PEMILIHAN TEMA/TOPIK PROYEK DAN FORMAT ASESMEN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK
Pengertian Tema/Topik Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), tema atau pokok pikiran berarti dasar cerita (yang dipercakapkan, dipakai sebagai dasar mengarang, menggubah sajak, dan sebagainya). Sedangkan secara etimologis, kata “tema” berasal dari bahasa Yunani yaitu tithenai yang berarti sesuatu yang telah diuraikan. Maka dapat disimpulkan bahwa tema bersifat umum dan luas karena tema masih berupa dasar cerita yang perlu diuraikan lagi. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) arti kata topik adalah pokok pembicaraan dalam diskusi, ceramah, karangan, dan sebagainya. “Topik” berasal dari bahasa Yunani, yaitu topoi yang artinya inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan topik pembicaraan. Maka arti dari topik yaitu pokok pembicaraan atau secara bebas dapat juga kita artikan sebagai permasalahan yang dibahas atau diuraikan dimana cakupan topik lebih terbatas dibandingkan tema.
T E M A T O P I K Gaya Hidup Berkelanjutan Kearifan Lokal Bhineka Tunggal Ika Bangunlah Jiwa dan Raganya Suara Demokrasi Berekayasa dan Berteknologi Untuk Membangun NKRI Kewirausahaan
Cara Merumuskan Tema/Topik Pemilihan tema/topik dalam pelaksanaan projek dapat dilakukan berdasarkan: 1. Tahap kesiapan satuan pendidikan dan pendidik dalam menjalankan projek. 2. Kalender belajar nasional, atau perayaan nasional atau internasional, misalnya Tema "Gaya Hidup Berkelanjutan" dilaksanakan menjelang Hari Bumi, atau tema "Bhinneka Tunggal Ika" dilaksanakan menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia. 3. Situasi kontekstual yang berhubungan dengan Isu atau topik yang sedang hangat terjadi atau menjadifokus pembahasan atau prioritas satuan pendidikan. Dalam hal ini, isu atau topik dapat dicari kesesuaian atau keterkaitannya dengan 7 tema yang sudah ditentukan. 4. Tema yang belum dilakukan di tahun sebelumnya dan dapat mengulang siklus setelah semua tema sudah dipilih. 5. Untuk memastikan semua tema dapat dijalankan, sangat penting untuk satuan pendidikan memastikan untuk melakukan pendokumentasian dan pencatatan portofolio projek dalam skala satuan pendidikan.
Adapun cara untuk menentukan topik spesifik projek secara beurutan berdasarkan tahapan kesiapan sekolah, yaitu: TAHAP AWAL Tema Pilihan Sekolah menentukan 2 tema untuk SD, atau 3 tema untuk SMP‒SMA di awal tahun pelajaran. Penentuan Topik Sekolah yang menentukan tema dan topik projek. Pemberian Opsi Tema Sekolah menelaah isu yang sama untuk semua kelas.
Adapun cara untuk menentukan topik spesifik projek secara beurutan berdasarkan tahapan kesiapan sekolah, yaitu: TAHAP BERKEMBANG Tema Pilihan Sekolah menentukan 2 tema untuk SD, atau 3 tema untuk SMP‒SMA di awal tahun pelajaran. Penentuan Topik Sekolah mempersiapkan beberapa tema dan topik projek untuk dipilih oleh peserta didik. Pemberian Opsi Tema Sekolah menelaah isu yang sama untuk setiap 1‒2 kelas.
Adapun cara untuk menentukan topik spesifik projek secara beurutan berdasarkan tahapan kesiapan sekolah, yaitu: TAHAP LANJUTAN Tema Pilihan Sekolah menentukan 2 tema untuk setiap kelas SD, atau 3 tema untuk setiap kelas SMP SMA di awal tahun pelajaran (setiap kelas dapat memilih tema yang berbeda). Penentuan Topik Peserta didik mendiskusikan tema dan topik projek dengan bimbingan pendidik. Pemberian Opsi Tema Setiap kelas menelaah isu yang berbeda sesuai pilihan peserta didik.
Susunan Format Asesmen Berbasis Proyek Penilaian project adalah penilaian yang dilakukan terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode atau jangka waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu bentuk investigasi atau penyelidikan. Bentuk tugas yang bersifat investigatif atau penyelidikan membuat tugas ini membutuhkan waktu yang panjang dalam penyelesaiannya. Oleh karena itu, tugas project dimulai sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data.
Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Asesmen Proyek 1 Pengelolaan yaitu kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data dan penulisan laporan. 2 Relevansi yaitu kesesuaian topik, data, dan hasilnya dengan KD atau mata pelajaran. 3 Keaslian yaitu proyek peserta didik harus karya sendiri dengan mempertimbangkan kontribusi pendidikan dan pihak lain berupa bimbingan dan dukungan terhadap proyek yang dikerjakan peserta didik. 4 Inovasi dan Kreativitas yaitu proyek yang dilakukan pada unsurunsur yang baru (kekinian), sesuatu yang unik, dan berbeda dari yang lainnya.
LANGKAH-LANGKAH Dalam Asesmen Proyek PERENCANAAN 1 Menentukan jenis tugas proyek dalam setahun. 2 Menyusun jadwal untuk masing-masing proyek jika terdapat lebih dari satu tugas proyek. Penyusunan jadwal dapat dilakukan bersama peserta didik berupa jadwal umum dan belum merupakan jadwal detail. 3 Memberikan beberpa contoh dari laporan proyek yang telah selesai kepada peserta didik yang berfungsi untuk memberi gambaran tentang bentuk laporan proyek yang akan dibuat. 4 Menunjukan kriteria penilain yang akan digunakan serta memastikan peserta didik mengetahui apa saja yang akan dinilai dngan memberikan penilain rubik pada siswa. 5 Upayakan peserta didik melakukan latihan menilai agar dapat mengetahui laporan tugas proyek yang baik.
LANGKAH-LANGKAH Dalam Asesmen Proyek LANJUTAN 1 Merencanakan Menentukan kesesuaian tugas proyek dengan kompetisi yang dituntut kurikulum (KD), yang berkaitan dengan kerja ilmiah dengan percobaan atau hanya sekedar dengan penelelusuran informasi melalui pengamatan, wawancara, dan teknik lainnya. Mendefinisikan tingkat pengolahan yakni topik tidaklah terlalu luas maupun tidak terlalu sempit dan mempertimbangkan tingkat kesulitan proyek. 2 Merencanakan Spesifikasi Proyek Memilih topik (peserta didik dapat diberi kebebasan menentukan masalahnya) dan memetakan area yang akan dicakup 3 Melaksanakan pencatatan kegiatan secara mandiri oleh peserta didik 4 Melakukan penilaian laporan tugas proyek