The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by qadrimaulidam, 2022-05-09 09:40:40

BUKU PANDUAN MUSYDA IX PD IPM TAPTENG

BUKU PANDUAN MUSYDA IX PD IPM TAPTENG

Keywords: IPM TAPTENG ,M,MUSYDA KE 9

1

BUKU PANDUAN
MUSYDA IX

PIMPINAN DAERAH
IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH

TAPANULI TENGAH

PD IPM TAPTENG

“Regenerasi Kepemimpinan dalam Membentuk Kepengurusan yang
Berintegritas dan Militan”

09 -10 Mei 2021 M | 8 - 9 Syawal 1443 H

Jl. P. Raja Junjungan Lubis (Simp. DPR) Kec. Pandan
Kota Pandan, Tapanuli Tengah 22611

2

Penyusun

Qadri Maulida Marbun
Andi Syahputra Lubis
Arthia Putri Adha Simatupang
Fadlah Riadoh Nasution

Editor

Tim Media PD IPM Tapteng

Desaign Layout

Tim Media PD IPM Tapteng

Pimpinan Daerah
Ikatan Pelajar Muhammdiyah

Tapanuli Tengah

Jl. P. Raja Junjungan Lubis (Simp. DPR) Kec. Pandan
Kota Pandan, Tapanuli Tengah 22611

@[email protected]

3

DAFTAR ISI
JADWAL ACARA ...................................................................................................... 5
PIDATO IFTITAH KETUA UMUM .......................................................................... 7
DAFTAR ISI................................................................................................................ 4
TATA TERTIB KONPIWIL ..................................................................................... 10
TATA TERTIB PEMILIHAN FORMATUR ............................................................ 15
TATA TERTIB MUSYDA IX................................................................................... 22
SEKAPUR SIRIH ...................................................................................................... 26
A. PENDAHULUAN................................................................................................. 26
B. KEBIJAKAN PROGRAM JANGKA PANJANG................................................ 28
C. BEDAH TEMA MUSYDA IX IPM ..................................................................... 32
D. ALUR LOGIKA MATERI PD IPM TAPTENG ................................................. 33
PROGRAM KERJA PD IPM TAPTENG 2022 – 2024 ............................................ 40
A. DASAR PROGRAM KERJA ............................................................................... 40
B. LIMA ASPEK PENGEMBANGAN PROGRAM KERJA .................................. 43
C. PROGRAM KERJA BIDANG DAN LEMBAGA ............................................... 44
NALAR KRITIS BARU ............................................................................................ 58
AGENDA AKSI......................................................................................................... 60
REKOMENDASI....................................................................................................... 63
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN .............................................................. 65
Bidang Umum ............................................................................................................ 65
Bidang Administrasi Keuangan ................................................................................. 72
Bidang Organisasi ...................................................................................................... 67
Bidang Perkaderan ..................................................................................................... 84
Bidang Kajian dan Dakwah Islam.............................................................................. 87
Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan ....................................................................... 94
Bidang Apresiasi, Seni, Budaya, dan Olahraga ......................................................... 98
Bidang Kewirausahaan............................................................................................. 101
Bidang Ipmawati ...................................................................................................... 103

4

JADWAL ACARA
MUSYAWARAH DAERAH
PIMPINAN DAERAH IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH

TAPANULI TENGAH

Waktu Agenda Keterangan
14.00 – 15.40 Senin , 9 Mei 2022 M
15.40 – 16.10 Registrasi Peserta Panitia
16.10 – 17.30 Shalat Ashar All
17.30 – 20.00 Pembukaan Musyda Divisi Acara
20.00 – 20.15 Istirahat, Shalat dan Makan All
20.15 – 20.40 Pemilihan Presidium Sidang Konferensi Pimpinan Daerah Tim Materi
20.40 – 21.10 Pleno 1:
21.10 – 21.30 Pembahasan Tata Tertib Konferensi Pimpinan Daerah Presidium Sidang
21.30 – 22.00 Pleno 2: KONPIDA
22.00–23.00 Pembahasan Tata Tertib Musyawarah Daerah Panlihda
Pleno 3:
08.00 – 08.15 Laporan Panitia Pemilihan Daerah Panlihda
Pleno 4:
08.15-09.00 Penetapan Daftar Calon Tetap Formatur Presidium Sidang
Pleno 5: KONPIDA
09.00 – 10.00 Pembacaan Keputusan Induk Konferensi Pimpinan
Daerah Presidum SIdang
10.00 – 11.00 Selasa, 10 Mei 2022 M
11.00 – 12.00 Pleno 1 : Presidium Sidang
13.30 – 15.00 Pembacaan Tata Tertib MUSDA PD IPM Tapanuli
15.00 – 15.30 Tengah PD IPM Kab. Tapanuli
15.30 – 16.00 Pleno 2 : Tengah
Laporan Pertanggung Jawaban Ikatan Pelajar
Muhammadiyah Tapanuli Tengah Priode 2018 – 2020 Presidium Sidang
Pleno 3 :
Progres Report Dan Tanggapan PC IPM Se-Kab. Presidium Sidang
Tapanuli Tengah All
Pleno 4 : Panlihda
Penetapan Anggota Sidang Komisi
Sidang Komisi Formatur
Istirahat, Sholat dan Makan
Pleno 5 : Presidium Sidang
Penetapan Hasil Sidang Komisi
Pleno 6 :
Pemilihan Formatur
Pleno 7 :

5

16.39 – selesai Penetapan Hasil Pemilihan Formatur
Pembacaan Keputusan Induk Musyda IPM Tapteng
Penutupan Musyda IPM Tapteng

• Kata Pembuka

• Gema WahyuIlahi

• Menyanyikan Lagu:
▪ Indonesia Raya
▪ Mars Muhammadiyah
▪ Mars Ikatan Pelajar Muhammadiyah

• Sambutan–Sambutan:

6

PIDATO IFITITAH KETUA UMUM
Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Tapanuli Tengah
Assalamu’alaikum Wr Wb

Alhamdulillahirabbil’alamiin, tak hentinya kita mengucapkan puji dan
syukur kita kepada Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmad dan
karunia-Nya, di antaranya nikmat iman dan islam. Di mana dengan nikmat
tersebut, kita masih masih mampu menapaki jalan yang yang penuh liku
untuk menegakkan ajaran agama Allah dengan penuh keyakinan kepada-
Nya.

Tak lupa shalawat berangkaikan salam, semoga senantiasa tercurah
kepada Nabi akhir zaman kita, Rasulullah Muhammad SAW, sebagai suri
tauladan kita umatnya dan mampu memberikan inspirasi dan pencerahan dari
zaman jahiliyah yang penuh dengan kegelapan.
Musyawirin yang kami hormati

Sudah lebih dari dua tahun kita dihadapkan dengan keadaan yang tak
biasa dari tahun-tahun sebelumnya. Selama dua tahun belakangan kita harus
melalui hari-hari yang diisi dengan kecemasan akan adanya virus covid 19.
Hingga tibalah hari ini, yang semestinya kita dapat melakukan silaturahmi
dan berkumpul secara fisik di lokasi Musyda antar cabang se-Tapanuli
Tengah. Alhamdulillah hari ini, kita dapat berkumpul langsung di tempat ini..
Kiranya dengan ini semankin meningkatkan esensi kita dalam melakukan
silaturahmi dan melaksanakan seluruh rangkaian Musyda yang akan kita
selenggarakan ini.
Musyawirin yang berbahagia

Pada hakikatnya kita selaku hamba Allah akan senantiasa diberikan
berbagai masalah, di mana masalah tersebut pasti akan Allah beri solusinya
kepada hambaNya yang mau berusaha. Kita ketahui bersama bahwa selama
covid-19 ini berlangsung ada begitu banyak masalah-masalah baru yang
timbul. Masalah tersebut tidak hanya dari segi kesehatan dan ekonomi
semata. Tapi di sisi lain, ada masalah pendidikan yang sampai pada hari ini
belum ada solusi yang jitu yang dapat menyelesaikan kesenjangan ini.

7

Namun, tetaplah kita selaku manusia hanya bisa berusaha. Mulai dari
penutupan sekolah secara menyeluruh, kemudian diberlakukan pembelajaran
jarak jauh, home visit, sampai pada hari ini sedang berlangsung kebijakan
pembelajaran tatap muka terbatas di beberapa cabang di Tapanuli Tengah.
Tentunya hal ini adalah merupakan bentuk usaha untuk tetap melaksakan
pendidikan di masa pandemi. Usaha yang kita lakukan adalah bentuk ikhtiat
kita kepada Allah SWT, sedangkan hasil yang kita peroleh adalah semata-
mata bentuk kekuasaan-Nya.
Musyawirin yang kami hormati

Kita sebagai pelajar yang berada dalam naungan organisasi yang
terpelajar pula, sudah semestinya menjadikan organisasi ini menjadi wadah
untuk mengisi keilmuan, keagamaan, dan menjadi tempat bagi para pelajar
untuk menyalurkan semua potensi yang mereka miliki, khususnya untuk
daerah Tapanuli Tengah. Keterwakilan dari kita pada setiap daerah, cabang
hingga ranting haruslah memberikan dampak yang positif di kalangan pelajar.
Meskipun berbagai masalah baru bermunculan akhir-akhir ini, tetapi sudah
semestinya kita selaku pelajar harus mampu melahirkan solusi-solusi yang
kreatif dan inovatif guna menjawab semua permasalah yang ada. Kita harus
berani maju, untuk melawan keadaan yang ada, sekarang atau tidak
selamanya. Jika kita maju, maka itu adalah awal kesuksesan, namun jika kita
lebih memilih diam, maka sudah pasti itu adalah awal dari kemunduran.
Musyawirin yang kami hormati

Musyawarah daerah ini adalah permusyawaratan tertinggi di daerah IPM
se- Tapanuli Tengah yang akan menetapkan arah kebijakan untuk IPM
Tapanuli Tengah mendatang, serta memilih pemimpin baru yang akan
menjalankan amanah kebijakan tersebut. Tentunya hal ini merupakan momen
yang baik untuk seluruh kader, dan pimpinan berkumpul dalam forum untuk
bersama-sama berkontribusi langsung dalam merefleksikan dan merancang
pergerakan IPM Tapanuli Tengah kedepan.

Dengan begitu besarnya IPM, dan dinamisnya pergerakan IPM maka
kami pada periode membuat sebuah kerangka berfikir mendasar sebagai
pijakan pergerakan IPM agar IPM kedepan lebih leading dari

8

organisasi-organisasi kepemudaan lain, bahkan dapat menjadi barometer
pergerakan kepemudaan tingkat dunia tanpa melupakan IPM sebagai
organisasi otonom Muhammadiyah dan organisasi kaderisasi keumatan dan
kebangsaan. Dan kerangka ini kita sebut sebagai empat pilar pergerakan IPM,
yaitu:

1. Penguatan Idiologi: merupakan hal penting guna mengokohkan
fondasi idiologi kader sebagai rujukan islam berkemajuan dengan
spirit tajdid, IPM hadir menciptakan masyarakat islam yang sebenar-
benarnya.

2. Penguatan jejaring: adalah pemetaan jaringan potensi pelajar sebagai
penguatan pembangunan gerakan.

3. Reformasi Birokrasi: membuat sistem terintegrasi sebagai big data
pelajar untuk mempermudah akses dan jangkauan IPM sebagai bagian
dari menjawab tantangan.

4. Literasi kreatif: bertujuan untuk membangun nalar krisis dan juga
menciptakan kader unggul sehingga dapat berdaya saing global.

Empat pilar tersebut merupakan sebuah kerangka kedepan yang akan
memperkokoh organisasi, akan tetapi untuk memperkokoh pergerakan perlu
adanya sebuah konsep baru yang perlu disusun bersama pada Musyda kali ini.
Musyawirin yang saya hormati

Terakhir, pada musyawarahDaerahini saya berharap kepada seluruh
kader IPM kebanggan Tapanuli Tengah untuk bersama-sama mensukseskan
musyawah ke IX ini ini dengan berbagai macam ide dan gagasan pergerakan
IPM, bukan hanya sekedar menjadikan Musyda ini ajang pergantian
kepemimpinan semata, akan tetapi ada pergantian atau peralihan pergerakan
yang lebih nyata dan matang lagi. Selain itu pula kesuksesan IPM bukan
terletak pada pucuk pimpinan saja, akan tetapi kesuksesan IPM terletak pada
semangat kolaborasi atau satu batang tubuh dalam pergerakan kita bersama.
Saatnya kita lintasi zaman dan lampau batas dengan karya-karya nyata IPM.
Selamat bermusyawah
Nuun Wal Qolami Wamaa Yasthuruun
Wasalamualaikum Wr. Wb

Ikhwan Rahmansyah Tanjung
Ketum PD IPM Tapteng 2019-2021

9

TATA TERTIB PEMILIHAN FORMATUR
Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Tapanuli Tengah Periode

Musyda 2022

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Pengaturan
Tata Tertib Pemilihan Formatur Pimpinan Pusat IPM adalah seperangkat
ketentuan, sistem, dan tata cara pemilihan Konpida Pra – Musyda IX PD IPM
Tapteng.

Pasal 2
Penyelenggara

Ayat 1
Penyelenggaraan pemilihan Formatur dilakukan oleh Panitia Pemilihan
Musyda IX

Ayat 2
Panitia Pemilihan adalah Panitia Pemilihan Formatur Pimpinan Daerah Ikatan
Pelajar Muhammadiyah Tapanuli Tengah sejumlah lima orang, terdiri dari 1
orang ketua PD IPM, 1 orang sekretaris PD IPM, dan 3 orang anggota PC
IPM.

Ayat 3
Susunan Panitia Pemilihan (Panlih) adalah sebagai berikut:
1. Ketua : PD IPM
2. Sekretaris : PD IPM
3. Anggota :
1) PC IPM
2) PC IPM
3) PC IPM

Ayat 4
Hak dan wewenang Panlih Musyda IX antara lain:
1. Melakukan verifikasi dan menetapkan uji kelayakan kepada semua calon

Formatur.
2. Melakukan prosesi pemilihan Formatur Pimpinan Daerah IPM Periode

Musyda IX.
3. Memutuskan sanksi bagi para kandidat dan pemilih bila diketahui

menyalahi ketentuan yang sudah diatur.
4. Seluruh susunan Panlih tidak masuk ke daftar calon Formatur.

10

Pasal 3
Calon Formatur

Ayat 1
Calon Sementara adalah calon Formatur Pimpinan Daerah IPM Tapanuli
Tengah Periode Musyda IX yang dicalonkan oleh PD IPM dan atau PD IPM
dengan ketentuan sebagai berikut:
1. PD IPM mencalonkan maksimal 9 orang calon formatur.
2. PC IPM mencalonkan maksimal 9 orang calon formatur.

Ayat 2
Calon tetap adalah calon sementara yang menyatakan kesediaannya dan telah
memenuhi syarat/kriteria calon Formatur PD IPM Tapteng.

Ayat 3
Hak dan kewajiban calon formatur:

1. Mendapat perlakuan yang sama oleh Panlih dan berhak mengikuti
seluruh rangkaian acara Musyda IX sebagai peninjau.

2. Berkewajiban memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan
oleh Panlih.

3. Menjunjung tinggi tata tertib dan hasil pemilihan.

Pasal 4
Pemilih
Ayat 1
Calon pemilih adalah peserta pada Musyda IX yang terdiri dari Pimpinan
Daerah, Pimpinan Daerah, dan Pimpinan Cabang yang sah berdasarkan
AD/ART IPM dan yang dimandatkan oleh institusinya menjadi peserta
Musyda IX yang dibuktikan dengan surat mandat dari masing-masing
institusinya.

Ayat 3
Daftar Pemilih Tetap ditetapkan dua hari sebelum pemilihan.

Ayat 4
Tiap pemilih memilki satu hak suara (one man one vote).

Ayat 5
Pemilihan tidak bisa diwakilkan kepada orang lain.

Pasal 5
Saksi
Ayat 1
Saksi adalah tujuh orang yang dipilih dari PD IPM yang hadir dalam
Musyda IX.

11

Ayat 2
Wewenang saksi:
1. Mendapatkan informasi tata cara pemilihan dari Panlih Musyda IX

sebelum pemilihan dimulai.
2. Mengawasi seluruh tahapan pemilihan mulai dari definisi, pemilihan,

perhitungan dan pengumuman hasil.
3. Melaporkan pemilih dan calon formatur kepada Panlih ketika terjadi

kecurangan pada saat prosesi pemilihan.
4. Melaporkan Panlih kepada PD IPM ketika terjadi kecurangan pada saat

prosesi pemilihan.
5. Saksi berasal dari peserta atau peninjau dari perwakilan PD IPM yang

hadir dalam Musyda IX.

BAB II

PROSESI PENCALONAN

Pasal 6

Prosesi Pencalonan

1. Panlih mengirimkan surat tertulis kepada PD IPM dan seluruh PD IPM

untuk mengirimkan usulan calon formatur sementara. Pengiriman surat

tersebut dapat dilakukan secara langsung maupun melalui pos, surat

elektronik, dan faksimili.

2. Surat sebagaimana poin di atas dilengkapi dengan klausul batasan tanggal

pengembalian berkas usulan yang penetapannya ditetapkan oleh Panlih.

3. Setiap Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang berhak dan berkewajiban

menyerahkan blangko pencalonan kepada Panlih setelah diisi seperlunya

dalam batas waktu yang ditetapkan oleh Panlih.

4. Setiap anggota IPM yang dicalonkan, setelah mendapat pemberitahuan

oleh Panitia Pemilihan tentang pencalonan dirinya, berhak menerima dan

menolak pencalonan tersebut dan berkewajiban menyampaikan

keputusannya kepada Panlih selambat lambatnya satu hari sebelum
dilangsungkannya persidangan Konpida Pra – Musyda IX.

5. Calon sementara yang menerima pencalonan tersebut kemudian

melengkapi syarat/kriteria/berkas administrasi yang diperlukan dalam

batas waktu yang ditetapkan oleh Panlih.

6. Pemenuhan kelengkapan syarat/kriteria/berkas administrasi apabila

melebihi batas yang telah ditentukan dinyatakan tidak diterima atau

ditolak.

7. Panlih kemudian melakukan verifikasi.

8. Calon formatur sementara yang memenuhi syarat akan ditetapkan menjadi
calon formatur tetap pada saat Konpida Pra – Musyda IX PD IPM Tapteng.

BAB III
SISTEM DAN TATA CARA PEMILIHAN

Pasal 7
Sistem Pemilihan
Pemilihan calon formatur Musyda IX adalah sebagai berikut:

12

Ayat 1
1. Pemilih memilih sembilan orang calon tetap formatur.
2. Calon yang mendapat sembilan suara terbanyak berhak menjadi anggota
tim formatur.
3. Calon formatur yang mendapatkan suara terbanyak menjadi ketua tim
formatur.

Ayat 2
Sistem pemilihan formatur PD IPM Periode Musyda IX dilakukan dalam satu
tahap pemilihan dengan tidak memandang jumlah calon formatur yang ada.

Ayat 3
Apabila hanya terdapat 9 (sembilan) orang yang memenuhi syarat sebagai
calon anggota formatur maka secara otomatis akan menjadi anggota formatur
periode Musyda IX.

Ayat 4
Apabila tidak ada calon formatur yang memenuhi syarat atau calon formatur
yang memenuhi syarat kurang dari 9 (sembilan) maka Panlih akan meminta
pertimbangan kepada peserta Musyda IX.

Pasal 8
Tata Cara Pemilihan

Ayat 1
Tata cara pemilihan formatur, sebagai berikut:

1. Pelaksanaan pemilihan dilaksanakan secara JURDIL.
2. Tiap pemilih memiliki satu hak suara (one man one vote).
3. Tiap pemilih memilih sembilan calon formatur pada kartu pemilihan

yang telah disahkan oleh tim Panlih.
4. Suara dinyatakan batal, jika tidak sesuai dengan ketentuan yang telah

dibuat Panlih.
5. Penghitungan suara dilakukan oleh Panlih dengan disaksikan tujuh

orang saksi dari setiap Pimpinan Daerah yang dipilih.
6. Apabila dalam proses pemungutan suara terdapat jumlah suara yang

sama yang melebihi kuota formatur, maka untuk menentukan formatur
PD IPM dilakukan pemungutan suara ulang bagi calon yang memiliki
jumlah suara yang sama.

Ayat 2
Apabila ada formatur terpilih yang mengundurkan diri sebelum penetapan
rapat pleno formatur, maka suara terbanyak urutan di bawahnya (urutan ke-
10 dan seterusnya) secara otomatis akan ditetapkan menjadi tim formatur.

BAB IV
TUGAS DAN WEWENANG FORMATUR

Pasal 9
Tugas Dan Wewenang Formatur

13

Ayat 1
Formatur terpilih melakukan pemilihan ketua umum, sekretaris jenderal, dan
penyusunanstruktur PD IPM periode Musyda IX.

Ayat 2

Penyusunan Struktur Pimpinan Daerah IPM periode Musyda IX dilakukan

dengan

aturan sebagai berikut:

1. Pemilihan ketua umum dan sekretaris umum dan struktur PD IPM

Periode Musyda IX dilakukan dengan musyawarah mufakat

berpedoman pada kriteria pimpinan yang telah ditetapkan.

2. Penyusunan dihadiri oleh seluruh anggota tim formatur dan dipimpin

oleh ketua tim formatur.

3. Ketua tim formatur adalah formatur yang memiliki jumlah suara

terbanyak dan sekretaris tim formatur adalah yang diusulkan dalam

rapat formatur.

4. Ketua dan sekretaris tim formatur melaporkan hasil rapat formatur

sementara kepada Sidang Pleno Musyda IX, dan bertanggung jawab

melengkapinya paling lambat satu bulan setelah berakhirnya Musyda

IX.

5. Apabila setelah lewat satu bulan tim formatur belum berhasil

melengkapi penyusunan, maka tim formatur, panitia pemilihan, dan

PD IPM periode Musyda sebelumnya yang akan

menyelesaikannya dengan musyawarah mufakat.

BAB V
SANKSI PANLIH, PEMILIH, CALON FORMATUR, DAN SAKSI

Pasal 10
Sanksi Panlih

Ayat 1
Jika terdapat anggota Panlih terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang
sehingga menghambat proses pemilihan serta merugikan minimal salah satu
calon formatur maka keanggotaannya sebagai Panlih dicabut oleh PD IPM.

Ayat 2
Keanggotaan Panlih yang telah dicabut oleh PD IPM maka hak dan
wewenang yang melekat pada dirinya dinyatakan gugur.

Ayat 3
Mengingat Panlih bersifat institusi, PD IPM meminta kepada Panlih untuk
mengganti anggota Panlih yang terbukti bersalah dengan nama yang baru.

Pasal 11
Sanksi Calon Formatur

Ayat 1
Jika terdapat calon formatur terbukti melakukan kecurangan sehingga
menghambat proses pemilihan serta merugikan salah satu atau lebih calon
formatur maka haknya sebagai calon formatur dicabut oleh Panlih.

14

Ayat 2
Calon formatur yang telah dicabut haknya oleh Panlih maka PD IPM atau PC
IPM yang mencalonkannya tidak dapat mengganti dengan nama baru.

Pasal 12
Sanksi Pemilih

Ayat 1
Jika terdapat calon pemilih yang terbukti melakukan kecurangan sehingga
menghambat proses pemilihan serta merugikan salah satu atau lebih calon
formatur maka haknya sebagai pemilih dicabut oleh Panlih.

Ayat 2
Calon pemilih yang telah dicabut haknya oleh Panlih maka PD, PC, dan PR
IPM yang memberi mandat sebagai peserta tidak dapat mengganti dengan
nama baru.

Pasal 13
Sanksi Saksi

Ayat 1
Jika terdapat saksi terbukti melakukan kecurangan sehingga menghambat
proses pemilihan serta merugikan salah satu atau lebih calon formatur maka
haknya sebagai saksi dicabut oleh Panlih.

Ayat 2
Saksi yang telah dicabut haknya oleh Panlih maka hak dan wewenang yang
melekat pada dirinya dinyatakan gugur.

Ayat 3
Panlih meminta kepada Pimpinan Daerah yang bersangkutan untuk
mengganti saksi dengan usulan nama yang baru sesuai dengan syarat saksi.

BAB VI
ATURAN TAMBAHAN

Pasal 14
Aturan Tambahan
Hal-hal teknis yang belum diatur dalam tata tertib proses pemilihan ini
menjadi hak dan kewajiban bagi Panlih untuk mengaturnya

Ditetapkan di....
Pada Tanggal.........

Pimpinan Sidang

Ketua, Sekretaris, Anggota

( )( )( )
NBA. NBA. NBA.
15

TATA TERTIB MUSYDA IX IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH

Pasal 1

Nama
Kegiatan ini bernama MUSYDA IX Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar
Muhammadiyah Tapanuli Tengah tahun 2022 diselenggarakan di Pandan,
pada hari Senin-Selasa, tanggal 8-9 Syawal 1443 H bertepatan dengan 09 –
10 Mei 2022 M di Gedung Dakwah Muhammadiyah Tapanuli Tengah.

Pasal 2

Tema
“Regenerasi Kepemimpinan dalam Membentuk Kepengurusan yang

Berintegritas dan Militan”

Pasal 3 Pelajar
Landasan
1. Landasan ideal yaitu Alquran dan As-Sunnah.
2. Landasan konstitusional yaitu Pancasila dan UUD 1945.
3. Landasan operasional:
a. Anggaran Dasar IPM pasal 27.
b. Anggaran Rumah Tangga IPM pasal 30.
c. Tanfidz MUSYDA IX Pimpinan Daerah Ikatan
Muhammadiyah Tapanuli Tengah di Sibuluan 2019.
d. Hasil Rapat Pleno PD IPM Tapteng periode 2019 – 2021

Pasal 4
Hak dan Wewenang
1. Laporan kebijakan Pimpinan Daerah
2. Laporan perkembangan Pimpinan Daerah dan pandangan Pimpinan
Cabang terhadap kinerja Pimpinan Daerah
3. Penyusunan program periode berikutnya
4. Pemilihan Pimpinan Daerah periode berikutnya
5. Dinamika Ikatan Pelajar Muhammadiyah
6. Rekomendasi

Pasal 5
Anggota MUSYDA
1. Peserta Penuh:
a. Ketua Umum, Ketua Bidang, Sekretaris Umum, Bendahara Umum
Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Tapanuli Tengah
Periode 2019-2021.
b. Ketua Umum Pimpinan Cabang IPM atau yang mewakili dan 6 orang
utusan.
c. Ketua Umum Pimpinan Ranting IPM atau yang mewakili dan 2 orang
utusan.
2. Peserta Peninjau:

16

a. Personil Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Tapanuli
Tengah Periode 2019 – 2021 yang tidak menjadi peserta MUSYDA
IX PD IPM TAPTENG.

b. Mereka yang diundang secara sah oleh Pimpinan Daerah Ikatan
Pelajar Muhammadiyah Tapanuli Tengah Periode 2019 – 2021.

Pasal 6
Quorum
Permusyawaratan dapat berlangsung tanpa memandang jumlah peserta yang
hadir, asalyang bersangkutan diundang secara sah.

Pasal 7
Hak Bicara dan Hak Suara
1. Hak bicara ada pada semua anggota MUSYDA IX PD IPM Tapteng.
2. Hak suara hanya ada pada peserta MUSYDA IX IPM PD IPM Tapteng.

Pasal 8
Persidangan
1. Setiap persidangan MUSYDA dipimpin oleh presidium sidang yang
terdiri atas seorang Ketua, seorang Sekretaris, dan seorang Anggota
yang ditentukan olehPimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah
dengan memperhatikan usul dan saran dari anggota Konpida Pra-
MUSYDA IX Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
2. Persidangan dalam MUSYDA IX Ikatan Pelajar Muhammadiyah
dibagi menjadi 2, yaitu:
a. Sidang Pleno, yaitu persidangan yang dihadiri oleh seluruh
Musyawirin.
b. Sidang Komisi, yaitu persidangan yang dihadiri oleh Musyawirin
yang telah mendaftarkan diri atau terdaftar dalam komisi tersebut.
Sidang komisi terdiri dari:
1) Komisi A: Arah Gerakan dan Program Kerja PD IPM
Tapteng
2) Komisi B: Nalar Kritis Baru
3) Komisi C: Agenda Aksi dan Rekomendasi
3. Pimpinan sidang berhak dan berkewajiban:
a. Memimpin jalannya persidangan dan bertanggungjawab atas
ketertibannya
b. Mengatur waktu pemberian tanggapan dari Musyawirin atas saran-
saran yang dikemukakan dalam persidangan
c. Berhak menegur pembicaraan yang tidak menaati ketentuan yang
telah ditetapkan, pembicaraan menyimpang dari pokok acara,
melebihi waktu yang telah disediakan, membuat gaduh, dan keruhnya
suasana persidangan
4. Anggota sidang berhak dan berkewajiban:
a. Anggota sidang wajib mengikuti seluruh rangkaian persidangan
b. Anggota sidang wajib meminta ijin ke presidium sidang jika
meninggalkan persidangan

17

c. Anggota sidang wajib menaati tata tertib persidangan yang telah
disepakati

Pasal 9
Interupsi
1. Dalam hal anggota sidang hendak menyampaikan pendapat dan/atau
interupsi dengan mengajukan diri kepada presidium sidang.
2. Anggota sidang menyampaikan pendapat dan/atau interupsi dengan
menggunakan bahasa yang sopan dan jelas.
3. Presidium sidang berhak mengizinkan atau menolak permintaan dari
anggota sidang.
Pasal 10
Keputusan
Keputusan MUSYDA IX IPM diusahakan dengan musyawarah mufakat.
Apabila keputusan dilakukan dengan pemungutan suara, maka keputusan
diambil dengan suara terbanyak.

Pasal 11

Penanggung Jawab

Penanggung Jawab MUSYDA IX IPM adalah Pimpinan Daerah Ikatan
Pelajar Muhammadiyah Tapanuli Tengah Periode 2019 – 2021.

Pasal 12

Protokol Kesehatan

1. Lokasi persidangan dibatasi jumlah peserta dengan kapasitas 20% dari

kapasitas ruangan dan menerapkan jaga jarak antar peserta minimal 2

meter

2. Peserta diwajibkan menerapkan protokol kesehatan selama

persidangan yaitu:

a. Peserta dan panitia yang hadir dalam persidangan wajib menggunakan

masker meis atau masker kain 3 lapis dan telah berada di tempat

persidangan selambatlambatnya

30 (tiga puluh) menit sebelum persidangan dimulai.

b. Tidak memberi atau menerima salam dengan melakukan kontak

langsung seperti bersalaman.

c. Melakukan pembersihan tangan menggunakan sabun dan air mengalir

atau menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan sebelum

memasuki ruang sidang.

18

d. Terapkan etika batuk (Tutup hidung dan mulut dengan tisu atau lengan atas bagian dalam),
lalu buanglah tisu ke tempat sampah yang telah disediakan.

e. Penyelenggara Sidang akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh seluruh peserta Sidang,
termasuk para panitia, pada saat akan memasuki ruang sidang.

f. Panitia dan PD IPM berhak untuk meminta peserta sidang untuk meninggalkan ruang
sidang apabila suhu tubuh diatas 37,5C dan/atau mengalami pilek/batuk/sesak nafas.

Pasal 3
Aturan Tambahan

Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan ditetapkan oleh Pimpinan Daerah Ikatan
Pelajar Muhammadiyah Tapanuli Tengah dengan mempertimbangkan usul dan saran dari
Muktamirin.

Ketua, Ditetapkan di.... Anggota
Pada Tanggal.........

Pimpinan Sidang

Sekretaris

( )( )( )
NBA. NBA. NBA.

19

SEKAPUR SIRIH
A. Pendahuluan
Dalam Islam berorganisasi juga diperintahkan untuk dilakukan seperti
tercantum dalam Al Qur’an surat Ash Shaff ayat 4 :Sesungguhnya Allah
menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur
seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

Ayat di atas bisa difahami sebagai perintah tidak langsung, karena
dinyatakan dengan kalimat “Sesungguhnya Alloh menyukai…”. Jika umat
Islam bertaqwa dalam arti menjalankan perintah dan menjauhi larangan-
larangan Allah SWT, maka hal-hal yang disukai oleh Allah SWT tentu akan
dijalankan dengan senang hati, sebaliknya hal-hal yang dibenci Allah SWT
akan ditinggalkan dengan senang hati pula.

Dari ayat di atas pula bisa kita fahami bahwa Allah SWT menyukai
hal-hal yang teratur, rapi dan kuat sebagaimana alam semesta ini yang tak
terhingga luas dan isinya namun semua berjalan dengan amat sangat teratur
sehingga memungkinkan manusia hidup di dalamnya.

Gagasan pendirian organisasi Muhammadiyah, menurut Adaby
Darban (2000: 13) secara praktis-organisatoris adalah untuk mewadahi dan
memayungi sekolah Madrasah Ibtidaiyyah Diniyah Islamiyah, yang didirikan
pada 1 desember 1991. Sekolah tersebut merupakan rintisan lanjutan dari
“sekolah” yang dikembangkan Kyai Dahan secara informal dalam
memberikan pelajaran yang mengandung ilmu agama Islam dan pengetahuan
umum di beranda rumahnya. Menurut Djarwani Hadikusuma, sekolah yang
didirikan pada tahun 1911 di kampung Kauman Yogyakarta tersebut,
merupakan “sekolah Muhammadiyah”, yakni sebuah sekolah agama, yang
tidak diselenggarakan di surau seperti pada umumnya kegiatan umat Islam
waktu itu, tetapi bertempat di sebuah gedung milik ayah Kyai Dahlan, dengan
menggunakan meja dan papan tulis, yang mengajarkan agama dengan cara
baru, juga diajarkan ilmu-ilmu umum.

Berdirinya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) tidak lepas dari latar
belakang berdirinya Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar
ma’ruf nahi munkar sekaligus sebagai konsekuensi dari banyaknya

20

sekolah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah untuk membina dan
mendidik kader.

Selain itu, situasi dan kondisi politik di Indonesia tahun 60-an yaitu
pada masa berjayanya orde lama dan PKI, Muhammadiyah mendapat
tantangan yang sangat berat untuk menegakkan dan menjalankan misinya.
Oleh karena itu, IPM terpanggil untuk mendukung misi Muhammadiyah serta
menjadi pelopor, pelangsung dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah.

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) memiliki peran strategis untuk
menjadikan pelajar Indonesia memiliki kualitas yang utuh sekaligus menjadi
generasi bangsa yang berkualitas unggul. Tujuan IPM ialah "Terbentuknya
pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka
menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam sehingga
terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. Melalui IPM dapat
dioptimalkan proses pembudayaan pelajar untuk menjadi sosok yang cerdas
dan reiligius, sekaligus menjadi calon elite pencerah di Republik ini. IPM
merupakan wahana pembelajaran bagi para siswa Muhammadiyah untuk
membina diri dalam hidup yang cinta ilmu, jujur, disiplin, tanggungjawab,
mandiri, berjiwa wirausaha, dan sikap positif lainnya sehingga memiliki
keunggulan untuk menjadi kader persyarikatan, umat, dan bangsa.

Dengan demikian, kelahiran IPM mempunyai dua nilai strategis.
Pertama, IPM sebagai aksentuator gerakan dakwah amar ma’ruf nahi
mungkar di kalangan pelajar. Kedua, IPM sebagai lembaga kaderisasi
Muhammadiyah yang dapat membawa misi Muhammadiyah pada masa
mendatang.

Perkembangan zaman yang semakin canggih dan semakin modern
memberi pengaruh besar pada aktivitas dan kehidupan manusia terkhusus
pelajar. Apalagi pada situasi pandemi covid 19 yang mengharuskan seluruh
pembelajaran di sekolah di hentikan dan dipindahkan dari rumah saja dengan
menggunakan media pembelajaran yang baru yaitu media yang berbasis
teknologi dan internet semua pembelajaran berbasis daring (dalam jaringan).
Dengan situasi seperti ini mengharuskan pelajar harus terbiasa

21

dengan kebisaan baru. Untuk itu pelajar muhamadiyah harus gesit atas
perkembangan zaman dan tidak boleh terlarut dalam keterlenaan. Pelajar
muhammadiyah harus mampu menyusun strategi dan mensiasati agar setiap
perkembangan yang terjadi selalu update dan terus melakukan branding diri
agar menjadi transcenter organisasi terbaik di masa mendatang.

B. KEBIJAKAN PROGRAM JANGKA PANJANG
Program IPM bukan semata-mata rencana dan pelaksanaan seperangkat
kegiatan yang praktis. Program IPM ialah perwujudan dari misi utama IPM
yaitu :
“Terbentuknya pelajar muslim yang berilmu, berakhlakmulia, dan terampil
dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam
sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar benarnya”.

Adapun visi ideal (tujuan utama), misi ideal (misi utama), dan agenda aksi
IPM diwujudkan melalui program sebagai berikut:
1. Visi Ideal IPM “Terwujudnya pelajar muslim yang berkemajuan”
2. Misi Ideal IPM

a. Membebaskan pelajar dengan Tauhid yang murni berdasarkan Al-
Quran dan As-Sunnah.

b. Mencerdaskan pelajar dari kebodohan, dengan melakukan tradisi Iqra
dan keilmuan.

c. Memberdayakan individu dan komunitas pelajar,dengan pendekatan
apresiatif terhadap minat, bakat dan potensi pelajar.

3. Landasan Yuridis
Bahwa program Muhammadiyah dengan rangkaian kebijakan dan
kegiatannya senantiasa berpijak pada:

a. Al Quran dan As Sunnah sebagai sumber ajaran dan hukum Islam.
b. Mengindahkan falsafah dan dan dasar negara serta hukum yang sah

dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan.
c. Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan Peraturan-peraturan

yang berlaku dalam Persyarikatan.

22

4. Prinsip Pelaksanaan Program
Program IPM dirumuskan dan dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip
prinsip sebagai berikut:

a. Prinsip Ketauhidan; maksudnya program IPM hendaknya merupakan
perwujudan dari iman dan tauhid kepada Allah.

b. Prinsip Kerahmatan; maksudnya program IPM hendaknya merupakan
penjabaran dan pelaksanaan dari fungsi rahmatan lil alamin.

c. Prinsip Kerisalahan; maksudnya program IPM hendaknya merupakan
penjabaran dan pelaksanaan dari fungsi kerisalahan umat Islam, yaitu
dakwah amar makruf nahi munkar dalam arti yang luas.

d. Prinsip Kemaslahatan; maksudnya program IPM hendaknya
memperhatikan kemaslahatan umum.

e. Prinsip Keilmuan; maksudnya program IPM direncanakan dan
dilaksanakan secara rasional dengan memperhatikan dan
memanfaatkan secara ilmu pengetahuan dan teknologi yang
memungkinkan.

f. Prinsip Kekaderan; maksudnya program IPM selalu dijiwai nilai- nilai
kekaderan. Semua yang dilakukan IPM dalam rangka proses
kaderisasi yang bersifat pemberdayaan anggota.

g. Prinsip Kemandirian; maksudnya program IPM direncanakan dan
dilaksanakan secara mandiri dengan tujuan menciptakan kemandirian
pelajar.

h. Prinsip Kreativitas; maksudnya program IPM hendaknya merupakan
penjabaran dan pelaksanaan dari fungsi kekhalifahan umat Islam
dalam mengelola kehidupan secara kreatif.

i. Prinsip Kemanusiaan; maksudnya program IPM direncanakan dan
dilaksanakan tidak secara ekslusif. Artinya orientasi program IPM
selalu diarahkan untuk kemanusiaan, tanpa memandang suku, agama,
ras, dan budaya.

j. Prinsip ekopedagogi; maksudnya progam IPM direncanakan dan
dilaksanakan secara kaidah penyelamatan lingkungan hidup

23

sehingga seluruh aktivitas IPM berfungsi sebagai penyelamat dan
membantu kelestarian lingkungan hidup.

Tujuan Program Jangka Panjang (Visi IPM 2024)
Program IPM Jangka Panjang adalah suatu tahapan pencapaian tujuan

IPM itu sendiri. Secara spesifik rumusan tujuan Program Jangka Panjang
sebagai Visi IPM 2024 adalah: “Membumikan Gerakan Pelajar Berkemajuan
dengan Menjadikan IPM sebagai Rumah Minat dan Bakat Pelajar Indonesia
disertai Nilai-nilai Ajaran Islam sebagai Komponen Masyarakat Islam yang
Sebenar-Benarnya ”, yang ditandai dengan:

a. Tauhid Rahamutiah yang terwujudnya sifat kader IPM yang
mempercayai bahwa Allah menjadi Ilah, Rab, Malik, ‘Aziz,
Muntaqim (Maha Menghukum) dan pelaksanaan aktualisasi asma dan
sifat fi’liyah yang lain berdasarkan cinta kasih, bukan berdasarkan
kebencian atau kemarahan dan kekuasaan.

b. Terbentuknya sistem manajemen organisasi dan kepemimpinan
kolektifkolegial yang efektif, produktif, dinamis sehingga mampu
menghadirkan keteladanan, memproyeksikan masa depan
(berkemajuan) untuk perubahan dengan memobilisasi seluruh potensi
pelajar Indonesia untuk kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara yang berkualitas dengan meningkatnya kehidupan
keagamaan, moralitas, keilmuan, dan etos kerja kemanusiaan serta
menyelamatkan lingkungan Hidup.

c. Terbentuknya sumberdaya sebagai wahana melahirkan generasi
Islami yang berkemajuan
(sumberdaya manusia) ditandai dengan sistem kaderisasi yang
berkelanjutan dan anggota organisasi sebagai subyek gerakan serta
transformasi kader di berbagai lini kehidupan, juga tersedianya modal
bagi berjalannya roda organisasi yang berorientasi sosial (sumberdaya
finansial), serta membangun tatanan infrastruktur seperti sistem
informasi, komunikasi, dan karya yang memadai untuk
keberlangsungan IPM.

24

Musyda VIII (2019) – diarahkan kepada transformasi kader IPM
yang memegang teguh nilai-nilai islam berkemajuan dalam rangka
perubahan zaman yang cepat dengan percepatan sistem perkaderan,
pola organisasi, profesionalitas kader, progam kerja berbasis integrasi
ilmu dan peningkatan peranan aktif pelajar dalam menghadapi isu
global.
Musyda IX (2022) – diarahkan perjuangan pembentukan masyarakat
ilmu sebagai cikal bakal terwujudnya tujuan Muhammadiyah, yaitu
masyarakat Islam yang sebenar-benarnya atau masyarakat utama,
yang bertujuan terbentuknya peradaban utama.

25

C. Bedah Tema Musyda IPM Tapteng IX
“Regeranasi Kepemimpinan dalam Membentuk Kepengurusan

yang Berintegritas dan Militan”

Regenerasi adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan
pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Regenerasi memiliki arti
dalam bidang ilmu biologi. Arti dari regenerasi dapat masuk ke dalam jenis
kiasan sehingga penggunaan regenerasi dapat bukan dalam arti yang
sebenarnya. Regenerasi memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda
sehingga regenerasi dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau
semua benda dan segala yang dibendakan.
Berintegritas berasa dari kata dasar integritas, dimana Integritas adalah kata
yang berasal dari bahasa latin yaitu, “integer” yang artinya utuh dan lengkap
Integritas adalah sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh
sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan
dan kejujuran.
Militan menurut KBBI berarti bersemangat tinggi; penuh gairah; berhaluan
keras: untuk membina suatu organisasi diperlukan orang-orang yang -- dan
penuh pengabdian. Militan juga berarti orang yang mencintai sesuatu dengan
penuh pengabdian. Seseorang yang militan tidak kenal kata menyerah.
Dapat disimpulkan tema kali ini merupakan sebuah cita – cita yang
menjadikan semua potensi pelajar tapanuli tengah dapat terwadahi melalui
ikatan pelajar muhammadiyah dan pelajar muhammadiyah sendiri dapat
memberi dampak yang besar melalui potensi dan menjadikan hal tersebut
sebuah karya yang akan menjadikan kekhasan pada pelajar muhammadiyah
tersebut. Harapan besar kedepan bagi kepengurusan berikutnya untuk dapat
mewujudkan hal tersebut untuk ikatan pelajar Muhammadiyah Tapanuli
Tengah yang lebih origresif.

D. ALUR LOGIKA MATERI MUSYDA IX IPM

Dalam penyusunan materi Musyda IX PimpinanDaerah Ikatan Pelajar
Muhammadiyah Tapanuli Tengah digunakan kerangka berpikir dimulai dari
pembacaan realitas eksternal dimana melihat perkembangan Tapanuli Tengah
dan Indonesia bahkan Dunia saat ini, dengan melihat perkembangan isu saat

26

ini melalui jurnal, data-data ilmiah dan pembacaan realitas sosial. Yang kedua
melalui pembacaan realitas internal yaitu melihat ke dalam tubuh IPM
melalui assesment internal dengan studi tokoh, wawancara, dan studi pustaka.
Seluruh data internal dan eksternal tersebut diolah menggunakan pendekatan
Appreciative Inquiry melalui alur 5D. Alur materi Musyda IX
PimpinanDaerahIkatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera disusun
menggunakan siklus Appreciative Inquiry (AI). Definisi “That inquires into,
identifies, and further develops the best of what is in an organization in order
to creata better future” (Coghlan, Preskill, Catsambas, 2003). AI adalah
pendekatan yang digunakan untuk mempelajari, menganalisis, dan membuat
perencanaan pengembangan organisasi berdasarkan pada kekuatan apa saja
yang selama ini berfungsi dan bermakna bagi organisasi. AI memanfaatkan
best practice atau keberhasilan-keberhasilan yang selama ini dicapai oleh
organisasi, kemudian mengembangkannya sebagai kekuatan yang akan
mendorong perubahan lebih baik di masa ini dan di masa yang akan datang
Bagan alur materi Musyda IX PimpinanDaerahIkatan Pelajar
Muhammadiyah

27

Tapanuli Tengah terdiri atas lima siklus; Disovery, Dream, Design, Delivery.
Masing-masing siklus akan dijelaskan sebagai berikut:

❖ Discovery
Berkaitan dengan proses penemuan inti kekuatan yang menggerakkan
organisasi. Pertanyaannya diawali dengan apa yang selama ini berfungsi dan
bermakna bagi setiap aktivis IPM? Dalam kondisi yang bagaimana semua
aktivis IPM memaknai keberadaannya bersama IPM?

❖ Dream
Berkaitan dengan apa yang diimpikan oleh organisasi. Dream adalah visi dan
atau misi yang ditentukan oleh organisasi dalam jangka waktu tertentu.

❖ Design
Berkaitan dengan apa yang harus dilakukan, disediakan, atau dikondisikan
agar Dream muncul?

❖ Destiny
Berkaitan dengan strategi atau bentuk aksi semacam apa yang harus
dilakukan agar design dapat berjalan?

❖ Delivery
Berkaitan dengan strategi apa yang dibutuhkan agar destiny mampu berjalan
maksimal. Delivery juga berkaitan dengan upaya mendampingi proses
penerapan rancangan strategi, hingga mengevaluasinya.
Alur Logika materi Musyda IPM IX dibuat untuk memfasilitasi diskursus
bagi periode kepemimpinan IPM 2021-2023. Alur logika materi Musyda IX
dengan demikian tidak saja menyangkut dengan kepentingan Musyda,
melainkan juga berkaitan dengan keseluruhan rancangan besar arah kebijakan
IPM selama 2021-2023. Segala yang tergambar pada bagan alur logika materi
merupakan dasar dari pembahasan materi secara keseluruhan. Cara membaca
alur logika materi adalah sebagai berikut:

❖ Discovery (kekuatan yang ditemukan dalam IPM):
Kekuatan atau faktor mendasar yang menggerakan aktivitas IPM
adalah Pelajar Berdaya. Pelajar Berdaya dimaknai sebagai
kemampuan pelajar muhammadiyah Tapanuli Tengah yang mampu
membaca situasi dan mampu mengimbangi keadaan covid 19 yang

28

dialami indonesia setahun belakangan terakhir. Appreciative Inquiry
(AI) harus menjadikan ini sebagai peluang untuk menggapai cita-cita
(dream). Peluang ini di rebut oleh IPM sebagai bahan evaluasi dan
mencoba inovasi baru dalam konteks globalisasi yaitu
mengembangkan manajerial organisasi yang biasanya tatap muka
sekarang tergantikan oleh virtual mulai dari diskusi, seminar hingga
perkaderan, sehingga semua agenda organisasi formal maupun
informal akan berubah (Shifting Management Organisasi).
❖ Dream (mimpi yang dibangun oleh IPM untuk periode 2021-2023?):
berdasarkan pada tahapan kebijakan, mimpi utama IPM pada periode
2021-2023 adalah Transformasi kader yang cerdas dalam segala
bidang ilmu, kritis dalam setiap permasalahan dan mampu
menciptakan karya – karya baru dan memberikan dampak positif
terhadap pelajar lain.
❖ Design (apa yang harus dirancang oleh IPM?): tujuan IPM menjadi
gerakan ilmu dirancang melalui sejumlah program dan kebijakan yang
memungkinkan tujuan tersebut dapat dicapai. Dengan upaya shifting
menagemen organisasi, pengembangan digitalisasi organisasi,
perumasan khittoh moderasi Islam Pelajar dan Nalar kritis baru.
Upaya tersebut diejawantahkan dalam beberapa program yaitu
program peduli lingkungan, program ekonomi kreatif, program
peningkatan kualitas kesehatan, Program kesetaraan gender dan
program penciptaan lingkungan yang inklusif
❖ Destiny (strategi apa yang harus digunakan IPM): strategi yang
dibutuhkan IPM untuk mewujudkan visi sebagai gerakan ilmu pada
tahun 2021-2003 yaitu melanjutkan capaian yang telah dimiliki IPM
sampai hari ini, yaitu literasi dan komunitas. Kedua hal tersebut
kemudian diwujudkan dalam agenda aksi Student Earth Generation,
Sosio-Preneur, Pemberdayaan Teman Sebaya dan Ruang Bersama.
❖ Delivery: IPM harus mendampingi proses untuk mewujudkan visi
gerakan ilmu melalui program-program yang telah dirancang dan
disegerakan. Setiap jenjang kepemimpinan IPM wajib mendampingi

29

perkembangan struktur kepemimpinannya (internal) mau pun struktur
kepemimpinan dibawahnya (PD -> PD -> PC -> PR). Selain itu
dengan adanya strategi kultural yang telah digunakan IPM yaitu
komunitas maka IPM dapat menjadi Rumah Komunitas dalam proses
pemberdayaan.

3. Sistem Gerakan IPM
Sistem Gerakan IPM berkaitan dengan nilai-nilai yang mendasari

seluruh program dan aktivitas IPM. Sistem Gerakan IPM dirumuskan sebagai
acuan utama yang mendasar untuk IPM sebagai gerakan dakwah dan gerakan
amar ma’ruf nahi munkar. Sistem Gerakan IPM dilandaskan pada Al-Qur‟an
dan As-Sunnah. Secara spesifik, dasar nilai dari Sistem Gerakan IPM adalah
surat Al-Qolam ayat 1. Sistem Gerakan IPM juga dapat dimaknai sebagai
“kesadaran mendasar” yang dimiliki oleh setiap aktivis IPM. Sistem Gerakan
IPM sebagai kesadaran mendasar mengambil inspirasi dari surat Al Qolam
ayat 1, sehingga bisa disebut sebagai kesadaran Al-Qolam atau kesadaran
Nûn. Surat Al-Qolam ayat 1 berbunyi “Nûn, Walqalami Wamâ Yasthurûn”.
Nun dapat dimaknai sebagai “nur” atau “cahaya”. Allah SWT di dalam surat
Al- Qolam ayat 1 mengumpakan Al-Qolam (pena) sebagai media untuk
mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman. AlQolam menjadi
simbol pencerahan bagi akal dan nurani manusia (tanwir al-uqul wa al-qulub).
Melalui Al-Qolam manusia diajak untuk mendorong perubahan, sebagaimana
sifat tajdid Muhammadiyah (Z. Baidhawy, dalam Azaki Khoirudin, 2015).

Nûn adalah salah satu huruf hijaiyah, unsur sebuah kalimat. Nûn
sebagai huruf yang bergerak-dinamis, menjadi tanda atau simbol yang
mengandung pesan untuk memahami realitas sosial. Nûn juga dapat dimaknai
sebagai teori-teori atau rumus-rumus pengetahuan yang meru- pakan hasil
kerja keras keilmuan para ilmuan terdahulu (Azaki Khoirudin, 2015).
Kesadaran Al-Qolam atau kesadaran Nûn dengan demikian menuntun
manusia untuk membaca, menulis, dan mengupayakan transformasi sosial
sebagai konsekuensi logisnya. Kesadaran Nûn mengajarkan manusia bahwa
realitas dapat dipahami dengan

30

memaksimalkan peran akal. Segala upaya yang ditempuh atas kesadaran Nûn
akan membawa manusia mengenal Allah SWT sebagai Yang Maha Memiliki
Ilmu. Dengan demikian kesadaran Al-Qolam atau kesadaran Nûn tidak saja
menuntun manusia ke jalan yang lurus tetapi juga membuka pemahaman atas
tanggungjawabnya sebagai khalifah filardh. Di antara beberapa tugas manusia
ialah menjaga alam semesta dari kerusakan yang ditimbulkan akibat
pengabaian kesadaran Nûn. Maka penting bagi IPM untuk menjadikan
kesadaran Al-Qolam atau kesadaran Nûn sebagai basis dari ideologi,
paradigma, dan gerakannya. Ideologi berarti teori atau strategi perjuangan
untuk mewujudkan nilai-nilai Al-Qolam dalam kehidupan sehari-hari. IPM
memaknai ideologi sebagai panduan mengimplementasikan keyakinan dan
cita-citanya secara konkret di kehidupan pelajar Indonesia. Ideologi juga
mempengaruhi cara pandang IPM dalam empat aspek pokok pembahasan;
kebangsaan, kenegaraan, kemanusiaan, dan persyarikatan. Dalam perihal
kebangsaan sudah jelas, berdasarkan nilai Al-Qolam yang berarti melek
terhadap realitas sejarah mengakui bahwa sifat kebangsaan Indonesia adalah
“bhineka tunggal ika” yang tidak keras menghadapi perbedaan.

Dalam perihal kenegaraan berarti IPM memegang prinsip darul ahdi
wa syahadah, dan tidak mengakui kategori selain itu karena akan
bertentangan dengan ajaran Islam Berkemajuan. Perihal kemanusiaan,
ideologi IPM sudah sangat jelas mengacu pada prinsip “pencerdasan,
pembelaan, pemberdayaan, dan pembebasan”. Sedangkan perihal
persyarikatan, ideologi dituntun oleh konsep Islam Berkemajuan yang
memegang teguh tauhid dan sikap moderat serta mengedepankan amal sosial.
Paradigma sebagai aspek kedua dari Al-Qolam berarti kerangka berpikir
utama IPM selalu disandarkan pada nilai-nilai Al-Qolam. Paradigma bagi
IPM didefinisikan sebagai seperangkat konsep yang berhubungan sama lain
secara logis dan membentuk sebuah kerangka pemikiran yang berfungsi
untuk memahami, menafsirkan dan menjelaskan realitas yang dihadapi.
Paradigma Al-Qolam dengan demikian membantu IPM untuk
menerjemahkan konsep Islam Berkemajuan yang sesuai dengan

31

konteks gerakan IPM. Terdapat paling tidak tiga paradigma Al-Qolam IPM:
Gerakan sebagai aspek ketiga dari Al-Qolam berarti IPM harus konsisten
dengan tiga identitas besarnya yakni sebagai gerakan ilmu, gerakan aksi,
gerakan transformatif. Musyda XIX merumuskan gerakan ilmu IPM sebagai
berikut: “(gerakan ilmu adalah) perwujudan dari etos pengabdian sebagai
dasar dalam paradigma pelajar berkemajuan. Nilai utama dari ilmu adalah
”beribadah” sebagai ”pengabdian”, penghambaan. Penghambaan atau
pengabdian ini dalam Islam berupa rukun Islam. Dalam “paradigma gerakan
ilmu”, pengabdian ditransformasikan menjadi pengabdian pada lima hal,
yakni pada
(a) Allah; (b) Pengetahuan; (c) diri-sendiri;(d) sesama dan (e) alam [baca: tiga
implikasi praktis; dirisendiri, sosial, dan lingkungan].”

Dengan demikian gerakan ilmu memiliki cakupan; yakni gerakan
ilmu sebagai proses transformasi diri menjadi dekat dengan Allah SWT.
Gerakan ilmu juga sebagai proses menimba pengetahuan yang berguna bagi
diri sendiri, orang lain, dan bagi alam semesta (ilmu pengetahuan sebagai cara
mengerem kerusakan alam). Oleh karena itu dalam IPM muncul empat narasi
besar gerakan IPM: Gerakan Tiga T; Gerakan Kritis Transformatif (GKT);
Gerakan Pelajar Kreatif (GPK); dan Gerakan Pelajar Berkemajuan (GPB).
Empat narasi besar gerakan IPM itu bersumber dari inspirasi surat Al-Qolam
ayat 1. Gerakan ilmu mendapat prioritas utama karena basis IPM berasal dari
komunitas pelajar. IPM memaknai gerakan ilmu sebagai proses
mengejawantahkan pemikiran-pemikiran yang memungkinkan masyarakat
terberdayakan sehingga membuat kehidupan sosial semakin dinamis dan
transformatif. Oleh karena itu gerakan ilmu selalu bersamaan dengan dua
jenis gerakan aksi dan gerakan transformatif. Ketiganya tidak dapat
dipisahkan. Gerakan ilmu akan memperkuat basis pengetahuan aksi sehingga
memungkinkan proses transformatif terjadi.

4. Aktualisasi Gerakan IPM
Aktualisasi Sistem Gerakan IPM adalah sejumlah nilai-nilai yang

dipegang oleh IPM dalam menyusun sistem gerakan, baik untuk program
kerja organisasi maupun untuk program kerja bidang. Aktualisasi nilai

32

dibagi ke dalam tiga aspek; individu, organisasi, dan sosial, yakni sebagai
berikut:
1. Nilai Individu bagi setiap aktivis IPM

a. Kemurnian Aqidah
b. Ketaatan beribadah
c. Istiqamah
d. Keikhlasan
e. Berjiwa gerakan
f. Suka beramal
g. Bermasyarakat
h. Keteladanan
i. Moderat
j. Tajdid
k. Ekoliterasi

2. Nilai Berorganisasi
a. Good Governance
b. Tersistem
c. Kolektif kolegial
d. Musyawarah
e. Menggembirakan (tabsyir)
f. Shidiq
g. Amanah
h. Fathonah
i. Disiplin
j. Komitmen Ukhuwah
k. Visioner
l. Dinamis
m. Ekoliterasi
n. Nilai Sosial
o. Keunggulan
p. Amar ma’ruf Nahi munkar

33

q. Orientasi misi
r. Amal shalih
s. Kemashlahatan umum
t. Ekoliterasi
u. Pro-dhuafa
v. Keandalan
w. Keterpaduan
x. Kesinambungan
y. Pencerahan
z. Demokrasi
aa. Transparansi
bb. Toleransi
cc. Anti kekerasan

PROGRAM KERJA PD IPM TAPTENG 2021 -2023
A. DASAR PROGRAM KERJA

Sistem gerakan IPM adalah seperangkat nilai spesifik yang melandasi
segala aktivitas IPM, baik dalam manajemen organisasi, landasan program
atau aktivitas IPM. Sistem gerakan IPM berarti apa saja yang menjadi kriteria
keberhasilan gerakan IPM baik itu yang melingkupi pendekatan structural
(struktur kepemimpinan) ataupun pendekatan kultural (komunitas IPM).
Terdapat enam sistem gerakan IPM: keilmuan, kekaderan, keberpihakan,
pemberdayaan, keislaman, kemanusiaan, dan keorganisasian.
1. Keilmuan, maksudnya program dan aktivitas IPM sebagai organisasi

harus dilandasi oleh prinsip-prinsip keilmuan yang dicirikan sebagai
berikut:
a. Rasional/logis
b. Berbasis kebutuhan pelajar
c. Berbasis riset
d. Berbasis anvidance based
e. Memperhatikan perkembangan ilmu Pengetahuan yang sedang terjadi

Keilmuan juga berarti segala program dan aktivitas IPM harus

34

karena tujuan keilmuan yakni sebagai sarana mempelajari ilmu
pengetahuan.

2. Kekaderan, maksudnya program dan aktivitas IPM selalu dilandasi oleh
nilainilai kekaderan. Semua yang dilakukan IPM dalam proses
berorganisasi selalu bersifat pemberdayaan anggota. Kekaderan
meliputi:

a. IPM memfasilitasi pengembangan kapasitas diri anggotanya dalam
aspek pemahaman ideology.

b. IPM memfasilitasi pengembangan kapasitas diri anggotanya dalam
aspek pemahaman paradigma.

c. IPM memfasilitasi pengembangan kapasitas diri anggotanya dalam
aspek pemahaman gerakan.

3. Keberpihakan, maksudnya ialah segala program dan aktivitas IPM
harus jelas letak keberpihakannya terhadap aspirasi pelajar. IPM
memiliki tanggungjawab yang membawa aspirasi pelajar dan
mengadvokasinya. Kata “keberpihakan” menunjukkan bahwa posisi IPM
tidak netral terhadap keadaan. IPM harus terlibat aktif atas kepentingan
pelajar. Keberpihakan adalah salah satu kriteria capaian umum yang
sangat penting bagi IPM. Dalam banyak kasus IPM harus mampu
berpihak pada mengadvokasi kepentingan kelompok pelajar rentan
(pelajar difabel), pelajar perempuan, pelajar putus sekolah, pelajar dari
kelas sosial menengah kebawah). Dengan demikian capaian umum
keberhasilan IPM terletak pada kemampuannya menunjukkan
keberpihakan yang semakin di butuhkan.

4. Pemberdayaan, merupakan kriteria capaian umum IPM senantiasa
ditunjukkan bagi proses pengembangan kemampuan anggotanya.
Pemberdayaan berarti proses pengembangan kapasitas, kemampuan,
kreativitas, dan kekuatan pelajar. Konsep pemberdayaan yang digunakan
oleh IPM selalu bersifat partisipatoris dan dua arah. Proses

35

pemberdayaan dalam IPM bertujuan sebagai cara membentuk integritas,
kemandirian, kecakapan, dan keterampilan yang digunakan dalam
kehidupan sehari-hari.

5. Keislaman, IPM merupakan organisasi berbasis pelajar dengan nilai-
nilai keislaman: tauhid. Keislaman sebagai salah satu kriteria capaian
umum berarti IPM dalam menjalankan organisasi harus menyadari
posisinya sebagai sayap
dakwah Islam Muhammadiyah. IPM bertanggungjawab
memformulasikan model dakwah yang ramah, menyenangkan, dan
membawa manfaat bagi pelajar dan remaja pada umumnya. Dituntut
untuk selalu menawarkan inovasi dakwah bagi mad’u muda.

6. Kemanusiaan, Kemanusiaan berarti segala proses yang terjadi di
dalam pengembangan organisasi harus bersifat manusiawi,
mengakomodir segala kapasitas yang ada pada anggota IPM. IPM
bertanggungjawab untuk menjadi wadah bagi pelajar secara
keseluruhan tanpa terkecuali. IPM tidak hanya mewadahi aspirasi
kelompok sosial pelajar tertentu, tetapi secara menyeluruh.

7. Keorganisasian, Keorganisasian berarti berfungsinya IPM sebagai
sebuah sistem. Landasan semua program IPM adalah sistem, dimana
IPM bergerak atas sistem yang berfungsi. Pemimpin IPM harus mampu
mengayomi dan mewadahi setiap anggota agar dengan ikhlas berperan
maksimal di IPM, dengan berbagai strategi manusiawi yang dapat
ditempuhnya. IPM adalah organisasi. Maka sudah sewajarnya
dijalankan berdasarkan pada sifat keorganisasian. Semua program dan
kebijakan IPM harus didasarkan pada sifat keorganisasian. Semua
program dan kebijakan IPM harus didasarkan pada musyawarah
mufakat, organisasi IPM dijalankan dengan melibatkan kesepakatan
semua pihak. Semua program dan aktivitas organisasi berbasis
teknologi dan informasi.

36

B. LIMA ASPEK PENGEMBANGAN PROGRAM KERJA
Sistem gerakan IPM adalah bentuk konkret penerapan sistem gerakan.
Capaian bidang berbasis program ditentukan melalui lima aspek
pengembangan program kerja yang menjadi penerjemah visi IPM visi yang
bersifat adil luhur, berjangka panjang, dan menunjukkan kedalam nilai.
1. Sistem gerakan: sistem gerakan berkaitan dengan alur internalisasi dan

eksternalisasi nilai organisasi. Internalisasi nilai berarti nilai apa saja
yang diharapkan menjadi pegangan bersama antara setiap anggota
organisasi. Jika berkaitan dengan bidang-bidang, berarti nilai semacam
apakah yang diharapkan oleh bidang yang bersangkutan menjadi
pegangan dan komitmen bersama. Sedangkan eksternalisasi nilai
berarti nilai apa sajakah yang diharapkan mampu menjadi tujuan
organisasi atau secara spesifik setiap bidang yang ada di IPM. Sistem
gerakan disusun dengan berpedoman pada nilai-nilai yang tertuang
dalam aktualisasisistem gerakan IPM.
2. Organisasi Dan Kepemimpinan: organisasi dan kepemimpinan
berarti hal apa saja yang dibutuhkan atau harus di sediakan oleh
organisasi dan kepemimpinan dalam memfasilitasi perjalanan
organisasi menuju terwujudnya visi.
3. Jaringan: jaringan berkaitan dengan apa yang harus dilakukan oleh
bidang atau organisasi dalam memfasilitasi tercapainya visi yang
berkaitan dengan kemitraan. Misalnya untuk mencapai visi gerakan
iqra’ maka perlu di tentukan bagaimana, dengan siapa, IPM harus
membangun jejaring.
4. Sumber daya, Sumber daya adalah hal apa saja yang dapat di capai
oleh kerja organisasi atau bidang berkaitan dengan peningkatan
kapasitas anggota dan sasaran program. Sumber daya juga berarti
dukung apa yang dibutuhkan oleh organisasi atau bidang berkaitan
dengan peningkatan kapasitas anggota dan sasaran program. Sumber
daya juga berarti dukungan apa yang dibutuhkan oleh organisasi atau
bidang agar visinya tercapai (dukungan finansial atau infrastruktur)

37

5. Aksi, Aksi adalah wujud konkret dari strategi perencanaan visi. Aksi
juga berarti garis besar dari apa yang dapat dilakukan agar visi tercapai.

C. PROGRAM KERJA BIDANG

NO ASPEK – BIDANG - BIDANG
ASPEK Terwujudnya IPM sebagai organisasi terdepan

BIDANG ORGANISASI

1 Visi

dalam merespon dinamika zaman dan

perkembangan global sebagai wujud

gerakan pelajar berkemajuan.

2 Sistem Gerakan Mengembangkan sistem organisasi IPM yang

maju, efektif, dan professional berbasis data.

3 Organisasi dan Meningkatkan kualitas dan fungsi–fungsi
Kepemimpinan kepemimpinan organisasi di berbagai

tingkatan yang berbasis pada peningkatan

penerapan budaya kerja organisasi yang

manusiawi, apresiatif, amanah dan terukur.

4 Jaringan Memperkuat jaringan kelembagaan IPM

melalui komunikasi intensif dan

pendampingan sehingga mampu bersinergi

membangun organisasi.

5 Sumber Daya Meningkatkan kualitas kepemimpinan di

berbagai tingkatan agar mampu menjalankan

misi ikatan.

6 Aksi ➢ Meningkatkan konsolidasi gerakan di
berbagai tingkatan yang berorientasi pada
penguatan jejaring internal dan akar
rumput melalui pembinaan dan
pendampingan.

➢ Penguatan dan pengembangan fungsi
struktur organisasi.

➢ Konsolidasi dan tata kelola organisasi.
➢ Melengkapi dan menguatkan basis data

organisasi sebagai dasar pelaksana

38

program yang terukur dan tepat sasaran.
BIDANG PERKADERAN

1 Visi Berkembangnya kapasitas anggota dan kader

IPM sebagai pelaku gerakan yang memiliki

keunggulan kapasitas, komitmen ideologis,

dan mampu memajukan serta

menyebarluaskan peran IPM sebagai gerakan

pelajar dalam dinamika kemanusiaan, ummat,

bangsa, dan muhammadiyah.

2 Sistem Gerakan Memperkuat kapasitas kader dan ideology

dengan mengoptimalkan sistem perkaderan

IPM dengan mengadakan Pelatihan Kader

Taruna Melati secara massif yang berdaya

emansipatif dan mencerahkan dengan spirit

islam Berkemajuan.

3 Organisasi dan Mendukung segala proses kaderisasi baik
Kepemimpinan dalam wujud formal, informal, dan non-

formal. Berkomitmen untuk menjaga proses

perkaderan yang manusiawi. Apresiatif, dan

fokus pada pengembangan kapasitas diri

kader sebagai generasi berkemajuan.

4 Jaringan Meningkatkan koordinasi dengan kerjasama

secara tersistem antara pimpinan dalam hal

pelaksanaan perkaderan dilingkungan

masing- masing.

5 Sumber Daya Membentuk dan meningkatkan kualitas

fasilitator dan membina fasilitator yang

mampu mengembangkan perkaderan yang

lebih relevan dan kompatibel dengan

kepentingan dan kebutuhan para kader.

6 Aksi ➢ Mengadakan kajian-kajian perkaderan
untuk pengembangan konsep, model,
pendekatan, dan metode yang lebih
berkualitas dalam pelaksanaan perkaderan

39

IPM untuk dijadikan pedoman kegiatan
perkaderan disetiap tingkatan pimpinan.

➢ Meningkatkan kualitas perkaderan dari
segala aspek mulai dari materi,
pengelolaan, metode, strategi dan orientasi
perkaderan agar lebih relevan dengan
kebutuhan kader.

➢ Mentoring dan pendampingan pasca
pelatihan kader.

➢ Identifikasi, penyusunan database, dan
pemetaan kader yang dimiliki IPM di
semua lini.

➢ Mengadakan hari ber-IPM disaat momen
momen liburan sekolah atau saat milad.

BIDANG PENGKAJIAN ILMU PENGETAHUAN

1 Visi Terbentuknya tradisi Iqra (membaca, menulis,

riset) dan eksplorasi aspek-aspek kehidupan

yang bercirikan islam, sehingga mampu

menjadi alternatif kemajuan dan keunggulan

peradaban.

2 Sistem Gerakan Mengembangkan tradisi iqra dikalangan IPM

sebagai bagian dari pengembangan gerakan

ilmu melalui gerakan literasi dan komunitas

ilmiah remaja.

3 Organisasi dan Menguatkan kapasitas kepemimpinan yang
Kepemimpinan mampu mengembangkan program-program

penelitian dan ilmu pengetahuan sebagai basis

pengambilan kebijakan dan pengembangan

kemajuan.

4 Jaringan Membentuk dan bersinergi dengan komunitas

literasi untuk menumbuhkan tradisi keilmuan

di kalangan pelajar.

5 Sumber Daya Menyiapkan kader yang mampu berpikir

kreatif dan bersikap ilmiah dalam

40

mengoptimalkan gerakan ilmu di kalangan

pelajar.

6 Aksi ➢ Membentuk Wilayah-Wilayah keilmuan,

seperti perpustakaan, rumah baca, dan

komunitas kreatif- ilmiah dikalangan

pelajar. kegiatan-kegiatan
➢ Menyelenggarakan

pencerdasan seperti : bedah buku, bedah

film, diskusi, dan lain- lain.

BIDANG KAJIAN DAKWAH ISLAM

1 Visi Berkembangnya dakwah islam pelajar yang

bersifat inspiratif, menggembirakan dan

mencerahkan. Dakwah yang memahami
karakteristik mad’u kontemporer. Sehingga

islam menjadi sumber hidup kreatif bagi

pengembangan kehidupan sehari- hari pelajar.

2 Sistem Gerakan Menghidupkan dakwah dan kajian islam yang

mampu merespon dinamika dan kebutuhan

zaman sehingga menjadikan islam sebagai
sumber inspirasi melalui pelatihan da’I

pelajar Muhammadiyah.

3 Organisasi dan ➢ Mengoptimalkan peran bidang kajian

Kepemimpinan Dakwah Islam dalam mendorong spirit

islam berkemajuan secara keorganisasian

dan kepemimpinan.
➢ Mengoptimalkan bidang kajian dan dakwah

islam sebagai sumber inspirasi

daya-kreatif pelajar Muhammadiyah .

4 Jaringan Membangun sinergi dan kerjasama secara

sistemik untuk memperkuat kerja dakwah

pelajar muhammadiyah sekaligus dalam

rangka menciptakan kolaborasi yang mampu

memberi dampak luas spirit islam

berkemajuan.

5 Sumber Daya Meningkatkan kapasitas, kualitas, dan

kuantitas mubaligh pelajar untuk memenuhi

41

kebutuhan dakwah dikalangan pelajar

sehingga ajaran islam menjadi inspiratif

kreatif pelajar. dan
6 Aksi ➢ Membentuk

mengembangkanDaerahpenelitian, kajian,

dan informasi bidang keislaman dan

menyusun pedomanpedoman/ tuntunan-

tuntunan dan meteri keislaman dengan

merujuk pada Himpunan Putusan Tarjih

dapat menjadi acuan pelajar secara umum

atau anggota IPM, seperti pedoman kultum,

kurikulum kultum, materi kutbah, dan

tuntunan kehidupan beragama sehari- hari.
➢ Meningkatkan fungsi media dakwah IPM

seperti website, tabligh seluler, android,

dan media lain yang menyajikan

materi/pesan islam yang bersifat

membimbing, meneguhkan,

menggembirakan, dan mencerahkan serta

menekankan pentingnya pelajar islamidan

moderasi islam.
➢ Responsive terhadap isu–isu keislaman

dalam ranah lokal, nasional bahkan

internasional.

BIDANG APRESIASI BUDAYA DAN OLAHRAGA

1 Visi Berkembangnya seni-budaya dan olahraga

dikalangan pelajar berspritkan islam

berkemajuan dan mencerahkan peradaban

manusia sebagai makhluk yang berbudaya

dan berakhlak mulia dan sehat jasmani

rohani.

2 Sistem Gerakan Meningkatkan upaya pengembangan seni

42

budaya dan olahraga di kalangan pelajar yang

sesuai dengan nilai- nilai islam dan

muhammadiyah melalui kegiatan Apresiasi

Seni Budaya serta dengan menyelenggarakan

pekan olahraga pelajar.

3 Organisasi dan Menguatkan kapasitas kelembagaan seni,
Kepemimpinan budaya, dan olahraga disemua jenjang

kepemimpinan IPM.

4 Jaringan Menguatkan jaringan komunitas-komunitas

seni, baik di IPM, sekolah ataupun luar dalam

pengembangan seni seni, budaya, dan

olahraga dikalangan pelajar.

5 Sumber Daya Mengangkat potensi seni, budaya, dan

olahraga pelajar agar mampu bersaing

dikancah yang lebih luas.
6 Aksi ➢ Memasifkan pembentukan dan penjagaan

komunitas-komunitas baik struktural dan

kultural sebagai strategi dakwah kreatif

IPM sesuai dengan panduan komunitas

yang telah disusun.
➢ Menggembirakan dan menyemarakan

penjaringan minat bakat pelajar melalui

model atau sistem yang kreatif dan efektif.
➢ Mengapresiasi karya seni budaya dan

olahraga pelajar tingkat nasional.

BIDANG ADVOKASI DAN KEBIJAKAN PUBLIK PELAJAR

1 Visi Terwujudnya kesadaran advokasi di

lingkungan IPM atas persoalan- persoalan

agama, pendidikan, budaya, sosial-politik, dan

ekonomi yang menjadi focus gerakan IPM
sebagai “gerakan Pelajar Berkemajuan”

wujud dakwah amar makruf dan nahi

43

mungkar di kalangan pelajar.

2 Sistem Gerakan Mengembangkan kesadaraan advokatif dan

emansifatif serta mengintensifkan

kajiankajian khusus tentang isu- isu strategis

advokasi hak-hak pelajar serta kebijakan

nasional yang menyangkut kepentingan

pelajar melalui pengembangan sekolah

advokasi dan tindakan pendampingan

advokatif.

3 Organisasi dan Menguatkan kapasitas kepemimpinan dan
Kepemimpinan kelembagaan dikalangan pelajar yang

responsif terhadap isu-isu strategis dan

kebijakan publik serta menjadi rumah

advokasi bagi pelajar muhammadiyah.

4 Jaringan Meningkatkan usaha dan mengembangkan

kerjasama dengan pemerintah dan berbagai

lembaga untuk kepentingan penegakkan

hukum dalam berbagai aspek termasuk dalam

pemberantasan korupsi.

5 Sumber Daya Memfasilitasi pengembangan kualitas pelajar

yang memiliki kapasitas dalam bidang

advokasi yang amanah, professional dan

mengemban misi IPM.

6 Aksi ➢ Pembentukan kesadaran hukum

melalui lembaga sosial termasuk lewat

jalur pendidikan.
➢ Menyelenggarakan pendidikan kader

advokasi dan menyusun panduan

mengenai pendampingan pelajar

terutama yang berkaitan dengan kasus-

kasus kekerasan yang menimpa

pelajar, dan juga yang berkaitan

44

dengan pengembangan kapasitas

advokatif pelajar, serta yang berkaitan

dengan advokasi kepentingan pelajar

difabel, pelajar buruh, dan pelajar yang

dilanggar hak-hak dasarnya.
➢ Mengembangkan forum-forum kajian

khusus tentang berbagai isu

internasional yang strategis,

seminar/puplik mengenai situasi dunia,

untuk menjadi bahan penyikapan dan

langkah IPM dalam menghadapi

perkembangan dunia

internasional.

BIDANG PENGEMBANGAN KREATIFITAS DAN

KEWIRAUSAHAAN

1 Visi Berkembangnya budaya kewirausahaan di

kalangan pelajar sebagai wujud dari daya

kreatif dan prinsip kemandirian pelajar.

2 Sistem Gerakan Menumbuhkan kemandirian pelajar dengan

nilai-nilai entrepreneurship sejak dini menuju

Indonesia yang berdaulat secara ekonomi

melalui pendidikan sosio-entrepreneurship dan

pendampingan pengembangan

kewirausahaan pelajar.

3 Organisasi dan Menguatkan lembaga/bidang kewirausahaan,
Kepemimpinan mengembangkan sistem manajemen bisnis dan

tata kelola ekonomi serta pemanfaatan asset-

asset untuk mendorong kemandirian

ekonomi IPM.

4 Jaringan Mengintensifkan kerjasama dan kolaborasi

dalam rangka pengembangan daya-kreatif

bidang sehingga menjadi kekuatan yang

45

bermanfaat luas.

5 Sumber Daya Menciptakan sikap mandiri, terampil, dan
6 Aksi
kreatif.
BIDANG IPMAWATI
1 Visi ➢ Memberikan motivasi bagi para pelajar

untuk berwirausaha berbasis ilmu

pengetahuan, teknologi dan seni serta

minat bakat pelajar, serta didorong oleh

keinginan membangun kemandirian

emansipatif pelajar. dalam
➢ Pemberdayaan pelajar

meningkatkan keterampilan diri sejak

dini menuju kemandirian seperti :

membentuk unit-unit bisnis, koperasi,

kedai/ warung, bisnis online, dan lain-

lain.

Memperkuat dan mendukung penuh peran
pelajar perempuan sebagai kader kemanusiaan,
kebangsaan, keummatan dan persyarikatan
melalui pengarusutamaan dan dukungan
emansipatif bagi keterlibatan pelajar
perempuan dalam berbagai dimensi
kehidupan.

2 Sistem Gerakan ➢ Mengkaji, mengembangkan, dan

mendorong isu- isu tentang hak-hak

aksebilitas pelajar perempuan dalam

menggunakan ruang publik, bebas dari

deskriminasi, kekerasan, dan stigma

atau streotif kultural yang

menciptakan perempuan sebagai

kelompok rentan
➢ Meningkatkan kepedulian dan respon

terhadap permasalahan pelajar

perempuan serta permasalahan remaja

perempuan pada umumnya.

➢ Meningkatkan pengkajian

gerakangerakan perempuan peduli

pendidikan baik dikalangan pelajar

dan kalangan perempuan pada

umumnya.
➢ Meningkatkan kepedulian perempuan

46

3 Organisasi dan terhadap isu- isu perkembangan
Kepemimpinan hukum, politik, sosial, ekonomi dan
budaya.
4 Jaringan ➢ Meningkatkan progrefitas perempuan
dalam memandang isu- isu kekinian
terutama kekerasan pelajar perempuan
dan perempuan pada umumnya.
➢ Mengoptimalisasikan potensi kader
putri Muhammadiyah dan proses
kaderisasi melalui pendidikan khusus
ipmawati (Diksusti).
➢ Meningkatkan kesadaran akan
pentingnya memahami kebutuhan
pelajar perempuan terutama berkaitan
dengan kesehatan reproduksi melalui
pendampingan kesehatan reproduksi
pelajar ( pekarejar).

➢ Mampu mengajak dan meningkatkan
usaha- usaha advokasi terhadap
kekerasan perempuan terutama
humantraffiking yang merusak
kehidupan keluarga dan masa depan
bangsa dikalangan antar organisasi
perempuan maupun OKP.

➢ Menjadikan kader perempuan sebagai
penyelaras dan penegasan terkait
perannya sebagai isu-isu kontemporer
seperti perdagangan perempuan
khususnya di bawah umur, eksploitasi
pelajar sampai pada persoalan secara
struktur maupun secara teologis.

➢ Mampu memperjuangkan hak-hak
pelajar perempuan tanpa memandang
diskriminasi terhadap kelompok yang
cenderung memarjinalkan perempuan.

➢ Mengoptimalisasikan potensi kader
putri (IPM) dalam proses kaderisasi
khususnya di lembaga ortom
Muhammadiyah yaitu nasyiatul
asyiyah dan aisyiyah.

➢ Meningkat usaha dan kerja sama
dengan berbagai pihak dalam
mencegah sekaligus mengadvokasi
kejahatan humantraffiking yang pada
umumnya menimpa kaum pelajar
perempuan.

➢ Mengembangkan kerja sama

47

5 Sumber Daya denganstakeholder yang peduli
terhadap perempuan dengan
6 Aksi memberikan pendampingan serta,
pencerdasan emosional maupun
BIDANG KESEHATAN spiritual dikalangan pelajar.
1 Visi ➢ Mendukung program-program yang
2 Sistem Gerakan berkomitmen terhadap proses
3 Organisasi dan emansipasi perempuan.
Kepemimpinan Memfasilitasi pengembangan kualitas terus

melakukan pencerdasan, pendampingan dan

penyadaran terhadap perempuan di berbagai

sektor publik sehingga adanya transformasi

dari kader perempuan dari masa-kemasa

sehingga tidak ada lagi deskriminatif, maupun

termarjinalkan baik dilingkungan sekolah

maupun lingkungan masyarakat secara luas.

➢ Aktif melaksanakan pengajian dan
diskusi dalam rangka peneguhan
ideologi gerakan muhammadiyah dan
IPM.

➢ Menguatkan gerakan perempuan
melalui komunitas- komunitas anti
kekerasan.

➢ Mengembangkan gerakan literasi
untuk mengajak para pelajar
perempuan serta perempuan pada
umumnya untuk terus bergerak pada
pencerdasan diri.

➢ Konsen terhadap isu-isu terkini terkait
persoalan perempuan melalui kerja
sama antar LSM perempuan.

Merumuskan wacana dan gagasan gerakan

penanganan persoalan kesehatan sebagai

keselamatan hajat hidup manusia.

Meningkatkan peran IPM dalam ranah

kesehatan sebagai kader masa depan yang

sehat jasmani maupun rohani.

IPM sebagai organisasi pelajar perlu

48

mempersiapkan kadernya untuk sehat secara

akal, jasmani dan ruhani karena IPM

merupakan cikal bakal penerus

Muhammadiyah. Melalui pengembangan

kesehatan mental, kesehatan masyarakat, dan

kesehatan reproduksi.

4 Jaringan Membangun jaringan relasi masyarakat luas

dengan gerak kesehatan yang IPM bangun

dalam kontak kepelajaran.

5 Sumber Daya IPM harus memiliki koneksi antara Rumah

Sakit Muhammadiyah, MPKU, dan jaringan

organisasi kesehatan sebagai wujud partisipasi

IPM untuk membantu dan

menyelamatkan manusia.

6 Aksi ➢ Melaksanakan edukasi kesehatan

berjenjang.
➢ Melakukan transformasi aktivitas pada

perkaderan formal IPM dengan kaidah

kesehatan
➢ Melakukan edukasi pelajar sehat dan

pembentukan kader sebagai penggerak

pemberdayaan teman sebaya dalam

rangka peningkatan kualitas kesehatan

pelajar.
➢ Berkolaborasi dengan pihak terkait

dalam upaya mendekatkan pelayanan

kesehatan yang ramah kepada pelajar.

BIDANG LINGKUNGAN HIDUP

1 Visi Membangun paradigma kesadaran atas

lingkungan hidup dikalangan pelajar IPM

sebagai wujud tanggung jawab Khalifah

Filardh yang wajib melindungi lingkungan.

49

2 Sistem Gerakan Meningkatkan proses penyadaran, kampanye,

dan pengarusutamaan isu peduli lingkungan

hidup melalui konferensi dan workshop

pelajar peduli lingkungan hidup .

3 Organisasi dan Menjadikan organisasi sebagai gerakan yang
Kepemimpinan menumbuhkan kesadaran dan pentingnya

menjaga lingkungan sehingga IPM mampu

menjawab dan paling tidak sudah siap

menjadi organisasi yang tidak hanya konsen

pada isu-isu pendidikan melainkan ikut ambil

peran dalam mencegah kerusakan lingkungan.

Mampu mengartikulasikan pentingnya basis

gerakan berjemaah untuk ikut mencegah

kerusakan lingkungan sehingga IPM tidak

hanya mampu memproduksi wacana-wacana

gerakan serta melakukan aksi dan pelayanan

tetapi juga sebagai wahana dakwah

dikalangan pelajar dan masyarakat secara

nyata dan merata.

4 Jaringan Mampu membangun relasi sosial secara luas

baik dikalangan pelajar, masyarakat,

pemerintah, dan lembaga sosial sehingga

semakin sadar akan pentingnya menjaga dan

melindungi lingkungan semakin terbangun.

5 Sumber Daya Menguatkan peran bersama Muhammadiyah

Disaster Medical Centre (MDMC) dan Majelis

Lingkungan Hidup

(MHL),Walhi,Greenpeace, JATAM, Kader

Hijau Muhammadiyah (KHM) agar mampu

bekerjasama dan tampil sebagai gerakan

pelajar yang juga konsen terhadap

konsekuensi alam, serta upaya melestarikan

50


Click to View FlipBook Version