Pembelajaran Berbasis Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) SD Fransiskus 1 Tanjungkarang Tahun Ajaran 2023/2024 Semeseter 1 Tema : Rekayasa Dan Teknologi Untuk Membangun NKRI Peserta : Fase A, Fase B, Fase C Deskripsi Kegiatan : Pada proyek tahun ini kami mengangkat tema “rekayasa dan teknologi untuk membangun NKRI” melihat banyaknya peluang dilingkungan sekitar peserta didik untuk mengembangkan kemampuan proses berfikir kritis dan kreatif. Proyek ini juga merupakan bentuk aktualisasi dari pembiasaan keterampilan dalam bidang rekayasa, coding dan teknologi lainnya merupakan indicator yang tidak boleh terlewatkan di zaman yang semakin canggih saat ini. Setiap siswa diharapkan dapat berpikir kritis, kreatif, inovatif, sekaligus melatih kemampuan berempati untuk berekayasa membangun produk berteknologi yang memudahkan dirinya juga sekitarnya, serta bermanfaat untuk dirinya sendiri dan lingkungan sekitar serta masyarakat luas. Dalam proyek P5 ini merupakan integrasi dari berbagai mata pelajaran Pendidikan Pancasila, matematika, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dan Seni Budaya. Table 1. Alur pelaksanaan proyek semester 1 No Bulan Fase A Fase B Fase C Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Kelas 4 Kelas 5 Kelas 6 1. Juli 2023 (minggu ke 4) Mengidentifikasi masalah yang ada di lingkungan sekolah ataupun lingkungan masyarakat yang dapat digunakan ke dalam rekayasa dan tekhnologi 2. Agustus 2023 (minggu ke 1) Merancang desain proyek yang akan dibuat sesuai dengan kemampuan masingmasing fase 3. Agustus 2023 (minggu ke 2) Menyusun jadwal program proyek per fase untuk melihat progress dan mereview secara berkala untuk melihat kemajuan proyek 4. Agustus 2023 (minggu ke 4) Kincir angin sederhana Eco print tas Membuat hydroponik Kaos jumputan Taplak jumputan Tote bag jumputan Mobil tenaga air Aquarium AC portable 5. September 2023 – Oktober 2023 Pembuatan proyek dan penyelesaian proyek 6. November 2023 Persiapan akhir dan review
(minggu ke 1) 7. November 2023 (minggu ke 2) Persiapan panen karya 8. 17 November 2023 Panen Karya Semester 2 Tema : Bangunlah Jiwa dan Raganya Peserta : Fase A, Fase B, Fase C Deskripsi Kegiatan : Pada semester 2 tahun ajaran 2023/2024 mengambil tema Bangunlah Jiwa dan Raganya, dengan tema kali ini diharapkan peserta didik bisa menerapkan gaya hidup yang sehat secara jasmani dan Rohani. Membangun jiwa peserta didik adalah memiliki jiwa serta pembentukan mental yang sehat dan kuat. Serta dapat menjadi teladan bagi dapat menjadi teladan bagi siapapun, dan memiliki sikap religius. Peserta didik dapat melakukan literasi pagi dalam bentuk pembacaan kitab suci sebelum pelajaran dimulai. Selain itu, fasilitator dengan kreatifitasnya dapat berkolaborasi dengan membuat proyek sederhana tentang anti perundungan, anti narkoba, atau kedisiplinan dengan bentuk poster, mini blog, film pendek, dan sebagainya. Membangun raga berarti peserta didik bisa memiliki tubuh yang sehat dan aktif dalam belajar. Belajar tidak hanya melulu soal mata pelajaran, tapi juga belajar dalam segala hal. Selain itu membiasakan dengan kebiasaan baik seperti disiplin, menolong teman yang membutuhkan bantuan, kolaborasi juga merupakan harapan dari tema ini. Dalam penerapannya, peserta didik dapat berkolaborasi untuk membuat yel-yel sebagai penyemangat dan juga membuat gerakan senam pagi setelah kegiatan literasi pagi selesai. Table 2. Alur pelaksanaan proyek semester 2 No Bulan Fase A Fase B Fase C Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Kelas 4 Kelas 5 Kelas 6 1. Januari 2024 Mengidentifikasi masalah yang ada di lingkungan sekolah ataupun lingkungan masyarakat yang dapat digunakan ke dalam rekayasa dan tekhnologi 2. Februari 2024 (minggu ke 2 dan 3) Merancang desain proyek yang akan dibuat sesuai dengan kemampuan masingmasing fase 3. Februari 2024 (minggu ke 4) Menyusun jadwal program proyek per fase untuk melihat progress dan mereview secara berkala untuk melihat kemajuan proyek 4. Maret 2024 (minggu ke 2) Membuat poster tentang lingkungan gaya hidup sehat Aktivitas Rohani Membuat poster tentang lingkungan hidup Kampanye anti narkoba Kampanye “Stop Bullying” Menciptakan gerakan senam yang bisa digunakan di dalam masyarakat
5. Maret 2024 – April 2024 Pembuatan proyek dan penyelesaian proyek 6. April 2024 (minggu ke 4) Persiapan akhir, review dan persiapan panen karya 7. 10 Mei 2024 Panen Karya semester 2 FASE A KELAS 1 1. Pengantar projek “Kincir Angin Sederhana” Dikutip dari Wikipedia, Kincir angin merupakan salah satu alat yang mampu memanfaatkan kekuatan angin menjadi kekuatan mekanik serta memudahkan manusia untuk melakukan berbagai hal. Kincir angin memiliki manfaat yang beragam untuk kehidupan sehari-hari. Manfaat tersebut meliputi kebutuhan listrik hingga wisata. Pemanfaatan kincir angin tersebut akan diadopsi oleh peserta didik untuk membuat kincir angin secara sederhana yang dapat berguna untuk kehidupan mereka medatang dan dimanapun mereka berada. 2. Tujuan Dalam mengangkat tema “ Rekayasa dan Teknologi Membangun NKRI” dan mengacu pada Profil Pelajar Pancasila, projek ini ditujukan untuk membangun kesadaran siswa tentang pemanfaatan kincir angin sederhana didalam kehidupan sehari-hari. 3. Alur Proyek ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu pengenalan dimana peserta didik aktif bereksplorasi dan mengidentifikasi masalah mencari tahu manfaat kincir angin sederhana bagi kehidupan sehari-hari. Setelah tahap pengenalan dilanjutkan dengan tahap kontekstualisasi dimana peserta didik mengacu pada pemanfaatan kincir angin sederhana untuk melakukan observasi terhadap lingkungan sekitar. Selanjutnya peserta didik dibantu guru untuk memasuki tahap aksi yang diawali dengan melakukan kegiatan diskusi untuk memilih ide aksi dan melakukan pemilihan produk hingga panen karya. Tahap Dalam Projek “Kincir Angin Sederhana”
Tahap Pengenalan, Mengenali, dan Membangun kesadaran siswa terhadap kincir angin sederhana Aktivitas 1: Pengenalan terhadap lingkungan Aktivitas 2: Mengidentifikasi masalah lingkungan Aktivitas 3: Aktivitas 4: Tahap Konstekstualisasi, mengkonstekstualisasi masalah di lingkungan terdekat Aktivitas 5: Menyaksikan video tentang kincir angin Aktivitas 6: Mengenal jenis-jenis kincir angin dan manfaatnya Aktivitas 7: Mengenal kincir angin sederhana Aktivitas 8: Pemanfaatan kincir angin sederhana Tahap aksi, bersama-sama merancang kincir angin sederhana berdasarkan masalah yang ada di lingkungan terdekat Aktivitas 9: Desain proyek Aktivitas 10: Pelaksanaan proyek : Membuat kincir angin sederhana Aktivitas 11: Pelaksanaan proyek : Membuat kincir angin sederhana Aktivitas 12: Pelaksanaan proyek : Membuat kincir angin sederhana Aktivitas 13: Panen Karya 4. Target Pencapaian Project Melalui pengalaman pengelolaan project ini, selain memahami tema “Rekayasa Dan Teknologi Untuk Membangun NKRI” dan mengadopsinya dalam pemanfaatan kincir angin sederhana dalam kehidupan sehari-hari, peserta didik diharapkan telah mengembangkan dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu : - Beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia - Bergotong royong - Bernalar kritis Tabel 1. Dimensi elemen dan sub elemen Profil Pelajar Pancasila Dimensi Profil Pelajar Pancasila Sub-elemen Profil Pelajar Pancasila Target Pencapaian di Akhir Fase A (Kelas 1) Aktifitas terkait Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia Memahami keterhubungan ekosistem bumi Mengidentifikasi berbagai ciptaan Tuhan 2, 3 Menjaga Lingkungan Alam Sekitar Membiasakan bersyukur atas lingkungan alam sekitar dan berlatih untuk menjaganya 1, 4
Bernalar kritis Mengajukan pertanyaan Mengajukan pertanyaan untuk menjawab keingintahuannya dan untuk mengidentifikasi satu permasalahan mengenai dirinya dan lingkungan sekitar Gotong royong Kerja sama Menerima dan melaksanakan tugas serta peran yang diberikan kelompok dalam sebuah kegiatan bersama 9, 10, 11 Komunikasi untuk mencapai tujuan Bersama Memahami informasi sederhana dari orang lain dan menyampaikan informasi sederhana kepada orang lain menggunakan kata-kata sendiri 12, 13 Dimensi : Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia Sub elemen Belum Berkembang Mulai Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Memahami keterhubungan ekosistem bumi Belum dapat mengidentifikasi berbagai ciptaan Tuhan Mengidentifikasi berbagai ciptaan Tuhan dengan bimbingan Mengidentifikasi berbagai ciptaan Tuhan Memahami konsep harmoni dan mengidentifikasi adanya saling ketergantungan Menjaga lingkungan alam sekitar Membutuhkan dorongan dan bimbingan untuk pembiasaan perilaku bersyukur Membiasakan bersyukur atas lingkungan alam sekitar Membiasakan bersyukur atas lingkungan alam sekitar dan berlatih untuk menjaganya Terbiasa memahami Tindakantindakan yang ramah dan tidak ramah lingkungan serta membiasakan diri untuk berperilaku ramah lingkungan Dimensi : Bernalar kritis Sub elemen Belum Berkembang Mulai Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Mengajukan pertanyaan Membutuhkan bimbingan untuk mengajukan pertanyaan untuk menjawab keingintahuannya Mengajukan pertaanyaan untuk menjawab keingintahuannya dan untuk mengidentifikasi Mengajukan pertanyaan untuk menjawab keingintahuannya dan untuk mengidentifikasi Mengajukan pertanyaan untuk mengidentifikasi suatu permasalahan
suatu permasalahan namun terkadang pertanyaan belum tepat suatu permasalahan mengenai dirinya dan lingkungan sekitarnya mengenai dirinya dan lingkungan sekitar Dimensi : Bergotong Royong Sub elemen Belum Berkembang Mulai Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Kerjasama Menerima tugas kelompok namun masih belum terlalu memahami pera yang diberikan Menerima dan melaksanakan tugas serta peran yang diberikan kelompok namun masih membutuhkan bimbingan Menerima dan melaksanakan tugas serta peran yang diberikan kelompok dalam sebuah kegiatan bersama Menampilkan Tindakan yang sesuai dengan harapan dan tujuan kelompok Komunikasi untuk mencapai tujuan bersama Memahami informasi sederhana dari orang lain dan menyampaikan informasi sederhana kepada orang lain menggunakan kata-katanya sendiri namun informasinya belum tepat Memahami informasi sederhana dari orang lain dan menyampaikan informasi sederhana tersebut kepada orang lain menggunakan kata-katanya sendiri dengan bimbingan Memahami informasi sederhana dari orang lain dan menyampaikan informasi sederhana kepada orang lain menggunakan kata-katanya sendiri Memahami informasi yang disampaikan (ungkapan, pikiran, perasaan, dan keprihatinan) orang lain dan menyampaikan informasi secara akurat menggunakan berbagai symbol pada media FASE A KELAS 2 1. Pengantar projek “Hydroponik”
Hidroponik merupakan cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, biasanya dikerjakan dalam rumah kaca dengan media air yang berisi zat hara. Hidroponik juga dapat menjadi salah satu solusi Bertani dalam mengatasi keterbatasan lahan atau tanah. Metode ini tidak menggunakan media tanam tanah namun diganti menggunakan media air yang mengan dung mineral serta nutrisi tertentu untuk menjadi media tanam. Menanam dengan cara hidroponik merupakan salah satu metode yang ramah lingkungan karena prosesnya menggunakan bahan-bahan alam dan tidak menggunakan pestisida secara berlebihan. Karena prosesnya yang organic maka sayur dan buah hasil budidaya hidroponik cenderung lebih sehat dan dilihat dari segi keuntungan penanaman hidroponik lebih cepat panen. Berangkat dari latar belakang itu maka fase A kelas 2 akan praktik membuat hydroponik. 2. Tujuan Dalam mengangkat tema “ Rekayasa dan Teknologi Membangun NKRI” dan mengacu pada Profil Pelajar Pancasila, projek ini ditujukan untuk membangun kesadaran siswa tentang pemanfaatan hydroponic didalam kehidupan sehari-hari. 3. Alur Proyek ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu pengenalan dimana peserta didik aktif bereksplorasi dan mengidentifikasi masalah mencari tahu manfaat hydroponic bagi kehidupan sehari-hari. Setelah tahap pengenalan dilanjutkan dengan tahap kontekstualisasi dimana peserta didik mengacu pada pemanfaatan hydroponik untuk melakukan observasi terhadap lingkungan sekitar. Selanjutnya peserta didik dibantu guru untuk memasuki tahap aksi yang diawali dengan melakukan kegiatan diskusi untuk memilih ide aksi dan melakukan pemilihan produk hingga panen karya. Tahap Dalam Projek “ Hydroponik ” Tahap Pengenalan, Mengenali, dan Membangun kesadaran siswa terhadap hydroponik
Aktivitas 1: Pengenalan terhadap lingkungan Aktivitas 2: Mengidentifikasi masalah lingkungan Aktivitas 3: Merumuskan masalah Aktivitas 4: Tahap Konstekstualisasi, mengkonstekstualisasi masalah di lingkungan terdekat Aktivitas 5: Berkunjung ke taman hydroponic Aktivitas 6: Memilih lahan di sekolah untuk dijadikan hydroponik Aktivitas 7: Perancangan hydroponik Aktivitas 8: Perancangan hydroponik Tahap aksi, bersama-sama merancang hydroponik berdasarkan masalah yang ada di lingkungan terdekat Aktivitas 9: Desain proyek dan membuat media untuk hydroponik Aktivitas 10: Pelaksanaan proyek : Membuat hydroponik Aktivitas 11: Pelaksanaan proyek : Membuat hydroponic Aktivitas 12: Pelaksanaan proyek : Membuat hydroponik Aktivitas 13: Panen Karya 5. Target Pencapaian Project Melalui pengalaman pengelolaan project ini, selain memahami tema “Rekayasa Dan Teknologi Untuk Membangun NKRI” dan mengadopsinya dalam pembuatan hydroponik, peserta didik diharapkan telah mengembangkan dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu : - Beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia - Bergotong royong - Bernalar kritis Tabel 1. Dimensi elemen dan sub elemen Profil Pelajar Pancasila Dimensi Profil Pelajar Pancasila Sub-elemen Profil Pelajar Pancasila Target Pencapaian di Akhir Fase A (Kelas 2) Aktifitas terkait Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia Memahami keterhubungan ekosistem bumi Mengidentifikasi berbagai ciptaan Tuhan 2, 3 Menjaga Lingkungan Alam Sekitar Membiasakan bersyukur atas lingkungan alam sekitar dan berlatih untuk menjaganya 1, 4 Bernalar kritis Mengajukan pertanyaan Mengajukan pertanyaan untuk menjawab keingintahuannya dan untuk mengidentifikasi satu permasalahan mengenai dirinya dan lingkungan sekitar
Gotong royong Kerja sama Menerima dan melaksanakan tugas serta peran yang diberikan kelompok dalam sebuah kegiatan bersama 9, 10, 11 Fase B (Kelas 4) Pengantar Projek “Tote Bag Tie Dye” Totebag termasuk dalam kategori tas jinjing. Tote bag bisa digunakan untuk membawa buku atau peralatan lainnya. Karena sering digunakan untuk beragam keperluan inilah membuat totebag biasanya berbahan material yang kuat seperti kanvas, nilon dan kain yang kokoh lainnya. Jenis paling umum bahan totebag adalah kanvas. Bahan kanvas menjadi bahan dasar totebag untuk diberikan motif hias pada totebag. Salah satu motif hias yang dapat dilakukan untuk mempercantik totebag adalah dengan teknik jumputan. Teknik jumputan adalah suatu teknik yang dibuat dengan cara ikat celup, dimana kain atau tas diikat dengan tali yang dicelupkan ke dalam warna. Teknik ikat menghindari penyelupan ikatan kencang ke dalam suatu warna sehingga ketika ikatan dilepas. Pada projek ini, peserta didik dapat meningkatkan kreatifitas siswa untuk membuat kerajianan dengan teknik jumputan. Dengan membuat kerajinan totebag ini, siswa mampu berpikir kreatof untuk menghias totebag dengan motif hias yang beragam. Tujuan Proyek Diakhir proyek ini siswa diharapkan dapat: 1. Mengembangkan kreatifitasnya dalam menciptakan rekayasa dan teknologi yang bermanfaat untuk lingkungan. 2. Memanfaatkan potensi lingkungan untuk menciptakan ide-ide baru. 3. Menunjukkan ekspektasi (harapan) positif kepada orang lain dalam rangka mencapapi tujuan kelompok di lingkungan sekitar (sekolah dan rumah). Alur Projek Tahap Pengenalan, Mengenali, dan Membangun kesadaran siswa terhadap teknologi transportasi Aktivitas 1: Mengenali lingkungan sekolah. Aktivitas 2: Mengidentifikasi barangbarang yang biasa dibawa ke sekolah. Aktivitas 3: Apa itu tote bag? Aktivitas 4: Tie Dye Tahap Konstekstualisasi, mengkonstekstualisasi masalah di lingkungan terdekat Aktivitas 4: Manfaat tote bag Aktivitas 5: Menonton video pembuatan tote bag dengan menggunakan teknik jumputan. Tahap aksi, bersama-sama merancang transportasi berdasarkan masalah yang ada di lingkungan terdekat Aktivitas 8: Aktivitas 9: Aktivitas 10: Aktivitas 11:
Desain proyek Program proyek Membuat tote bag jumputan Presentasi hasil Aktivitas 12: Panen Karya Target Project ini diharapkan dapat membantu peserta didik dalam mencapai tiga dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu : 1) Gotong Royong 2) Bernalar Kritis 3) Kreatif Dimensi elemen dan sub elemen Profil Pelajar Pancasila Dimensi Profil Pelajar Pancasila Elemen Profil Pelajar Pancasila Sub-elemen Profil Pelajar Pancasila Target Pencapaian di Akhir Fase B (Kelas 4) Aktifitas terkait Gotong royong Kepedulian Tanggapan terhadap lingkungan sosial Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan menjaga keselarasan dalam berelasi dengan orang lain. Peka dan mengapresiasi orang-orang di lingkungan sekitar, kemudian melakukan tindakan untuk menjaga keselarasan dalam berelasi dengan orang lain Kolaborasi Kerjasama Menunjukkan ekspektasi (harapan) positif kepada orang lain dalam rangka mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar (sekolah dan rumah) Kegiatan prijek ini dilakukan secara berkelompok Bernalar kritis Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan Mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan Melakukan penalaram konkrit dan memberikan alasan dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan Menjelaskan alasan yang relevann dalam penyelesaian masalah pengambilan keputusan Kreatif Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan Menentukan pilihan dari beberapa alternatif yang diberikan berupaya mencari solusi alternatif saat pendekatan yang diambil tidak berhasil berdasarkan identifikasi terhadap situasi Mengembangkan gagasan menjadi suatu proyek/karya
Cara Penggunaan Perangkat ajar ini dirancang untuk membantu guru SD (Fase C) yang berada di sekolah penggerak untuk melaksanakan kegiatan ko-kurikuler yang mengusung tema Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI dengan judul projek yang diusung adalah “Tote Bag Tie Dye” yang berisikan aktivitas yang saling berkaitan. Tim penyusun menyarankan agar projek ini dilakukan di awal semester kelas 6 SD dikarenakan di dalam projek ini dirancang dengan cara yang sistematis dan berkesinambungan dengan tujuan untuk memberikan teori dan praktek yang harus dilakukan dan dikerjakan oleh anak-anak terkait “Tote Bag Tie Dye”. Projek yang dilakukan sangat ringan dan tetap mengedepankan nilai edukasi sehingga tidak memberatkan anak-anak dalam proses pembelajaran lainnya seperti persiapan ujian sekolah dan lain-lain. Namun demikian, tim penyusun sangat memahami kondisi dari setiap sekolah berbeda-beda apalagi terkait projek “Tote Bag Tie Dye” ini sangat berbeda untuk daerah perkotaan dan pedesaan. Oleh karena itu, terkait isi dari “Tote Bag Tie Dye” ini dirancang agar dapat disesuaikan pada kondisi sekolah masing-masing. Tim penyusun juga bersedia jika diperlukan adanya masukkan, saran maupun alternatif terkait tema projek ini. Fase C (Kelas 5) Pengantar projek “ Mobil Tenaga Air” Ada sangat banyak jenis barang dalam kehidupan, baik barang baru maupun barang yang sudah tidak dipakai/bekas. Banyak masyarakat yang kurang kreatif dalam memanfaatkan barang bekas. Barang yang sudah tidak terpakai bisa dimanfaatkan manusia sesuai dengan kebutuhannya, salah satunya yaitu dibuat menjadi mobil tenaga air. Mobil tenaga air adalah mobil yang mengunakan air sebagai bahan bakar atau mengubah air menjadi sumber tenaga, tanpa asupan energi jenis lainnya. Mobil-mobil berbahan bakar air telah disebutkan dalam buku-buku sejarah, surat-surat kabar, dan majalah-majalah sains populer, dan dalam legenda-legenda urban sejak masa 1800-an. Pada projek ini, peserta didik akan membuat rekayasa dan teknologi dengan memanfaatkan barang bekas sebagai bahan utama yang akan digunakan untuk membuat mobil tenaga air dengan air sebagai sumber energi yang membantu mobil tersebut bergerak. Selain itu, peserta didik dapat meningkatkan kreatifitas mereka serta sifat peduli mereka terhadap lingkungan. Tujuan Proyek Diakhir proyek ini siswa diharapkan dapat: 1. Mengembangkan kreatifitasnya dalam menciptakan rekayasa dan teknologi yang bermanfaat untuk lingkungan. 2. Memanfaatkan potensi lingkungan untuk menciptakan ide-ide baru. 3. Menunjukkan ekspektasi (harapan) positif kepada orang lain dalam rangka mencapapi tujuan kelompok di lingkungan sekitar (sekolah dan rumah). Alur Projek Tahap Pengenalan, Mengenali, dan Membangun kesadaran siswa terhadap teknologi transportasi Aktivitas 1: Mengidentifikasi lingkungan. Aktivitas 2: Perbedaan sampah organik dan anorganik. Aktivitas 3: Kerajinan dari barang bekas Aktivitas 4: Mobil tenaga air? Tahap Konstekstualisasi, mengkonstekstualisasi masalah di lingkungan terdekat
Aktivitas 4: Manfaat air dalam kehidupan. Aktivitas 5: Menonton video pembuatan mobil tenaga air. Aktivitas 6: Menganalisis manfaat pembuatan mobil tenaga air dalam kehidupan. Tahap aksi, bersama-sama merancang transportasi berdasarkan masalah yang ada di lingkungan terdekat Aktivitas 8: Desain proyek Aktivitas 9: Program proyek Aktivitas 10: Membuat mobil tenaga air. Aktivitas 11: Presentasi hasil Aktivitas 12: Panen Karya Target Project ini diharapkan dapat membantu peserta didik dalam mencapai tiga dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu : 1) Gotong Royong 2) Bernalar Kritis 3) Kreatif Tabel 1. Dimendi elemen dan sub elemen Profil Pelajar Pancasila Dimensi Profil Pelajar Pancasila Elemen Profil Pelajar Pancasila Sub-elemen Profil Pelajar Pancasila Target Pencapaian di Akhir Fase C (Kelas 5) Aktifitas terkait Gotong royong Kolaborasi Kerjasama Menunjukkan ekspektasi (harapan) positif kepada orang lain dalam rangka mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar (sekolah dan rumah) Kegiatan prijek ini dilakukan secara berkelompok Bernalar kritis Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan Mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan Melakukan penalaram konkrit dan memberikan alasan dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan Menjelaskan alasan yang relevann dalam penyelesaian masalah pengambilan keputusan Kreatif Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan Menentukan pilihan dari beberapa alternatif yang diberikan berupaya mencari solusi alternatif saat pendekatan yang diambil tidak berhasil berdasarkan identifikasi terhadap situasi Mengembangkan gagasan menjadi suatu proyek/karya
Cara Penggunaan Perangkat ajar ini dirancang untuk membantu guru SD (Fase C) yang berada di sekolah penggerak untuk melaksanakan kegiatan ko-kurikuler yang mengusung tema Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI dengan judul projek yang diusung adalah “Mobil Tenaga Air” yang berisikan aktivitas yang saling berkaitan. Tim penyusun menyarankan agar projek ini dilakukan di awal semester kelas 6 SD dikarenakan di dalam projek ini dirancang dengan cara yang sistematis dan berkesinambungan dengan tujuan untuk memberikan teori dan praktek yang harus dilakukan dan dikerjakan oleh anak-anak terkait “Mobil Tenaga Air”. Projek yang dilakukan sangat ringan dan tetap mengedepankan nilai edukasi sehingga tidak memberatkan anak-anak dalam proses pembelajaran lainnya seperti persiapan ujian sekolah dan lain-lain. Namun demikian, tim penyusun sangat memahami kondisi dari setiap sekolah berbeda-beda apalagi terkait projek “Mobil Tenaga Air” ini sangat berbeda untuk daerah perkotaan dan pedesaan. Oleh karena itu, terkait isi dari “Mobil Tenaga Air” ini dirancang agar dapat disesuaikan pada kondisi sekolah masing-masing. Tim penyusun juga bersedia jika diperlukan adanya masukkan, saran maupun alternatif terkait tema projek ini. Fase C (Kelas 6) Pengantar Projek “Aquarium Sederhana” Kata aquarium berasal dari bahasa Latin yaitu aqua yang berarti air, dan rium yang artinya tempat. Jadi definisi aquarium adalah tempat ikan, tanaman dan organisme air untuk dilihat. Aquarium adalah wadah yang mengandung air, memiliki setidaknya salah satu dindingnya terbuat dari bahan transparan bisa berupa kaca atau akrilik atau bahan transparan lainnya. Aquarium tidak hanya dapat dibuat dengan menggunakan kaca, tetapi bisa dengan memanfaatkan bahan lainnya atau bahan bekas. Selain itu, aquarium tidak hanya berbentuk kubus, tetapi dapat dibuat dengan berbagai bentuk. Dengan pembuatan projek Aquarium Sederhana, peserta didik dapat meningkatkan kreatifitas mereka. Selain itu, diharapkan peserta didik mampu memiliki sifat peduli terhadap lingkungan dan memiliki pengetahuan untuk memanfaatkan potensi yang ada dilingkungan. Tujuan Proyek Diakhir proyek ini siswa diharapkan dapat: 1. Mengembangkan kreatifitasnya dalam menciptakan rekayasa dan teknologi yang bermanfaat untuk lingkungan. 2. Memanfaatkan potensi lingkungan untuk menciptakan ide-ide baru. 3. Menunjukkan ekspektasi (harapan) positif kepada orang lain dalam rangka mencapapi tujuan kelompok di lingkungan sekitar (sekolah dan rumah). Alur Projek Tahap Pengenalan, Mengenali, dan Membangun kesadaran siswa terhadap teknologi transportasi Aktivitas 1: Bagaimana Lingkunganku? Aktivitas 2: Berwisata Aquarium Aktivitas 3: Boardgames Aquarium Tahap Konstekstualisasi, mengkonstekstualisasi masalah di lingkungan terdekat Aktivitas 4: Kisah tiga ekor ikan Aktivitas 5: Menggambar dan mewarnai aquarium Aktivitas 6: Menonton video petualangan bawah lait Aktivitas 7: Tips menjaga aquarium
Tahap aksi, bersama-sama merancang transportasi berdasarkan masalah yang ada di lingkungan terdekat Aktivitas 8: Desain proyek Aktivitas 9: Program proyek Aktivitas 10: Belajar lapangan Aktivitas 11: Menciptakan aquarium Aktivitas 12: Panen Karya Target Project ini diharapkan dapat membantu peserta didik dalam mencapai Lima dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu : 1) Beriman, Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia 2) Bernalar Kritis 3) Berkebhinnekaan Global 4) Gotong Royong 5) Kreatif Tabel 1. Dimendi elemen dan sub elemen Profil Pelajar Pancasila Dimensi Profil Pelajar Pancasila Elemen Profil Pelajar Pancasila Sub-elemen Profil Pelajar Pancasila Target Pencapaian di Akhir Fase C (Kelas 6) Aktifitas terkait Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia Akhlak kepada alam Memahami keterhubungan ekosistem bumi Memahami konsep harmoni dan mengidentifikasi adanya saling kebergantungan antara berbagai ciptaan Tuhan Memahami hubungan timbal balik antar makhluk hidup yang ada di lingkungan. Menjaga Lingkungan Alam Sekitar Mewujudkan rasa syukur dengan terbiasa berperilaku ramah lingkungan dan memahami akibat perbuatan tidak ramah lingkungan dalam lingkup kecil maupun besar. Mensyukuri lingkungan sebagai ciptaan Tuhan dengan menjaga dan merawat lingkungan. Bernalar kritis Memproleh dan memproses informasi dan gagasan Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan Mengumpulkan, mengklarifikasi, membandingkan, dan memilih informasi dari berbagai sumber, serta memperjelas informasi dengan bimbingan orang dewasa. Survei lingkungan sekitar Berkebhinnekaan global Keadilan sosial Aktif membangun masyarakat yang Membandingkan beberapa tindakan dan praktik perbaikan Mendesain dan memprogram proyek
inklusif, adil, dan berkelanjutan lingkungan sekolah yang inklusif, adil, dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan dampaknya secara jangka panjang terhadap manusia, alam, dan masyarakat Gotong royong Kolaborasi Kerja sama Menunjukkan ekspektasi (harapan) positif kepada orang lain dalam rangka mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar (sekolah dan rumah). Kegiatan projek ini dilakukan secara berkelompok Kreatif Karya dan tindakan yang orisinil Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinil Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya sesuai dengan minat dan kesukaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan serta mengapresiasi dan mengkritisi karya dan tindakan yang dihasilkan. Mengembangkan gagasan menjadi suatu proyek/karya Cara Penggunaan Perangkat ajar ini dirancang untuk membantu guru SD (Fase C) yang berada di sekolah penggerak untuk melaksanakan kegiatan ko-kurikuler yang mengusung tema Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI dengan judul projek yang diusung adalah “Aquarium Sederhana” yang berisikan aktivitas yang saling berkaitan. Tim penyusun menyarankan agar projek ini dilakukan di awal semester kelas 6 SD dikarenakan di dalam projek ini dirancang dengan cara yang sistematis dan berkesinambungan dengan tujuan untuk memberikan teori dan praktek yang harus dilakukan dan dikerjakan oleh anak-anak terkait “Aquarium Sederhana”. Projek yang dilakukan sangat ringan dan tetap mengedepankan nilai edukasi sehingga tidak memberatkan anak-anak dalam proses pembelajaran lainnya seperti persiapan ujian sekolah dan lain-lain. Namun demikian, tim penyusun sangat memahami kondisi dari setiap sekolah berbeda-beda apalagi terkait projek “Aquarium Sederhana” ini sangat berbeda untuk daerah perkotaan dan pedesaan. Oleh karena itu, terkait isi dari “Aquarium Sederhana” ini dirancang agar dapat disesuaikan pada kondisi sekolah masing-masing. Tim penyusun juga bersedia jika diperlukan adanya masukkan, saran maupun alternatif terkait tema projek ini. Fase C (Kelas 6)
Pengantar Projek “Kipas Portable” Kipas angin telah ditemukan beribu tahun silam dan telah digunakan oleh beberapa negara didunia seperti bangsa Mesir, Yunani, Roma, dan China. Pada masa itu kipas angin memiliki berbagai macam dan fungsi. Kipas angin pertama ditemukan sekitar 4000 tahun silam pada sebuah makam raja di Mesir yaitu Raja Tutankhamen yang digali pada tahun 1922. Kipas angin berfungsi untuk pendingin udara atau penyegar udara. Banyak jenis kipas angin salah satunya yaitu kipas angin portable. Kipas angin portable dapat menjadi alternatif terbaik apabila tidak menemukan sumber energi listrik untuk menyalakan kipas.Kipas angin portable dapat dibuat dengan bahan-bahan sederhana ataupun bisa memanfaatkan bahan-bahan bekas. Dengan projek Kipas portable ini, peserta didik mampu berpikir kreatif untuk menciptakan teknologi alternatif yang dapat dibuat dengan cara yang mudah dengan bahan yang tidak sulit didapatkan. Selain itu, peserta didik juga dapat berpikir kritis tentang pentingnya penggunakan kipas portable ini dalam kehidupan. Tujuan Proyek Diakhir proyek ini siswa diharapkan dapat: 1. Mengembangkan kreatifitasnya dalam menciptakan rekayasa dan teknologi yang bermanfaat untuk lingkungan. 2. Memanfaatkan potensi lingkungan untuk menciptakan ide-ide baru. 3. Menunjukkan ekspektasi (harapan) positif kepada orang lain dalam rangka mencapapi tujuan kelompok di lingkungan sekitar (sekolah dan rumah). Alur Project Tahap Pengenalan, Mengenali, dan Membangun kesadaran siswa terhadap teknologi transportasi Aktivitas 1: Mengidentifikasi masalah lingkungan Aktivitas 2: Energi alternatif Aktivitas 3: Apa itu kipas angin portable? Aktivitas 4: Manfaat kipas portable. Tahap Konstekstualisasi, mengkonstekstualisasi masalah di lingkungan terdekat Aktivitas 5: Menonton Video membuat kipas angin portable. Aktivitas 6: Kenapa kipas angin portable? Aktivitas 7: Mengelompokan alat dan bahan berdasar fungsinya. Tahap aksi, bersama-sama merancang transportasi berdasarkan masalah yang ada di lingkungan terdekat Aktivitas 8: Desain proyek Aktivitas 9: Program proyek Aktivitas 10: Menciptakan kipas portable Aktivitas 11: Presentasi hasil. Aktivitas 12: Panen Karya Target Project ini diharapkan dapat membantu peserta didik dalam mencapai tiga dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu : 1) Gotong Royong
2) Bernalar Kritis 3) Kreatif Tabel 1. Dimendi elemen dan sub elemen Profil Pelajar Pancasila Dimensi Profil Pelajar Pancasila Elemen Profil Pelajar Pancasila Sub-elemen Profil Pelajar Pancasila Target Pencapaian di Akhir Fase C (Kelas 6) Aktifitas terkait Gotong royong Kolaborasi Kerjasama Menunjukkan ekspektasi (harapan) positif kepada orang lain dalam rangka mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar (sekolah dan rumah) Kegiatan prijek ini dilakukan secara berkelompok Bernalar kritis Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan Mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan Melakukan penalaram konkrit dan memberikan alasan dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan Menjelaskan alasan yang relevann dalam penyelesaian masalah pengambilan keputusan Kreatif Karya dan tindakan yang orisinil Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinil Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya sesuai dengan minat dan kesukaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan serta mengapresiasi dan mengkritisi karya dan tindakan yang dihasilkan. Mengembangkan gagasan menjadi suatu proyek/karya Cara Penggunaan Perangkat ajar ini dirancang untuk membantu guru SD (Fase C) yang berada di sekolah penggerak untuk melaksanakan kegiatan ko-kurikuler yang mengusung tema Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI dengan judul projek yang diusung adalah “Kipas Portable” yang berisikan aktivitas yang saling berkaitan. Tim penyusun menyarankan agar projek ini dilakukan di awal semester kelas 6 SD dikarenakan di dalam projek ini dirancang dengan cara yang sistematis dan berkesinambungan dengan tujuan untuk memberikan teori dan praktek yang harus dilakukan dan dikerjakan oleh anak-anak terkait “Kipas Portable”. Projek yang dilakukan sangat ringan dan tetap mengedepankan nilai edukasi sehingga tidak memberatkan anak-anak dalam proses pembelajaran lainnya seperti persiapan ujian sekolah dan lain-lain. Namun demikian, tim penyusun sangat memahami kondisi dari setiap sekolah berbeda-beda apalagi terkait projek “Kipas Portable” ini sangat berbeda untuk daerah perkotaan dan pedesaan. Oleh karena itu, terkait isi dari “Kipas Portable” ini dirancang agar dapat disesuaikan pada kondisi sekolah masing-masing. Tim penyusun juga bersedia jika diperlukan adanya masukkan, saran maupun alternatif terkait tema projek ini.