik dapat lebih
mudah memahami konsep aritmatika sosial

4. Pahami contoh soal yang ada serta kerjakan soal dan tes
formatif yang tersedia

5. Klik dua kali tombol play untuk melihat video yang tersedia
6. Klik dua kali logo ”Tes Formatif” untuk terhubung langsung

pada soal-soal tes formatif tersebut

6 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

CEK KEMAMPUAN

Jawablah pertanyaan dibawah ini sebagai pernyataan anda
sudah siap untuk mempelajari e-modul ini!

No Pertanyaan
1. Apakah kamu mengetahui apa itu materi Aritmatika

Sosial ?
2. Apakah kamu tahu bagaimana menentukan

keuntungan dan kerugian ?
3. Apakah kamu mengetahui apa itu bunga tunggal,

diskn, dan pajak ?
4. Apakah kamu mengetahui perbedaan antara bruto,

neto dan tara ?
5. Mampukah kamu menentukan hubungan antara

bruto, neto, dan tara ?

Apabila kamu menjawab ’Tidak’ pada salah satu pertanyaan
yang tersedia diatas, Maka pelajarilah materi pada e-modul ini.
Namun, apabila kamu menjawab ”Ya” pada semua pertanyaan diatas
maka lanjutkanlah dengan mengerjakan tugas dan latihan yang
tersedia pada e-modul ini.

Selamat Belajar!!!

7 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

PETA KONSEP

Keuntungan

Diskon Kerugian
Pajak
Aritmatika
Sosial

Bruto, Neto,
dan Tara

Bunga

8 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

ARITMATIKA SOSIAL

Pada saat kamu pergi ke pasar tradisional atau pasar swalayan maupun

tempat berbelanja, di manapun berada pasti menerapkan materi Aritmatika
Sosial. Ketika kamu berkunjung ke pasar swalayan Kamu akan melihat harga
barang, harga diskon, membeli barang dengan pajak, dan lainnya. Materi
Aritmatika Sosial ini merupakan materi yang dapat membantu dalam
memecahkan permasalahan di sekitarmu.

Kegiatan perdagangan atau jual beli adalah suatu kegiatan dimana

adanya penjual dan pembeli dalam suatu kondisi,dimana penjual mendapatkan
untung berupa uang sedangkan pembeli mendapatkan barang yang dia perlukan
untuk kegunaan tertentu. Dalam perdagangan seorang pedagang harus bisa
mempertimbangkan barang dagangannya. Misalnya, untuk mendapatkan
keuntungan yang wajar seorang pedagang harus menetapkan berapa harga
jual pada barang dagangannya sehingga harga jual tersebut tidak terlalu
tinggi (agar dapat bersaing) dan juga tidak terlalu rendah (agar tidak rugi).
Hal tersebut tentunya membutuhkan perhitungan tertentu yang dibahas
dalam ilmu matematika khususnya pada materi Aritmatika Sosial.

Tahukah Kamu, apa sebenarnya yang dimaksud

dengan Aritmatika Sosial? Aritmatika Sosial adalah bidang atau cabang ilmu
matematika yang mempelajari tentang matematika pada kehidupan sosial,
misal di bidang ekonomi, bidang geografi, bidang sosiologi. Materi Aritmatika
Sosial ini merupakan materi yang dapat membantumu dalam memecahkan
permasalahan dalam kehidupan sehari-hari seperti perdagangan, perbankan,
dan lain-lain. Untuk mempermudah mempelajari Aritmatika Sosial, kamu bisa
melanjutkan membaca e-modul ini sampai benar-benar paham.

9 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

KEGIATAN
PEMBELAJARAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

NILAI KESELURUHAN DAN NILAI PER UNIT

Tujuan :
Pada kegiatan belajar ini diharapkan siswa dapat memahami,
menjelaskan, dan menentukan nilai keseluruhan, nilai per unit, dan
banyaknya unit barang

Dalam kehidupan Sehari-hari, adakalanya kita mengalami hal
berikut ini : Misalnya Lulu ingin membeli sebuah buku tulis kepada seorang
penjual, ternyata penjual tersebut menjual buku tulisnya dalam bentuk
pack. Dimana 1 Pak tersebut berisi 10 buah buku tulis dengan harga
Rp30.000,00. Kemudian kita pasti akan bertanya berapa harga buku tulis
itu jika hanya dibeli 1 buah. Kita dapat mengetahui harganya dengan cara
membagi harga 10 buah buku tulis yaitu Rp. 30.000,00 dengan banyaknya
bukudalam 1 pak tersebut yaitu 10 buah buku. Maka, harga 1 buah buku
tulis tersebut adalah

(Rp30.000,00)/10 = Rp3.000,00

Jadi, Lulu harus membayar Rp. 3.000,00 untuk 1 buah buku tulis

Harga 1 buah buku tulis tersebut merupakan harga satuan atau harga
per unit

10 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

Rumus perhitungan nilai keseluruhan, nilai per unit, Ayo Kita
dan banyaknya unit Pahami

Nilai keseluruhan = x

Banyak unit =


Nilai per unit =


Contoh 1

Jika satu kardus mi kering yang berisi 20 buah harganya
Rp17.000,00, tentukan harga per-unit mi kering tersebut!

Penyelesaian :

Harga per-unit mi kering (nilai per-unit)

= . . , = RP. 850,00


Contoh 2

Ibu membeli 1 kotak pensil dengan harga Rp18.000,00. ternyata dalam
kotak tersebut berisi 12 pensil. Berapakah harga :

a. untuk setiap batang

b. untuk 4 batang

Penyelesaian :

a. Harga setiap batang (nilai perunit)

= . . , = RP. 1.500,00


b. Harga 4 batang (nilai sebagian)

= 4 x Rp1.500,00 = Rp6.000,00

11 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

YUK DISKUSI !
Diskusikan bersama temanmu untuk membuat 1 contoh dalam
kehidupan sehari-hari terkait topik harga per unit dan harga

keseluruhan !

Silakan ajukan pertanyaan
terkait topik yang telah
dipelajari !

Setelah memahami apa itu harga per unit
dan harga keseluruhan, kita sering menemui

istilah untung dan rugi, lalu bagaimana
penjelasan dari untung dan rugi ?

12 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

YUK BERLATIH !

Kerjakan soal-soal berikut ini dengan benar !
Ibu Ani membeli banyak alat kebersihan untuk keperluan kerja bakti di desanya.
Berikut adalah Daftar jenis dan harga barang yang Bu Ani beli. Lengkapilah tabel
berikut ini :

No Nama Barang Harga Satuan Banyaknya Hrga
Unit Keseluruhan
1 Kain Pel Rp18.000,00. 10 Unit …
2 Sapu Lantai Rp25.000,00. …
3 Ember … Rp375.000,00.
4 Kemoceng Rp10.000,00. 5 unit Rp50.000,00.
5 Sapu Lidi … … Rp60.000,00.
Rp300.000,00.
10 unit

Kerjakan Tes Formatif 1 !

Jujur Adalah Kunci
Akhlak Mulia

13 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN

Tujuan :
Pada kegiatan belajar ini diharapkan siswa dapat memahami,
menjelaskan, dan menentukan harga penjualan, harga pembelian,
keuntungan, dan kerugian

Harga yang telah ditetapkan berdasarkan jumlah uang yang
diberikan pada saat pembeli melakukan pembelian suatu barang disebut
dengan harga pembelian. Harga pembelian disebut juga dengan modal.
Dalam kondisi tertentu suatu harga pembelian (modal) ditambah dengan
biaya pengangkutan, transportasi, ongkos atau biaya lainnya. Harga yang
ditetapkan berdasarkan jumlah uang yang diterima pada saat menjual suatu
barang disebut harga penjualan.

Pada kondisi perdagangan adakalanya pedagang mengalami untung atau
rugi. Apabila harga jual lebih besar dari harga beli disebut untung, dan
apabila harga jual lebih kecil dari harga beli disebut rugi. Namun,
apabila harga jual sama dengan harga beli, maka disebut impas

14 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

Untuk lebih memahami konsep untung dan rugi perhatikan video
berikut ini

Untuk lebih memahami konsep untung dan rugi perhatikan video
berikut ini :

15 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

MASALAH 1

Perusahaan Zetindo membeli sebidang tanah dengan harga
Rp200.000.000,00, kemudian karena ada suatu keperluan dalam bisnisnya,
perusahaan tersebut menjual kembali tanah tersebut dengan harga
Rp210.500.000,00. Ternyata harga penjualan lebih besar dibanding harga
pembelian, berarti perusahaan tersebut mendapat untung.Selisih harga
penjualan dengan harga pembelian adalah
Rp210.500.000,00 – Rp200.000.000,00 = Rp10.500.000,00. Jadi,
Perusahaan mendapatkan untung sebesar Rp10.500.000,00.

MASALAH 2

Seorang pedagang buah membeli 1 kg buah jeruk dengan harga
Rp4.000,00. Oleh karena jeruk tersebut sudah tidak segar lagi, maka ia
menjualnya dengan harga Rp3.500,00 per kg

1. Apakah pedagang untung atau rugi?
2. Dapatkah Kamu menentukan besar keuntungan atau kerugiannya?
Jawaban
1. Pedagang mengalami kerugian karena harga jual lebih kecil dari harga
beli.
2. Besar kerugian,
Rugi = harga beli – harga jual

= Rp4.000,00 – Rp3.500,00 = Rp500,00
Jadi, pedagang itu memperoleh kerugian Rp500,00.

16 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

MASALAH 3

Lutfi membeli kotak pensil dengan harga Rp5.000,00, karena Widya teman
Lutfi ingin membeli kotak pensilnya, maka Lutfi menjual kotak pensil
tersebut kepada widya dengan harga yang sama yaitu Rp5.000,00. Dengan
demikian maka Lutfi tidak mendapat keuntungan ataupun kerugian karena
harga jual kotak pensil sama dengan harga belinya.

Hai Aku Hai Aku
Widya Lutfi

Dari uraian dan masalah diatas dapat disimpulkan Ayo Kita
bahwa : Pahami

Untung = Harga Jual – Harga Beli
Rugi = Harga Beli – Harga Jual
Impas = Harga Beli = Harga Jual

17 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

YUK BERLATIH !

1. Pak Fatih pedagang kambing membeli seekor kambing
dengan harga Rp3.000.000,00. Kemudian kambing
tersebut dijual dengan harga Rp3.300.000,00. Berapa
keuntungan yang diperoleh Pak Fatih ?
2. Bu Vina seorang pedagang ayam membeli ayam kampung
sebanyak 100 ekor dengan harga Rp5.000.000,00.Dalam
perjalanan ternyata ada ayam yang mati sebanyak 10
ekor. 30 ekor ayam laku dijual dengan harga
Rp60.000,00. Per ekor, sedangkan sisanya dengan harga
Rp50.000,00. Per ekor. Berapakah besarnya keuntungan
atau kerugian yang didapat Bu Vina ?

Silakan ajukan
pertanyaan terkait topik

yang telah dipelajari !

Setelah memahami
keuntungan dan kerugian
penjualan, lalu bagaimana
cara menentukan besar

persentasenya ?

18 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

PERSENTASE KEUNTUNGAN DAN
KERUGIAN

Adakalanya dalam perdagangan Kamu akan menjumpai konsep
persentase. Keuntungan atau kerugian dapat dinyatakan dalam
persentase.

Persentase keuntungan atau kerugian disini diperhitungkan terhadap
harga beli. Dalam matematika, persentase atau perseratus adalah
sebuah angka atau perbandingan (rasio) untuk menyatakan pecahan
dari seratus. Persentase sering ditunjukkan dengan simbol "%".

Rumus Persentase Untung dan Rugi

% Untung = %

% Rugi =

%



Apabila terdapat ketentuan lain sebagai berikut :

Ketika mengalami keuntungan maka diselesaikan dengan cara berikut :

HB =

+%

HJ =

+%

Ketika mengalami kerugian maka diselesaikan dengan cara berikut :

HB =
HJ =
+%



+%

Jika yang diketahui hanya persentase Untung dan ruginya saja, maka :

HB = %

%

HB =

%

Keterangan :

U : Untung HB : Harga Beli %U : Persentase Untung
R : Rugi
HJ : Harga Jual %R : Persentase Rugi

19 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

Masalah 1

Selusin pensil dibeli dengan harga Rp36.000,00 dan dijual semua dengan
harga Rp39.600,00. Berapa persen keuntungannya?

Penyelesaian :

Harga pembelian : Rp36.000,00.

Harga penjualan : Rp39.600,00

Besarnya keuntungan : Rp39.600,00 - Rp36.000,00 = Rp3.600,00

% Untung = . , % = %

. , .

Masalah 2
Sebuah sepeda lipat dibeli dengan harga Rp3.000.000,00, kemudian
dijual kembali dengan keuntungan 12%.
a. Berapa rupiah keuntungannya?
b. Berapakah harga jualnya?
Penyelesaian :
Harga pembelian : Rp3.000.000,00
a. Besarnya keuntungan :


. . , . = . , .
b. Harga penjualan:
. . , . + . , = . . ,

20 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

YUK DISKUSI !

Diskusikan bersama temanmu dan buatlah satu
soal/permasalahan beserta penyelesaiannya berdasarkan

materi yang dipelajari sesuai dengan kemampuan dan
pemahaman kalian !

Kerjakan Tes Formatif 2 !

Silakan bertanya untuk
hal-hal yang belum
kalian pahami !

21 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3

RABAT (DISKON), BRUTO, NETO, DAN
TARA

Tujuan :

Pada kegiatan belajar ini diharapkan siswa dapat memahami,
menjelaskan, dan menentukan besarnya rabat (diskon), bruto,
neto, tara dan persentasenya.

Rabat
(Diskon)

Jika Kamu pergi ke pasar, kemudian Kamu menjumpai
pedagang yang menawarkan harga 1 ikat Bayam Rp 3.000,00. Namun
demikian karena Bayam tersebut sudah mulai layu, maka pedagang itu
menjualnya dengan harga Rp 2.000,00 saja, berarti Kamu sudah
mendapatkan potongan harga sebesar Rp 1.000,00. Potongan harga ini
dapat Kamu jumpai untuk menarik minat pembeli agar membeli barang
tersebut di bawah harga normal. Potongan harga sering dilakukan oleh
pedagang pada waktu-waktu khusus

Nama lain dari potongan harga itu adalah diskon atau rabat. Biasanya
potongan harga atau rabat atau diskon dapat dinyatakan dengan persen.
Sehingga besarnya potongan harga atau rabat atau diskon adalah

Potongan Harga = Harga awal x persentase potongan harga

Atau dengan rumus :

Diskon =



Harga sebelum dipotong diskon disebut harga kotor
Harga setelah dipotong disebut harga bersih

Harga Bersih = Harga kotor - Diskon

22 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

Contoh

Jika Faisal membeli sebuah Ponsel dengan harga
Rp4.200.000,00 dengan diskon 15%.Tentukan uang Faisal
yang dibutuhkan !

Penyelesaian

Harga sebelum diskon = Rp4.200.000,00
Harga diskon = 15 % x Rp4.200.000,00 =
Rp630.000,00
Harga setelah diskon = Rp4.200.000,00 –
Rp630.000,00 = Rp3.570. 000,00
Jadi, Faisal harus membayar Rp3.570.000,00

Silakan Simak video berikut ini !

23 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

Bruto, Neto, dan Tara

Dalam kehidupan sehari-hari, sebuah benda memiliki istilah
yang berhubungan dengan berat benda tersebut. Salah satu contohnya
adalah pada kemasan makanan atau benda-benda di sekitarmu, ada istilah
yang akan Kamu jumpai, yaitu neto, bruto dan tara. Ketiganya akan saling
berkaitan satu sama lain. Misalnya pada kantong semen, karung gula, karung
beras, dan kemasan lain. Biasanya dalam kemasan tersebut mencantumkan
bruto, neto, dan tara.

Bruto, neto dan tara adalah istilah-istilah yang berkaitan dengan berat
barang. Bruto adalah berat kotor suatu barang yang terdiri dari berat
bersih dan berat tempatnya. Neto adalah berat bersih atau berat
sebenarnya dari suatu barang. Sedangkan tara adalah potongan berat suatu
barang, yaitu berat kemasan.

Perhatikan gambar berikut!

40 kg = 39,5 kg + 0,5 kg

Bruto = Neto + Tara

Jika Kamu menimbang satu karung beras yang beratnya 40 kg, inilah yang
dinamakan bruto. Berat bruto ini terdiri atas berat karung, yaitu 0,5 kg
yang dinamakan tara, dan berat beras itu sendiri, yaitu 39,5 kg yang
dinamakan neto. Dari ilustrasi gambar yang telah Kamu amati, maka
rumus hubungan antara bruto, neto dan tara, yaitu:

Bruto = neto + tara Persentase Neto dan Tara
Neto = bruto – tara,
Tara = bruto – neto % Neto = %
% Tara =


%



24 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

Masalah 1

Bu Tini membeli satu karung gula pasir tertulis bruto 100 kg,
tara 2% dengan harga Rp1.000.000,00. Semua gula pasir
tersebut dijual dengan harga Rp14.000,00 per kg. Berapakah
keuntungan yang Bu Tini peroleh ?

Penyelesaian

Diketahui : bruto = 100 kg dan persentase tara = 2%.

Oleh karena itu, nilai tara adalah 2% x 100 kg = 2 kg.

Dengan demikian, neto = 100 kg – 2 kg = 98 kg.

Harga penjualannya adalah Rp14.000,00 × 98 kg =
Rp1.372.000,00

Masalah 2

Kamilah membeli dua karung gula pasir dengan total
beratnya mencapai 100 kg dan tara 2%. Jika harga 1 kg
gula pasir Rp8.500,00 per kg, berapa rupiah yang harus
dibayar Kamilah ?

Penyelesaian

Nilai tara = 2% x 100 kg = 2 kg

neto = bruto – tara = 100 kg – 2kg = 98 kg

Jadi, harga yang harus dibayarkan oleh Kamilah adalah

neto x harga dalam satuan massa = 98 kg x Rp 8.500,00
= Rp 833.000,00

25 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

YUK BERLATIH !

Selesaikan permasalahan berikut ini di buku tugasmu !
Pak Hendi membeli sekarung tepung terigu seberat 60
kg dengan tara 3 kg. Berapakah neto dan persentase

taranya ?

Kerjakan Tes Formatif 3 !

Silakan bertanya
untuk hal-hal yang
belum kalian pahami !

26 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4

BUNGA TUNGGAL DAN PAJAK

Tujuan :
Pada kegiatan belajar ini diharapkan siswa dapat memahami,
menjelaskan, dan menentukan besarnya Bunga Tunggal dan Pajak.

Bunga tunggal

Pernahkah kamu merasa heran disaat kamu Kamu menyimpan uang di
bank, seiring berjalannya waktu jumlah uang Kamu akan bertambah! hal
itu terjadi karena Kamu mendapatkan bunga dari bank.

Bunga adalah jasa berbentuk uang yang diberikan oleh pihak peminjam
kepada pihak yang meminjamkan modal dengan persetujuan bersama. Bunga
tunggal memiliki arti bunga yang hanya terdapat pada hanya modalnya saja,
Sedangkan suku bunga tunggal adalah suku bunga yang besarnya tetap dari
waktu ke waktu.

Apabila uang yang Kamu miliki disimpan di bank, maka makin lama menyimpan
uang dengan sendirinya akan bertambah banyak karena tiap bulannya akan
bertambah dengan bunga. Apabila bunga yang Kamu peroleh tiap bulan
besarnya tetap, maka dinamakan dengan bunga tunggal. Bunga tunggal
adalah bunga yang diperoleh pada setiap akhir jangka waktu tertentu yang
tidak mempengaruhi besarnya modal yang dipinjam.

27 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

Untuk lebih memahami konsep bunga tunggal,perhatikan video berikut
berikut !

Rumus Perhitungan Bunga Tunggal

Perhitungan Bunga Harian

Bunga = Modal =
Waktu =

Suku Bunga = %



Perhitungan Bunga Bulanan

Bunga = Modal =
Waktu =

Suku Bunga = %



Perhitungan Bunga Tahunan

Bunga = Modal =
Waktu =

Suku Bunga = %



28 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

Contoh Soal 1

Indira seorang nasabah di sebuah bank yang memberikan bunga sebesar 20%.
Jika dalam 20 hari Indira memperoleh bunga Rp.50.000,00. Maka berapa
besar tabungan yang dimiliki Indira ?

Penyelesaian :

Gunakan rumus perhitungan bunga harian untuk menyelesaikan soal diatas

Modal =
Modal =

. , = . . ,


= . . , = . . . ,

Jadi besar tabungan Indira adalah . . . ,

Contoh Soal 2

Haris menyimpan uang di bank sebesar Rp.1.500.000,00. Dengan bunga 12%
tiap tahunnya. Maka berapa bunga yang diperoleh Haris selama 6 bulan.

Penyelesaian :

Gunakan rumus perhitungan bunga bulanan untuk menyelesaikan soal diatas

Bunga =


Bunga = . . . , = . . , =


. . ,

Jadi besar bunga yang diterima Haris selama 6 bulan adalah . . ,

Contoh Soal 3

Besar bunga tabungan Febri selama 4 tahun Rp.450.000,00 dengan suku
bunga 15% per tahun. Berapakah besarnya tabungan yang dimiliki Febri ?

Penyelesaian :

Gunakan rumus perhitungan bunga tahunan untuk menyelesaikan soal diatas

Bunga =


Bunga = . . , = . . , =


. . ,

Jadi besar tabungan Febri adalah . . , 0

29 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

YUK BERLATIH !

1. Modal sebesar Rp2.500.000,00 disimpan dengan bunga
5% per tahun. Berapakah besar tabungan akhir setelah
disimpan 6 tahun?

Doa tanpa Usaha itu bohong,
dan usaha tanpa doa itu

sombong, Yuk seimbangkan
keduanya !

30 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

PAJAK

Pernahkah Kamu membayar pajak? Atau pernahkah kamu mendengar
tentang pajak ? Sebagai seorang warga negara yang baik sudah selayaknya
kita semua membayar pajak, karena pajak merupakan salah satu sumber
penerimaan negara yang digunakan untuk biaya penyelenggaraan negara dan
pembangunan nasional. Tahukah Kamu apa yang dimaksud dengan pajak?

Pajak merupakan nilai suatu barang atau jasa yang harus dibayarkan oleh
masyarakat kepada pemerintah. Besarnya pajak diatur oleh peraturan
perundang-undangan sesuai dengan jenis pajak.

Dalam transaksi jual beli terdapat jenis pajak yang harus dibayar oleh
pembeli, yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN). PPN adalah pajak yang harus
dibayarkan oleh pembeli kepada penjual atas konsumsi/pembelian barang
atau jasa. Penjual tersebut mewakili pemerintah untuk menerima
pembayaran pajak dari pembeli untuk disetorkan ke kas negara. Biasanya
besarnya PPN adalah 10% dari harga jual. Selain itu ada juga pajak yang
dikenakan kepada pegawai negeri ataupun tenaga kerja lainnya. Pajak ini
biasa disebut dengan pajak penghasilah atau disingkat PPh.

Tetap Semangat
dalam belajarnya

ya!

31 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

Rumus Perhitungan Pajak

Pajak Penghasilan (PPh)
PPh = Besar pajak % x Besar penghasilan
Penghasilan Bersih = Nominal awal – PPh
PPh = Gaji awal – gaji yang diterima

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
PPN = Besar pajak % x Harga Awal
Harga Akhir = Harga awal + PPN
PPN = Harga beli konsumen – harga awal

Contoh soal Yuk Kerjakan Tes
Formatif berikut
Hasan membeli suatu barang dengan harga
Rp2.000.000,00. Atas pembelian barang tersebut ini
dikenakan pajak sebesar 10%. Berapakah uang yang
harus dibayarkan Amin untuk membeli barang
tersebut?

Penyelesaian :

Harga barang : Rp 2000.000,00

Besarnya pajak = 10% × Rp 2.000.000,00

= Rp 200.000,00

Jadi, Amir harus membayar Rp2.200.000,00.

32 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

YUK REFLEKSI !

Selamat, Kamu telah selesai mempelajari, Memahami dan Menentukan
Materi Aritmatika Sosial. Setelah mempelajari materi ini, Kamu evaluasi
diri dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.
a. Apa Kamu senang mempelajari materi ini?
b. Kesulitan apa saja yang Kamu temui saat mempelajari materi ini?
c. Apa manfaat yang dapat Kamu petik setelah mempelajari materi ini?

Kerjakan Tugas Akhir E-Modul !

Untuk mengetahui apakah Kamu
telah menguasai materi pelajaran
pada e-modul, kerjakan tes yang

disediakan berikut !

Jika kamu tidak dapat Laila Safitri/Untirta/2022
menanggung lelahnya belajar

maka kamu harus siap
menanggung perihnya kebodohan

-Imam Syafei-

33 Matematika-Modul Aritmatika Sosial

RANGKUMAN

1. Harga yang telah ditetapkan berdasarkan jumlah uang yang diberikan pada
saat pembeli melakukan pembelian suatu barang disebut dengan harga pembelian

2. Harga penjualan adalah Harga yang ditetapkan berdasarkan jumlah uang yang
diterima pada saat menjual suatu barang

harga jual > harga beli = untung,

harga jual < harga beli = rugi.

harga jual = harga beli = impas

3. Persentase untung dan rugi

% Untung = %
% Rugi


= %



4. Potongan harga itu adalah diskon atau rabat.

Potongan Harga = Harga awal x persentase potongan harga

5. Harga sebelum dipotong diskon disebut harga kotor, Adapun harga setelah
dipotong disebut harga bersih

Harga Bersih = Harga kotor - Diskon

6. Bruto adalah berat kotor suatu barang yang terdiri dari berat bersih dan
berat tempatnya. Neto adalah berat bersih atau berat sebenarnya dari suatu
barang. Sedangkan tara adalah potongan berat suatu barang, yaitu berat
kemasan.

13. hubungan bruto, neto dan tara

Bruto = neto + tara

Neto = bruto – tara,

Tara = bruto – neto

14. Bunga tunggal adalah bunga yang diperoleh pada setiap akhir jangka waktu
tertentu yang tidak mempengaruhi besarnya modal yang dipinjam.

15. Pajak merupakan nilai suatu barang atau jasa yang harus dibayarkan oleh
masyarakat kepada pemerintah.

PPh = Gaji awal – gaji yang diterima

PPN = Harga beli konsumen – harga awal

34 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

KUNCI JAWABAN

Kegiatan Belajar 1

Latihan

Ibu Ani membeli banyak alat kebersihan untuk keperluan kerja bakti di desanya.
Berikut adalah Daftar jenis dan harga barang yang Bu Ani beli. Lengkapilah tabel
berikut ini :

No Nama Barang Harga Satuan Banyaknya Harga
Unit Keseluruhan
1 Kain Pel Rp18.000,00. Rp180.000,00.
2 Sapu Lantai Rp25.000,00. 10 Unit Rp375.000,00.
3 Ember Rp10.000,00. 25 Unit Rp50.000,00.
4 Kemoceng Rp10.000,00. Rp60.000,00.
5 Sapu Lidi Rp30.000,00. 5 Unit Rp300.000,00.
6 Unit

10 Unit

Tes Formatif
1. Satu lusin sama dengan 12 buah
Maka, harga beli = 12 x 2000 = 24.000
Jadi, harga pembelian seluruhnya adalah Rp24.000.
2. Harga satu permen = 2.500 : 10 = 250
Jadi, harga satu permen atau nilai per unitnya adalah Rp250.
3. Dari jawaban di atas diketahui kalau harga satu permen adalah
Rp250.
Maka, 7 x 250 = 1.750.
Jadi, harga yang harus dibayar Aan jika hanya membeli tujuh permen
adalah Rp1.750
4. nilai keseluruhan= banyaknya unit x nilai per unit

= 10 x 5.000
= Rp50.000,00
Jadi, nilai keseluruhannya adalah Rp50.000,-

35 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

Kegiatan Belajar 2

Latihan

1. Besarnya keuntungan = Harga jual - Harga beli

= Rp3.800.000 - Rp3.300.000

= Rp500.000

2. Sisa ayam yang dijual = 100 ekor – 30 ekor – 10 ekor

= 60 ekor

Harga jual 60 ekor ayam = 60 ekor x Rp50.000,00

= Rp3.000.000,00

Harga penjualan = Rp1.800.000,00 + Rp3.000.000,00

= Rp4.800.000,00

Harga penjualan < harga pembelian, maka pedagang mengalami kerugian.

Besarnya kerugian = Harga beli – harga jual

= Rp3.000.000,00- Rp4.800.000,00

= Rp200.000,00

Tes Formatif

1. Harga Pembelian

2. Harga Penjualan

3. Untung , Rp35.000,00 - Rp30.000,00 = Rp5.000

4. Rp165.000,00 - Rp150.000,00 = Rp15.000,00
.
. % = %

Untung 10 %

5.


. . , = . ,

. . , + . , = . . ,

36 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

Kegiatan Belajar 3

Latihan

Pak Hendi membeli sekarung tepung terigu seberat 60 kg dengan tara 3
kg. Berapakah neto dan persentase taranya ?

Netto = Bruto – Tara

= 60 Kg – 3 Kg

= 57 kg

Persen Tara =


% = %

% = % = %

Jadi, berat nettonya adalah 57 kg dan persentase tara adalah 5%

Tes Formatif

1. Neto

2. Bruto

3. Tara

4. Tara, Neto, Bruto

5. Tara =



= 25 kg

Neto = bruto – tara

= 500 – 25

= 475 kg

6. Diskon
7. . , = .



Rp210.000,00 – Rp42.000,00

Rp168.000,00

37 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

Kegiatan Belajar 4

Latihan

Modal sebesar Rp2.500.000,00 disimpan dengan bunga 5% per tahun.
Berapakah besar tabungan akhir setelah disimpan 6 tahun?

Bunga 1 tahun adalah 5%

Bunga 6 tahun adalah 30%

Besarnya bunga selama 6 bulan = = . . , = . ,


Jadi, besar tabungan setelah 6 tahun

2.500.000,00 + 750.000,00 = Rp 3.250.000,00

Tes Formatif

1. Bunga

2. Bunga tunggal

3. suku bunga tunggal

4. Pajak

5. Besar bunga = = . . ,




= . . ,

= . ,

38 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

TES AKHIR E-MODUL

1. A. untung 25%.
Hb = Rp76.800,00
Hj = 2 lusin x Rp4.000,00
= 2 x 12 x Rp4.000,00 = 24 x Rp4.000,00 = Rp96.000,00
U = Hj - Hb = Rp96.000,00 - Rp76.800,00 = Rp19.200,00

. ,
% = % = . , = %

Jadi, persentase yang dialami adalah untung 25%.

2. B. Rp575.000,00

Keuntungan 100 buah roti:


( ) = . , = . ,

Harga pokok untuk 100 buah roti = 5.000 × 100 = 500.000

Harga penjualan 100 buah roti = 75.000 + 500.000 = 575.000

Jadi, harga penjualan 100 buah roti adalah Rp575.000,00

3. D. Rp4.080.000,00

Harga beli buku pelajaran = 120 x Rp42.500,00 = Rp5.100.000,00


= . , = . . ,
Uang yang harus dibayar = harga beli - rabat

= Rp5.100.000,00 - Rp1.020.000,00 = Rp4.080.000,00

Jadi, uang harus dibayar sekolah adalah Rp4.080.000,00.

4. B. 58,8 kg

Bruto setiap karung = =


Tara setiap karung = 2% x 60 kg = 1,2 kg

Neto satu karung terigu = bruto - tara

= 60 kg - 1,2 kg = 58,8 kg

Jadi, neto satu karung terigu adalah 58,8 kg.

5. B. Rp750.000,00.

Pembahasan: M = Rp6.000.000,00

n = 10 bulan

p% = 2,5% tiap bulan

Bunga selama 10 bulan = M . p% . n

= Rp6.000.000,00 x 2,5% x 10

= Rp1.500.000,00

Jumlah pinjaman = M + bunga

= Rp6.000.000,00 + Rp1.500.000,00

= Rp7.500.000,00

39 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

TES AKHIR E-MODUL

= = . . , = Rp750.000,00


Jadi,uang yang diangsur setiap bulan adalah Rp750.000,00.

6. A. U = %

Pembahasan: Harga pembelian 20 lusin buku = Rp760.800,00

1 lusin = 12 buah

20 lusin = 20 x 12 buah = 240 buah

Harga beli satu buku = Rp760.800,00 : 24 = Rp32.000,00

Harga jual tiap buku = Rp40.000,00

Untung = harga jual - harga beli

= Rp40.000,00 - Rp32.000,00 = Rp8000,00

. ,
% = % = . , % = %

7. C. 49,25 kg
Diketahui:

Bruto 7 karung semen= 350 kg

Tara dalam persen (%) = 1,5%

Bruto 1 karung semen= 350 kg : 7 karung = 50 kg

,
= = ,

Neto = Bruto – tara

= 50 kg – 0,75 kg

= 49,25 kg

8. D. Rp2.120.000,00

Modal (M) = Rp2.000.000,00

Bunga (%) = 8%

Bulan (n) = 9 bulan
Penyelesaian:
Tabungan akhir = Modal + ( (%) )

= . . , + ( . . ,


= Rp2.000.000,00 + Rp120.000,00

= Rp2.120.000,00

40 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

TES AKHIR E-MODUL

9. A. Rp34.000,00
Diketahui:
Bruto 1 karung beras = 1 kuintal = 100 kg
Tara 1 karung beras (dalam %)= 2,5%
Harga beli (HB) 1 karung beras = Rp200.000,00
Harga beras per kg = Rp2.400,00
Penyelesaian:
Tara 1 karung beras = tara (%) x bruto
= 2,5% x 100 kg

,
= = ,

Neto 1 karung beras = bruto – tara
= 100 kg – 2,5 kg
= 97,5 kg
Harga jual (HJ) sisa beras = Neto x harga beras per kg
= 97,5 kg x Rp2.400,00
= Rp234.000,00
Keuntungan = Harga jual (HJ) – Harga beli (HB)
= Rp234.000,00 – Rp200.000,00
= Rp34.000,00
10. A. 113 kuintal
bruto 115 kg dan tara 2 kg
Neto = Bruto − tara
Neto = 115 − 2 = 113 kg
Neto 100 karung:
Neto = 100 × 113 kg
= 11.300 kg
= 113 kuintal

41 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

PENUTUP

E-modul ini berisi materi kelas VII SMP/MTs/Sederajat yaitu
tentang materi Aritmatika Sosial dengan basis Model pembelajaran
Realistic Mathematic Education (RME). Dengan adanya e-modul ini
diharapkan siswa dapat terbantu dalam proses pembelajaran
matematika. Modul ini diharapkan dapat digunakan dengan efektif
dengan secara mandiri maupun dengan bimbingan guru.

Demikian e-modul ini dibuat semoga kedepannya akan kembali
hadir e-modul yang lebih baik lagi dan e-modul ini dapat berguna
sebagai salah satu acuan pembuatannya.

42 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

DAFTAR PUSTAKA

ALBAR, R. (2017). PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN
MATEMATIKA KELAS VII SMP/MTs PADA MATERI
ARITMATIKA SOSIAL DENGAN MENGGUNAKAN
PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK
INDONESIA (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PONOROGO).

Abdur Rahman As’ari dkk.2017. MATEMATIKA SMP/MTS KELAS
VII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang.
Kemendikbud.

Fortuna, I. D., Yuhana, Y., & Novaliyosi, N. (2021).
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik dengan Problem
Based Learning untuk Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi.
Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(2),
1308-1321.

Ponidi,Nugroho M. 2020. Modul 6 Aritmatika Sosial kelas VII.

Jakarta: Direktorat Sekolah Menengah

Pertama,kemendikbud.

43 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

TENTANG PENULIS

LAILA SAFITRI

Seorang mahasiswi semester akhir jurusan Pendidikan
Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Lahir di Serang pada 15
Desember 2000, anak pertama dari enam bersaudara. Tinggal di
Kp.Laban Ds. Laban Rt/Rw. 009/003 Kec.Tirtayasa Kab. Serang.
Selain kuliah juga mengenyam Pendidikan nonformal selama awal
masa kuliah hingga sekarang di Ponpes Salafiyah At-Thahiriyah
Kaloran.

Saat ini adalah tahap akhir penulis menyelesaikan jenjang
pendidikan di universita untuk meraih gelar sarjana, setelah
sebelumnya penulis menyelesaikan pendidikan di SD Negeri Laban
Tengah (2006– 2012), SMP Negeri 1 Tirtayasa (2012 – 2015),
SMA Negeri 1 Pontang (2015 – 2018).

Melalui e-modul ini penulis berharap dapat membantu dan
memudahkan para pembaca dalam memahami matematika,
khususnya pada materi aritmatika sosial.

44 Matematika-Modul Aritmatika Sosial Laila Safitri/Untirta/2022

Realistic Mathematics Education (RME) yang berasal dari Belanda dikenalkan
pertama kali oleh Fruedenthal (1905-1990) seorang penulis, pendidik dan
matematikawan.
Menurut Freudenthal, kegiatan pokok yang dilakukan dalam model
pembelajaran RME diantaranya :
a. Menemukan masalah-masalah atau soal-soal kontekstual
b. memecahkan masalah-masalah atau soal-soal kontekstual
c. mengorganisasikan banhan ajar
Pembelajaran RME harus mempunyai Keterkaitan dengan situasi nyata yang
mudah dipahami dan di bayangkan oleh siswa sehingga dapat meningkatkan
kemampuan pemahaman matematika siswa

LAILA SAFITRI
45 MatematikUa-NMIVodEuRlSAIrTitAmSatSikUaLTSAoNsiaAl GENG TIRTAYALSaAila Safitri/Untirta/2022

2022


Click to View FlipBook Version