1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah ditekankan pada aspek keterampilan
berbahasa dan bertujuan agar peserta didik mampu dan terampil berkomunikasi baik secara
lisan maupun tulisan. Keempat aspek keterampilan berbahasa yaitu membaca, menulis,
berbicara, dan menyimak perlu diajarkan secara terpadu dengan menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar.
Belajar dan pembelajaran berhasil mengantarkan peserta didik mencapai tujuan
pembelajaran, maka salah satu faktor yang harus dipahami oleh guru adalah prinsip belajar.
Tanpa memahami prinsip belajar ini, sulit bagi guru untuk menyusun strategi
pembelajaran, metode pembelajaran dan teknik evaluasi yang sesuai dengan karakteristik
kelas dan materi yang disajikan.
Modul ini akan menyampaikan mengenai materi ajar teks puisi pada kelas VIII
dengan KD 3.7 Mengidentifikasi unsur-unsur pembangun teks puisi yang diperdengarkan
atau dibaca. Melalui modul ini, guru diharapkan mampu memfasilitasi peserta didik dalam
mencapai tujuan, yaitu mampu mengerjakan soal latihan dan mengetahui perbedaan, jenis-
jenis, ciri-ciri, unsur-unsur, contoh puisi, dan tujuan dalam teks puisi.
B. Kompetensi Dasar
Modul ini dikhususkan untuk kelas VIII dengan KD
3.7 Mengidentifikasi unsur-unsur pembangun teks puisi yang diperdengarkan atau dibaca.
Indikator pencapaian kompetensinya sebagai berikut:
1. Menjelaskan pengertian teks puisi.
2. Mengidentifikasi unsur-unsur puisi.
3. Menentukan unsur-unsur puisi.
4. Memberi contoh teks puisi.
2
B.Tujuan Pembelajaran
1. Setelah membaca buku teks puisi, peserta didik dapat mengidentifikasi pengertian
teks puisi.
2. Setelah membaca buku teks puisi, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur
puisi.
3. Setelah membaca buku teks puisi, peserta didik dapat menentukan unsur-unsur
puisi.
4. Setelah membaca buku fiksi dan nonfiksi, peserta didik dapat memberi contoh teks
puisi.
C. Petunjuk Penggunaan
Modul
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan modul ini.
1. Peserta didik akan diberi soal pelatihan yang terdapat pada modul ini.
2. Setelah mengerjakan soal, peserta didik dapat melihat kunci jawaban pada bagian
akhir modul ini.
3. Hitunglah skor yang kalian peroleh. Jika masih dibawah 70, pelajari kembali
materinya, dan coba kerjakan soal berikutnya.
4. Setelah nilai mencapai minimum, peserta didik dapat mengerjakan soal berikutnya.
5. Cocokan kembali jawaban dengan kunci jawaban soal yang ada di bagian akhir
modul. Hitung jawaban yang benar.
Nilai = Jumlah Skor Perolehan X 100%
Jumlah Skor Maksimum
Keterangan :
90-100 = Baik Sekali
80-89 = Baik
70-79 = Cukup
< 70 = Kurang
3
BAB II
MATERI TEKS PUISI
A.Pengertian Teks Puisi
Teks puisi adalah suatu bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan
perasaan dari penyair serta disusun dengan memperhatikan struktur fisik dan batinnya
(Rianto, Tomi., 2019:75).
Menurut Hudson (dalam Aminuddin, 2009:134) puisi adalah salah satu cabang sastra
yang menggunakan kata-kata sebagai media penyampaian untuk membuahkan ilusi dan
imajinasi, seperti halnya lukisan yang menggunakan garis dan warna dalam
menggambarkan gagasan pelukisnya.
Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair
secara imajinatif dan disusun dengan mengkonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan
pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya (Lubis, Sri Khairani., dkk., 2020:20).
B.Jenis-Jenis Teks Puisi
Menurut Rianto, Tomi (2019:75) secara garis besar, teks puisi dibedakan menjadi dua,
yaitu puisi lama dan puisi baru. Berikut ini penjelasan mengenai jenis-jenis puisi lama dan
puisi baru.
1. Puisi Lama
Puisi lama merupakan puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan. Aturan puisi
lama seperti jumlah kata yang terdapat dalam 1 baris, jumlah baris yang terdapat
dalam 1 bait, persajakan atau rima, banyak suku kata pada tiap baris, dan irama.
a. Mantra
Mantra merupakan ucapan-ucapan yang dianggap memiliki sebuah kekuatan
gaib.
b. Pantun
Pantun merupakan puisi lama yang mempunyai ciri bersajak a-b-a-b, tiap baris
terdiri atas 8 hingga 12 suku kata, baris 1 dan 2 disebut sampiran, baris 3 dan 4
disebut isi, tiap bait terdiri atas 4 baris.
c. Karmina
Karmina merupakan salah satu jenis pantun kilat atau pantun yang sangat
pendek.
d. Seloka
4
Seloka merupakan pantun yang berbait.
e. Gurindam
Gurindam merupakan puisi yang memiliki ciri tiap bait terdiri atas 2 baris,
bersajak a-a, dan isinya berupa nasihat.
f. Syair
Syair merupakan puisi yang bersumber dari Negara Arab dengan ciri pada tiap
bait terdiri atas 4 baris, bersajak a-a-a-a, dan isinya berupa nasihat atau sebuah
cerita.
g. Talibun
Talibun merupakan pantun yang tiap baitnya terdiri atas baris yang berjumlah
genap. Misalnya, 6,8 ataupun 10 baris.
2. Puisi Baru
Menurut Lubis, Sri Khairani., dkk (2020:23) jenis puisi baru sebagai berikut:
1. Balada adalah puisi Berisi kisah/cerita
2. Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan.
3. Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa.
4. Epigram adalag puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup
5. Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih.
6. Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan.
7. Satire adalah puisi yang berisi sindiran/Kritik.
C.Ciri-Ciri Teks Puisi
Berdasarkan jenisnya, puisi dibedakan menjadi dua, yakni puisi lama dan puisi baru.
Berikut ini penjelasan mengenai ciri-ciri puisi lama dan puisi baru menurut Lubis, Sri
Khairani., dkk (2020:22).
1. Puisi Lama
a. Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya
b. Disampaikan lewat mulut ke mulut atau disebut sastra lisan.
c. Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata
maupun rima.
2. Puisi Baru
Berikut ini paparan ciri-ciri teks puisi baru (Rianto, Tomi., 2019:78).
a. Diketahui nama pengarangnya
b. Perkembangannya secara lisan dan tertulis
5
c. Tidak terikat berbagai aturan.
d. Menggunakan majas yang dinamis atau berubah-ubah.
e. Menceritakan tentang kehidupan.
f. Lebih banyak memakai sajak pantun dan syair.
g. Memiliki bentuk yang rapi dan simetris.
h. Memiliki rima akhir yang teratur.
i. Tiap barisnya berupa kesatuan sintaksis.
D.Unsur-Unsur Pembangun Teks Puisi
Menurut Rianto, Tomi (2019:79) teks puisi dibangun oleh unsur-unsur pembangun yang
saling terkait. Unsur-unsur pembangun teks puisi dibedakan menjadi dua, yakni unsur
intrinsik dan ekstrinsik. Berikut penjelasan mengenai unsur intrinsik dan ekstrinsik teks
puisi.
1. Unsur Intrinsik
a. Judul
Judul puisi yang baik adalah judul yang bisa menggambarkan keseluruhan isi
puisi. Artinya, judul dan isi memiliki kesatuan atau keutuhan makna.
b. Diksi
Diksi atau pilihan kata adalah deretan kata-kata terpilih. Diksi puisi adalah diksi
yang singkat, padat, dan ekspresif.
c. Imaji
Imaji merupakan pembayangan yang timbul sebagai akibat seseorang membaca
atau mendengar sebuah puisi yang dibaca.
d. Rima
Rima adalah persamaan bunyi yang berulang-ulang, baik pada akhir, awal, atau
tengah baris yang tujuannya adalah untuk menumbuhkan efek estetis.
e. Tema
Tema adalah ide dasar yang menjadi acuan dalam penulisan puisi. Tema adalah
rohnya puisi karena tiap-tiap bait puisi dikembangkan berdasarkan tema yang
telah dipilih oleh penyair.
f. Majas/gaya bahasa
Majas/gaya bahasa adalah pengungkapan perasaan atau pikiran dengan
menggunakan pilihan kata atau kalimat tertentu.
6
2. Unsur Ekstrinsik
Adapun unsur-unsur ekstrinsik teks puisi biasanya berhubungan dengan latar
belakang pengalaman penulis. Misalnya, latar belakang agama, adat, budaya, social,
ekonomi, politik dan lain-lain.
E.Tujuan Teks Puisi
Teks puisi memiliki tujuan dalam membuatnya. Berikut ini adalah tujuan dari penulisan
teks puisi.
1. Melatih kepekaan jiwa atau kebatinan.
2. Sarana menyampaikan gagasan.
3. Sarana untuk merenung/merefleksi diri.
F. Contoh Teks Puisi
Contoh Teks Puisi 1
Aku Ingin
Karya Supardi Djoko Damono
Aku ingin mencintaimu Aku ingin mencintaimu
Dengan sederhana Dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat Dengan isyarat yang tak sempat
Diucapkan kayu kepada api Disampaikan awan kepada hujan
Yang menjadikannya abu Yang menjadikannya tiada
Sumber:
https://baruga.id/menilik-makna-aku-ingin-karya-sapardi-djoko-damono/
7
Contoh Teks Puisi 2 Allah!
kami berlutut
Doa Orang Lapar mata kami adalah mata Mu
ini juga mulut Mu
Karya W.S Rendra ini juga hati Mu
dan ini juga perut Mu
Kelaparan adalah burung gagak perut Mu lapar, ya Allah
yang licik dan hitam perut Mu menggenggam tawas
dan pecahan-pecahan gelas kaca
jutaan burung-burung gagak
bagai awan yang hitam Allah!
betapa indahnya sepiring nasi panas
Allah! semangkuk sop dan segelas kopi hitam
burung gagak menakutkan
dan kelaparan adalah burung gagak Allah!
kelaparan adalah burung gagak
selalu menakutkan
kelaparan adalah pemberontakan jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam
adalah penggerak gaib menghalang pandangku
dari pisau-pisau pembunuhan
yang diayunkan oleh tangan-tangan orang ke sorga Mu
miskin Sumber:
https://penyair.wordpress.com/2009/08/16
Kelaparan adalah batu-batu karang
di bawah wajah laut yang tidur /sajak-doa-orang-lapar-ws-rendra/
adalah mata air penipuan
adalah pengkhianatan kehormatan
Seorang pemuda yang gagah akan
menangis tersedu
melihat bagaimana tangannya sendiri
meletakkan kehormatannya di tanah
karena kelaparan
kelaparan adalah iblis
kelaparan adalah iblis yang menawarkan
kediktatoran
Allah!
kelaparan adalah tangan-tangan hitam
yang memasukkan segenggam tawas
ke dalam perut para miskin
8
Latihan Soal
1. Berikut ini unsur vocal yang harus diperhatikan dalam mendemonstrasikan atau
membacakan antologi puisi, kecuali…
A. Nada D. Intonasi
B. Gerak E. Artikulasi
C. Tempo
2. Puisi baru yang berupa sanjungan bagi orang yang telah berjasa dan membahas
sesuatu yang mulia, memiliki sifat yang menyanjung, baik itu terhadap pribadi
tertentu atau suatu peristiwa umum. Pernyataan tersebut merupakan pengertian
dari…
A. Ode D. Balada
B. Himne E. Karmina
C. Seloka
3. Dengan adanya irama, puisi yang ditulis dapat disajikan dengan indah sehingga
mampu memengaruhi ketertarikan pembaca atau pendengar terhadap puisi.
Berdasarkan pernyataan tersebut, pengertian irama adalah…
A. Penyusunan bunyi dari kata-kata dalam sebuah puisi.
B. Karya sastra hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia.
C. Bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair.
D. Hasil dari upaya memiliki kata-kata tertentu untuk dipakai dakam suatu tuturan
bahasa.
E. Pergantian, keras lembut, lambat cepat, panjang pendek, atau tinggi rendahnya
pengucapan kata dalam puisi.
4. Bacalah teks puisi berikut dengan saksama!
Pecah Ombak di Tanjung Cina
Menghempas pecah di tepian
Biarlah makan dibagi dua
Asal adik jangan tinggalkan
Ditinjau dari segi bentuk/strukturnya, ciri puisi lama di atas adalah..
A. Berbentuk syair
9
B. Bersajak a-b-a-b
C. Pengaruh puisi Persia
D. Bertema kepahlawanan
E. Kata-katanya tidak baku
5. Bacalah teks berikut ini dengan seksama!
Memang salahku
Buaya darat kupercayai
Memang tak bisa dipungkiri melati kini telah
ternodai
Memang salahku
Kupercayai bunglon itu
Dan tak kusangka dia berpindah warna
Jenis majas yang ada dalam puisi di atas adalah…
A. Majas repetisi D. Majas simbolik
B. Majas metafora E. Majas antiklimaks
C. Majas simile
6. Bacalah puisi di bawah ini!
Cinta yang Agung
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
Dan masih peduli terhadapnya
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu
Dan kamu masih menunggunya dengan
setia.
Majas yang mendominasi puisi di atas adalah…
A. Majas pararelisme D. Majas antiklimaks
B. Majas metonimia E. Majas antitesis
C. Majas sinekdok
7. Kegiatan mengubah puisi menjadi lagu disebut dengan ...
10
A. Puitisasi D. Puitisi puisi
B. Musikalisasi puisi E. Antologi puisi
C. Dramatisasi puisi
8. Naik turunnya lagu kalimat saat membacakan puisi disebut dengan ....
A. Lafal D. Tekanan
B. Volume E. Irama
C. Intonasi
9. Puisi yang megungkapkan perasaan duka di sebut ...
A. Balada D. Elegi
B. Ode E. Hime
C. Satire
10. Kegiatan membaca puisi disebut dengan ...
A. Orasi D. Puitisasi puisi
B. Deklarasi E. Dramatisasi puisi
C. Deklamasi
Kunci jawaban soal di atas
1. B. Gerak
2. A. Ode
3. E. Pergantian, keras lembut, lambat cepat, panjang pendek, atau tinggi rendahnya
pengucapan kata dalam puisi.
4. B. Bersajak a-b-a-b
5. D. majas Simbolik
6. A. Majas Pararelisme
7. B. Musikalisasi Puisi
8. C. Intonasi
9. D. Elegi
10. C. Deklamasi
11
Daftar Pustaka
Aminuddin. 2009. Pengantar Apresiasi Puisi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru
Algensindo.
Lubis, Sri Khairani., Supriadi., & Rafika Rahmaini. 2020. Mengenal Lebih Dekat Puisi
Rakyat. Jakarta: Guepedia.
Rianto, Tomi. 2019. Cara Cepat Menguasai Bahasa Indonesia SMA/MA Kelas X, XI, XII.
Jakarta: PT Bumi Aksara.
https://baruga.id/menilik-makna-aku-ingin-karya-sapardi-djoko-damono/
https://penyair.wordpress.com/2009/08/16/sajak-doa-orang-lapar-ws-rendra/
12