The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Tanaya Zhara, 2022-09-05 05:10:09

Zine Muara Karya Vol.1 Sept 2022

Zine Muara Karya Vol.1 Sept 2022

Keywords: lpm solidaritas,zine

Zine Vol.1

TERBIT 15 HALAMAN TANGGAL 1 SEPTEMBER 2022

EDITORIAL 1

LPM Solidaritas, September 2022

Susunan Redaksi Keberagaman Menjadi
Aset Persatuan Dalam
Pelindung:
Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Nilai Sila Pancasila

Grad.Dip.SEA., M.Phil., Pancasila merupakan ide- bahkan terkadang ba-
Ph.D ologi bangsa Indonesia
yang memiliki lima prin- hasa yang kita gunakan
Pembina:
Fikri Yanda, M.Pd. dapat berbeda dengan ba-
M. Nuril Huda, M.Pd
Moh. Ali, S.HI, M.H sip dasar yang telah kita keta- hasa daerah sebelah.
Nur Hayati, S.I.Kom.
Anifatul Jannah, M.A. hui sekarang. Prinsip-prinsip Apabila kita bic-
Handika Surbakti, S.H.
tersebut dapat menyatukan ke- ara soal keberagaman,
Pemimpin Umum:
Arya Hafizh Mahardhika beragaman suku, agama, ras, banyak sekali ragam

Pemimpin Redaksi: dan budaya di setiap daerah di yang dimiliki oleh Indo-
Adil Adam Irsyadi
Sekretaris Redaksi: In donesia. Kelima sila pancas- nesia, bukan soal melulu
Adinda Putri Ummay
ila memiliki peran dalam me- tentang makhluk hidup.
Redaktur:
Ro’sus Solichah Nuridha lindungi masyarakat Indonesia. Akan tetapi, pemba-

Editor: Di era sekarang apabila bicara hasan kali ini tentang
Putri Agustina Nurtahyuni
soal perpecahan akan banyak keberagaman yang
Reporter:
Nabila Wardah sekali perpecahan apalagi den- menjadi aset persatu-
Ferry Tri Anugerah
Tanaya Az Zhara gan alasan budaya kita berbe- an dengan menjadikan
Alfi Damayanti
Rahma Nabila da, adat istiadat kita berbeda, sila pancasila menjadi

Nataniya Alfi agama kita berbeda, dan ma- prinsip dan tujuan. Da-
Azizah Salsabillah Ashari
sih banyak alasan perbedaan lam nilal pancasila sila
Sandy Setya Azzuri
Vidra Revy yang lainnya. Namun, dengan pertama yang berbunyi

Ayda Zaqiyatunnisa adanya lima prinsip pancasila, “Ketuhanan Yang Maha
Rif’ati Khoridatin Nabila
masyarakat tetap bisa saling Esa” memiliki isi kandungan
Desainer Grafis:
Arya Hafizh Mahardhika menerima dan saling menghar- atau nilai bahawa kita diber-
Ummu Khoiriyah Hanum
gai banyak ragam budaya da- bolehkan untuk menganut
Mita Permata Sari
Raya Akbar T.W. lam perbedaan. agama dan kepercayaan

mediasolidaritas.com Indonesia memiliki kita masing-masing sehing-
@lpmsolidaritas
enam agama, yang terdiri dari ga apabila ada orang yang
@lpmsolidaritas
Islam, Protestan, Katolik, Hin- menganut agama yang ber-

du, Buddha, dan Konghucu. beda dengan kita, maka kita

Agama-agama tersebut pasti- perlu menghargai

nya memiliki ciri khasnya mas- dan men-

ing-masing. Kita dapat ambil dukung-

contoh, yaitu Islam yang memi- nya, bu- kan

liki kitab suci berupa Al-qur’an menghakimi. Kemudian, sila

dan Tripitaka untuk kaum yang ke-tiga yang berbunyi “Per-

beragama Buddha. Nah, kita satuan Indonesia” dapat

dapat mengambil kesimpulan dianalisa landasan atau

bahwa semua elemen mempu-

nyai ciri khas dan perbedaann-

ya masing-masing. Tidak perlu

jauh-jauh, kita dapat mengam-

bil contoh bahasa yang kita

gunakan, setiap daerah pas-

ti memiliki gaya bahasa yang

berbeda,

EDITORIAL

2

LPM Solidaritas, September 2022

acuan kita untuk menjaga persatu- Kita akan dapat menerima satu sama
lain bahkan akan memberikan respon atau
an dan kesatuan bangsa. Nah, dalam hal tanggapan positif. Kedua nilai sila pancasila
tersebut bertujuan untuk memberikan motiva-
ini jika dikaitkan dengan keberagaman si dalam bersikap, bertindak dalam kehidupan
bermasyarakat, dan bernegara untuk menca-
Seharusnya kita dapat belajar dari sila terse- pai tujuan nasional, singkatnya memberikan
cara bagaimana sikap yang benar dalam ber-
but untuk tidak memikirkan diri kita sendiri, kare- masyarakat agar kita dapat hidup sejahtera
dan damai. Sehingga tidak perlu diragukan
na dalam persatuan, kita diharuskan untuk saling lagi apabila keberagaman menjadi aset

membantu, bergotong royong dengan bertujuan dalam persatuan, karena bersatu
kita teguh bercerai kita runtuh.
agar kita dapat saling memaha- mi dan

menghargai antar sesama dan antar

golongan. Kedua nilai pancasi- la

tersebut jika diterapkan di lingkun-

gan kita masing-masing maka san-

gat besar memungkinkan keberag-

aman akan berbaur.

Gondang Naposo, suku Batak

INGIN TAU 3

LPM Solidaritas, September 2022

MUARA KARYA

Sebagai garda terdepan perubahan, Mulai dari kru, narasumber, kon-
LPM Solidaritas memilki keinginan tributor dan pembaca yang terus men-
besar menyajikan informasi bagi para dukung kami. Zein kali ini mengangkat
pecinta literasi. Di tengah tuntutan zaman judul Muara Karya. Judul ini merupakan
yang cepat berubah, LPM Solidaritas juga representasi dari berbagai karya yang
berupaya menyesuaikan kebutuhan pemb- telah diterbitkan oleh LPM Solidaritas.
aca. Perlu juga diketahui, Solidaritas tidak Muara Karya bisa diartikan menjadi dua
lagi menerbitkan karya cetak kecuali tabloid. makna. Pertama bila kata Muara yang
Hal ini diakibatkan oleh perubahan kebija- bermakna “Kumpulan”.
kan kampus yang menuntut kami meninjau Dalam KBBI kata tersebut di-
ulang terkait karya cetak. artikan sebagai tempat berakhirnya
Seperti produk koran Beranda resmi aliran sungai di laut, dana, atau sun-
tidak dicetak tahun ini. Namun pembaca gai lain. Sedangkan kata Karya da-
yang budiman, masih bisa melihat tulisan lam KBBI diartikan sebagai pekerjaan,
khas beranda kami di mediasolidaritas.com. ciptaan, terutama hasil karangan. Se-
hal ini membuat kami harus menyesuaikan hingga, dari dua kata tersebut kami
dari medan lapangan yang tidak bisa diterka. simpulkan bahwa Zein ini merupakan
Terlepas dari lika liku yang dialami pers ma- kumpulan dari berbagai karya ataupun
hasiswa saat ini, kami ucapkan rasa syukur karangan oleh anggota LPM Solidaritas.
kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terbitn- Namun, bukan berarti Zein ini
ya Zein pertama di tahun 2022. Kami ucap- merupakan akhir dari seluruh rangkaian
kan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha karya oleh LPM Solidaritas. Berbagai
Esa atas terbitnya Zein pertama di tahun karya tersebut akan tetap ada dengan
2022. Tidak lupa pula ucapan terimakasih dukungan dari teman-teman mahasiswa
disematkan kepada seluruh elemen yang baru 2022. Maka dari itu, kami menung-
mendukung dan menyukseskan produk ini. gu teman teman Maba 2022 untuk ber-
gabung dengan kami dan membuat
berbagai karya. See you soon!!.

Foto: Solidaritas Photo

INGIN TAU

4

LPM Solidaritas, September 2022

Rektor UINSA :
Keterbatasan itu Bukan

Takdir

Teriknya matahari tak Mantan Dekan Fakultas ini kaya saat turunan, begitu
menghalangi seman- Ilmu Sosial dan Politik (FI- anjakan, ya miskin lagi,” can-
gat para jemaah shalat SIP) ternyata bukan dari da pria berkacamata tersebut.
Jumat di Masjid Ulul Albab orang berada. Ia menga- Pria yang kerap disapa
Universitas Islam Negeri Su- takan bahwa dirinya tidak Zakki ini mengaku bahwa bela-
nan Ampel (UINSA) Suraba- hidup dalam kemewahan, jar merupakan petualangan yang
ya. Tak hanya andalan war- tetapi justru hidup dalam ke- mengasyikkan. Belajar mem-
ga kampus, masjid ini juga terbatasan ekonomi. “Bapak buat dahaganya terobati. Tak
menjadi pilihan bagi warga saya dulu guru Madrasah heran jika gelar akademiknya
sekitar maupun pengendara Ibtidaiyah (MI). Kalau siang berentetan bak sepur panjang.
yang melintasi Jalan Ahmad pulang ngajar, jualan petis Perjalanan pendidikannya pun tak
Yani. udang. Ibu saya membatik selalu berjalan mulus. Ejekan dan
Usai shalat Jumat, tulis,”terangnya. Dengan di- cibiran pernah ia dapatkan kare-
gerombolan bocah mu- latihnya kerja keras dan di- na tidak mengenyam pendidikan
lai berebut meninggalkan siplin sejak kecil, menjadikan di kawasan sekolah elite. Namun,
area masjid. Namun, drama Akhmad Muzakki tumbuh Alumni Madrasah Ibtidaiyah Nah-
bocah tersebut tak meng- menjadi sosok yang penuh dlatul Ulama ini justru semakin
hambat sebagian jemaah ambisi. Ia meyakini bahwa termotivasi untuk terus belajar.
yang menuntaskan dzikirn- satu-satunya cara yang bisa Setelah lulus dari UINSA, putra
ya. Begitupun Akhmad Mu- mengubah hidupnya adalah pasangan Imam Syafii dan Zu-
zakki selaku Rektor UINSA. melalui jalur pendidikan. Ke- laicha ini melanjutkan pendidikan
Setelah menuntaskan berb- terbatasan itu bukan takdir di kampus bergengsi Austra-
agai amalan sunnahnya, ia yang bisa langsung dipas- lia,yaitu Australia National Univer-
berdiri dengan menyalami rahkan, melainkan kondisi sity (ANU), Canberra dan meraih
rekan-rekannya. Siang itu, yang harus ditaklukkan. Jan- gelar Master of Philosophy.
tim Solidaritas berkesempa- gan lihat Aburizal Bakrie, jan- Dengan keuletannya, ia berha-
tan untuk menemani seka- gan lihat Bu Susi Pudjiastuti. sil mendapatkan berbagai bea-
ligus berbincang dengan pria Mereka memang memper siswa hingga mengantarnya ke
kelahiran 9 Februari 1974 University of Queensland un-
tersebut. Dalam perjalanan, kaya turunan. Kita- tuk menempuh pendidikan S3.
ia menceritakan roller coast- “Beasiswa saya tidak cukup un-
er kehidupan yang ia lalui. tuk kebutuhan sehari-hari. Jadi
Mantan Dekan Fakultas Ilmu saya kerja sambil kuliah, jadi
Sosial dan Politik (FISIP) driver sushi delivery,” paparnya.
ternyata bukan dari orang Sambil mengenang, guru be-
berada. Ia mengatakan bah- sar termuda UINSA ini berceri-
wa dirinya tidak hidup dalam ta bahwa pada masa itu istrin-
kemewahan, tetapi justru ya hamil anak kedua. Pukul
hidup dalam keterbatasan setengah tujuh pagi ia datang
ekonomi. “Bapak saya dulu ke home industry dan langsung
guru Madrasah Ibtidaiyah memasukkan sushi ke mobil.
(MI). Dalam perjalanan, ia
menceritakan roller coaster
kehidupan yang ia lalui.

Foto: Kominfo Jatim

INGIN TAU 5

LPM Solidaritas, September 2022

Lalu, mulailah ia berkeliling menyusuri kota Brisbane, Australia. Foto: Solidaritas Photo
Hingga pukul 12.00 siang, ia pergi ke perpustakaan untuk belajar. Jam tiga sore
menjemput anak sekolah, setelah itu belajar lagi. Begitulah kesehariannya.
Namun, ada satu hal penting yang dianggap sebagai sumber kekuatannya.
“Saya jam sepuluh sudah tidur karena jam dua pagi harus bangun untuk tahajud. Tu-
han itu begitu luar biasa ‘loh dalam menciptakan instrumen ibadah. Tahajud ini sangat pent-
ing untuk memperkuat pertahanan diri,” ujarnya dengan penuh ketakjuban akan kuasaNya.

“ Belajar Adalah

Petualangan Mengasyikkan

Lalu, mulailah ia berkeliling menyusuri kota Brisbane, Australia. Hingga pukul 12.00 siang,
ia pergi ke perpustakaan untuk belajar. Jam tiga sore menjemput anak sekolah, setelah itu bela-
jar lagi. Begitulah kesehariannya.Namun, ada satu hal penting yang dianggap sebagai sumber
kekuatannya. “Saya jam sepuluh sudah tidur karena jam dua pagi harus bangun untuk taha-
jud. Tuhan itu begitu luar biasa ‘loh dalam menciptakan instrumen ibadah. Tahajud ini sangat
penting untuk memperkuat pertahanan diri,” ujarnya dengan penuh ketakjuban akan kuasaNya.
Sebagai kaum terpelajar, Akhmad Muzakki tak hanya bergelut di dunia kampus semata.
Ia juga aktif berorganisasi guna menyalurkan kegelisahan intelektualnya. Ia meyakini bahwa ka-
langan akademisi akan muncul sebagai pengkritik tajam terhadap kemapanan yang hegemon-
ik. Maka dari itu, ia mengabdi sebagai Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.
Dari berbagai pencapaiannya ia mengaku bahwa prestasi sesungguhnya bukanlah menjabat se-
bagai rektor, melainkan menjadi seorang ilmuwan merupakan kebanggaan tersendiri baginya.
”Rektor ini merupakan amanah akademik dan amanah keumatan, kalau amanah keu-
matan ‘kan saluran mobilisasi vertikal paling efektif melalui pendidikan,” tuturnya.
Sebagai rektor terpilih, Muzakki mengaku bahwa ia ingin meneruskan kemuliaan yang
telah disampaikan oleh Prof. Masdar Hilmy yang merupakan rektor pada periode sebelumnya.
Tak hanya itu, guru besar bidang sosiologi tersebut ingin mendorong kemba-
li UINSA sebagai kiblat perguruan tinggi islam di Indonesia.
“Kitaadadirank1.Banyakkyaiadadisini,tokohmasyarakatadadisini,
banyak tokoh hebat di sini. Ini harus didorong kembali,” tegasnya.
UINSA sendiri merupakan salah satu Perguruan Tinggi
Keagamaan (PTK) besar yang memiliki sejarah panjang.
Jumlah mahasiswanya sendiri tak kalah besar, terdapat
30 ribu mahasiswa yang mengemban ilmu dan menja-
dikan salah satu kampus paling mewah di Surabaya.
Tak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa ke-
datangannya bisa menjadi ancaman bagi Pergu-
ruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Indonesia.
”Saya datang, Hati-hati PTKI se-Indonesia ini. Saya
datang untuk menjadi champion bagi UIN,” tambahnya.

* Tulisan ini tersedia di website
uinsby.ac.id/informasi/berita

** Ferry Tri Anugerah
Tanaya Az Zhara
Nabila Wardah

6 INGIN TAU

LPM Solidaritas, September 2022

Rumah Bagi Suara Hati
Mahasiswa

Perkenalan saya dengan Lembaga Pers Ma- Tahun 2015, saat Twin Towers baru
hasiswa (LPM) Solidaritas bermula dari tahun saja rampung dibangun dan belum dires-
2013 lalu lewat momentum yang sederhana. mikan, seorang petinggi dari Islamic De-
Saat itu, pada kegiatan Orientasi Cinta Akademik velopment Bank datang menghampiri kami
dan Almamater (OSCAAR) tahun 2013, atau seka- yang tampak lusuh. Berbekal ID Card Pers,
rang lazim disebut Pengenalan Kehidupan Kampus buku catatan kecil, dan sebuah pensil kami
bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), saya menyaksikan memang duduk di dekat ruang Pak Rek-
para mahasiswa mengenakan seragam biru bertu- tor saat itu, Prof. Abd. A’la. Tanpa diduga,
liskan “Republik Writing” lalu lalang. Mahasiswa itu petinggi tersebut datang dan menyalami
secara teratur membagikan tabloid ke seluruh pe- kami satu persatu yang sebetulnya hendak
serta, termasuk saya yang kala itu masih menjadi melakukan wawancara dengan Pak Rektor.
mahasiswa baru. “These are our student. They are
Memandang tabloid itu, seketika membuat from press student Solidaritas,” kata Pak
mata saya berbinar. Hati saya bungah, dan saya A’la dengan nada bangga mengenalkan
cukup terpukau dengan design yang dibuat. Kare- kami kepada rombongan pejabat di Is-
na ketertarikan itu, bersama seorang kawan baik lamic Development Bank. Ya, jika boleh
saya memberanikan diri mendaftar pada organi- mengulang momentum berharga, itu ada-
sasi intra kampus tersebut. Seorang panitia yang lah saat penting yang semakin mengubah
cukup baik berkata pada saya untuk menunggu. saya sekarang. Setelahnya, juga dengan
Sebab, saya perlu diseleksi dengan ratusan ma- sorot takjub, kemudian saya dapat ber-
hasiswa lainnya untuk dapat dipilih menjadi yang jumpa presiden, menteri, gubernur, bupati/
terbaik. Beruntungnya, setelah melalui rangkaian wali kota, hingga para perangkat daerah.
tes tulis (ya, kami saat itu diminta membuat esai),
tes wawancara, saya diterima. Foto: Pexels
Di awal kali masuk sebagai calon magang,
saya merasakan suasana berbeda. Bayangan
saya dulu, LPM hanyalah organisasi yang cocok
bagi kalangan perempuan. Ya, karena masih ma-
hasiswa baru, pikiran saya masih sangat lugu. Pa-
dahal rumah ini adalah untuk semua, tentu bagi
yang menyukai aktivitas jurnalistik dan menulis.
Tetapi kemudian saya buru-buru merevisi cara ber-
pikir saya saat itu, setelah menyaksikan para senior
hadir di tengah Diklat Dasar Jurnalistik. Para senior
itu datang dari kalangan penulis, wartawan profe-
sional, designer grafis, hingga akademisi. Mereka
bercerita soal apa saja yang telah dilalui di LPM
Solidaritas, seperti membuat berita, menulis
naskah features yang bertenaga, membuat
design yang ciamik, sampai berkisah ihwal
petualangan liputan yang tentu saja seru
dan menyenangkan. Kesempatan itulah
yang kemudian secara berkala men-
gubah hidup dan cara pandang saya

INGIN TAU 7

LPM Solidaritas, September 2022

Tentu saja, pertemuan-pertemuan tersebut berkaitan dengan kerja-ker-
ja jurnalistik. Jika boleh merunut, semua keistimewaan ini bermula dari pe-
lajaran penting: bergabung LPM Solidaritas dan mencuri ilmu jurnalistik dan
ilmu apa saja di dalamnya. Saya juga kemudian menjadi sadar, bahwa or-
ganisasi ini bukan sekadar perkumpulan, melainkan menjadi rumah dari su-
ara hati mahasiswa. Dengan idealisme dan nilai yang terus dijaga, kami ter-
us berupaya menyuarakan suara hati mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya.

“ These Are Our Student. They Are

From Press Student Solidaritas

Tentu saja, keberadaan kami bukan tanpa ada cela, tetapi dengan kesadaran
seperti itu, kami terus berbenah dan berusaha belajar agar menjadi yang terbaik, dan
menjadi kawan bagi seluruh mahasiswa UINSA. Ke depan, semangat inilah yang
saya harapkan agar juga dapat dirasakan teman-teman mahasiswa baru UINSA.
Dengan semangat ini, saya meyakini bukan kampus UINSA saja
yang bakal menjadi lebih andal, tetapi para mahasiswa juga akan menu-
ai ilmu dan pengetahuan dari upaya menyuarakan hati mahasiswa. Ten-
tu saja, langkah itu akan dapat terlaksana melalui rumah yang den-
gan bangga saya menyebutnya, LPM Solidaritas! Salam Persma!

* Ahmad Farid

** Penulis adalah Pemimpin Umum LPM Solidaritas Periode 2016. Saat ini
tengah mengemban tugas sebagai Public Relations di Kementerian Dalam
Negeri.

Foto: Pexels

INGIN TAU

8

LPM Solidaritas, September 2022

Solidaritas Setengah
Dekade Lalu

Saat dihubungi Solidaritas tadi siang Namun saya jeda sebentar untuk lan-
(29/8/2022) dan membahas tentang jut membuka halaman baru di Ms. Word dan
Pengenalan Budaya Akademik dan menuliskan satu hal yang saya ingat betul:
Kemahasiswaan (PBAK) atau generasi kami Solidaritas era itu punya keinginan mene-
akrab menyebutnya Orientasi Cinta Akade- gaskan kembali posisi Pers Mahasiswa di
mik dan Almamater (OSCAAR), rasanya tu- tengah oknum lembaga pers mahasiswa
buh ini seperti terlempar ke sebuah ruangan yang sering memosisikan diri tidak lebih ber-
dengan suasana setengah dekade lalu. Tepat beda dengan divisi humas sebuah institusi,
saat saya sedang menjalankan amanah ja- semua berita yang dirilis tidak keluar dari out-
batan Pemimpin Umum (PU) Lembaga Pers line “menjaga nama baik lembaga”. Ide-ide
Mahasiswa (LPM) Solidaritas tahun 2017. cemerlang, kemampuan berpikir kritis, pro-
Tentunya masih menempel kuat di kepala, duk jurnalistik yang segar dan enak dibaca
ketika menyambut penerimaan mahasiswa tentunya tidak melalui jalan yang sederhana.
baru alih-alih menampakkan pesona kampus Pengembangan sumber daya manusia di da-
yang bagus dan sempurna, kami mencoba lam tubuh Solidaritas dikawal langsung oleh
mencari posisi yang berbeda dengan pem- para Alumni hingga unsur profesional yang
beritaan yang sudah ada dengan tetap men- sudah berpengalaman di dalam dunia Jur-
jadi social control dalam hiruk pikuk ospek. nalistik. Di Solidaritas, kami tentu tidak hanya
Pasti rekan-rekan pengurus segen- memperdalam dunia tulis-menulis berita saja,
erasi saya ingat betul bagaimana melalui namun juga Sastra. Banyak anggota Soli-
hal itu semua. Mulai dipanggil petinggi rek- daritas karya sastranya bertebaran di media
torat hingga dekanat untuk meminta kami hingga banyak yang dibukukan. Selain itu,
menjelaskan sebuah berita. Sampai setiap kami juga mendalami dunia Fotografi
malam, saat OSCAAR berlangsung, base- langsung dari professional. Dulu ham-
camp kami diteror beberapa oknum yang pir setiap minggu kami kajian (istilah
merasa tidak nyaman dengan pemberitaan lain diskusi atau seminar ke-
tajam Solidaritas. Sebagaimana kerja-kerja cil-kecilan) di bawah pohon
jurnalistik aktivis Pers Mahasiswa (Persma) rindang yang kini sudah
yang penuh tantangan dan risiko. Produk jur- berdiri megah bangunan
nalistik saat itu saya harap masih bisa diak- Perpustakaan UINSA
ses melalui mediasolidaritas.com. Tanpa se- yang semoga terbuka
dikitpun ada rasa kebencian. Kami saat itu lebar dan lengkap
ingin berkontribusi melalui pers mahasiswa untuk mahasiswa.
untuk perbaikan kampus yang kami cintai.
Saya menyeruput kopi yang hampir habis.
Meminumnya sedikit demi sedikit, sam-
bil meraba-raba kenangan lima tahun lalu.
Laptop masih terbuka karena memang ada
pekerjaan yang belum rampung dirapikan.

Foto: Pexels

INGIN TAU 9

LPM Solidaritas, September 2022

Jika kalian di jurusan Sejarah tapi punya ide-ide kreatif di kepala dan punya hobi anima-
si maupun desain grafis tak perlu repot mengambil kuliah lagi di bidang komunikasi visual. Sol-
idaritas punya perwajahan media cetak yang bagus sejak dulu, kami dibina dengan serius soal
ini. Desainer grafis solidaritas tidak hanya digembleng secara internal, namun sering kali kami
dikirim ke kelas-kelas pelatihan di luar sana yang bahkan terkadang berbayar, Solidaritas mem-
berikan semacam beasiswa untuk anggotanya yang punya semangat tinggi untuk belajar. Da-
lam hal ini, bukan hanya deasainer saja, penulis-penulis Solidaritas yang dianggap berbakat bi-
asanya pengurus kirimkan untuk ikut pelatihan-pelatihan di luar sana, diberi beasiswa pelatihan.

“ Di Solidaritas, kami tentu tidak hanya memper-

dalam dunia tulis-menulis berita saja, namun
juga Sastra.

Dapat ilmu gratis dan bisa jalan-jalan, hehe. Salah satunya saya pernah mera-
sakannya. Dalam hal leadership, Solidaritas memberikan pelatihan kepemimpinan se-
cara berkelanjutan kepada anggotanya. Baik secara formal maupun non-formal. Sol-
idaritas tak cuma menjadi corong kritik kampus semata. Namun, setelah melewati
semuanya, dengan segala pembinaan sumber daya manusia yang terbukti bagus, saya
berani berkata Solidaritas dari masa ke masa alumninya selalu ikut berkontribusi mem-
bawa nama baik UIN Sunan Ampel Surabaya. Tak perlu kami sebutkan spesifik nama-na-
ma besar itu, mulai dari wartawan-redaktur di media-media besar, pemilik media, orang-
orang penting di kampus, Pimpinan Daerah (Bupati Lumajang), serta Anggota Legislatif.

* Mohammad Iqbal

** Penulis adalah Pemimpin Umum LPM Solidaritas Periode 2017. Saat ini
tengah bekerja sebagai staf hubungan masyarakat di Kementerian Pemuda
dan Olahraga

Foto: Pexels

CORET

10

LPM Solidaritas, September 2022

Anak-anak Tunawisma, Aset Bangsa
yang Dipandang Sebelah Mata

Indonesia memiliki wilayah yang luas dan kemiskinan ini mempengaruhi peningkatan
jumlah penduduk yang besar, membuat pe- jumlah anak jalanan yang berkeliaran untuk
merintah Indonesia kesulitan untuk menga- mencari nafkah di kota-kota besar. Bukan
tur Sumber Daya Manusia (SDA) yang ada. hanya di kota-kota besar saja, bahkan saat
Hal ini menjadikan Indonesia masih menjadi ini fenomena anak jalanan sudah menjadi
negara berkembang. Faktor yang menye- pemandangan tingkat pendapatan orang
babkan Indonesia masih menjadi negara tua membuat mereka lazim di kota-kota kecil
berkembang, salah satunya yaitu tingginya sekalipun. Tingginya angka kemiskinan ini
tingkat pertumbuhan penduduk. Faktor lain- juga menyebabkan naiknya angka kriminali-
nya, yaitu tingginya angka pengangguran tas di jalanan. terpaksa harus putus sekolah
di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) demi membantu memenuhi kebutuhan hid-
menyebutkan bahwa tingkat pengangguran up sehari-hari.
terbuka pada 2021 sebesar 9,10 juta, turun Komisi Perlindungan Anak Indone-
0,58 persen dari tahun sebelumnya. Meski- sia (KPAI) menyatakan, anak-anak jalanan
pun turun dari tahun-tahun sebelumnya, na- lebih rentan mengalami kekerasan seksual
mun angka tersebut tidak bisa dipandang
remeh. Kompetisi antar individu semakin Foto: Pexels
ketat akibat peralihan sektor kerja, sehingga
hanya meraka yang memiliki keterampilan
yang dapat memperoleh pekerjaan.
Rendahnya kualitas SDA yang dimiliki,
membawa Indonesia pada banyak permasla-
han hidup. Masalah ekonomi merupakan
faktor terbesar dalam penyebab munculnya
masalah sosial di masyarakat. Ketidakmam-
puan seseorang untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya seperti sandang, pangan, papan
dan pendidikan serta kesehatan mengakibat-
kan meningkatnya angka kriminalitas karena
masalah perekonomian membuat anak jala-
nan menjadi sasaran empuk kejahatan. Ku-
rangnya perlindungan orang tua, ditambah
dengan ketidak berdayaan anak menyebab-
kan kekerasan terhadap anak-anak jalanan
semakin marak terjadi. Kekerasan tersebut
dapat berupa penyiksaan fisik, penyiksaan
psikis bahkan pelecehan seksual. Mereka ti-
dak bisa berbuat banyak dan harus terus hid-
up di jalanan kota demi membantu memenuhi
kebutuhan hidup. Rendahnya munculnya
masalah sosial dalam lingkungannya. Dikutip
dari Badan Pusat Statistik (BPS) persentase
penduduk miskin pada tahun 2022 sebesar
9,54 persen, menurun dari tahun 2021
yaitu 9,70 persen. Tingginya angka

CORET 11

LPM Solidaritas, September 2022

kan anak anak normal yang kerja yang berkualitas. Na- ruan/keterampilan tertentu
tinggal di rumah. Selain itu, mun, banyak anak-anak jala- seperti di bidang peternakan,
ketua Komisi Perlindungan nan tidak memiliki cukup ak- pertanian, perbengkelan, ja-
Anak Indonesia (KPAI) Su- ses untuk mengikuti kursus hit menjahit, seni, olahraga
santo menerangkan, kasus kursus sebagai bekal ket- dan lain-lain. Dari pengem-
human trafficking dan ek- erampilan. Akhiranya mere- bangan kecakapan vokasion-
sploitasi yang diterima KPAI ka memilih pekerjaan yang al ini diharapkan anak-anak
pada tahun 2017 mencapai tidak menuntut keterampi- jalanan tersebut dapat mem-
293 kasus. Dengan aduan lan apapun yaitu pedagang peroleh bekal keterampilan
terbanyak korban prostitusi asongan, pengemis, pemu- untuk mencari pekerjaan
anak-anak sebanyak 92 ka- lung, ataupun pengamen. yang lebih baik dari sebel-
sus. Sedangkan 83 kasus Langkah awal yang umnya sehingga dapat mem-
lainnya sebagai korban ek- dapat dilakukan untuk mem- perbaiki taraf kehidupannya.
sploitasi pekerja anak. Hal perbaiki kualitas sumberdaya Dengan bertambahnya kual-
ini tentunya menjadi momok manusia khususnya anak- itas anak jalanan ini maka
yang menakutkan bagi anak- anak jalanan, yaitu dengan negara akan sangat diun-
anak jalanan khususnya memberikan berbagai ma- tungkan karena tenaga kerja
wanita. cam pelatihan keterampilan. di Indonesia juga semakin
Anak jalanan yang Anak jalanan lebih ter- berkualitas sehingga Indone-
sering kita anggap remeh biasa dengan aktifitas motor- sia dapat bergerak menjadi
dan pandang sebelah mata ik dibandingkan aktifitas kog- negara yang maju.
tenyata memiliki potensi nitif. Oleh karena itu, sistem Oleh karena itu, ti-
yang dapat menjadi aset un- pembelajaran yang kita dak bisa hanya mengandal-
tuk bangsa ini, namun ban- gunakan mesti mengede- kan peran pemerintah tapi
yak dari anak jalanan tidak pankan pegembangan hobi juga menjadi tugas bersama
menyadari bakat dan potensi yang dimiliki oleh anak-anak seluruh lapisan masyarakat
yang mereka miliki. Kuran- jalanan tersebut. Suatu hobi di Indonesia untuk memban-
gnya kesadaran akan pen- akan dapat mengundang gun kualitas SDM yang ada.
didikan dan keterbatasan kesuksesan apabila ditekuni Masyarakat dan pemerin-
finansial menjadi faktor uta- dengan sungguh-sungguh. tah daerah seharusnya ba-
ma untuk putus sekolah. Po- Pengembangan ke- hu-membahu dalam menan-
tensi-potensi anak jalanan ini cakapan vokasional anak gani masalah anak jalanan
jika dikembangkan tentunya jalanan juga sangat berman- ini. Masyarakat juga perlu
akan sangat berguna bagi faat untuk pengembangan memikirkan akan nasib anak
bangsa ini. Anak jalanan hobi anak jalanan sehingga anak jalanan yang semakin
memiliki semangat dan etos mempermudah untuk mem- parah ini. Kita harus bersa-
kerja yang tinggi sehingga peroleh profesi. Kecakapan ma-sama memikirkan solu-
apabila mereka dibekali oleh vokasional itu sendiri adalah si untuk masalah sosial ini
keterampilan-keterampilan kecakapan yang berkaitan demi terciptanya Indonesia
maka dapat menjadi tenaga dengan suatu bidang keju- yang maju. (Alfi Damayanti)

Foto: Google

CORET

12 LPM Solidaritas, September 2022

Larung Sembonyo, Tradisi Nelayan
Kabupaten Trenggalek Sebagai
Ungkapan Rasa Syukur

Sebagai wujud rasa syukur, para ne- pada kegiatan Larung Sembonyo saja, teta-
layan di Kabupaten Trenggalek men- pi ada momentum selametan sembonyo
gadakan upacara Larung Sembonyo teluk prigi pada malam sebelum larung.
yang dilaksanakan setiap Senin Kliwon, pada Dalam acara tersebut terjadi pe-
bulan Selo penanggalan Jawa. Larung Sem- mecahan rekor Museum Rekor Dunia Indo-
bonyo merupakan salah satu upacara melar- nesia (MURI) penyajian Lodho Sego Gurih
ungkan atau menyedekahkan sesaji ke laut terbanyak yang menjadi antusias warga.
sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil laut ‘’Alhamdulillah warga sekitar Pantai Prigi
yang melimpah. akhirnya bisa mengadakan Larung Sem-
Larung sembonyo sendiri sudah ma- bonyo dengan khidmat dan meriah, karena
suk kebudayaan masyarakat yang tempat saat pandemi larung biasanya hanya dihad-
tinggalnya berada di pesisir Pantai Prigi, Ke- iri beberapa nelayan dan para tetua,’’ tutur
camatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Pak Sunawan salah satu nelayan setempat.
Jawa Timur. Selain sebagai bentuk rasa Rangkaian upacara larung diawa-
syukur, Larung Sembonyo juga dilaksanakan li dengan kirab tumpeng agung dan sesaji
untuk memperingati pernikahan Raden Tu- yang dibawa oleh punggawa (gelar untuk
menggung Yudho Negoro seorang Kepala seorang pengurus lokal tradisional). Acara
Prajurit Mataram dengan Putri Gamba Inten. larung sembonyo dilanjutkan dengan pemb-
Raden Tumenggung Yudho Negoro acaan doa, lalu pelarungan tumpeng agung
adalah orang yang berhasil membuka ka- dan sesaji menuju ke tengah laut. Sesa-
wasan Teluk Prigi dengan jaminan bersedia
menikahi Putri Gamba Inten salah seorang ji ditarik oleh satu kapan nelayan dan
putri Adipati Andong Biru. diiringi oleh puluhan kapal lainnya. Se-
Masyarakat Kabupaten Trenggalek lain itu, terdapat karnaval kesenian lo-
baru-baru ini kembali menggelar upacara kal dari masyarakat setempat.
Larung Sembonyo di Pantai Prigi yang dia-
dakan satu tahun sekali pada bulan Selo. ‘’Upacara Larung Sembonyo ini harus
Pada tahun ini warga terlihat sangat an- tetap dilestarikan kedepannya, kare-
tusias memperingati upacara larung, na sebagai bentuk syukur kami se-
sampai memadati sepanjang jalan bagai nelayan dan juga semoga
tangkapan ikan kedepannya
menuju pantai. Keramaian semakin melimpah.
juga tidak hanya terjadi Tidak ha-

Foto: Google

CORET 13

LPM Solidaritas, September 2022

nya warga Trenggalek saja yang ikut memer-
iahkan, karena ada juga beberapa warga dari
luar daerah Trenggalek yang ikut melihat acara
labuh laut, mereka menyaksikan upacara den-
gan antusias’’ ucap Pak Sunawan.
Acara larung sembonyo turut dihadiri
oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daer-
ah Kabupaten Trenggalek yaitu Novita Hardini
dan Melati Tedja salah satu Runner up Putri
Indonesia Jawa Timur. Labuh laut juga salah
satu acara untuk meningkatkan budaya dan
kearifan lokal yang ada di Trenggalek. ‘’Ya
saya harap kedepannya upacara ini bisa men-
jadi tonggak awal ekonomi masyarakat setem-
pat. Saya juga bersyukur karena dengan acara
ini bisa membawa dampak positif karena bisa
menjadi daya tarik wisatawan’’ begitu kata Pak
Sunawan.(Natania Alfi)

Foto: Pexels

PUSTAKA

14 LPM Solidaritas, September 2022

Berita di TV Kusuma Bangsa
Oleh Vidra Revy Oleh Rif’ati Khoridatin

Aku minta maaf pada altar-altar yang Aku adalah Indonesia
jadi abu dalam setiap televisi di kotamu Aku ibu pertiwimu
Aku minta maaf pada setiap dadamu Garudamu terbang menukik
yang meledak jadi burung-burung Menembus lembayung nan sempurna
Aku minta maaf pada matamu yang Di benak ini kubenamkan sekepal
keruh dan setiap kita yang pemarah harapan
Dengan pilar persatuan
Kau jarak yang jauh, aku tembok yang Dan alas keberagaman
tinggi Kuku-kukumu putih jernih, kor-
nea mataku hitam legam tapi langit Sebanyak-banyaknya kukejar
warnanya merah, dan lautbiru tua Agar budaya tak tergilas zaman
Dari jauh kau menyebrang Ini tugasmu, Pemuda
Suatu saat kita mengerti, Rentangkan jembatan beragam bu-
suatu saat kita mengerti daya
Suatu saat kita mengerti Rentangkan toleransi umat beragama
Nusantaraku bak pelangi berkilauan

PUSTAKA 15

LPM Solidaritas, September 2022

Hutan Kelabu Dermaga Digugah
Oleh Ayda Zaqiyatunnisa Oleh Azizah Salsabila

Ashari

Tanah sepuh penuh tangis Lambai tangan nan”halo-halo” suara
Tempat ibu meramut gadis Sepoi anginku kaku
Baik kerontang maupun gerimis Hiruk hatiku meluruh
Hitam putih mereka anggap rasis
Satu Atma yang sumarah
Tanah sepuh penuh lara Dengan janji dalam gejolak fatala
Mega lembut menghadang baskara
Dalam suasana doanya
Malam natal maupun sura Dalam pijak nan sungkah
Sorot mereka terkurung sara
Kau si Ingkah!
Tanah sepuh penuh tikam Tapi kau gerak seluruh sukmaku percaya
Nelayan tua lelah menyelam
Petani kurus penat menyiram Kecam satu purnama membelah
Nasib mereka tetap suram Seolah alam membenci, aku tersalah

Tanah sepuh penuh raung Sedang disudut ruang hatimu
Dosa besar diberi panggung Terpatri ukiran nama, bukan aku
Dosa kecil dihukum pasung
Tak ada kuasa mereka mematung Lalu jika lisanmu tabu?
Mengapa bukan aku dalam palung jan-
Tanah sepuh penuh nestapa
Canting hangat melukis rupa tungmu?
Berkat netra tak sering jumpa Mengapa kau janjikan aku pulang yang
Dengan teganya mereka lupa
tak sungguh?

PUSTAKA

16

LPM Solidaritas, September 2022

Nyengkunyung:
Budaya, Teknologi,
dan Digitalisasi
Dalam Kehidupan
Sosial

Judul Film : Nyengkunyung
Sutradara : Wahyu Agung Prasetyo
Produser : Elena Rosmeisara
Tanggal Rilis : 16 Maret 2021
Distributor : Netflix Indonesia
Peresensi : Sandy Setya Azzuri

Foto: Bacaterus

Diambil dari bahasa Jawa sebagai Ketua RT di desa tempat ia ting-
“Nyengkuyung” bisa diartikan gal. Setelah masa jabatannya berakh-
sebagai gotong royong atau ir, Suratno lebih sering belajar tentang
membangun sesuatu bersama. Ten- fitur media sosial yang ada di smart-
tunya kehidupan manusia tidak akan phonenya. Bahkan selama berkegia-
terlepas dari manusia lain. Manusia tan Suratno selalu mengabadikan se-
ialah makhluk sosial yang akan sela- tiap momen melalui smartphone yang
lu membutuhkan pertolongan orang ia miliki. Namun, ketika kesusahan
lain. Umumnya budaya ini masih seringkali ia meminta bantuan istrinya.
sangat kental dilangsungkan di daer- Suatu hari Suratno sebagai
ah pedesaan atau lingkungan yang tetua desa mempunyai ide bombas-
masyarakatnya masih sangat me- tis yang memiliki keterkaitan dengan
megang erat budaya. pelestarian budaya, segera ia berge-
Film Nyengkuyung menggam- gas menuju sanggar untuk mengap-
barkan kepada masyarakat tentang likasikan idenya. Setibanya di sang-
perubahan sosial yang terjadi saat gar budaya ia mengabari Herman
pandemi Covid-19. Masyarakat di- seorang pemuda aktif dalam kegiatan
tuntut untuk beradaptasi dengan ke- kebudayaan desa dengan tujuan me-
hidupan yang baru agar bisa mewu- minta kunci dan memberitahu akan ide
judkan kondisi lingkungan yang tersebut. Namun, ide tersebut tidak
aman, harmoni, serta bahagia. Di da- dihiraukan oleh Herman menganggap
lam film ini sang sutradara mencoba Suratno berbicara aneh dan memberi-
menampilkan keresahan masyarakat tahu bahwasaannya kunci sanggar di-
mengenai kebudayaan daerah yang pegang oleh Hari Ketua RT yang baru.
telah lama vakum akibat dari pan- Pada saat di sanggar Suratno mera-
demi Covid-19. Nyengkuyung men- sakan kejadian mistis seperti adanya
ceritakan tentang seorang (Suratno) dupa didepan pintu sanggar budaya.
pensiunan yang baru saja melepas-
kan masa jabatannya

PUSTAKA 17

LPM Solidaritas, September 2022

Kemudian ia bertanya kepada penduduk sekitar mengenai hal apa yang ia rasakan dan menco- Foto: Ravacana Films
ba menghubungi Hari sebagai Ketua RT yang baru, namun tidak ada respon sama sekali. Hal ini
semakin membuat Suratno marah dan curi-
ga tentang apa yang dilakukan oleh Hari.
Suratno karakter tokoh tua menjadi
contoh bagi masyarakat bahwa orang tua
pun masih memiliki semangat dalam meeng-
hidupkan kembali kebudayaan daerah. Ide
bombastis yang dimiliki mampu membuat
penasaran penonton dengan apa yang akan
dilakukan selanjutnya, apalagi didukung den-
gan tokoh pemuda yang menghiraukan Pak
Suratno. Hal tersebut membuat penonton ma-
kin penasaran dan menerka nerka apa yang
dilakukan agar kebudayaan daerah dapat
bangkit kembali di tengah pandemi Covid-19.
Setelah mengelilingi desa menanya-
kan kepada penduduk sekitar, Surat-
no kembali ke sanggar. Terdengar dari
kejauhan ada bunyi gamelan seper-
ti sedang digunakan oleh seseorang. Ia
mengedor-gedor pintu sanggar budaya,
mendapati Pak Hari dan pemuda desa.
Kemudian Pak Suratno tidak segan segan
memarahi Pak Hari dan menganggap sang-
gar tersebut digunakan untuk hal yang negatif.
Ternyata setelah dijelaskan oleh Pak
Hari, bahwasannya ia ingin mem-
buat rekaman karawitan yang bisa
dinikmati oleh penduduk secara online di tengah pandemi Covid-19. Suratno pun mema-
hami kejadian itu dan ternyata apa yang dilakukan Hari selaras dengan ide bombastisnya.
Permasalahan sosial yang ditunjukkan oleh tokoh-tokoh tersebut adalah tidak adanya komuni-
kasi antar penduduk sekitar dalam mewujudkan tujuan bersama. Kehidupan sosial masyarakat sarat
dengan konflik karena faktor usia. Orang yang lebih tua merasa bahwa mereka lebih siap untuk memi-
mpin dan memiliki kuasa dengan merasa ingin selalu dihormati, sementara orang yang lebih muda
merasa bahwa mereka memahami perkembangan zaman sehingga mereka menghiraukan orangtua.
Tidak adanya komunikasi di dalam masyarakat dapat memicu bentrokan konflik antar sesama.
Film Nyengkunyung cenderung dianggap bisa menjadi contoh bagi masyarakat yang ditampilkan san-
gat sesuai dengan status dan kondisi masyarakat saat ini. Nyengkunyung dapat memperkenalkan cara
lain yang dapat diterapkan oleh masyarakat setempat selama pandemi Covid-19 sehingga mereka
dapat menonton kegiatan seni dan budaya, khususnya dengan cara meng-uploadnya melalui media
sosial dan mengajarkan masyarakat umum untuk terus menjalin komunikasi dengan baik dan melaku-
kan kegiatan gotong royong di lingkungan setempat agar tercipta lingkungan yang bahagia dan damai.

JOIN US!

SCAN ME!

FOLLOW US!

mediasolidaritas.com
@lpmsolidaritas
@lpmsolidaritas


Click to View FlipBook Version