The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sitipatonah7819, 2021-03-25 01:32:11

03. Modul Materi dan Perubahannya

03. Modul Materi dan Perubahannya

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3
MATERI DAN PERUBAHANNYA

A. MATERI

Materi didefinisikan sebagai segala sesuatu yang memiliki massa, menempati
ruang, dan memiliki sifat dapat dilihat, dicium, didengar, dirasa, atau diraba. Dari
batasan ini dapat dinyatakan bahwa semua benda di alam ini termasuk diri kita sendiri
adalah materi. Contoh materi : bintang; bumi; tumbuhan; hewan; manusia; batuan;
minyak bumi; kayu; tanah, udara, air; logam; bakteri; molekul; atom; elektron; dst.

Sumber : http://sifatdanwujudzat.blogspot.com/p/apersepsi.html
Gambar 3.1. Beberapa jenis benda dalam kehidupan sehari-hari

Setiap materi memiliki sifatnya masing-masing. Sifat materi menunjuk pada

karakteristik materi yang menjadi ciri atau identitas dari materi itu. Mengenal sifat-

sifatnya berarti mengenal materi itu; demikian juga sebaliknya.

Sifat materi meliputi :

 sifat fisis; mencakup: wujud (fasa), bentuk, rasa, warna, bau, daya hantar panas,

daya hantar listrik, kelarutan dan beberapa tetapan fisis (seperti massa-jenis,

indeks bias, titik beku, titik leleh, titik didih, titik bakar, dll.).

 sifat kimia; mencakup: kereaktifan (misalnya mudah/sukar bereaksi, dapat

melapuk, atau membusuk), rumus kimia, susunan ikatan, bentuk molekul, dll

Tabel 3.1. Contoh Sifat Fisis dan Kimia Materi

Sifat Materi Air Garam Dapur Bensin
cair padat cair
Wujud kristal -
- asin khas
Bentuk tidak berasa khas
tidak berbau tidak berbau
Rasa tidak berwarna putih kuning
1413oC -
Sifat Fisis Bau 100oC 801oC -
Warna 0oC -
- 30-50oC
Titik didih tidak terbakar mudah terbakar
tidak terbakar
Titik beku

Titik bakar

Sifat Kimia Sifat bakar

MATERI DAN PERUBAHANNYA

B. KLASIFIKASI MATERI

Materi diklasifikasikan berdasarkan karakteristiknya tertentu. Misalnya

berdasarkan kekuatan menghantarkan panas atau menghantarkan arus listrik materi

diklasifikasikan ke dalam isolator dan konduktor. Berdasarkan tingkat wujudnya

dikenal adanya benda padat, cair, dan gas. Untuk lebih lanjut sifat dari benda padat,
cair dan gas terlihat pada tabel dibawah ini

Tabel 3.2. Klasifikasi dari benda padat, cair dan gas

Sifat Padat Cair Gas
Volume Tetap Mengikuti
wadahnya Mengikuti bentuk
Bentuk Tetap wadahnya
Umumnya Tetap
Massa jenis mempunyai massa Tergantung pada
jenis yang besar Mempunyai tempatnya
Kemudahan massa jenis
mengalir Mempunyai massa
sedang jenis yang sangat
Kompresibilitas
(pemampatan) kecil

Tidak mengalir Dapat mengalir Dapat mengalir

Tidak dapat Sulit Mudah
dimampatkan dimampatkan dimampatkan

C. PENGGOLONGAN MATERI

Materi dapat dibedakan menurut bagan skematik pada Gambar 3.2. Dari bagan
klasifikasi tersebut, materi dapat dibedakan atas 2 kelompok besar materi, yaitu zat
dan campuran. Kelompok zat dapat dibedakan sebagai unsur dan senyawa. Sedangkan
kelompok campuran dapat dibedakan sebagai campuran heterogen, campuran
homogen, dan koloid.

Sumber : Bahan belajar mandiri konsep dasar kimia, UPI Press
Gambar 3.2. Bagan klasifikasi materi

MATERI DAN PERUBAHANNYA

Berikut akan dibahas pengelompokan materi sebagai berikut :
A. Zat Tunggal

Melalui beberapa cara pemisahan, materi yang tidak murni itu dapat dipisahkan
kembali (dimurnikan) dari campurannya; misalnya melalui cara penguapan, cara
penyaringan, cara tarikan magnet, dll. Cara-cara ini dapat diterapkan bergantung pada
sifat campurannya. Melalui beberapa cara pemisahan, materi yang tidak murni itu dapat
dipisahkan kembali (dimurnikan) dari campurannya; misalnya melalui cara penguapan,
cara penyaringan, cara tarikan magnet, dll. Cara-cara ini dapat diterapkan bergantung
pada sifat campurannya.

Materi seperti besi, belerang, dan air inilah yang digolongkan sebagai zat. Contoh
lain dari materi di sekitar kita yang tergolong zat adalah gula, alkohol, tembaga, emas,
oksigen, nitrogen, asam sulfat, dan sebagainya.

Zat didefinisikan sebagai materi yang bersifat tunggal dan homogen. Bersifat
tunggal artinya hanya satu-satunya zat dan tidak ada zat lain selain dirinya; bersifat
homogen artinya sifat di semua bagian zat itu bersifat serbasama baik sifat fisis (wujud,
warna, rasa, bau, dll.) maupun sifat kimianya (rumus kimia, kereaktifan, dll.).

1. Unsur
Karena unsur tergolong zat, berarti unsur bersifat tunggal dan homogen. Sifat lain

dari unsur adalah unsur tak dapat diurai atau dipecah menjadi bagian yang lebih kecil
(atau lebih sederhana). Dengan demikian, dapat didefinisikan bahwa unsur merupakan,

zat tunggal yang tak dapat diurai menjadi bagian yang lebih kecil (sederhana).

Sumber : http://guru-ipa-pati.blogspot.com/2012/07/belajar-membedakan-unsur-senyawa-dan.html
Gambar 3.3. Contoh Unsur

Unsur alam ditemukan dimana-mana; di luar angkasa, di udara, di air, di permukaan
tanah, sampai di perut bumi. Unsur alam yang paling dekat dengan kehidupan kita di
antaranya besi, aluminium, tembaga, emas, seng, karbon, fosfor, belerang, raksa,
nitrogen, oksigen, hidrogen, neon, dan sebagainya.

MATERI DAN PERUBAHANNYA

Sumber : Bahan belajar mandiri konsep dasar kimia, UPI Press
Gambar 3.4. Komposisi rata-rata keberadaan unsur (%)

Unsur ada yang berwujud padat, cair, dan ada yang berwujud gas. Unsur yang

dikenal ada 110 unsur. Di antara 114 unsur, ada 94 unsur alam (unsur yang telah

tersedia di alam), dan selebihnya berupa unsur buatan, yakni unsur yang berhasil

dibuat manusia di laboratorium.

Unsur di alam dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu unsur logam dan non logam.

Tabel 3.3. Perbedaan unsur logam dan unsur non logam

Unsur Logam Unsur Non Logam

Berwujud padat pada suhu kamar Berwujud padat, cair atau gas
(kecuali raksa)
Dapat ditempa dan diregangkan Rapuh dan tidak dapat ditempa
Mengkilap jika digosok Tidak mengkilap walau digosok
(kecuali intan)
Konduktor panas dan listrik Non-konduktor (kecuali grafit)
Kobalt, Perak, Krom, Nikel, Besi, Emas, Argon, Belerang, Helium, Fosfor,
Aluminium, Timah, Timbal, Magnesium, Raksa, Hidrogen, Karbon, Neon, Klorin,
Natrium, Seng, Platina, Tembaga Nitrogen, Oksigen, Silikon, Iodin

Untuk meringkas penulisan, setiap unsur diberikan suatu lambang yang disebut
lambang unsur atau lambang atom. Cara pemberian lambang atom dikemukakan oleh
Jons Jacob Berzellius (1779 – 1848) sebagai berikut :
 Setiap unsur dilambangkan dengan satu huruf, yaitu huruf awal dari nama Latin

unsur yang terkait dan ditulis dengan huruf besar.

MATERI DAN PERUBAHANNYA

 Unsur yang mempunyai huruf awal sama, lambangnya dibedakan dengan
menambahkan satu huruf lain dari nama unsur itu yang ditulis dengan huruf kecil

 Contoh :

Tabel 3.4. Nama dan lambang dari beberapa unsur

Nama Unsur Nama Latin Lambang
(Indonesia)
Karbon Carboniuim C
Kalsium Calsium Ca
Klorin Clorine Cl
Tembaga Cuprum Cu
Kalium Kalium K
Perak Argentum Ag

 Untuk penulisan Untuk beberapa unsur yang baru ditemukan, khususnya untuk
unsur dengan nomor 104 keatas mempergunakan akar kata dari bilangan. nil = 0,
un = 1, bi = 2, tri = 3 quad =4, pent = 5, hex = 6, sept = 7, okt = 8 dan enn = 9.

 Contoh untuk unsur dengan nomor 107 yaitu unilseptium, yang berasal dari
bilangan 1 : un, bilangan 0 : nil, dan tujuh : sept serta tium, sehingga nama unsur
tersebut adalah unilseptium (Uns)

2. Senyawa
Senyawa didefinisikan sebagai, zat yang dapat diurai menjadi unsur-unsur

pembentuknya melalui cara kimia. Berdasar batasan di atas, senyawa merupakan hasil
penggabungan dua jenis unsur atau lebih secara kimia. Peristiwa penggabungan secara
kimia sering dinyatakan dengan istilah persenyawaan.

Sumber : http://guru-ipa-pati.blogspot.com/2012/07/belajar-membedakan-unsur-senyawa-dan.html
Gambar 3.5. Contoh Senyawa

Di dalam tiap senyawa unsur-unsur penyusunnya mempunyai perbandingan massa
yang tetap dan tertentu. Misalnya air dapat diurai dari unsur pembentuknya dengan
perbandingan massa unsur hidrogen : oksigen = 1 : 8; gula terbentuk dengan
perbandingan massa unsur karbon : hidrogen : oksigen = 72 : 88 : 11; Gas karbon
dioksida terbentuk dari unsur karbon dan unsur oksigen; sementara garam dapur
terbentuk dari unsur natrium dan unsur klor.

MATERI DAN PERUBAHANNYA

Senyawa dibagi menjadi senyawa alami dan senyawa buatan. Senyawa alami
merupakan senyawa yang terbentuk melalui proses kimia alami; sedangkan senyawa
yang terbentuk sebagai hasil rekayasa manusia secara kimia disebut senyawa buatan
atau senyawa sintetis.

Contoh senyawa alami, antara lain air, gula, alkohol, asam klorida, asam cuka,
karbon dioksida, karbon monoksida, karat besi, karet, dan sebagainya. Sedangkan
senyawa yang dapat dibuat oleh manusia, di antaranya gula, alkohol, asam cuka, asam
sulfat, karet, dan sebagainya.

Dapat disimpulkan yang merupakan ciri-ciri dari senyawa adalah senyawa
terbentuk melalui reaksi kimia, perbandingan komponen yang menyusun senyawa
melalui cara tertentu dan tetap, komponen-komponen senyawa kehilangan sifat
semulanya, serta senyawa tidak dapat dipisahkan menjadi komponen-komponen
dengan cara fisis, tetapi harus melalui cara kimia.

B. Campuran
Campuran didefinisikan sebagai, materi yang terbentuk dari hasil penggabungan

2 jenis zat atau lebih secara fisis. Sifat fisis zat asal pembentuknya tidak hilang
seluruhnya, dan sebagian sifat fisis lain muncul sebagai sifat campurannya. Dengan
demikian, campuran dapat terjadi antar unsur dan unsur, unsur dan senyawa, atau
senyawa dan senyawa. Di alam ini banyak sekali ditemui campuran, baik di atmosfer,
dihidrosfer, dari litosfer sampai di perut bumi. Contoh campuran adalah bintang,
planet, bumi, batu, tanah, paduan logam, air laut, air sumur, air lumpur, air gula, kabut,
diri kita, darah dan sebagainya.

Gambar 3.6. Contoh Campuran

Dapat disimpulkan yang merupakan ciri-ciri dari campuran adalah campuran
terbentuk tanpa reaksi kimia, perbandingan komponen yang menyusun campuran
tidak tentu dan dapat sembarang, komponen-komponen campuran tetap memiliki sifat
masing-masing, campuran dapat dipisahkan menjadi komponen-komponennya dengan
cara fisis.

MATERI DAN PERUBAHANNYA

Adapun cara pemisahan campuran secara fisis bergantung kepada jenis, wujud,
dan sifat-sifat komponen yang akan dipisahkan. Ada beberapa cara pemisahan
campuran secara fisika, yaitu sebagai berikut :
 Dekantasi, yaitu pemisahan zat padat dari zat cair yang saling tidak larut pada

suhu tertentu dengan cara menuangkan zat cairnya.
 Penyaringan, yaitu pemisahan zat padat dari zat cair dengan menggunakan media

kertas.
 Destilasi, yaitu pemisahan dua atau lebih zat cair berdasarkan perbedaan titik

didihnya yang cukup besar. Contohnya pemisahan campuran air dan etanol,
dimana pada suhu 25oC dan tekanan 1 atm, titik didih air 100oC sedangkan alkohol
78oC.
 Rekristalisasi, yaitu pemisahan berdasarkan perbedaan titik beku komponen
campuran. Sebaiknya komponen yang akan dipisahkan berwujud padat dan
lainnya cair pada suhu kamar. Contohnya pemisahan garam dari larutan garam
dalam air. Larutan dipanaskan perlahan-lahan sampai tepat jenuh, kemudian
dibiarkan dingin dan garam akan mengkristal, lalu disaring.
 Ekstraksi, yaitu pemisahan berdasarkan perbedaan kelarutan komponen
campuran dalam pelarut yang berbeda. Syaratnya kedua pelarut yang dipakai
tidak bercampur. Contoh pelarut untuk ekstraksi adalah air – minyak, air –
kloroform. Misalnya pemisahan campuran A dan B dengan pelarut X dan Y.

Gambar 3.7. Cara pemisahan campuran

MATERI DAN PERUBAHANNYA

Campuran dibedakan menjadi campuran homogen, campuran heterogen dan

campuran koloid. Adapun ciri-cirinya terlihat pada tabel berikut :

Tabel 3.5. Ciri-ciri campuran homogen, campuran heterogen dan campuran koloid

Ciri-ciri Campuran Campuran Campuran Koloid
Heterogen Homogen tidak tampak jelas

Bidang batas masih tampak tidak ada (hanya dengan
antara penyusun jelas bantuan mikroskop

Komposisi tidak sama sama ultra)
komponen
penyusun di setiap dapat dipisahkan tidak dapat hampir sama
bagian melalui dipisahkan melalui
tidak dapat disaring
Komponen penyaringan penyaringan
penyusun transparan, stabil tidak stabil tidak transparan,
stabil
Sifat penyusun

Adapun campuran homogen, campuran heterogen dan campuran koloid akan
dijabarkan sebagai berikut :
1. Campuran Heterogen

Campuran heterogen paling mudah dikenal dan mudah ditemukan di sekitar
kehidupan. Campuran heterogen di sekitar kita dapat dijumpai sebagai tanah, air
lumpur, pasir bangunan, pasir-semen, air-minyak, air garam, alkohol 70% dan lain-lain.
2. Campuran Homogen

Campuran homogen dapat dijumpai di sekitar kita misalnya udara, air gula, air
hujan, air cuka, paduan logam, dsb. Udara terdiri dari campuran gas-gas seperti gas
nitrogen, gas oksigen, gas karbondioksida, dan gas lainnya. Air gula terbentuk dari
campuran antara air dan gula, sedangkan paduan logam merupakan campuran homogen
antara 2 logam atau lebih. Seperti peralatan dapur (garpu, sendok, dll) yang terbuat dari
stainless steel. Stainless steel merupakan campuran logam besi, krom dan nikel. Contoh
lainnya perunggu yang merupakan campuran dari logam tembaga, seng, timah.

Campuran homogen memiliki satu ciri khas, yaitu tidak akan memisah sendiri
sampai waktu kapan pun. Oleh karena itu campuran homogen disebut dengan sebutan
larutan. Jadi dapat didefinisikan bahwa larutan merupakan campuran homogen antara
dua zat atau lebih.

MATERI DAN PERUBAHANNYA

Larutan terdiri dari pelarut dan zat terlarut. Biasanya, zat dalam jumlah terbanyak
berperan sebagai pelarut, sementara zat lainnya berperan sebagai zat terlarut. Selain itu
larutan bersifat transparan sehingga berkas cahaya yang melalui larutan tidak dapat
diamati dari samping (dari arah yang tegak lurus dengan arah berkas cahaya).
3. Campuran Koloid

Campuran koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaanya terletak antara
campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran koloid dapat ditemukan dalam
kehidupan misalnya berupa asap, kabut, busa, sirup, air susu, air sumur, cat, santan, air
sabun, dst. Ketika campuran koloid menghamburkan cahaya, berkas cahaya yang
melalui campuran koloid tersebut dapat diamati dari samping.

Asap terbentuk dari campuran antara partikel karbon dan udara; sedangkan kabut
merupakan titik-titik air dalam udara. Air sumur yang tampak jernih (bidang batasnya
agak sukar diamati), namun jika didiamkan beberapa lama, air sumur tersebut akan
memisah dengan lapisan lumpur-halusnya melekat pada dinding/dasar wadahnya.

Sumber : http://zube.brinkster.net/SCH3U21/Solutions/Solutions/Reading/sch3usolutionsunit.html

Gambar 3.8. Penghamburan cahaya pada larutan dan koloid

D. PERUBAHAN MATERI

Setiap materi di alam ini selalu berubah. Perubahan materi melibatkan
perubahan sifat dari materi itu sendiri. Perubahan sifat ini ada yang hanya melibatkan
perubahan sifat fisisnya saja, dan ada pula yang melibatkan perubahan sifat kimianya.
Biasanya perubahan sifat kimia selalu melibatkan perubahan sifat fisis dari materi itu.

Penyebab materi mengalami perubahan adalah energi. Materi selalu
mengandung energi; materi berubah maka berubah pula kandungan energinya.
Pembebasan energi menyebabkan kandungan energi dari materi asal berkurang;
sementara penyerapan energi menyebabkan materi asal bertambah kandungan
energinya. Oleh karena itu sering dikatakan bahwa perubahan materi selalu disertai
dengan perubahan energi.

MATERI DAN PERUBAHANNYA

1. Perubahan Fisis
Salah satu bentuk energi penyebab suatu materi berubah ialah energi panas.

Misalnya pemanasan dapat menyebabkan lilin meleleh; air menguap; kamper (kapur
barus) dan iodium menyublim; dll. Energi mekanik dapat mengubah batang pohon
menjadi papan atau balok kayu. Energi cahaya membuat materi di sekeliling kita
berwarna, dan tiada cahaya semua materi berwarna hitam.

Peristiwa-peristiwa di atas merupakan contoh perubahan materi yang
melibatkanperubahan sifat fisis materi itu pada wujud, bentuk, atau warnanya. Lelehan
lilin ketika membeku akan diperoleh kembali lilin; uap air jika diembunkan akan
diperoleh kembali air yang sifat sama dengan air semula; begitu juga uap kamper akan
menyublim menjadi padatan kamper. Perubahan materi yang hanya melibatkan
perubahan pada sifat fisis suatu materi dinamakan perubahan fisis.
Dapat disimpulkan perubahan fisis adalah perubahan yang tidak menghasilkan zat baru
dan perubahannya bersifat sementara (zat asal dapat diperoleh kembali). Perubahan
wujud materi dan nama perubahannya ditunjukkan oleh gambar 3.8.

Gambar 3.9. Perubahan wujud materi

Untuk terperinci akan dijabarkan sebagai berikut :
a. Sublimasi

Merupakan perubahan padat ke gas tanpa melalui fase cair. Misalnya padat
karbondioksida (es kering), salju, yodium dan kapur barus.
Es kering menyublim dalam suhu sampai sekitar -78,5 oC. Sedangkan yodium
menghasilkan asap ketika dipanaskan. Dalam ilmu forensik , uap yodium dapat
mengungkapkan sidik jari di atas kertas.

MATERI DAN PERUBAHANNYA

a. b.

Gambar 3.10.a. Iodium dipanaskan; b. Es kering
Sumber : http://galleryhip.com/sublimation-examples-other-than-dry-ice.html

https://elfordchemistry.wikispaces.com/13+States+of+Matter

b. Deposisi atau desublimasi
Merupakan uap air berubah langsung ke es tanpa terlebih dahulu menjadi cair .
Contohnya pada bunga es di pohon dan tanah dan embun beku di daun.

a. b.

Gambar 3.11. a. Embun beku pada daun; b. Bunga es pada pohon
Sumber : http://imgarcade.com/1/deposition-gas-to-solid/

http://education-portal.com/academy/lesson/phase-change-evaporation-condensation-freezing-
melting.html#lesson

c. Mencair
Merupakan perubahan dari padat ke cair. Misalnya pada es yang mencair.

Gambar 3.12. a. Es mencair b. Coklat mencair
Sumber : http://www.learner.org/courses/essential/physicalsci/session4/closer1.html
http://www.planet-science.com/categories/experiments/outdoors/2011/04/chocolate,-lots-of-

chocolate.aspx

d. Membeku

MATERI DAN PERUBAHANNYA

Merupakan perubahan dari di mana cairan berubah menjadi padat ketika
yang suhu diturunkan di bawah nya titik beku. Dengan suhu meleleh pada 85° C
(185° F) dan membeku dari 31°C hingga 40°C (89.6 °F-104 °F). Contohnya makanan
yang membeku di freezer

Gambar 3.13. Bahan makanan yang disimpan di freezer
Sumber : http://www.foodpreserving.org/p/refrigeration.html

e. Menguap
Penguapan adalah proses dimana perubahan air dari cair ke gas atau uap. Air benar-
benar mulai menguap pada 32oF (0oC); itu hanya terjadi sangat lambat. Dengan
meningkatnya suhu, laju penguapan juga meningkat. Jumlah penguapan tergantung
pada suhu, dan juga tergantung pada jumlah air yang ada untuk menguap. Misalnya
pengeringan pakaian basah, tambak garam menguap perlahan-lahan pada suhu
normal. Garam yang tersisa dari kolam, menguap kemudian digunakan untuk
membuat garam meja.

a. b.

Gambar 3.14. a. Tambak garam b. Baju yang dijemur
Sumber : http://education-portal.com/academy/lesson/what-is-evaporation-definition-examples-

quiz.html#lesson
http://sidomi.com/231394/tips-agar-pakaian-tetap-terlihat-baru/

f. Mengembun
Merupakan perubahan fase dari gas ke cair. Contohnya air teh dingin dan kaca
jendela kelihatan basah.

MATERI DAN PERUBAHANNYA

a. b.

Gambar 3.15.a. Air teh yang dingin b. Kaca jendela yang mengembun
Sumber : http://cnx.org/contents/[email protected]:103/College_Physics

http://www.addisongreen.info/home-garden/what-you-need-to-know-condensation-on-windows/

2. Perubahan Kimia

Gambar 3.16. Perubahan daun hijau menjadi kuning

Gambar 3.17. Pembakaran kayu

Gambar 3.18. Pengkaratan besi

Perhatikan contoh perubahan kimia banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-
hari dan ada di sekitar lingkungan kita, contohnya :

MATERI DAN PERUBAHANNYA

a. Fermentasi (peragian), misalnya pada pembuatan tape, pembuatam tempe, dan
oncom.

b. Dekomposisi (pembusukan), misalnya pada pembusukan sampah, nasi menjadi basi,
susu menjadi asam dan sebagainya.

c. Sintesis (pembentukan senyawa), misalnya pembentukan senyawa gula pada
fotosintesis tanaman.

d. Analisis (penguaraian senyawa), misalnya penguraian senyawa gula menjadi gas
karbondioksida dan uap air pada respirasi tanaman

e. Oksidasi, merupakan proses bereaksinya suatu zat dengan oksigen, misalnya proses
pembentukan karat pada logam besi.
Beberapa contoh perubahan materi yang dikemukakan di atas memiliki perbedaan

dengan perubahan fisis. Pada contoh tersebut, sifat fisis maupun sifat kimia dari materi
sebelum dan sesudah perubahan sangat berbeda. Pada perubahan fisis, tidak semua sifat
asal hilang dan masih tampak pada materi setelah perubahan. Namun pada perubahan
kimia, sifat asal menghilang tidak tampak pada materi setelah perubahan. Dikatakan,
materi hasil perubahan merupakan materi baru yang sifatnya baru. Materi baru ini
bersifat kekal (sukar berubah kembali ke materi asal). Dengan kata lain, perubahan
kimia menyebabkan materi asal berubah menjadi materi baru.

Dari uraian di atas, perbedaan pokok antara perubahan fisis dan perubahan kimia
dapat diikhtisarkan menurut tabel di bawah ini.

Tabel 3.6. Perbedaan antara perubahan fisis dan perubahan kimia

Perubahan Fisis Perubahan Kimia
hanya melibatkan perubahan pada melibatkan perubahan baik pada sifat kimia
sifat fisis materi maupun sifat fisis materi
bersifat sementara bersifat kekal.
tidak menyebabkan terbentuknya menyebabkan terbentuknya
materi baru materi baru

E. REAKSI KIMIA

Perubahan kimia atau disebut reaksi kimia selalu melibatkan perubahan pada
sifat kimia maupun sifat fisis dari materi. Jika kedua materi dicampurkan, dan ciri bahwa
reaksi keduanya terjadi adalah (a) terjadinya perubahan warna, (b) timbulnya gas, atau
(c) terbentuknya endapan.
Secara lebih rinci perubahan kimia atau reaksi kimia dapat dijelaskan seperti berikut :

MATERI DAN PERUBAHANNYA

1. Reaksi kimia menyebabkan perubahan pada sifat kimia maupun sifat fisis yang
gejalanya dapat diamati melalui ciri :
a. Terjadi perubahan warna; gejala ini dapat diamati langsung melalui
penginderaan.
Beberapa contoh reaksi:
- Kertas atau kayu yang terbakar.
- Daging buah apel yang terkelupas kulitnya.
- Logam besi (abu-abu) yang berubah menjadi karat besi (merah kecoklatan).
b. Timbulnya gas; gejala ini dapat dideteksi dari gelembung-gelembung gas,
bau, atau perubahan volum/tekanan.
Beberapa contoh reaksi:
- Lantai keramik/marmer yang tersiram oleh air aki (terbentuk gas CO2).
- Mencelupkan paku ke dalam air aki (terbentuk gas hidrogen, H2).
- Meneteskan air pada karbit (terjadi gas etuna; gas untuk mengelas logam).
c. Terbentuk endapan; gejala ini dapat diketahui langsung seperti terjadi
kekeruhan, penggumpalan, atau pengkristalan
Contoh reaksi : karbondioksida yang bercampur dengan air kapur akan
terjadi endapan putih dan air
2. Reaksi kimia bersifat kekal
Kekal dapat diartikan bahwa materi hasil perubahan bersifat tetap dan tak dapat
kembali menjadi zat semula. Biasanya zat asal dapat diperoleh kembali dengan
cara melalui reaksi kimia juga. Jadi perubahan kimia menghasilkan materi yang
sifatnya tetap atau kekal.
3. Reaksi kimia menghasilkan materi baru
Jika dua materi berbeda sifat fisis maupun sifat kimianya; berarti kedua materi
itu berbeda jenisnya. Oleh karena itu bila suatu materi mengalami perubahan dan
hasilnya berupa materi yang berbeda baik sifat fisis maupun sifat kimia terhadap
materi asal, maka dikatakan bahwa materi yang terbentuk itu merupakan materi
baru.
Dari uraian di atas dapat dikemukakan bahwa bila suatu materi mengalami

perubahan dengan menghasilkan materi baru yang sifatnya kekal (baik fisis dan kimia)
berarti materi itu mengalami perubahan kimia; atau reaksi kimia telah terjadi.

MATERI DAN PERUBAHANNYA

DAFTAR PUSTAKA

Michael Purba. 1994. Kimia untuk SMA kelas X. Penerbit Erlangga : Jakarta
Badan Pengembangan Profesi Pendidik. 2012. Materi dan Perubahannya. Kementrian

Pendidikan dan Kebudayaan
Mulyono HAM. 2010. Konsep Dasar Kimia untuk PGSD. UPI Press : Bandung
Nana Jumhana. Pendidikan IPA untuk Pendidikan Jarak Jauh. UPI Directory
http://tedjo21.files.wordpress.com/2009/09/03-ipa-kls-7-bab-2.pdf
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Diktat%20Kimia%20Kosmetik.pdf

MATERI DAN PERUBAHANNYA


Click to View FlipBook Version